Berbagai buku novel

Berbagai buku novel Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Berbagai buku novel, Book shop, Majalengka.

12/01/2026

PAR 4

sesuai perjanjian indah menunggu laki laki yang tadi ia tonjok karena ia sudah berani mencari masalah di tempat yang sudah ditentukan yaitu belakang sekolah indah sudah menunggu lama namun belum ada tanda tanda kedatangan mahkluk yang di tunggunya alhasil indah beranjak dari tempat duduknya dan pergi namun baru beberapa langkah tanganya seperti ada yang memengang dengan refleks ia memelintirnya tanpa ragu-ragu.

"aww aww aww sakit bego" ucap seseorang itu.

" lo ngapain pegang pengang tangan gue kan jadinya lo kena pelintir tapi bagus deh lo kena lagi" kata indah pada seseorang itu.

" heh gue gak tau lo siapa namanya dan sepertinya lo anak baru di sini karena gue baru liat lo ada di sekolah ini ya udah gue pegang ajah biar kaya india hehe tapi bentar deh muka lo itu kaya pemiliar gtuh serasa gue udah ketemu sama lo tapi gak tau dimna" cerocos niko dengan modusnya.

" serah lo ajh dah pusing gue dengernya" kata indah mrngidik ngidik niko.

" ok kenalin nama gue niko si tampan baik, pintar,humoris dan baik hati dan tidak sombong hehe" kata niko dengan penuh kepdaan.

"pd gila lo muka kaya aspal ajah bangga huuh" kata indah sambil noyor.

"ihhh sirik ajah lu emang udah kenyataanya" kata niko tak terima.

" semerdeka lo deh" kata indah pasrah

" yeehh emang guemah udah merdeka kali uhh dasar cewe aneh" kata niko.

"alah udah lah gue ngajak kesini bukan untuk urusan itu tapi gue mau mengklarifilasi yang tadi siang lo nyeret nyeret sahabat gue dan hina hina sahabat gue" kata indah pada niko.

"ohh gue gak tau tuh" kata niko tanpa dosa.

"ehh si kampret lo bikin kesel gue aja lo di buat dari apa sih gak guna bener" ucap indah kesel sambil mukul bahunya niko.

"aww bego sakit tau dasar lo cowo menyerupai cewe" kata niko kesakitan.

"bodo amat" bisik indah ketelinga niko lalu pergi fan tak merduliin masalah yang akan di bahas karena sudah terlanjur kesal.

" heh lo mau kemana katanya mau ngebahas soal tadi ko lo mah pergi sih" teriak niko
hanya lambayan tangan yang menjawab pertanyaan niko dan tak memperdulikannya.

"tu cewe kayanya stres deh nyuruh gue kesini udah di sini di tinggalin dasar cwe aneh tapi cantik juga hehe" gerutu niko lalu pergi meninggalkan taman belakang sekolah.

* * *

lidya sedang asik membaca novelnya namun terpaksa ia harus berhenti karena dari tadi ia tergganggu dengan nada dring hp nya sepertinya ada yang menelpon dan setelah di cak ternyata betul namun nomor yang tak di kenal, dengan ragu lidya mengangkatnya.

"halo?" kata lidya.

"halo, ini gue yang tadi lo tabrak dan lo harus ingat nanti pagi lo harus datang pagi pagi udah gitu beliin sarapan dan anteri ke roftoop sekolah ngemertikan gak " cerocos niko disebrang sana.

"iya tapi aku gak tau kamu wajah kamu aja aku udah lupa" kata lidya jujur dan polos.

"ok nama gue niko lo taukan gen black dragon?" tanya niko.

" iya" kata lidya.

"ok gue tunggu besok bay" kata niko memutuskan tanpa menunggu jawaban dari lidya.

"ihh ni orang aneh banget deh dasar cowo aneh "gerutu lidya.

karena sekarang sudah menunjukan pukul 10 malem lidya segera tidur takut kesiangan nanti paginya.

sesuai janjinya semalah lidya sudah membawa sarapan ke roftoof sekolah dan tak menemukan siapa siapa di sana hingga ia harus menunggu dan duduk di kursi yang sudah tersedia di sana namun karena menunhgu terlalu lama lidya ketiduran dengan begitu pulas sehingga niko datangpun ia tak menyadarinya.

