Baturanta

Baturanta Informasi Untuk Semua untuk pemesanan, silakan hub: 083 129 749 368

Kasus dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur,...
03/09/2026

Kasus dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terus bertambah. Hingga Kamis (3/9/2026), Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo mencatat 664 orang mengalami gangguan kesehatan.

‎Dari jumlah tersebut, sebanyak 77 orang masih menjalani perawatan, 581 orang telah diperbolehkan pulang, sementara enam pasien lainnya masih dalam tahap observasi. Kondisi para pasien yang masih dirawat dilaporkan secara umum stabil.

‎Kasus tersebut bermula pada Selasa (1/9), setelah ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, serta penerima MBG di sejumlah sekolah mengalami keluhan seperti mual, muntah dan pusing usai menyantap makanan yang disalurkan dari SPPG Kalitengah, Tanggulangin.

‎Dugaan gangguan kesehatan tersebut kemudian diketahui tidak hanya terjadi di lingkungan pesantren. Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat sedikitnya 19 lembaga pendidikan menerima makanan dari SPPG yang sama dan ditemukan keluhan serupa.

‎BGN Temukan Masalah dalam Distribusi

‎Badan Gizi Nasional (BGN) telah melakukan investigasi awal terhadap SPPG Kalitengah. BGN menyebut terdapat persoalan dalam proses pendistribusian makanan.

‎Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, mengatakan makanan MBG seharusnya selesai didistribusikan maksimal empat jam setelah proses memasak. Namun, berdasarkan temuan di lapangan, terdapat distribusi yang berlangsung lebih dari batas waktu tersebut.

‎“Itu karena ketidakdisiplinan dari SPPG dan pendistribusian. Jadi seharusnya itu loading empat jam selesai dari masak langsung dibagikan. Tapi faktanya di lapangan lebih dari empat jam,” kata Ketut, Kamis (3/9/2026).

‎Menurut BGN, makanan MBG tidak menggunakan bahan pengawet sehingga penanganan waktu antara proses memasak hingga makanan dikonsumsi menjadi sangat penting.

‎Meski demikian, penyebab pasti kejadian masih dalam proses pemeriksaan. Sampel makanan telah diambil untuk pemeriksaan laboratorium guna memastikan faktor yang menyebabkan gangguan kesehatan tersebut.

‎SPPG Kalitengah Disuspend

‎Sebagai langkah penanganan, BGN telah memberikan suspend berat selama 30 hari terhadap SPPG Talanganguin, Kalitengah, Sidoarjo.

‎BGN juga mengusulkan pencopotan dan pergantian Kepala SPPG tersebut. Langkah ini diambil sebagai bagian dari evaluasi terhadap pengelolaan SPPG setelah terjadinya insiden yang berdampak pada ratusan penerima manfaat.

‎SPPG Kalitengah diketahui sebelumnya telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan sertifikat halal. Namun, BGN menegaskan kepemilikan sertifikat tersebut tidak serta-merta menutup kemungkinan terjadinya persoalan dalam bahan baku, pengolahan maupun distribusi makanan.

‎Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo telah mengaktifkan Tim Krisis Kesehatan untuk memperkuat penanganan korban, baik di lokasi kejadian maupun di sejumlah rumah sakit.

‎Hingga Kamis (3/9), pemerintah belum menetapkan kasus tersebut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Penanganan dan pemeriksaan terhadap penyebab kejadian masih terus dilakukan.

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menunjukkan komitmen nyata dalam mendampingi masyarakat yang tertimpa musibah. Bertemp...
05/05/2026

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menunjukkan komitmen nyata dalam mendampingi masyarakat yang tertimpa musibah. Bertempat di Aula Kantor Camat Pringgabaya, Selasa (05/05/2026), Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin secara resmi menyerahkan bantuan bagi para pedagang terdampak kebakaran Pasar Pringgabaya.

‎Bantuan tersebut disalurkan melalui Program Pemberdayaan (Asnaf Miskin) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur. Langkah ini merupakan bentuk gerak cepat pemerintah dalam memberikan dukungan moral dan material bagi para pengusaha dan pedagang yang kehilangan tempat usahanya.

‎Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa H. Iron ini menyampaikan permohonan maaf yang mendalam karena tidak bisa hadir langsung ke lokasi sesaat setelah musibah terjadi. Ia mengungkapkan bahwa pada saat kejadian, dirinya tengah berada di Jakarta untuk misi kemanusiaan lainnya yang tak kalah krusial.

