Turangga Buku

Turangga Buku Bergembira dengan membaca. Membaca dengan gembira.

CEMARAPENULIS : HAMSAD RANGKUTIHarga : RP. 55.250 “Selalu saja saya membabat pohon begitu saya selesai makan sate kambin...
11/12/2016

CEMARA

PENULIS : HAMSAD RANGKUTI
Harga : RP. 55.250 “Selalu saja saya membabat pohon begitu saya selesai makan sate kambing.” (Penyakit Sahabat Saya) “Ibu Guru pernah bercerita. Anak-anak perlu kebebasan. Anak-anak tidak boleh dikungkung. Apalagi kalau disakiti. Makanya anak menjangan itu tidak boleh dikurung.” (Anak Menjangan) “Saya mengenakan kalung emas murni bila perlu saja. Misalnya, kalau menghadiri arisan keluarga. Atau menghadiri arisan di lingkungan tetangga. Pada saat-saat seperti itu kita harus mengenakan kalung emas mumi.” (Perhiasan)��Tetapi, ujung rambut itu melilit cepat pada bagian mesin yang berputar itu, dan seketika saja menyentakkan kepala Mariam hingga mesin penggulung benang itu merenggut kulit kepalanya. (Cemara)��Cerpen-cerpen tentang berbelas kasih, kenangan masa muda, kesempatan di tengah kepelikan, mitos… yang melukiskan manis, pahit, getir, kehidupan kita

Judul : BAYANG TAK BERWAJAH (DOKUMEN PERLAWANAN TENTARA PEMBEBASAN NASIONAL ZAPATISTA 1994 2002)Penulis : SUBCOMANDANTE ...
10/12/2016

Judul : BAYANG TAK BERWAJAH (DOKUMEN PERLAWANAN TENTARA PEMBEBASAN NASIONAL ZAPATISTA 1994 2002)
Penulis : SUBCOMANDANTE MARCOS
Harga : Rp 280.000

Negara, Demokrasi, Kebebasan dan Keadilan, bukan cuma kata-kata besar nan agung, namun juga realitas hidup bangsa Meksiko. Bagi kami, hidup tanpa mencapai tujuan tersebut adalah nista, dan mati dalam memperjuangkannya adalah kehormatan.
(SUBCOMANDANTE INSURGENTE MARCOS)

belantara hutan Lacandon terdapat kancah pertarungan yang sengit. Di luar hutan yang mungkin berbau eksotik itu tampak persoalan kapitalisme berpacu dengan kegagahan perjuangan. Nun jauh di sana gerakan yang menamakan Zapatista mencoba untuk bergulat dan berdiri pada pihak yang lemah.

Subcomandante Marcos mencoba mengukir militansi bukan dengan senapan melainkan sebuah prosa yang energik, imajinatif dan inspiratif. Sebuah perjuangan yang percaya akan paradoks dan itu sebabnya Marcos katakan sebagaimana ditulis oleh Goenawan Mohammad seorang prajurit adalah seseorang yang absurd yang harus menggunakan senjata untuk meyakinkan orang lain; dan dalam arti itu gerakan ini tak punya masa depan jika masa depannya adalah militer.

Zapatista adalah perjuangan memukau bukan karena metodenya melainkan kekayaan imajinasi para pemimpinnya. Buku ini mengungkap bahwa kapitalisme bukan sebuah ideologi yang beres dan lengkap.

Satu buku penting yang bisa jadi sentilan bagi gerakan sosial yang makin miskin pilihan dan terbentur disana-sini.

10/12/2016

Judul : BAYANG TAK BERWAJAH (DOKUMEN PERLAWANAN TENTARA PEMBEBASAN NASIONAL ZAPATISTA 1994 2002)
Penulis : SUBCOMANDANTE MARCOS
Harga : Rp 280.000

Negara, Demokrasi, Kebebasan dan Keadilan, bukan cuma kata-kata besar nan agung, namun juga realitas hidup bangsa Meksiko. Bagi kami, hidup tanpa mencapai tujuan tersebut adalah nista, dan mati dalam memperjuangkannya adalah kehormatan.
(SUBCOMANDANTE INSURGENTE MARCOS)

belantara hutan Lacandon terdapat kancah pertarungan yang sengit. Di luar hutan yang mungkin berbau eksotik itu tampak persoalan kapitalisme berpacu dengan kegagahan perjuangan. Nun jauh di sana gerakan yang menamakan Zapatista mencoba untuk bergulat dan berdiri pada pihak yang lemah.

