12/01/2026
PAR 4
sesuai perjanjian indah menunggu laki laki yang tadi ia tonjok karena ia sudah berani mencari masalah di tempat yang sudah ditentukan yaitu belakang sekolah indah sudah menunggu lama namun belum ada tanda tanda kedatangan mahkluk yang di tunggunya alhasil indah beranjak dari tempat duduknya dan pergi namun baru beberapa langkah tanganya seperti ada yang memengang dengan refleks ia memelintirnya tanpa ragu-ragu.
"aww aww aww sakit bego" ucap seseorang itu.
" lo ngapain pegang pengang tangan gue kan jadinya lo kena pelintir tapi bagus deh lo kena lagi" kata indah pada seseorang itu.
" heh gue gak tau lo siapa namanya dan sepertinya lo anak baru di sini karena gue baru liat lo ada di sekolah ini ya udah gue pegang ajah biar kaya india hehe tapi bentar deh muka lo itu kaya pemiliar gtuh serasa gue udah ketemu sama lo tapi gak tau dimna" cerocos niko dengan modusnya.
" serah lo ajh dah pusing gue dengernya" kata indah mrngidik ngidik niko.
" ok kenalin nama gue niko si tampan baik, pintar,humoris dan baik hati dan tidak sombong hehe" kata niko dengan penuh kepdaan.
"pd gila lo muka kaya aspal ajah bangga huuh" kata indah sambil noyor.
"ihhh sirik ajah lu emang udah kenyataanya" kata niko tak terima.
" semerdeka lo deh" kata indah pasrah
" yeehh emang guemah udah merdeka kali uhh dasar cewe aneh" kata niko.
"alah udah lah gue ngajak kesini bukan untuk urusan itu tapi gue mau mengklarifilasi yang tadi siang lo nyeret nyeret sahabat gue dan hina hina sahabat gue" kata indah pada niko.
"ohh gue gak tau tuh" kata niko tanpa dosa.
"ehh si kampret lo bikin kesel gue aja lo di buat dari apa sih gak guna bener" ucap indah kesel sambil mukul bahunya niko.
"aww bego sakit tau dasar lo cowo menyerupai cewe" kata niko kesakitan.
"bodo amat" bisik indah ketelinga niko lalu pergi fan tak merduliin masalah yang akan di bahas karena sudah terlanjur kesal.
" heh lo mau kemana katanya mau ngebahas soal tadi ko lo mah pergi sih" teriak niko
hanya lambayan tangan yang menjawab pertanyaan niko dan tak memperdulikannya.
"tu cewe kayanya stres deh nyuruh gue kesini udah di sini di tinggalin dasar cwe aneh tapi cantik juga hehe" gerutu niko lalu pergi meninggalkan taman belakang sekolah.
* * *
lidya sedang asik membaca novelnya namun terpaksa ia harus berhenti karena dari tadi ia tergganggu dengan nada dring hp nya sepertinya ada yang menelpon dan setelah di cak ternyata betul namun nomor yang tak di kenal, dengan ragu lidya mengangkatnya.
"halo?" kata lidya.
"halo, ini gue yang tadi lo tabrak dan lo harus ingat nanti pagi lo harus datang pagi pagi udah gitu beliin sarapan dan anteri ke roftoop sekolah ngemertikan gak " cerocos niko disebrang sana.
"iya tapi aku gak tau kamu wajah kamu aja aku udah lupa" kata lidya jujur dan polos.
"ok nama gue niko lo taukan gen black dragon?" tanya niko.
" iya" kata lidya.
"ok gue tunggu besok bay" kata niko memutuskan tanpa menunggu jawaban dari lidya.
"ihh ni orang aneh banget deh dasar cowo aneh "gerutu lidya.
karena sekarang sudah menunjukan pukul 10 malem lidya segera tidur takut kesiangan nanti paginya.
sesuai janjinya semalah lidya sudah membawa sarapan ke roftoof sekolah dan tak menemukan siapa siapa di sana hingga ia harus menunggu dan duduk di kursi yang sudah tersedia di sana namun karena menunhgu terlalu lama lidya ketiduran dengan begitu pulas sehingga niko datangpun ia tak menyadarinya.
