Galeri ANAK Cerdas

Galeri ANAK Cerdas Menjual Berbagai macam Buku bergizi anak & berbagai sarana edukasi anak. Contact :
FB Faiz Tri N

12/01/2017
*BELAJAR TERUS*Oleh Kak Eka "Rumah Pensil" Wardhana_*Dulu komunikasi terasa ayik dan lancar dengan anak-anak. Dulu, saat...
12/01/2017

*BELAJAR TERUS*
Oleh Kak Eka "Rumah Pensil" Wardhana_*

Dulu komunikasi terasa ayik dan lancar dengan anak-anak. Dulu, saat anak pertama dan kedua saya masih kecil. Saya ingat bersama mereka sering menata ulang kasur dan bantal di kamar tidur menjadi gunung tempat para petualang terjebak longsor dan jatuh terguling-guling.

Namun kini keduanya sudah beranjak dewasa, komunikasi mendadak berubah menjadi agak kaku, formal dan harus masuk akal.

Dulu mengajak apapun terasa mudah dan seru dengan anak-anak. Dulu, saat anak pertama dan kedua saya masih kecil. Saya ingat, alangkah mudahnya saat itu mereka diajak jalan-jalan ke Taman Lalu Lintas, Kebun Binatang dan Toko Buku.

Namun saat kini keduanya beranjak dewasa, Taman Lalu Lintas dan Kebun Binatang sudah tidak ada lagi dalam daftar kegiatan mereka. Bahkan diajak berwisata ke pantai yang jarang sempat kami lakukan pun, mereka dengan enggan menjawab, “Ke pantai? Paling sehari, setelah itu bosen ah.”

Begitulah menjadi orangtua.

Kita tidak bisa berhenti belajar dan beradaptasi. Apalagi dengan teknologi yang makin canggih sekarang, kemampuan orangtua untuk belajar harus terus dipertahankan kalau masih mau nyambung dengan bahasa anak-anak.

Mengajar dan belajar tanpa akhir, itulah orangtua sejati.. 😊

Selamat beristirahat Ayah Bunda :)

10 ALASAN MENGHAFAL TAK HAFAL-HAFAL TETAP MENYENANGKAN1. Satu huruf Al-Qur'an satu kebaikan, dan satu kebaikan 10 pahala...
12/01/2017

10 ALASAN MENGHAFAL TAK HAFAL-HAFAL TETAP MENYENANGKAN

1. Satu huruf Al-Qur'an satu kebaikan, dan satu kebaikan 10 pahala. Bagi yang kesulitan melafalkan, satu hurufnya dua kebaikan. Berarti setiap hurufnya 20 pahala. Semakin sulit semakin banyak. Kalikan dengan jumlah pengulangan Anda.

2. Al-Qur'an, seluruhnya, adalah kebaikan. Menghafal tak hafal-hafal berarti Anda berlama-lama dalam kebaikan. Semakin lama semakin baik. Bukankah Anda menghafal untuk mencari kebaikan.

3. Ketika Anda menghafal Al-Qur'an, berarti Anda sudah punya niat yang kuat. Rasulullah saw menyebut 70 syuhada dalam tragedi sumur Ma'unah sebagai qari (hafizh), padahal hafalan mereka belum semua. Ini karena seandainya mereka masih hidup, mereka akan terus menghafal. Jadi, meski Anda menghafal tak hafal-hafal, Anda adalah hafizh selama tak berhenti menghafal. Bukankah hafizh yang sebenarnya di akhirat?

4. Menghafal Al-Qur'an ibarat masuk ke sebuah taman yang indah. Mestinya Anda betah, bukan ingin buru-buru keluar. Menghafal tak hafal-hafal adalah cara Allah memuaskan Anda menikmati taman itu. Terseyumlah.

5. Ketika Anda menghafal Al-Quran, meski tak hafal-hafal, maka dapat dipastikan, paling tidak, selama menghafal, mata Anda, telinga Anda, dan lisan Anda tidak sedang melakukan maksiat. Semakin lama durasinya, semakin bersih.

6. Memegang mushaf adalah kemuliaan, dan melihatnya adalah kesejukan. Anda sudah mendapatkan hal itu saat menghafal kendati tak hafal-hafal.