Subcomandante Marcos mencoba mengukir militansi bukan dengan senapan melainkan sebuah prosa yang energik, imajinatif dan inspiratif. Sebuah perjuangan yang percaya akan paradoks dan itu sebabnya Marcos katakan sebagaimana ditulis oleh Goenawan Mohammad seorang prajurit adalah seseorang yang absurd yang harus menggunakan senjata untuk meyakinkan orang lain; dan dalam arti itu gerakan ini tak punya masa depan jika masa depannya adalah militer.

Zapatista adalah perjuangan memukau bukan karena metodenya melainkan kekayaan imajinasi para pemimpinnya. Buku ini mengungkap bahwa kapitalisme bukan sebuah ideologi yang beres dan lengkap.

Satu buku penting yang bisa jadi sentilan bagi gerakan sosial yang makin miskin pilihan dan terbentur disana-sini.

Judul : Sejarah Gerakan Kiri Indonesia untuk PemulaPenerbit : Diterbitkan secara kolektifPenulis : Yayak Yatmaka, dkk.Ha...
09/12/2016

Judul : Sejarah Gerakan Kiri Indonesia untuk Pemula
Penerbit : Diterbitkan secara kolektif
Penulis : Yayak Yatmaka, dkk.
Harga : Rp 200,000

Diterbitkan secara kolektif oleh Ultimus, Komunitas Beranda Rakyat Garuda, LBH Jakarta, YLBHI, Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta, GORI Bandung, Taring Padi, Galeri Foto Jurnalistik Antara, Somalaing Artstudio, Rumah Kiri, Aliansi Paralegal dan Pengacara Independen (APPI) Surabaya, Gusdurian, Front Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam, IndoProgress, Perguruan Rakyat Merdeka, Aliansi Pemuda/i Independent Indonesia Berlin, Liga Pemuda Indonesia, Pembebasan, Islam Bergerak, Jaringan Islam Anti Diskriminasi (JIAD) Jawa Timur, Serikat Alumni Jerman, Common Room, ARC (Agrarian Resource Center), Konsorsium Pembaruan Agraria, Kelas Aktivisme Seni FSR-IKJ, BelokKiri.Fest, Galeri Soemardja FSRD ITB

Judul : Seks dan RevolusiPENULIS : Jean-Paul Sartre.Harga : 50.000Sejumlah esai panjang dalam buku ini merefleksikan vis...
08/12/2016

Judul : Seks dan Revolusi
PENULIS : Jean-Paul Sartre.
Harga : 50.000

Sejumlah esai panjang dalam buku ini merefleksikan visi eksistensialis Sartre tentang seksualitas dan revolusi. Hasrat seksual, cinta maternal, masturbasi, dan homoseksualitas bagi Sartre merupakan fenomena yang sesungguhnya tidak lepas dari suatu modus kesadaran (tubuh) untuk mengada dan menjadi. Yang unik, didalam seks, kesadaran itu kemunculannya melibatkan penemuan tubuh lain. Adakah seks membawa implikasi etis (sosial)?
Adapun tentang revolusi-revolusi besar-muncul pada abad ke-20-Sartre memberikan ulasan yang lebih mendalam dan dinamis. Ia mendedahkan keterkaitan antara pengalaman historis kolektif itu dengan kesadaran individual, terutama pada kaum libertarian penganut doktrin kebebasan yang selalu kritis. Disamping itu, esai-esai tentang revolusi ini pun menyaran pada suatu bayangan ke depan, yakni peristiwa-peristiwa besar yang menyusul kemudian. Esai-esai ini merupakan sebuah kesaksian dari salah seorang pemikir yang paling orisional dan cemerlang dalam abad ke-20.

