22/09/2014
"KEUTAMA'AN TAWADHU"
Rasulullah SAW Bersabda:
tidaklah seorang hamba yang pemaaf melainkan akan ALLAH tambahkan kemulia'an dan kewibawa'an baginya,
tidaklah seorang hamba yang tawadhu' semata-mata karena ALLAH melainkan ALLAH angkat derajatnya..
Rasulullah SAW bersabda:
Beruntunglah bagi orang yang Tawadhu' tanpa kemiskinan, menginfakkan harta yang dikumpulkannya bukan untuk maksiat,
menyayangi orang yang rendah dan miskin, bergaul dengan ahli fiqih dan hikmah..
Rasulullah SAW bersabda:
Empat perkara yang tidak diberikan oleh ALLAH, kecuali terhadap orang yang Ia cintai, yaitu:
- Diam, adalah pertamanya Ibadah..
- Tawakkal terhadap ALLAH..
- Tawadhu'
- dan Zuhud terhadap dunia..
telah bersabda Baginda Nabi Muhammad SAW:
Tawadhu' itu tak akan menambahi seorang hamba melainkan kemuliaan pangkat,
oleh itu bertawadhu'lah kalian,
semoga ALLAH merahmati..
berkata Sayyidatuna Aisyah Radiyallahu Anha:
sesungguhnya kalian benar-benar lalai dari Ibadah paling utama, yaitu: Tawadhu',
berkata Fuhdail, Ia telah ditanya tentang Tawadhu'
Apakah Tawadhu' itu.?
Beliua menjawab:
Tawadhu' adalah engkau patuh kepada kebenaran dan mengikutinya, walaupun kamu mendengarnya dari anak kecil kamu menerimanya,
walaupun kamu mendengarnya dari manusia bodoh sekalipun kamu menerimanya..
berkata Qatadah:
"Barangsiapa yang diberi kekayaan atau kecantikan-ketampanan, atau pakaian, atau ilmu, tetapi tidak rendah hati, maka akan berbalik melaknat kepadanya dihari kiamat"
telah dikatakan,
ALLAH memberi wahyu kepada Nabi Isa Alaihissalam, jika ALLAH karuniakan Nikmat kepadamu, maka terimalah dengan rendah hati, maka ALLAH semakin sempurnakan NikmatNYA kepadamu..
adalah Nabi Sulaiman dan Nabi Daud Alaihissalam, jika waktu pagi berpaling dari wajah para pembesar dan orang-orang kaya hingga Beliau mendatangi orang-orang miskin dan duduk bersama mereka dan berkata:
orang miskin duduk bersama-sama orang miskin,
berkata sebagian Ulama: sebagaimana engkau tidak s**a memperlihatkan pakaianmu yang tak berharga dihadapan orang-orang kaya, maka jangan s**alah memperlihatkan pakaianmu yang megah dihadapan orang-orang fakir..
[dikutip dari kitab: Ihya' Ulumuddin" Imam Al-Ghozali]