7. Adakalanya kita banyak dosa. Baik yang terasa maupun tak terasa. Dan menghafal tak hafal-hafal adalah kifaratnya, di mana, barangkali, tidak ada kifarat lain kecuali itu.

8. Tak hafal-hafal adakalanya karena Allah sangat cinta kepada kita. Allah tak memberikan ayat-ayat-Nya sampai kita benar-benar layak dicintai-Nya. Jika kita tidak senang dengan keadaan seperti ini, maka kepada siapa sebenarnya selama ini kita mencintai. Ini yang disebut: Dikengenin ayat.

9. Menghafal tak hafal-hafal tentu melelahkan. Inilah lelah yang memuaskan, karena setiap lelahnya dicatat sebagai amal sholeh. Semakin lelah semakin sholeh.

10. Menghafal tak hafal-hafal, tandanya Anda di pintu hidayah. Berat tandanya jauh dari nafsu. Jauh dari nafsu tandanya dekat dengan ikhlas. Dan ikhlas lahirkan mujahadah yang hebat.

Baarakallahu fiikum
-----------------------
Rosulullah Bersabda :
"Allah memiliki keluarga dari golongan manusia., sahabat bertanya: siapa mereka ya Rosulullah., Rosulullah menjawab : Mereka Adalah Ahlul Quran., mereka adalah hamba Allah yg istimewa"
HR.Ibnu Majah

Sudah punya buku Halo Balita? Atau buku cerita, mainan dan buku2 lainnya belum punya rumah?Yuuk ajak si kecil ceria main...
11/01/2017

Sudah punya buku Halo Balita?
Atau buku cerita, mainan dan buku2 lainnya belum punya rumah?
Yuuk ajak si kecil ceria main sama buku dan mainannya dengan Rak Buku Rumah by Futnitur Anak Pintar...
Bahannya berkualitas aman untuk anak,modelnya mudah di jangkau anak sesuai metode Montessori, warnanya warna warni bisa request warnanya ^-^
Belinya bisa arisan juga,,
Free Ongkir Jawa & subsidi ongkir luar Jawa

Melalui peran buku, anak cenderung akan memilih idolanya seperti yang ia baca dalam buku. Pada akhirnya,ia akan meniru t...
03/08/2016

Melalui peran buku, anak cenderung akan memilih idolanya seperti yang ia baca dalam buku. Pada akhirnya,ia akan meniru tingkah laku idolanya tersebut.
Muhammad Teladanku ini adalah jembatan orang tua kepada anak-anaknya untuk mengenalkan kejujuran, tanggung jawab, arti bermasyarakat bahkan sifat saling menasihati. Sikap yang ditunjukkan orang tua akan terekam dengan sendirinya oleh anak. Begitu p**a jika kita memberikan buku atau media bacaan kepada anak, berarti kita membuka wawasan keluar mereka.
(Prof. Dr. H. Arief Rachman, MPd. Executive Chairman Indonesian National Commision for UNESCO)

MANA YANG EFEKTIF?“Anak-anak menerjemahkan cinta orangtua sebagai WAKTU.”***Terima kasih untuk semua ibu dan ayah (Wow, ...
03/08/2016

