15/08/2016
Nikah Dini diomongin, 'Zina Dini' didiemin! Miris ngeliat sebagian aktivis pacaran yang kebakaran jenggot dengan santernya berita pernikahan putra dari dai kondang, ust. Arifin Ilham. Gimana nggak, Muhammad alvin Faiz baru menginjak usia sweet seventeen saat melangsungkan akad nikah. Larissa Chou, istri tercintanya pun usianya tak terpaut jauh. Sementara aktivis pacaran dari pemula hingga yang bangkotan, masih aja ngeper untuk beranjak ke pelaminan. Fenomena nikah dini demi menjaga kehormatan kerap jadi omongan. Masih mending kalo omongannya positif, lha kebanyakan ngebully. Kayanya nggak terima kalo nikah dini bisa jadi solusi. Demi menaklukkan gelora syahwat aktivis pacaran biar hubungannya halal dan diridhoi. “Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara.” (HR. Bukhari dan Muslim) Apalagi jelas-jelas nikah itu bagian dari ibadah yang disunnahkan. “Menikah adalah sunnahku. Barangsiapa yang enggan melaksanakan sunnahku, maka ia bukan dari golonganku. Menikahlah kalian! Karena sesungguhnya aku berbangga dengan banyaknya jumlah kalian di hadapan seluruh ummat. Barangsiapa memiliki kemampuan (untuk menikah), maka menikahlah. Dan barangsiapa yang belum mampu, hendaklah ia berpuasa karena puasa itu adalah perisai baginya (dari berbagai syahwat).” (HR. Ibnu Majah) Lucunya budaya pacaran yang jelas mendekati zina, malah didiemin. Padahal perilaku baku syahwat yang kerap berujung 'nikah dini' ini yang bisa mengancam negeri kita. Karenanya negeri ini harus segera bertaubat. Dukung kampanye agar dijauhakan dari kebinasaan. Abdullah bin Mas’ud, berkata, "Tidaklah muncul perzinaan di sebuah negeri, kecuali Allah mengumumkan kehancurannya." Follow http://ift.tt/2aRQ0mr