"heh cewe cupu bangun lo" ucap niko sambil menghoyangkan bahunya namun bukanya bangun ia malah mengganti posisinya.

"ihh ni cwe kebo juga ya tidurnya, ehhh tapi kalo dilihat lihat ternyata ia cantik juga ya kayanya gue s**a deh sama dia" grutunya dalam hati.

"ihhh apaan sih ngapain coba gue sadar nik dia itu cupu dan nyebeli inget lo dia babu lo" katanya menepis perasaannya.

"heh cwe cupu bangun lo" teriak niko.

" astagfir mana gempa aku masih di atas ya allah jangan dulu aku mati aku brlum punya pacar huhuhu" kata lidya ngelantur,

"tapi bentar deh kenapa gue ada di sini ya dan sepertinya ada yang ketawa" gerutu lidya merasa aneh dan setelah di ingat ingat ia masih di roftoop sekolah tapi siapa yang ketawa apa mungkin niko si cowo gila itu.

dan setelah menengok kearah kiri ternyata benar niko sedang tertawa sambil memegang perutnya sakong kocaknya dan ini baru pertama kali niko sebahagia ini setelah kejadian 4 tahun yang lalu.

lidya hanya melihat tingkah niko rasanya ingin tertawa namun ia malu sehingga ia harus menahan tawanya.

"heh cwe cupu lo lucu juga yah hahha" kata niko sambil ketawa.

bukannya menjawab lidya malah melengos namun baru ajah mau membuka pintu tiba tiba ada seseorang yang mehalanginya.

"mau kemana lo eanak aja lokan belum selesai tugasnya jadi jangan main pergi aja" kata niko ya niko yang menghalangi kepergian lidya.

"emang apa lagi?"tanya lidya dingin.

"lo harus temenin gue sampe selesai sarapan lah"kata niko.

"hmm" dehem lidya dan kembali duduk di sopa.

selama lidya menunggu niko ia tak sedikitpun berpicara walaupun niko tetus menerus mengajak untuk berbicara ya tau sendirilah lidya hanya bicara panjang lebar kepada orang yang memang sudah sangat dekat seperti indah dan keluarganya ia akan menunjukan jati dirinya.

setelah beberapa lama akhirnya niko selesai juga sarapannya dan mengajak lidya untuk masuk kelas.

"udah yuk kekelas lo mau mas**an?" tanya niko pada lidya, namun lidya tak menjawab dan langsung pergi tanpa kata.

"kenapa ya tu si cupu apa mungkin dia marah karena disuruh nungguin gue di sini" gerutu
sesampainya di kelas lidya niko berpamitan.

"ya udah gue kekelas dulu ya jangan rindu ama gue, guemah gak butuh rindu dari orang cupu kaya lo bay" kata niko tanpa memikirkan perasaan lidya yang mungkit menyakiti hatinya.

semua siswa SMA bakti raya berhamburan untuk pergi kerumah mereka masing masing setelah menggeluti berbagai pelajaran yang begitu suntuk.pada saat lidya sedang membereskan alat tulisnya tiba tiba saja ada seseorang menggebrak meja yang ada di depan lidya hingga ia terkejut dan loncat sampai ia terjatuh kelantai dan mengakibatkan kakinya terluka karena terbentur kursi.

"ssshhhttt" ringis lidya.

"aduh cupu lo gak apa apakan sorry gue gak maksud ngagetin lo" katanya kewatir dan mencoba membangunkan namun sebelum itu ia melihat darah di lututnya lidya.

"awww sakit" kata lidya kesakitan pada saat ia mencoba untuk bangun karena lututnya terluka.

"sini biar gue bantu duduk dulu nanti gue obatin" katanya sambil membatu mendudukan setelah itu ia pergi entah kemana.

"sssshhhhttt sakit banget lagi" ringis lidya dan tak terasa ia meneteskan air matanya karena menahan rasa sakit yang tak tahan.

beberapa menit kemudian niko datang dan membawa obat p3k yang ia beli, lalu niko menghampiri lidya yang sedang menunduk dan terlihat sedang menahan nangis.

