Mas Memed

Mas Memed Hasbunallah wa ni'mal wakil

28/12/2025

Bismillah...

06/09/2025

Bismillah...

Baru tahu saya...
penjelasan dari 4 madzhab ttg maulid nabi. Yuk di simak ...

Bismillah...✋🏻⚠🕝⛔  KEBANYAKAN ORANG MENYIA-NYIAKAN WAKTUNYA✍🏼 Syaikh Muhammad Shalih al-Utsaimin rahimahullahAllah Ta'al...
28/08/2024

Bismillah...

✋🏻⚠🕝⛔ KEBANYAKAN ORANG MENYIA-NYIAKAN WAKTUNYA

✍🏼 Syaikh Muhammad Shalih al-Utsaimin rahimahullah

Allah Ta'ala berfirman,

حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ ٱلۡمَوۡتُ قَالَ رَبِّ ٱرۡجِعُونِ ٩٩ لَعَلِّيٓ أَعۡمَلُ صَٰلِحًا فِيمَا تَرَكۡتُۚ

Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, "Ya Rabbku,kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan." (QS. Al-Mu'minun: 99-100)
Maksudnya, agar dia tidak menyia-nyiakan waktu.

Dia tidak mengatakan, "Agar aku menikmati harta, menikmati istri, menikmati kendaraan, atau menikmati istana." Akan tetapi, dia mengatakan, "Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan."

Waktu telah berlalu, tetapi engkau tidak mendapatkan manfaat darinya. Jadi, waktu adalah sesuatu yang paling berharga. Namun, sekarang ini menurut kita, waktu merupakan sesuatu yang paling tidak berharga. Kita membiarkan banyak waktu kita berlalu begitu saja tanpa faedah. Bahkan, kita membiarkan banyak waktu kita dengan melakukan hal-hal yang merugikan.

Saya tidak berbicara tentang keadaan satu orang, tetapi saya berbicara tentang keadaan kaum muslimin secara umum. Hari ini -sangat disayangkan- mereka tenggelam dalam lupa, hal yang sia-sia, dan kelalaian. Mereka tidak serius dalam urusan agama mereka. Mayoritas mereka dalam kelalaian dan kemewahan. Mereka hanya sibuk memperhatikan kemewahan untuk badan mereka walaupun berkonsekuensi merusak agama mereka.

📚 Syarh Riyadhus Shalihin, jilid 1 hlm. 345

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram ||

Bismillah...*◾ TANGISAN PENGHUNI NERAKA ◾*Penghuni Neraka menangis dan berteriak meminta pertolongan lantaran pedihnya p...
15/08/2024

Bismillah...

*◾ TANGISAN PENGHUNI NERAKA ◾*

Penghuni Neraka menangis dan berteriak meminta pertolongan lantaran pedihnya penderitaan, kesengsaraan, kengerian, & kehinaan yang menimpa mereka. Itulah balasan yang setimpal atas amal-amal buruk yang mereka kerjakan saat berada di dunia. Mereka menangis hingga habis air matanya, kemudian tangisan itu pun berganti menjadi darah.

Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda :
"Tangisan akan dikirim kepada penduduk Neraka, kemudian mereka pun menangis hingga air matanya pun habis. Kemudian mereka menangis dengan mengeluarkan darah, sehingga darah tersebut di wajah mereka seperti terbentuk parit. Andaikan perahu diletakkan padanya, niscaya dia dapat berlayar" (HR. Ibnu Majah no. 4324, hadits dari Anas bin Malik, lihat Shahiihul Jaami' ash-Shaghiir no. 8083)

Abu Musa al-Asy'ari رضي الله عنه berkata :
"Menangislah kalian, sesungguhnya para penghuni Neraka itu menangis, padahal tidak ada yang merasa kasihan dengan tangisan mereka. Karena itu menangislah sekarang, karena tangisan kalian saat ini masih dikasihani" (Az-Zuhd no. 1101 oleh Imam Ahmad)

اَللّهُمَّ ارْزُقْنَا عَيْنَيْنِ هَطَّالَتَيْنِ تَشْفِيَانِ القَلْبَ بِذُرُوْفِ الدَّمْعِ مِنْ خَشْيَتِكَ

Ya Allah, anugerahkan kepada kami dua mata yang banyak meneteskan air mata, yang dapat mengobati hati ini dengan air mata lantaran rasa takut kepada-Mu...😭

✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar

📧 Telegram BIS: https://t.me/ilmusyar1
*📲 Grup Whatsapp* :https://bit.ly/grupbis

♻️ Silakan disebar Artikel ini dengan tidak menambah atau mengurangi isi tulisan dan yang berkaitan dengannya
┅┅══❃ 🫐 ✿❃══┅┅ 🫐 ✿❃══┅┅

NIKMAT DUNIA PASTI AKAN SIRNASaudaraku, semua kenikmatan di dunia ini pasti akan sirna. Sedangkan yang ada di sisi Allah...
04/05/2024

NIKMAT DUNIA PASTI AKAN SIRNA

Saudaraku, semua kenikmatan di dunia ini pasti akan sirna. Sedangkan yang ada di sisi Allah, itulah yang akan kekal. Namun sayangnya, betapa banyak yang terlena dengan dunianya yang nanti akan sirna, lalu lebih mementingkan kehidupan kekal yang ada di akhirat.

Allah Ta’ala berfirman,

مَا عِنْدَكُمْ يَنْفَدُ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ بَاقٍ

“Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal.” (QS. An Nahl: 96).

Segala sesuatu yang kita miliki pasti akan sirna, baik diri kita sendiri, keluarga dekat kita, dan harta kita. Ibnu Katsir berkata, “Apa yang ada di sisi kalian akan berakhir pada waktu tertentu yang telah ditetapkan.”