‎"Saya memohon maaf karena baru bisa hadir hari ini. Saat musibah terjadi, saya sedang di Jakarta memperjuangkan nasib 176.000 warga Lombok Timur yang kepesertaan BPJS Kesehatannya dinonaktifkan. Itu menyangkut hak kesehatan rakyat banyak yang harus segera dipulihkan," jelas Bupati.

‎Mengenai kondisi fisik Pasar Pringgabaya, Bupati menegaskan bahwa Pemda berkomitmen penuh untuk mengembalikan fungsi pasar agar aktivitas ekonomi warga kembali berputar. Namun, ia meminta para pedagang untuk bersabar mengingat ada prosedur birokrasi yang harus dilalui.

‎"Sebagai pemerintah, keinginan kami adalah pasar segera normal kembali. Namun, pembangunan membutuhkan perencanaan, penganggaran, dan kepatuhan terhadap aturan. Saya minta *pelungguh* (bapak/ibu) sabar, kami tetap akan mengembalikan apa yang menjadi kebutuhan bapak-ibu di pasar itu," tegasnya.

‎Bantuan tunai sebesar Rp. 2 juta per orang diserahkan kepada para korban. Meski secara nilai mungkin tidak sebanding dengan kerugian material para pedagang besar, Bupati menekankan bahwa nilai silaturahmi dan perhatian pemerintah adalah poin utamanya.

‎"Mungkin uang Rp2 juta ini tidak ada artinya karena bapak-ibu sekalian adalah pengusaha besar. Tapi nilai silaturahmi ini yang penting. Ini adalah bentuk hadirnya pemerintah di tengah duka masyarakat," tambahnya.

‎Kegiatan ini turut didampingi oleh Sekretaris Daerah, Kepala BPKAD, Kepala Dinas Perdagangan, Bappeda, Inspektorat, Camat Pringgabaya, Danramil, serta jajaran pimpinan perangkat daerah lainnya. Kehadiran para pimpinan OPD ini menunjukkan sinergi lintas sektoral untuk memastikan percepatan penanganan pasca-kebakaran di Kecamatan Pringgabaya.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi andalan pemerintahan Prabowo-Gibran telah berjalan  setahun lebih. Namun...
03/05/2026

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi andalan pemerintahan Prabowo-Gibran telah berjalan setahun lebih. Namun, kemegahan program nasional ini tampaknya belum mampu menembus barikade infrastruktur yang hancur di pedalaman Kabupaten Lombok Timur.

‎Di Desa Selaparang, tepatnya di SDN 4 Selaparang dan SMPN 1 Satu Atap Suela, puluhan siswa harus menelan kenyataan pahit, program gizi tersebut kandas, bahkan sebelum mencapai meja belajar mereka.

‎Kondisi jalan yang rusak parah menuju RT Lendang Belo, Dusun Batu Tinja, dituding menjadi penghalang utama bagi armada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendistribusikan makanan.

‎Meski jarak secara geografis mungkin tidak seberapa, namun bagi 70 siswa di sana, buruknya aksesitas telah memutus hak mereka untuk mendapatkan asupan gizi yang setara dengan anak-anak di wilayah perkotaan.

‎Iman, salah seorang guru yang setiap hari menyaksikan wajah-wajah penuh harap para siswanya, mengungkapkan rasa prihatin yang mendalam. Ia menceritakan betapa antusiasme anak-anak sering kali berujung pada kekecewaan yang menyayat hati.

‎"Anak-anak sempat senang dan berlarian saat ada mobil masuk ke lingkungan sekolah, mereka mengira bantuan MBG akhirnya datang. Ternyata itu mobil kepala sekolah. Sekarang mereka sudah jarang bertanya, mungkin karena sudah bosan menunggu janji yang tidak kunjung tiba," tutur Iman. Minggu (03/05/2026).

‎Kesedihan para pendidik di sekolah tersebut kian memuncak saat mereka menyaksikan distribusi MBG menggunakan kendaraan dapur SPPG hilir mudik melayani sekolah-sekolah lain yang lokasinya lebih terjangkau. "Sedih rasanya, karena hanya kami yang belum dapat," tambahnya getir.

‎Ironisnya, kendala akses ini justru diperumit dengan klasifikasi administratif. Pelaksana Tugas (Plt) UPTD Dikbud Kecamatan Suela, Mohamad Sakban menjelaskan bahwa sekolah-sekolah tersebut masuk dalam kategori wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

‎Alih-alih mendapatkan prioritas karena keterpencilannya, kategori ini justru membuat skema distribusinya berbeda dengan jalur reguler yang sudah berjalan stabil.

