08/06/2026
Hidup dalam iman seperti Maria bukan soal meniru hidupnya secara harfiah, tapi menghidupi sikap batin yang membuatnya terbuka terhadap Allah dalam setiap fase hidupnya.
Dari kisah Maria, ada beberapa pola hidup iman yang bisa dipelajari:
Maria memulai dari keterbukaan, bukan kepastian.
Saat ia berkata “terjadilah padaku menurut perkataan-Mu,”
itu bukan karena ia sudah paham seluruh rencana hidupnya,
tetapi karena ia percaya kepada Pribadi yang memegang rencana itu.
Hidup dalam iman seperti Maria bukan soal meniru hidupnya secara harfiah, tapi menghidupi sikap batin yang membuatnya terbuka terhadap Allah dalam setiap fase hidupnya.
Dari kisah Maria, ada beberapa pola hidup iman yang bisa dipelajari:
Maria memulai dari keterbukaan, bukan kepastian.
Saat ia berkata “terjadilah padaku menurut perkataan-Mu,”
itu bukan karena ia sudah paham seluruh rencana hidupnya,
tetapi karena ia percaya kepada Pribadi yang memegang rencana itu.
Iman yang seperti ini membuat seseorang tidak terjebak dalam dunia batinnya sendiri,
tetapi menjadi hadir bagi orang lain.
Kalau diringkas, hidup seperti Maria berarti:
bukan “mengerti semuanya dulu baru percaya,”
tetapi “percaya dulu, lalu berjalan bersama terang yang cukup untuk hari ini.”
🔥🔥