Lalu apa yang akan kekal? Ibnu Katsir melanjutkan tafsiran ayat di atas, “Pahala di sisi Allah untuk kalian di surga yang akan kekal, tidak terputus, tidak akan lenyap, dan tidak akan hilang.” (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 4: 710).

Dalam Tafsir Al Jalalain disebutkan bahwa semua yang ada di dunia ini pasti akan sirna dan yang di sisi Allah itulah yang kekal.

Demikianlah, manusia tahu bahwa di sisi Allah yang kekal abadi. Namun mereka malah mengganti sesuatu yang kekal dengan sesuatu yang pasti akan sirna.

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di dalam kitab tafsirnya (hal. 448), “Seharusnya manusia itu mendahulukan sesuatu yang pasti kekal, bukan sesuatu yang akan binasa. Karena segala sesuatu di sisi kalian -wahai manusia- akan sirna walaupun banyak jumlahnya. Adapun yang di sisi Allah (yaitu kenikmatan di akhirat) akan tetap terus ada, tidak akan sirna dan hilang.” Apa yang dimaksudkan oleh Syaikh As Sa’di sepadan dengan firman Allah,

بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا (16) وَالْآَخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى (17)

“Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.” (QS. Al A’laa: 16-17).

Wahai saudaraku … Malik bin Dinar berkata,

لو كانت الدنيا من ذهب يفنى ، والآخرة من خزف يبقى لكان الواجب أن يؤثر خزف يبقى على ذهب يفنى ، فكيف والآخرة من ذهب يبقى ، والدنيا من خزف يفنى؟

“Seandainya dunia adalah emas yang akan fana, dan akhirat adalah tembikar yang kekal abadi, maka tentu saja seseorang wajib memilih sesuatu yang kekal abadi (yaitu tembikar) daripada emas yang nanti akan fana. Padahal sebenarnya akhirat adalah emas yang kekal abadi dan dunia adalah tembikar nantinya fana.” (Lihat Fathul Qodir, Asy Syaukani, 7: 473, Mawqi’ At Tafasir)

Juga kata Syaikh As Sa’di, ayat yang kita kaji mengandung pelajaran penting tentang zuhud di dunia karena kita diperintahkan untuk memikirkan akhirat kita yang kekal dibanding dunia yang akan sirna, dunia hanyalah sebagai sarana untuk menggapai kebahagiaan akhirat. Zuhud yang dimaksud adalah meninggalkan setiap yang dapat mendatangkan bahaya bagi hamba dan meninggalkan setiap yang membuat lalai dari kewajiban dan hak Allah.

Semoga kita termasuk hamba yang menjadi akhirat sebagai tujuan mulia kita.



@ Pesantren Darush Sholihin, Panggang-Gunungkidul, 25 Jumadal Akhiroh 1434 H

Sumber https://rumaysho.com/3336-nikmat-dunia-pasti-akan-sirna.html

Via HijrahApp

11/11/2019

Berbaktilah kepada Ayahmu...

05/01/2019

Berbagi akan membawa Berkah untuk semua...

05/01/2019

Sejenak Pagi:
Rahasia Doa.

Suatu ketika ada seorang pemuda yang dihinggapi kegalauan dihatinya.

Ia merasa kenapa dirinya yang selalu berusaha ibadah kepada Alloh dg sepenuh hati, selalu berbuat kebaikan tapi ia merasa doa-doanya lama sekali dikabulkan oleh Alloh.

Sebaliknya kawan2 sekantornya yang jarang sekali beribadah, s**a berbuat curang dikantor sepertinya keinginan mereka cepat sekali dikabulkan oleh Alloh.

Sang pemudapun mendatangi seorang ustadz kemudian menceritakan kegalauannya.

Dengan tersenyum ustadz tsb, malah balik bertanya "hai pemuda jika suatu hari ketika engkau sedang asyik makan dipinggir jalan, kemudian didatangi seorang pengamen yang penampilannya awut2an, suaranya sumbang, sikapnya tidak menyenangkan. apa yang engkau lakukan. dengan cepat sang pemuda menjawab " aku akan segera kasih uang receh agar ia cepat pergi karena membuat aku tidak nyaman"

Kemudian ustadz melanjutkan pertanyaannya "kemudian datang pengamen kedua, penampilannya rapi, baunya wangi, suaranya merdu, sikapnya menyenangkan, apa yang akan engkau perbuat " . sang pemudapun menjawab " aku akan menunggunya hingga ia selesai menyanyikan lagunya. karena membuat ku nyaman dan senang, saya berikan uang yang nilainya lebih besar "

Ustadz-pun berkata "pengamen pertama itu ibarat keinginan dari orang2 yang tidak dekat dg Alloh, sepertinya Alloh cepat sekali mengabulkan keinginan mereka. tapi yakinlah yang Alloh berikan adalah "recehan".
Sedangkan pengamen yang kedua adalah orang2 yang dekat dg Alloh, Alloh sengaja menyuruh kita untuk menuntaskan "doa" dan usaha kita, karena Alloh senang dan sayang melihat kita. dan yakinlah Alloh sedang menyiapkan Hasil yang "besar" atas jawabam doa2 kita"

Sdr & sahabatku, teruslah dorong doa2 kita dengan semakin mendekatkan diri pd Alloh Sang Maha Kaya dan Pemberi, niscaya doa2 indah kita didengarkan dan dikabulkan oleh Alloh.

Bersama Alloh...
Bisa & Tersolusikan
Semangat beramal sholeh sobat..

Address

Karawang

Telephone

+6285710896798

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Mas Memed posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Mas Memed:

Share