MANA YANG EFEKTIF?
“Anak-anak menerjemahkan cinta orangtua sebagai WAKTU.”
***
Terima kasih untuk semua ibu dan ayah (Wow, keren. Ada ayah yang ikut menjawab) yang kemarin sudah menjawab pertanyaan saya, "Manakah yang lebih efektif, memuji anak atas perbuatan-perbuatan positifnya, ataukah mengomelinya karena tindakan negatifnya?"
Hampir semua menjawab "Memuji dan membahas perbuatan baik." Hanya satu dua yang menjawab "mesti seimbang."
Sebagian lagi disertai pengakuan bahwa ada perbedaan antara pengetahuan dan kenyataan. Apa yang diketahui itu tidak sesuai dengan apa yang dilakukan setiap hari. Ternyata, sehari-hari lebih banyak mengomel, menasehati atau memarahi anak ketika mereka melakukan tindakan negatif. Untuk kelompok ini, saya menyarankan untuk pertama-tama fokus menumbuhkembangkan diri sendiri dulu. Mulailah melihat, menemukan dan mengoptimalkan segala kekuatan dan kelebihan Anda sendiri. Lalu membiasakan diri untuk melihat dan menemukan kebaikan-kebaikan dan kelebihan orang lain: suami/istri, anak-anak, saudara, tetangga, teman kerja, dll. Itu semua adalah usaha untuk menyapu pergi kebiasaan dan sikap negatif yang terlanjur tertanam sejak Anda masih kecil.
Sejak kecil? Jadi?... Ya begitulah, kalau itu Anda teruskan, berarti anak-anak Anda kelak.... Lalu jika mereka tak dapat lepas dari kebiasaan mencari keburukan dan kekurangan orang lain itu, maka cucu-cucu Anda kelak....
***
APA YANG ANDA HARAPKAN?
Baiklah, sekarang mari membahas mengapa sih "memuji dan membahas perbuatan positif itu lebih efektif," seperti diakui atau kesaksian dari beberapa orangtua yang telah membuktikannya.
Tahu dan sadarkah Anda perilaku seperti apa yang Ada harapkan untuk diperbuat oleh anak-anak Anda?
Boleh jadi, Anda berharap anak Anda rajin belajar setiap hari. Akur dengan saudaranya. Bersedia menolong ayah dan ibunya. Cepat akrab dengan teman baru. Mau berbagi mainan dengan kawannya. Bisa bangun sendiri dengan hati gembira.
Ya, kan? Itu kan harapan baik Anda terhadap anak-anak? Tentu, masih ada seribu perbuatan baik lainnya.
Kalau Anda berharap anak “rajin belajar,” lalu mengapa Anda mengomelinya dan menasehatinya panjang, lebar kali tinggi, setiap kali ia tidak belajar?
Jika Anda berharap anak-anak Anda saling akur, mengapa Anda memarahi mereka setiap kali mereka bertengkar atau berebut sesuatu?
Apabila Anda berharap anak-anak Anda mau membantu pekerjaan Anda, mengapa Anda cemberut dan mengomel tiap kali mereka tetap asyik bermain pada saat Anda sibuk sendiri?
Kalau harapan Anda adalah anak cepat akrab dengan temannya, mengapa Anda malah memaksanya untuk mendekati seseorang setiap kali ia ragu-ragu atau ketakutan?
Jika berbagi mainan dengan teman adalah pengharapan Anda terhadap anak, lalu mengapa Anda berkeluh kesah ketika ia bertindak egosentris?
“Hlo, bukankah benar, jika saya berharap ia bangun pagi sendiri, maka saya mesti mengomel tiap kali ia mesti saya bangunkan. Itu untuk menunjukkan mana yang benar dan mana yang salah,” sangkal seseorang.
Okelah Anda mau menunjukkan mana yang benar dan yang salah. Itu hanya sekadar pengetahuan, dan kalau anak Anda tidak punya gangguan kognitif (berpikir) tentu satu-dua kali pengajaran pun ia sudah tahu mana yang benar dan mana yang salah. Akan tetapi, Anda bukan hanya hendak sekadar memberi pengetahuan, ya kan? Anda hendak membentuk perilaku. Anda berniat membangun kebiasaan baik pada diri anak.
Penting mana, perilaku positif dibandingkan perilaku negatif? Tentu sangat penting perilaku positif, ya kan? Kalau memang perilaku positif itu sangat penting bahkan super penting, lalu mengapa Anda memberi banyak usaha, banyak waktu, banyak energi, banyak perhatian terhadap perilaku negatif? Mengapa?
***