"sesakit itukah emang sampe nangis gitu, kasian juga ya kalo sicupu lagi salit kegini" rutunya dalam hati.

"hehh lo jangan nangis ceneng banget sih baru luka segitu aja nanti juga kalo udah di obatin langsung ilang sakitnya" ucap niko tak peduli namun menyiratkan kekewatiran di wajahnya.

"sini gue obatin dan berhenti nangisnya ni telinga gue budek nih dengerin lo nangis" kata niko sebari membersihkan luka lidya.

"aww sakit kak" ringisnya.

"ya maaf maaf udah ahh lebay banget si pake nagis segala" kata niko fokus membersihkan luka lidya yang terbilang agak parah soalnya robekannya agak besar dan dalem.

" dah selesai dan lo inget jangan sampe kena air dulu dan jangan banyak di gerak gerakin nanti lama sembuhnya ngertikan maksud gue" kata niko sambil membereskan obat p3knya dan setelah itu duduk dihadapan lidya dan menatap wajah cantiknya.

"makasih kak maaf ngerepotin" ucap lidya malu malu.

" ye elah nyantai ajah ini juga salah gue karena udah ngagetin lo walaupun gak niat" kata niki nyantai.

" oh ya lo pulang bareng gue ya dan lo besok gak perlu sekolah kalo masih sakit soalnya takut ngerpotin orang"

"iya kak makasih"

"iya iya yuk pulang bisa jalan kan kalo enggak naik punggung gue biar gue gend**g tapi jangan geer gue cuma nebus kesalahan gue doang"

" gak usah kak aku masih kuat kok buat jalan keparkiran doang mah" tolak indah.

"serius nih lo biasa?" tanya niko meyakinkan

"iya serius"

"ya udah yuk" kata niko mengayang lidya
sesampainya di parkiran niko mengambil motor sportnya yang berwarna hitam dan putih lalu menghampiri lidya yang sedang berdiri.

"naik bisakan" tanya niko kewatir

"bisa kak" kat lidya.

dengan hati hati lidya menaiki motor yang akan dikendarai niko walaupun kakinya masih begitu sakit hingga ia meringis pelan karena takut terdengan niko tapi jangan sangka niko tak melihat raut wajah lidya yang sedang kesakitan dan terlihat menyedihkan itu.

"udah" tanya niko.

"hmm".

"pegangan takut jatuh" suruh niko
lalu lidya berpegangan pada pundaknya niko namun tiba tiba niko memindahkannya kepingga hingga memeluk niko.

"nah gitu biar gak jatuh" kata niko.

lidya ikut aja maklum ia itu agak idoy hehe
di perjalanan mereka tak berbicara sedikitpu hanya terdengar deru angin dan suara motor saja dan sesampainya di depan rumah lidya yang begitu megah lidya turun dari motor niko dan mengajak niko untuk masuk namun niko menolaknya karena ia ada keperluan mendadak dan setelah berpamitan niko pergi meninggalkan lidya.

" assalamualaikum bun" kata lidya mengucapakan salam.

"waalaikum salam incesnya bunda ehh kenpa itu lutut kamu kok di perba gitu sih"tanya bundanya lidya setelah menjawab salah dengan wajah kewatir karena melihat putri kesayanganya terluka.

"tapi aku jatuh bun udah gak papako soalnya udah di obati tadi" kata lidya meredakan kekewatiran bundanya.

"yaudah kamu mandi udah gitu makan nanti ibu obatin lagi ya" duruh bundanya.

"baik bundaku tersayang" kata lidya sembari memeluk bundanya.

" ya udah sana"

lalu lidya segera masuk kekamar yang ada dilantai dua walaupun ia berjalan pincang karena menahan rasa sakit.