Judul : B**G KARNO: PENYAMB**G LIDAH RAKYAT INDONESIA (HC)Penulis : CINDY ADAMSHarga RP. 120.000Buku otobiografi B**g Ka...
16/11/2016

Judul : B**G KARNO: PENYAMB**G LIDAH RAKYAT INDONESIA (HC)
Penulis : CINDY ADAMS
Harga RP. 120.000

Buku otobiografi B**g Karno, presiden pertama Republik Indonesia, dengan judul Sokarno: An Autobiography as told to Cindy Adams, meski bukan biografi yang resmi dari B**g Karno, diakui merupakan karya paling lengkap mengenai kehidupan, cita-cita politik, perjuangan, harapan-harapan serta latar belakang langkah-langkah yang diambil oleh Bapak Bangsa itu. Tidak heran jika buku yang diterbitkan pertama kali oleh The Bobbs-Merrill Company, Inc, New York, pada tahun 1965 itu menjadi rujukan dari setiap penulisan mengenai B**g Karno, baik di dunia internasional maupun di Indonesia sendiri.
Penerbitan dalam Bahasa Indonesia, dengan judul B**g Karno Penaymbung Lidah Rakyat, pertama kali dilakukan pada tahun 1966 dan telah dicetak berulang kali. Terakhir pada tahun 2000 Oleh Penerbit PT Gunung Agung.
Sering buku tersebut dicetak ulang menunjukkan bahwa rakyat Indonesia sangat mencintai B**g Karno dan ingin mengetahui serta berusaha melakukan apa yang menjadi cita-cita politik beliau. Tetapi buku itu sering menimbulkan tanda tanya bagi para pembacanya, terutama yang mengetahui pergulatan politik di Indonesia. Ada bagian-bagian dari buku terjemahan itu kurang tepat menggambarkan suasana saat perjuangan B**g Karno. Banyak p**a istilah yang diterjemahkan salah, misalnya “soldier of fortune” diterjemahkan sebagai “prajurit terhormat“, bukan “serdadu bayaran“. Ini tidak saja menyesatkan, tapi juga menimbulkan implikasi politik yang serius, karena B**g Karno memakai istilah itu untuk Allen Pope, seorang pilot yang menjadi agen CIA. Allen Pope, yang telah membunuh ratusan penduduk Ambon, akhirnya ditembak jatuh di perairan Maluku, dan diadili di Jakarta. Kalau dia dianggap prajurit terhormat, berarti hukuman yang dijatuhkan padanya merupakan kesalahan fatal pemerintah Republik Indonesia

Judul : Pohon Duka Tumbuh di Matamu : Sehimpun Sajak RinduPenulis : Khrisna PabicharaPenerbit : Indie Book CornerHarga :...
07/11/2016

Judul : Pohon Duka Tumbuh di Matamu : Sehimpun Sajak Rindu
Penulis : Khrisna Pabichara
Penerbit : Indie Book Corner
Harga : Rp 50.000
Pada 2004, Khrisna memang menganggit sebuah kump**an puisi. Kala itu, Di Matamu [Tak] Ada Luka dicetak terbatas sebagai mahar bagi kekasihnya, Aurora Masyitoh. Dengan demikian, Pohon Duka Tumbuh di Matamu adalah kump**an puisi pertamanya yang disajikan ke khalayak penyuka puisi.
Ada 120 sajak yang terhimpun di dalam buku ini dan ditata ke dalam lima bagian, yakni: Tentang Rindu yang Menabahkan dan Menubuhkan Kasihku; Tentang Luka dan Segala yang S**a Kubaca Diam-diam; Tentang Seseorang dan Sesuatu yang Menetap di Kepalaku; Tentang Kopi dan Pahit yang Kerap Kita Sesap Bersamaan; Tentang Tuhan dan Gerutu Doa yang Tak Habis-habis Kulafalkan.
Sajak-sajak dalam buku ini dibangun dari satu pondasi, rindu. Ada rindu pada pepuja hati, Tuhan Yang Mahacinta, sahabat dan kerbat tercinta, atau pada negeri tempat darah ini pertama tumpah. Sesekali mendayu, sesekali mengentak.
Tak seperti perindu lainnya, aku

takkan mencarimu karena kamu

sudah kutemukan di hatiku,

tempat yang sarat hanya olehmu. [Suatu Malam Ketika Aku Merindumu, 16]
Kelak kamu akan tahu, Rindu, hanya dadaku ini

saputangan paling lembut untuk mengeringkan

air mata dan penyesalanmu yang tak habis-habis. [Akan Tumbuh Sajak-sajak, 19]
Ingin sekali kurumahkan rindu ini.

Di hatimu. Sebab hatimu satu-satunya

alamat yang paling gigih kutuju. [Mimpi, 44]
Lidah kita mahir menyembunyikan luka,

mata kita lebih mahir menampakkannya. [Sajak yang Beribu pada Rindu, 49]

Semenjak luka kunamai doa, aku tahu

kehilangan tak lagi butuh air mata. [Riwayat Luka, 63]
Orang kaya dari kota membeli tanah-tanah

digantinya padi-jagung dengan supermarket

tak ada lagi tempat buat ciuman pertama. [Dangau Sepi dan Ciuman Pertama Kita, 73]
Lelapkanlah kecemasan di dadamu.