"heh cewe cupu bangun lo" ucap niko sambil menghoyangkan bahunya namun bukanya bangun ia malah mengganti posisinya.
"ihh ni cwe kebo juga ya tidurnya, ehhh tapi kalo dilihat lihat ternyata ia cantik juga ya kayanya gue s**a deh sama dia" grutunya dalam hati.
"ihhh apaan sih ngapain coba gue sadar nik dia itu cupu dan nyebeli inget lo dia babu lo" katanya menepis perasaannya.
"heh cwe cupu bangun lo" teriak niko.
" astagfir mana gempa aku masih di atas ya allah jangan dulu aku mati aku brlum punya pacar huhuhu" kata lidya ngelantur,
"tapi bentar deh kenapa gue ada di sini ya dan sepertinya ada yang ketawa" gerutu lidya merasa aneh dan setelah di ingat ingat ia masih di roftoop sekolah tapi siapa yang ketawa apa mungkin niko si cowo gila itu.
dan setelah menengok kearah kiri ternyata benar niko sedang tertawa sambil memegang perutnya sakong kocaknya dan ini baru pertama kali niko sebahagia ini setelah kejadian 4 tahun yang lalu.
lidya hanya melihat tingkah niko rasanya ingin tertawa namun ia malu sehingga ia harus menahan tawanya.
"heh cwe cupu lo lucu juga yah hahha" kata niko sambil ketawa.
bukannya menjawab lidya malah melengos namun baru ajah mau membuka pintu tiba tiba ada seseorang yang mehalanginya.
"mau kemana lo eanak aja lokan belum selesai tugasnya jadi jangan main pergi aja" kata niko ya niko yang menghalangi kepergian lidya.
"emang apa lagi?"tanya lidya dingin.
"lo harus temenin gue sampe selesai sarapan lah"kata niko.
"hmm" dehem lidya dan kembali duduk di sopa.
selama lidya menunggu niko ia tak sedikitpun berpicara walaupun niko tetus menerus mengajak untuk berbicara ya tau sendirilah lidya hanya bicara panjang lebar kepada orang yang memang sudah sangat dekat seperti indah dan keluarganya ia akan menunjukan jati dirinya.
setelah beberapa lama akhirnya niko selesai juga sarapannya dan mengajak lidya untuk masuk kelas.
"udah yuk kekelas lo mau mas**an?" tanya niko pada lidya, namun lidya tak menjawab dan langsung pergi tanpa kata.
"kenapa ya tu si cupu apa mungkin dia marah karena disuruh nungguin gue di sini" gerutu
sesampainya di kelas lidya niko berpamitan.
"ya udah gue kekelas dulu ya jangan rindu ama gue, guemah gak butuh rindu dari orang cupu kaya lo bay" kata niko tanpa memikirkan perasaan lidya yang mungkit menyakiti hatinya.
semua siswa SMA bakti raya berhamburan untuk pergi kerumah mereka masing masing setelah menggeluti berbagai pelajaran yang begitu suntuk.pada saat lidya sedang membereskan alat tulisnya tiba tiba saja ada seseorang menggebrak meja yang ada di depan lidya hingga ia terkejut dan loncat sampai ia terjatuh kelantai dan mengakibatkan kakinya terluka karena terbentur kursi.
"ssshhhttt" ringis lidya.
"aduh cupu lo gak apa apakan sorry gue gak maksud ngagetin lo" katanya kewatir dan mencoba membangunkan namun sebelum itu ia melihat darah di lututnya lidya.
"awww sakit" kata lidya kesakitan pada saat ia mencoba untuk bangun karena lututnya terluka.
"sini biar gue bantu duduk dulu nanti gue obatin" katanya sambil membatu mendudukan setelah itu ia pergi entah kemana.