BEWARE: SIMPULAN ANAK-ANAK!
Sekarang, mari melihat dari sudut pandang anak-anak. Apa kebutuhan dasar anak-anak? Rasa dicintai.
Bagaimana anak-anak mengetahui bahwa ia dicintai oleh orangtuanya? Karena orangtuanya memberi banyak usaha, banyak energi, banyak waktu untuk dirinya.
Anak-anak tahu kalau ia dicintai, karena Anda repot pergi ke pasar, membersihkan sayur, dan kemudian sekian jam memasaknya, untuk memberinya makanan. Anak-anak paham jika ia dicintai karena orangtuanya mau menutup laptopnya dan memiih setengah jam bermain bersama dirinya. Anak-anak merasakan cinta Anda karena Anda menyediakan waktu sekian menit untuk membaca, menonton atau mengobrol dengan mereka.
Itu berarti (bawah sadar) anak-anak juga menangkap perhatian Anda, cinta Anda, ketika Anda mengomeli mereka selama 5 atau 15 menit karena telah berbuat keliru. Ya, Anda sudah memberikan cinta dan perhatian Anda kepada anak selama sekian menit ketika anak-anak Anda tidak belajar. Anda memberi perhatian lebih ketika anak-anak bertengkar. Anda memberikan banyak waktu Anda ketika anak tak mau membantu Anda.
Mengapa Anda memberi perhatian, menyisihkan waktu selama belasan menit terhadap ketidaksediaannya untuk belajar? Dan mengapa ketika ia belajar Anda malah diam saja, menganggapnya sebagai wajar sehingga Anda tetap sibuk mengerjakan sesuatu?
Mengapa Anda memberi perhatian, meluangkan waktu selama belasan menit terhadap pertengkaran mereka, terhadap ketidaksediaan mereka menolong Anda, terhadap keengganannya berteman, terhadap kemalasannya bangun pagi? Dan mengapa ketika anak-anak berbuat baik sesuai harapan Anda, Anda malah diam saja, tidak memberikan waktu khusus, tidak memberi perhatian ekstra, tidak menambahkan cinta Anda?
Apa yang ditangkap dan dipahami anak-anak dari gaya parenting Anda itu?
Ternyata, Anda lebih mencintai mereka yang berbuat buruk, yang berperilaku dan bersikap negatif. Terbukti, ketika mereka berbuat baik setiap hari, apa pun itu, Anda seperti tidak melihatnya. Namun, begitu mereka sekali saja bertindak negatif, Anda langsung mengetahui dan membahasnya panjang lebar. Anda seperti ahli menemukan jarum di tumpukan jerami. Ahli memperhatikan keburukan anak.
Ya, 15 menit membahas perilaku positif adalah bukti cinta Anda terhadap perilaku positifnya. Dan 15 menit menasehati perilaku negatif adalah juga bukti cinta Anda — cinta terhadap perilaku negatifnya.
Maka, anak membuat asosiasi yang dahsyat: “Aku diberi perhatian 15 menit kalau aku berbuat buruk, bertindak negatif. Aku tidak diberi perhatian, aku tidak dicintai, ketika aku berperilaku positif.”
Penulis Dono Baswardono

Anak Shaleh dan Shalehah tentunya idaman bagi setiap orangtua ...Bukan hanya menyejukkan mata dan hati terlebih ketika k...
03/08/2016

Anak Shaleh dan Shalehah tentunya idaman bagi setiap orangtua ...

Bukan hanya menyejukkan mata dan hati terlebih ketika kita kita sudah tiada , doa merekalah yg kita tunggu 😭😭

Sudahkah kita memberikan yg terbaik untuk mereka?
Memberikan pendidikan yg terbaik dimulai dari pendidikan pertama dari yg utama Ibu dan dari Rumah lingkungan keluarga 😊

Ayah Bunda jangan ragu Berikan Hadiah Boneka Mengaji --BEST SELLER Hafidz Doll ini untuk mereka..

Semoga dengan Hadirnya Hafidz Doll dirumah , mereka akan terdidik menjadi generasi Shaleh dan Shalehah 😇

Berat Cash , Bisa arisan bunda..
Kita sisihkan 4rb/hari yuk mulai dari sekarang ..

Kalau bukan sekarang kapan lagi??
Sudah ribuan orangtua Muslim yg menghadiahkan Hafidz Doll ini untuk buah hatinya dengan harapan menjadi generasi yg Shaleh dan Shalehah...