Sendu juga butuh tidur, ia letih

seharian menemani kamu. [Makromelia Sendu, 81]
Bila masih penasaran kenapa aku setia

dan kukuh menunggumu, cari tahulah

mengapa banyak yang mencintai Kopi

dan menunggui ampasnya yang pahit. [Persepaduan Air dan Kopi, 174]

Judul : Sejarah Dunia Untuk Pembaca MudaPenulis : Ernsth H. GombrichPenerbit : Marjin KiriHarga : Rp 80.750Sebuah karya ...
02/11/2016

Judul : Sejarah Dunia Untuk Pembaca Muda
Penulis : Ernsth H. Gombrich
Penerbit : Marjin Kiri
Harga : Rp 80.750

Sebuah karya yang tak lekang dimakan zaman, membawa pembaca menyusuri sejarah panjang dan berliku umat manusia. Dicekal oleh rezim N**i Jerman pada zamannya, buku ini terus memukau pembaca muda dan dewasa dari generasi ke generasi dan telah diterjemahkan ke lebih dari dua puluh bahasa. “Tidak sulit untuk melihat mengapa buku ini begitu populer. Gombrich berhasil memadatkan lebih dari 5.000 tahun sejarah ke dalam 300an halaman. Banyak buku sejarah untuk anak-anak bercerita soal dinosaurus atau orang Romawi, tapi berapa banyak yang mencoba menjelaskan kemunculan abjad dan angka, lahirnya demokrasi di Athena, atau Renaisans? Ringkas kata, buku ini menunjukkan betapa memukau, inspiratif, dan komprehensif kisah sejarah yang ditulis dengan baik. Bukan hanya untuk anak-anak, buku ini patut dibaca oleh sebanyak mungkin orang.” — The Historical Association “Dengan hadirnya buku ini, bakal ada banyak generasi sejarawan di masa datang yang akan menyebutnya sebagai pemicu minat mereka akan sejarah— dan akan kebenaran.” —The Times “Bukan sekadar kump**an data yang kering. Menyajikan gambaran peristiwa-peristiwa sejarah dan menjadikannya persuasif dengan mengusik repons subjektif pembaca. Sebuah olah seni bercerita yang sungguh menghibur.” —Cassone

Harga : Rp 180.000
12/10/2016

Harga : Rp 180.000

Judul : Kitab PertanyaanPenulis : Pablo NerudaPenerbit : Indie Book CornerPablo Neruda merampungkan Kitab Pertanyaan (Th...
12/10/2016

Judul : Kitab Pertanyaan
Penulis : Pablo Neruda
Penerbit : Indie Book Corner

Pablo Neruda merampungkan Kitab Pertanyaan (The Book of Questions/El libro de las preguntas) hanya beberapa bulan jelang kematiannya pada September 1973. Melalui karangan ini, ia sepenuhnya menjadi manusia dan seniman. Seorang penyair berusia 69 tahun yang telah mencerap sumber esensial dari karya monumentalnya, meninjau kembali “kedalaman abadi”: imajinasi yang mengalami regenerisasi dan daya pandang. Puisi-puisi ringkas di sini, seluruhnya berbentuk pertanyaan, mengejawantahkan dedikasinya pada apa yang disebut Hayden Carruth sebagai “struktur perasaan” yang mendasari pengalaman. Pablo Neruda

Judul : Pedro PramoPenulis : Juan RulfoPenerbit : Gambang Buku BudayaHarga : Rp. 59.000Juan Preciado menerima pesan tera...
12/10/2016

Judul : Pedro Pramo
Penulis : Juan Rulfo
Penerbit : Gambang Buku Budaya
Harga : Rp. 59.000

Juan Preciado menerima pesan terakhir dari ibunya yang tengah sekarat: ia diminta pergi ke sebuah kota bernama Comala dan mencari ayahnya, seorang laki-laki bernama Pedro Pramo. Ibunya selalu ingin kembali ke kota itu, menghabiskan sisa hidupnya dan meninggal dengan tenang di Comalasebuah keinginan yang tak pernah terwujud. Dengan berbekal nama ituPedro PramoJuan Preciado datang ke Comala.