‎"Sekolah itu masuk kategori MBG 3T, bukan reguler. Kami sudah mencoba menjalin komunikasi agar sementara waktu bisa dilayani oleh dapur terdekat, namun sampai sekarang belum ada informasi lanjutan dari pimpinan," ujar Sakban.

‎Hingga saat ini, belum ada kepastian kapan skema 3T tersebut akan mulai menyentuh Dusun Batu Tinja. Janji pemerataan gizi nasional seolah terhenti di ujung aspal jalan kabupaten yang rusak.

‎Bagi siswa di pelosok Suela, program MBG saat ini hanyalah tontonan di layar kaca, sementara mereka tetap harus berjuang dengan perut kosong di tengah jalan yang berlubang dan harapan yang kian menipis.

Insiden kebakaran hebat melanda sebuah kandang ayam di Dusun Gerung Permai, Desa Suralaga Timur, Kecamatan Suralaga, pad...
03/05/2026

Insiden kebakaran hebat melanda sebuah kandang ayam di Dusun Gerung Permai, Desa Suralaga Timur, Kecamatan Suralaga, pada Minggu (03/05/2026) dini hari. Akibat kejadian ini, pemilik kandang diperkirakan mengalami kerugian materil hingga Rp. 1,5 Miliar.

‎Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lombok Timur, Lalu Dami Ahyani membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa api diduga kuat berasal dari kelalaian manusia saat melakukan aktivitas pemeliharaan di dalam kandang.

‎Lalu Dami Ahyani mengungkapkan, peristiwa bermula ketika penjaga kandang tengah membakar arang yang tujuannya untuk menghangatkan ayam-ayam di dalamnya. Namun nahas, saat api arang masih menyala, sang penjaga justru tertidur lelap.

‎"Saat terbangun, penjaga kandang mendapati api sudah membesar dan menjalar ke bagian bangunan kandang. Kondisi api yang cepat merembet membuat pemilik dan warga sekitar sempat panik," ujar Lalu Dami, Minggu, (03/05/2026).

‎Pihak Mako Damkarmat menerima laporan warga pada pukul 03:23 WITA. Menanggapi situasi darurat tersebut, tim Regu 2 Brama langsung diterjunkan ke lokasi dengan pergerakan awal satu unit mobil pemadam.

‎Melihat skala kebakaran yang cukup besar, personel tambahan segera dikerahkan. Total sebanyak 15 anggota pemadam dengan dukungan 2 unit mobil pemadam dan 1 mobil tangki dikirim untuk melakukan pemadaman total.

‎"Tim tiba di lokasi sekitar pukul 03:29 WITA dan langsung melakukan assessment serta upaya pemadaman. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini, namun kerugian fisik mencapai angka Rp1,5 miliar mengingat objek yang terbakar adalah kandang ayam milik saudari Wahyuni Andila Martin," jelasnya.

‎Api akhirnya berhasil dipadamkan dan dilakukan pendinginan hingga situasi dinyatakan benar-benar aman terkendali pada pukul 04:55 WITA.

‎Meski penanganan berjalan lancar, Lalu Dami Ahyani juga memberikan catatan evaluasi terkait kendala teknis di lapangan. Ia mengakui adanya beberapa hambatan peralatan yang dialami personel saat berjibaku dengan api di kegelapan dini hari.

‎"Kami mencatat ada kekurangan senter untuk penerangan di lokasi yang gelap, serta kendala teknis pada satu nozzle pistol yang sempat tersumbat. Hal ini akan segera kami evaluasi dan perbaiki agar pelayanan penyelamatan kepada masyarakat semakin maksimal ke depannya," tegasnya.

‎Pihak Damkarmat mengimbau kepada seluruh pengusaha peternakan dan masyarakat luas agar lebih waspada dan tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan, terutama pada jam-jam rawan di malam hari guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

SEBUAH SENI UNTUK BERSIKAP BODO AMATPendekatan Yang Waras Demi Menjalani Hidup Yang Baik45 K
17/12/2019

SEBUAH SENI UNTUK BERSIKAP BODO AMAT
Pendekatan Yang Waras Demi Menjalani Hidup Yang Baik

45 K

CARA BERSIKAP TEGAS DALAM SEGALA SITUASI45 K
17/12/2019

CARA BERSIKAP TEGAS DALAM SEGALA SITUASI

45 K

MADILOG (Materialisme, Dialektika dan Logika)Tan Malaka60 K
17/12/2019

MADILOG (Materialisme, Dialektika dan Logika)
Tan Malaka

60 K

Address

Jln. Sirotol Mustaqiem No 156
Lombok

Telephone

+6282341567010

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Baturanta posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share