05/10/2021
KOMENTAR ULAMA' TENTANG PENTINGNYA SEBUAH ILMU
قال ابن عباس رضي الله عنهما: خيّر سليمان عليه السلام بين العلم والمال والملك فاختار العلم فأعطاه الله المال والملك
"Nabi Sulaiman AS. sewaktu diberi wewenang untuk memilih antara ilmu, harta dan kerajaan, maka ia lebih memilih ilmu. Ternyata dengan pilihannya itu ia juga dikaruniai harta dan kerajaan sekaligus"
وقال الإمام الشافعي رضي اللَّه عنه : من أراد الدنيا فعليه بالعلم ومن أراد الأخرة فعليه بالعلم ومن أرادهما فعليه بالعلم.
"Barangsiapa yang menginginkan (kebahagian) dunia, maka menempuh-Nya harus dengan ilmu, barangsiapa yang menginginkan kebahagiaan diakhirat, maka menempuhnya harus dengan ilmu dan barangsiapa yang menginginkan kebahagian keduanya, maka menempuh-Nya juga harus dengan ilmu".
ذكر العلامة ابن القيم في زاد الميعاد : أن العلم من أسباب شرح الصدر، قال : فإنه يشرح الصدر ويوسعه، حتى يكون أوسع من الدنيا، والجهل يورثه الضيق والحصر والحبس، فكلما اتسع علم العبد انشرح صدره واتسع. وليس هذا لكل علم بل للعلم الموروث عن الرسول صلى الله عليه وسلم وهو العلم النافع، فأهله أشرح الناس صدرًا، وأوسعهم قلوبًا، وأحسنهم وأطيبهم عيشًا
al-Allamah Ibnu Qoyyim, dalam kitab-nya "Zaad al-Miaad" bertutur : bahwa ilmu merupakan salah satu dari sebab-sebab di lapangkan-Nya hati. Sesungguhnya ilmu itu dapat melapangkan dan memperluas hati, bahkan lebih luas dibanding dunia. Sementara kebodohan itu menyebabkan hati menjadi sempit dan terpenjara. Ketika ilmu seseorang sudah luas, maka hati-Nya akan menjadi lapang dan luas.
Ingat !!! Yang dimaksud ilmu di sini bukanlah semua jenis ilmu, melainkan ilmu yang di warisi Rosulullah SAW, yaitu ilmu yang bermanfaat. Maka orang yang memiliki ilmu tersebut, hati-nya akan menjadi lapang dan luas, budi pekerti-Nya baik dan kehidupan-Nya pun menjadi lebih baik.
"Sikap toleransi terhadap sebuah perbedaan dapat di lihat melalui tingkat ilmu pengetahuan yang di miliki seseorang. Semakin tinggi atau luas ilmu pengetahuan seseorang, maka tinggi p**a tingkat toleransi-Nya".
“Begitu juga sebalik-Nya. Bila ilmu pengetahuan yang dimiliki seseorang itu sempit, maka tingkat toleransi-Nya juga sempit,”. (KH. Hasyim Muzadi)
*********
HIKAYAT
Salah satu murid bertanya kepada Syeikh Abdullah bin Bayyah :
“Sepanjang perjalanan ilmiah anda, saya sama sekali belum pernah mendapati anda membantah seseorang. Apa rahasia-Nya wahai syeikh?”
“Saya lebih butuh memperbaiki diri saya sendiri terlebih dahulu, saya bukan orang sempurna yang lantas bisa seenaknya membincangkan aib orang lain”.
✍Dari hikayat di atas dapat kita ambil sebuah kesimp**an, bahwa kealiman seseorang akan menjadikan cara berfikirnya luas dan tidak mudah tersinggung dengan prilaku orang lain terhadapnya.