Alhamdulillah hari ini sudah ada yg daftar lagi untuk arisannya , buruan ikutan
Wa 082111667739
Pin D08ECD5E

*Hati-hati* dengan snack yang baru2 ini beredar. 🍿Snack untuk anak tapi kemasan tidak mendidik, seperti cover di majalah...
03/08/2016

*Hati-hati* dengan snack yang baru2 ini beredar.

🍿Snack untuk anak tapi kemasan tidak mendidik, seperti cover di majalah dewasa.

🍿Snack tidak sehat. Namanya pun tidak waras. Apalagi slogannya.

📞 Jika Anda menemukan Snack ini di warung segera laporkan ke pihak yang berwajib. Agar segera dilakukan razia dan penyitaan.

💡Waspadai anak-anak kecil. Adik, sodara, murid kalian agar jangan sampai mereka tahu Snack ini.

📺Sebarkan pesan ini sekarang. Untuk _Indonesia Darurat Moral_

*WAKTU KITA**🕯Waktu sedang  "Jaya*",  kita merasa banyak teman di sekeliling kita*🕯Waktu sedang  "Berkuasa*",  kita perc...
03/08/2016

*WAKTU KITA*

*🕯Waktu sedang "Jaya*", kita merasa banyak teman di sekeliling kita

*🕯Waktu sedang "Berkuasa*", kita percaya diri melakukan apa saja

*🕯Waktu sedang "Tak Berdaya*", barulah kita sadar siapa saja sahabat sejati yang ada

*🕯Waktu sedang "Jatuh*", kita baru sadar selama ini siapa saja teman yang memperalat dan memanfaatkan kita

*🕯Waktu sedang "Sakit*", kita baru tahu bahwa sehat itu sangat penting, jauh melebihi harta

*🕯Manakala "Miskin*", kita baru tahu jadi orang harus banyak memberi/menderma dan saling membantu

*🕯Masuk "Usia Tua*", kita baru tahu kalau masih banyak yang belum dikerjakan

*🕯Saat "di Ambang Ajal*", kita baru tahu ternyata begitu banyak waktu yang terbuang sia sia

*🕯Hidup tidaklah lama*.
Sudah saatnya kita bersama sama membuat
*HIDUP LEBIH BERHARGA* :
Saling menghargai,
Saling membantu,
Saling memberi,
Saling mendukung, dan
Saling mencintai

*🕯Jadilah teman setia tanpa syarat*
Tunjukkanlah bahwa kita masih mempunyai Hati Nurani yang tulus
Apa yang ditabur itulah yang akan dituai

*🕯Allah tidak pernah menjanjikan*
bahwa : langit itu selalu biru, bunga selalu mekar, dan mentari selalu bersinar

*🕯Tapi ketahuilah bahwa Allah* :
Selalu memberi pelangi di setiap badai.
Memberi senyum di setiap air mata.
Memberi kasih sayang dan berkah di setiap cobaan, dan
Jawaban di setiap doa.

*🕯Jangan pernah menyerah*,
Terus berjuanglah, Life is so beautiful and colourful.

*🕯Hidup*
Bukanlah suatu tujuan, melainkan sebuah perjalanan

*🕯Saudaraku*
Indahnya hidup bukan karena banyak orang mengenal kita, namun berapa banyak orang yang bahagia karena kita.

*✂Jangan pernah menjadi "gunting"*.
Karena gunting bisa memotong sesuatu menjadi terpisah, jadilah *"jarum"*, meskipun tajam tetapi bisa menyatukan apa yang sudah terpisah.

*Semoga bermanfaat..

8 Pelajaran Penting yang Hanya Bisa Diajarkan Ayah kepada Anak Lelakinya1. Pembentukan IdentitasAnak laki-laki pertama k...
02/08/2016

8 Pelajaran Penting yang Hanya Bisa Diajarkan Ayah kepada Anak Lelakinya

1. Pembentukan Identitas
Anak laki-laki pertama kali belajar menjadi dirinya dengan mengamati Ayah yang sama-sama laki-laki
Jika Ayah tidak hadir dalam hidupnya, dia akan lebih sulit membentuk identitas diri, akibatnya anak akan jadi minder atau bingung dalam menentukan sikap

2. Rasa Nyaman dan Percaya Diri
Anak laki-laki sangat butuh merasa diakui dalam kelompok. Kedekatan dengan Ayah memenuhi kebutuhan ini.