27/12/2025

bel masuk sudah berbunyi lima menit yang lalu dan kini suasana sekolah begitu sepi karena para siswa sudah memasuki kelas mereka masing masing namun berbeda dengan niko yang kini ia sedang di depan gerbang sekolah karena ia kesiangan alhasil beginilah harus merayu satpan yang sedang menjaga gerbang karena walaupun ia badboy ia selalu tepat waktu dan menghargai peraturan gak kayak siswa lainnya bukan hanya itu ia juga memiliki kecerdasan dan ketampanan yang super super tampan hingga semua murid siswi mengidolakan niko.

"pak plis d**g bukain saya kan mau sekolah bukan mau berdiri di sini" kata niko memelas pada satpan penjaga gerbang itu.

"makanya jangan telat, ya sudah masuk" ucap satpam itu sambil membukakan gerbang sekolah.

" ihh bapak ganteng dan baik hati deh makasi ya pak" ucap niko menggida.

" ya sudah masuk sana jangan terlambat lagi" kata satpam itu.

"siap pak laksanakan" ucap niki sambil hormat lalu menggalkan pak satpan karena jam pelajaran sudah dimulai dari tadi
niko menyusuri koridor sambil celongak celengok takut ketauan ia telat dan brukk ia menabrak seseorang.

"aduhhh apun pak buk saya gak telat kok saya abis dari toilet buk pak amun jangan hukum saya" cerocos niko tanpa melihat seseorang yang ia tabrak tadi.

tak ada sahutan dari seseorang itu niko merasa heran mengapa ia tak dijewer atau apalah yang ia bayangkan lalu ia memberanikan diri untuk mend**gak dan tak ia sanngka ternya itu sicupu dan sikutu buku yang paling ia benci.

" heh cupu kenapa lo gak ngomong kalau lo yang gue tabrak dasar cupu lo" kata niko membentak.

namun bukannya dijawab yang di panggil si cupu itu melengos tak memperdulikan ucapan niko dan kini niko mulai gerang karena di acuhkan hingga ia menyeret pergelangan tangan si cupu itu dan berkata.

" heh cupu lo bisu atau apa kenapa lo gak jawab omongan gue hah?" tanya niko dengan penuh emosi.

" emang penting ya?" kata lidya. ya lidya yang di panggil cupu oleh niko itu.

" lu berani ngomong ke gitu ama gue hah?" kata niko tambah emosi.

bukannya di jawab ia malah meninggalkan niko tanpa pamit.

" eh cupu awas lo kalo ketu gue lagi gue jadiin babu gue lo seumur hidup" teriak niko. lalu ia baru sadar sekarang ia harus segera kekelas karena takut keburu ada guru dikelasnya dan setelas sampai di kelas ia segera masuk dan untungnya guru belum ada di kelas.

" wet bro tumben lo terlambat gue kira lo gak masuk kelas hari ini" kata dias pada niko.

"ia nih gue telat soalnya gue kesingan bangunya ampe gak solat subuh gue" kata niko jujur.

" heh senakal nakalnya kita lo harus inget sama sang pencipta jangan lo lupain kita itu diperintahkan oleh yang maha kuasa untyk berinadah ingat lo kalo masuk neraka tau rasa lo" cerocos ilham si tukang dakwah karena di geng mereka hanya ilham yang paling religius bukan hanya itu ia juga selalu mengingatkan tentang solat ya senakal nakalnya meteka namun meteka rajin silat dan baik terhadap sesama.

"iya iya sorry solnya kan gue gak inget kan kediangan" ucap niko.

" minta maaf itu sama allah bukan sama gue" kata ilham.

" iya ya allah maafkan hamba yang ganten ini karena kediangan untuk solat subuh lain kali gak bakal deh kalo gak lupa hehe" ucapnya sambil menengadah.

" eh kampret lu" kata dias sambil noyor.
" ehh emang gue..."

"pagi anak anak udah pada sarapan belom" ucap bu feni yang super centil namun bayak murid yang menyukai terutama niko dkk memotong omongan niko.

" pagi bu cantik dan tidak sombong" ucap murid serempak.

" wah kalian semangat sekali hari ini"kata buk feni kagum.

" iya d**g bu kan ibu cantik yang ngajar kta yakan guys "ucap niko.

"kamu niko bikin ibu seneng aja deh" kata bu feni.

