20/05/2013
Aku Hanya Wanita Biasa Duhai Suamiku
ِﻢْﺴِﺑ ِﻪَّﻠﻟﺍ ِﻦَﻤْﺣَّﺮﻟﺍ ِﻢﻴِﺣَّﺮﻟﺍ
Kepadamu yang akan menjadi
pendampingku kelak...
Terima kasih karena telah memilihku di
antara ribuan bidadari di luar sana yang
siap untuk kau pilih....
Padahal kau begitu tahu begitu tahu, aku
hanya wanita biasa, yang sangat jauh dari
sempurna.
Karenanya ku ingin kau tau,aku bukan
wanita yang sempurna, aku begitu banyak
kekurangan.
Maka ketahuilah...
Kepadamu yang akan memilihku kelak...
Aku tak sebijak bunda Khadijah, karenanya
ku ingin kau tau,
aku bisa saja berbuat salah dan begitu
membuatmu marah.
Maka ku mohon padamu, bijaklah dalam
menghadapiku, jangan marah padaku,
nasihati aku dengan hikmah, karena bagiku
kaulah pemimpinku, tak akan berani ku
durhaka kepadamu...
Duhai kau yang yang telah memilihku
kelak....
Ingatlah, tak selamanya aku dapat tampak
cantik di matamu,
ada kalanya aku akan terlihat begitu kusam
dan jelek.
Mungkin karena aku begitu sibuk berjibaku
di dapur,
untuk menyiapkan makan untukmu dan
malaikat-malaik at kita nanti
InsyaAllah
Maka, aku akan tampak kotor dan bau
asap.
Atau karena seharian ku harus membenahi
istana kecil kita,
agar kau dan malaikat kita dapat tinggal
dengan nyaman dan sehat.
Maka mungkin aku tidak sempat berdandan
untuk menyambutmu sepulang bekerja.
Ataukah kau akan menemukanku
terkantuk-kantu k saat mendengar
keluham dan ceritamu,
bukan karena aku tak s**a menjadi
tempatmu menumpahkan segala rasamu,
tapi semalam saat kau tertidur dengan
nyenyak,
aku tak sedetikpun tertidur kerana harus
menjaga malaikat kecil kita yang sedang
rewel,
dan ku tau kau letih mengais rezeki untuk
kami maka tak ingin ku mengusik sedikit
pun lelapmu..
Jadi jika esok pagi kau mendapatiku begitu
letih dan ada lingkaran hitam di mataku,
maka tetaplah tersenyum padaku, karena
kau adalah kekuatan ku...
Padamu yang menjadi nahkoda dalam
hidupku kelak...
Ketahuilah, aku tak sesabar Fatimah, ada
kalanya kau akan menemukanku begitu
marah,
menangis dan tak terkontrol, bukan karena
ku membangkang padamu, tapi aku hanya
wanita biasa,
aku juga butuh tempat untuk
menumpahkan beban di hatiku, tempat
untuk melepaskan penatku,
dan mungkin saat itu aku tak
menemukanmu, atau kau begitu sibuk
dengan pekerjaanmu,
maka bersabarlah, yang ku butuhkan hanya
belaianmu...
Karena bagiku kau adalah tetesan embun
yang mampu memadam segala resahku...
Padamu yang menjadi imam dalam hidupku
kelak...
Ketahuilah, aku tak secerdas Aisyah..
Maka jangan pernah bosan mengajariku,
membimbingku ke arah-NYA..
Jangan segan membangunanku di sepertiga
malam untuk bersamamu bermunajat pada
Kekasih yang Maha Kasih..
Jangan letih mengingatkanku untk terus
bersamamu mendulang pahala dalam
amalan-amalan sunnah..
Bimbing tanganku ke Jannah-NYA agar kau
dan aku tetap bersatu di dalamnya...
Padamu yang menjadi kekasih hati dan
teman dalam hidupku...
Seiring berjalanya waktu,kau akan
menemukan rambutku yang dulu hitam
legam dan indah,
akan menipis dam memutih. Kulitku yang
bersih akan mulai keriput. Tanganku yang
halus akan menjadi kasar...
Dan kau tak akan menemukanku sebagai
wanita cantik, yang kau khitbah puluhan
tahun yang lalu...
Bukan wanita muda yang selalu
menyenangkan matamu...
Maka jangan pernah berpaling dariku...
Karena satu yang tak pernah berubah,
bahkan sejak dulu akan terus bertambah
dan kian membuncah,
yaitu rasa cintaku padamu...
Ketahuilah... Tiap harinya, tiap jam, menit
dan detiknya, telah aku lewati dengan
selalu jatuh cinta padamu.
Maka cintailah aku karena-NYA, dengan apa
adanya aku...
Jangan berharap aku menjadi wanita
sempurna...
Maafkan aku karena aku bukan istri Nabi...
Aku hanya wanita biasa......