Studi menunjukkan bahwa Anak yang tidak dekat dengan Ayahnya cenderung mengikuti geng-geng yang negatif, ini disebabkan karena mereka mencari penerimaan di luar keluarga

3. Penanam Nilai-Nilai Hidup
Anak-anak yang memiliki Ayah, secara ekonomi lebih stabil daripada mereka yang tidak.

Mereka memiliki rasa harga diri dan nilai-nilai lain yang dibentuk Ayahnya, seperti etos kerja, hubungan yang sehat dan sifat melindungi seluruh anggota

4. Membentuk Karakter
Anak lelaki memperhatikan karakter Ayahnya lalu meniru apa yang dilihatnya

Ayah bisa mencontohkan karakter positif seperti Kejujuran, Keberanian, Keadilan, wawasan yang luas serta bagaimana berkontribusi positif untuk masyarakat

5. Mengajari Sikap Menghargai Orang Lain
Ayah yang tidak perhatian kepada anak lelakinya, otomatis mengajarkan sikap tidak menghargai kepada orang lain

Para Ayah bisa mengajari anak-anak sikap menghargai orang lain seperti mendengarkan, membangun rasa percaya, kesopanan, dan batas-batas dalam pergaulan

6. Mengisi Ruang Hampa pada Jiwa Anak-anak
Anak yang tidak memiliki Ayah atau Ayah tidak dekat dengannya cenderung merasa bahwa ada sesuatu yang hilang dalam dirinya.

Itulah mengapa anak yang tidak dekat dengan Ayahnya, atau tidak memiliki Ayah cenderung lari ke seks, pornografi, kekerasan, obat-obatan atau sikap-sikap yang merusak dirinya

Kehadiran Ayah membuat Anak merasa lengkap dan penuh

7. Memberi Pemahaman tentang Seks
Anak laki-laki juga banyak pertanyaan tentang seks, terlebih saat memasuki masa pubertas.

Ayah bisa mengajari mereka tentang tanda-tanda baligh, mimpi basah, perbedaan mani dan madzi, mandi junub, aurat dan perilaku seksual yang sehat.Mereka tidak akan nyaman membicarakan ini dengan Ibunya.

Jika tidak, mereka akan mencari tau sendiri dan bisa terjerumus dalam pornografi

8. Mengajari Makna Cinta
Anak yang merasa dicintai oleh Ayahnya akan belajar banyak hal tentang kepercayaan dan kasih sayang.
Mereka akan memandang cinta sebagai hal yang melahirkan rasa bahagia.

Sedangkan, Anak laki-laki yang merasa diabaikan oleh Ayahnya justru melihat cinta sebagai kerapuhan, kepercayaan sebagai hal lemah yang buruk, sehingga mereka pun kesulitan membangun hubungan pernikahan yang sehat.

Anteng bersama Magic Projektor😍Haiiii apa yg kau tau tentang kota Liverpool??? Awalnya saya cuma tau kota ini terkenal k...
02/08/2016

Anteng bersama Magic Projektor😍

Haiiii apa yg kau tau tentang kota Liverpool??? Awalnya saya cuma tau kota ini terkenal karna sepak bola. Ternyata kota ini punya peran penting dalam perkembangan Islam di Inggris. Masjid dan Islamic Center pertama di Inggris didirikan di kota ini.
Masih banyak lagi sejarah Islam di Liverpool. Pengin tahu??? Ayooo kita ikuti perjalanan Hafiz Hafizah menjelajahi peradaban Islam di berbagai kota dunia. Semua terangkum dalam Magic Projektor. Kereeennn bangettt.

(Reni Hardianti)

Mau punya AlQolam Magic Proyektor si 'Senter Ajaib' untuk si kecil?? Ikutan arisan ajaaa ..
Dijamin ga nyesel punya ini 😍😍

Info :
Faiz Tri Nugraheny
Epc AlQolam
082111667739
Pin D08ECD5E

Address

Jalan Sosrokartono Desa Kaliputu . Kecamatan Kota
Kudus
59312

Telephone

082199613319

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Galeri ANAK Cerdas posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category