"sssshhhhttt sakit banget lagi" ringis lidya dan tak terasa ia meneteskan air matanya karena menahan rasa sakit yang tak tahan.
beberapa menit kemudian niko datang dan membawa obat p3k yang ia beli, lalu niko menghampiri lidya yang sedang menunduk dan terlihat sedang menahan nangis.
"sesakit itukah emang sampe nangis gitu, kasian juga ya kalo sicupu lagi salit kegini" rutunya dalam hati.
"hehh lo jangan nangis ceneng banget sih baru luka segitu aja nanti juga kalo udah di obatin langsung ilang sakitnya" ucap niko tak peduli namun menyiratkan kekewatiran di wajahnya.
"sini gue obatin dan berhenti nangisnya ni telinga gue budek nih dengerin lo nangis" kata niko sebari membersihkan luka lidya.
"aww sakit kak" ringisnya.
"ya maaf maaf udah ahh lebay banget si pake nagis segala" kata niko fokus membersihkan luka lidya yang terbilang agak parah soalnya robekannya agak besar dan dalem.
" dah selesai dan lo inget jangan sampe kena air dulu dan jangan banyak di gerak gerakin nanti lama sembuhnya ngertikan maksud gue" kata niko sambil membereskan obat p3knya dan setelah itu duduk dihadapan lidya dan menatap wajah cantiknya.
"makasih kak maaf ngerepotin" ucap lidya malu malu.
" ye elah nyantai ajah ini juga salah gue karena udah ngagetin lo walaupun gak niat" kata niki nyantai.
" oh ya lo pulang bareng gue ya dan lo besok gak perlu sekolah kalo masih sakit soalnya takut ngerpotin orang"
"iya kak makasih"
"iya iya yuk pulang bisa jalan kan kalo enggak naik punggung gue biar gue gend**g tapi jangan geer gue cuma nebus kesalahan gue doang"
" gak usah kak aku masih kuat kok buat jalan keparkiran doang mah" tolak indah.
"serius nih lo biasa?" tanya niko meyakinkan
"iya serius"
"ya udah yuk" kata niko mengayang lidya
sesampainya di parkiran niko mengambil motor sportnya yang berwarna hitam dan putih lalu menghampiri lidya yang sedang berdiri.
"naik bisakan" tanya niko kewatir
"bisa kak" kat lidya.
dengan hati hati lidya menaiki motor yang akan dikendarai niko walaupun kakinya masih begitu sakit hingga ia meringis pelan karena takut terdengan niko tapi jangan sangka niko tak melihat raut wajah lidya yang sedang kesakitan dan terlihat menyedihkan itu.
"udah" tanya niko.
"hmm".
"pegangan takut jatuh" suruh niko
lalu lidya berpegangan pada pundaknya niko namun tiba tiba niko memindahkannya kepingga hingga memeluk niko.
"nah gitu biar gak jatuh" kata niko.
lidya ikut aja maklum ia itu agak idoy hehe
di perjalanan mereka tak berbicara sedikitpu hanya terdengar deru angin dan suara motor saja dan sesampainya di depan rumah lidya yang begitu megah lidya turun dari motor niko dan mengajak niko untuk masuk namun niko menolaknya karena ia ada keperluan mendadak dan setelah berpamitan niko pergi meninggalkan lidya.
" assalamualaikum bun" kata lidya mengucapakan salam.
"waalaikum salam incesnya bunda ehh kenpa itu lutut kamu kok di perba gitu sih"tanya bundanya lidya setelah menjawab salah dengan wajah kewatir karena melihat putri kesayanganya terluka.
"tapi aku jatuh bun udah gak papako soalnya udah di obati tadi" kata lidya meredakan kekewatiran bundanya.
"yaudah kamu mandi udah gitu makan nanti ibu obatin lagi ya" duruh bundanya.
"baik bundaku tersayang" kata lidya sembari memeluk bundanya.
" ya udah sana"
lalu lidya segera masuk kekamar yang ada dilantai dua walaupun ia berjalan pincang karena menahan rasa sakit.