Di Comala, ia menemukan Pedro Pramo bukan sebagai sosok ayah yang baru diketahuinya di saat-saat terakhir hidup ibunya, melainkan sebagai sehampar sejarah kelam kota tersebut. Comala adalah sebuah kota yang dipenuhi bisikan dan bayangan, sebuah tempat yang tampaknya hanya dihuni oleh kenangan serta halusinasi. Dibangun di atas bayang-bayang kekuasaan keluarga Pramo, kota itu beserta para penghuninya harus hidup dengan menanggung kemiskinan serta penderitaan, dan mati dengan memikul kutukan untuk selamanya terombang-ambing sebagai jiwa-jiwa yang tak pernah mendapatkan pembebasan. Di Comala, roh mereka terlunta-lunta tanpa harapan di jalan-jalan lengang atau terjebak di antara puing-puing rumah yang ditinggalkan dan terbengkalai.

Batas tipis antara kehidupan dan kematian di kota itulah yang memungkinkan Juan Preciado berjumpa dengan arwah para penghuni Comala yang telah lama mati. Dari merekalah ia menemukan Pedro Pramo sebagai kronik kejatuhan sebuah tirani, kisah cinta yang ganjil dan musykil, serta intrik-intrik yang menyelubungi kebobrokan moral, politik, sosial, dan agama.

Judul : Memorabilia & MelankoliaPenulis : Agus NoorPenerbit : Gambang Buku BudayaHarga : Rp 65.000Dalam Memorabilia & Me...
12/10/2016

Judul : Memorabilia & Melankolia
Penulis : Agus Noor
Penerbit : Gambang Buku Budaya
Harga : Rp 65.000

Dalam Memorabilia & Melankolia ini Agus Noor terobsesi oleh berbagai persoalan yang menyedihkan, antara lain kebobrokan politik, kebobrokan keluarga, dan kebobrokan individu-individu, yang mungkin karena masalah internal atau eksternal, mempunyai perilaku menyimpang, di mana keadilan dan kebenaran dinafikan demi kepentingan individu-individu tertentu. Dalam harkatnya sebagai pengarang, Agus Noor fokus pada korban dan individu-individu dengan perilaku menyimpang pun disamarkan dalam dunia yang kelam.
Harkat sebagai pengarang menuntut konsekuensi lain, yaitu kemampuan berbahasa. Siapa pun boleh mengungkap keprihatinan, dan siapapun boleh mengungkap keprihatinan, dan siapa pun boleh menggambarkan dunia yang kelam, tapi tanpa kemampuan mengolah bahasa yang tepat, sukar bagi siapa pun untuk menjadi pengarang. Karena itulah, Agus Noor berjuang untuk mengatasi dominasi kekuatan bahasa, dan Agus Noor keluar sebagai pemenang, dan karena itulah, Agus Noor tidak tampak sebagai penggugat terhadap kebobrokan, tetapi sebagi pengarang yang prihatin terhadap kebobrokan.
--Budi Darma-- Dunia urban dan kontemporer dalam cerpen-cerpen Agus Noor, menjelma menjadi sejenis dongeng. Dan dongeng menjadi perkakas yang unik untuk mengomentari situasi urban dan kontemporer ini, baik moral maupun politik, seringkali dengan humor yang melimpah.
--Eka Kurniawan-- Memperhatikan cerita-cerita dalam buku ini, kerja kepengarangan itu seperti pura-pura menjadi Tuhan, tetapi jika Tuhan bisa mulai dari nol, maka pengarang tidak mungkin memutihkan dunia dahulu sebelum mengarang. Tidak seperti Tuhan, pengarang terkodratkan bekerja dari segala sesuatu yang sudah diadakan oleh Tuhan. Jika Tuhan bisa menciptakan dunia dan kehidupannya dari titik nol, maka pengarang hanya mungkin "mengarang" berdasarkan dunia dan kehidupan yang sudah ada.
Cerita-cerita dalam buku ini menunjukkan, yang disebut mengarang kemudian mempunyai arti apakah pengarang akan menerima, menolak, atau bernegosiasi dengan dunia itu. Berdasarkan sikap yang manapun, salah satu maupun ketiganya sekaligus, terbuka peluang bagi pengarang

Address

Lamongan
62293

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Turangga Buku posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Turangga Buku:

Share

Category