"uhh ya iya lah niko yang super ganteng ini dan gak ada yang ngalahin hehe" kata niko pd abis .

" ya sudah anak anak sekarang kita belajar ipa tentang reproduksi dan siapkan bukunya dan catat jika ada yang penting mengerti" ucap bu feni menjelaskan.

" baik bu cantik" ujar para murid serempak.

berbeda dengan kelas XI ipa 1 yang begitu riuh dikaremakan kelas mereka tak ada guru dikarenakan sakit dan alhasil kelas free namun berbeda dengan lidya ia asik membaca buku yang di bawanya dari rumah walaupun suasana begitu ricuh dan indah sedang asik berkumpul dengan para cogan di kelas mereka karena indah s**a temen laki laki karena menurutnya mereka itu bisa membuat bahagia seperti saat ini mereka sedang nyanyi sambil main gitar.

" hey lid lo ngapain sih baca mulu ikutan yu ama gue kumpul ama mereka kan seru kalo bacamah nanti ajah kalo istirahat bareng gue ke perpus yuk" ajak indah karena merasa tak s**a jika ada salah satu temanya yang menyendiri.

" iya ndah" kata lidya sambil menghampiri indah.

" et si cupu ikutan kita nih wah keren coba deh dari dulu kan pasti seru ya kan guys" ujar reno teman kelas indah yang paling dis**ai
sedang asik berbincang suara bel berbunyi karena sudah waktunya istirahat.

" lid kantin yuk gue laper nih" ajak indah pada lidya.

" yuk tapi abis itu langsung ke perpus ya kantadi udah janji" ujar lidya.

" iya temenku yang tercinta, ayo" kata indah
pada saat di tengah perjalanan ke kantin tiba tiba lengan lidya ada yang menyeret sontak indah mengejar orang tersebut dan

" woyy lo mau bawa kemana temen gue hah?" teriak indah sambil berlari mengejar lidya.

" bukan urusan lo karena temen lo yang cupu ini akan menjadi babu gue " kata niko.

" heh emang lo siapa hah mau jadiin temen gue babu emang dia munya salah apa sama lo hah kalo berani kita duel aja gak gini caranya jing" ucap indah emosi.

" heh cupu jelasin sama temon lo yang so jago ini apa salah lo" kata niko menyuruh lidya menjelaskan pada indah.

" kan aku gak nabrak kamu kenapa harus jadi babu aneh" ujar lidya tanpa dosa.

" maksud lo apa sih lid kok bisa ke gini" kata indah bingung.

" udah yuk kekantin ajah biarin diamah setres kali yang nabrak siapa yang disalahin siapa kan aneh" ujar lidya sambil menarik pergelangan tangan indah

" emang apa sih masalahnya kok bisa sih lo bermasalah sama tuh cowo gila" kata indah penasaran.

" udah nanti aku jelasin" kata lidya berbisik.

" heh cewe cupu lo mau kemana lo masih punya urusan sama gue jangan main pergi pergi aja loh" cerocos niko pada lidya.

" ya udah aku minta maaf kalo emang aku salah" ucap lidya minta maaf .

"ehh gak segampang itu kalo gak mau lo gue ganggu dan gue maafin lo harus jadi babu gue selama 1 bulan gak ada bantahan da protes kalo gak mau gue tambahin ngerti lo!" ucap niko penuh penekanan.

"iya " kata lidya tanpa basa basi lagi lalu pergi meminggalkan niko.

" heh lo cowo gila apa apaan lo jadiin temen gue sebagai babu lo emang lo siapa di sokalah ini hah berani banget lo maksa maksa orang lo sekarang punya urusan sama gue dan pulang sekolah temuin gue di belakang sekolah kalo lo merasa cowo kalo engga nya no problem dan gue bisa kasih tau kesemua orang bahwa lo gak ada jentel jentnya jadi cowo hahaha" cerocos indah dengan emosi yang naik turun.

" heh lo jangan ikut campur urusan gue sama temen cupu lo itu" kata niko sambil tunjuk tunjuk dan indah sangat emosi karena ia tak s**a di tunjuk tunjuk kaya gitu entah itu temen atau orang lain dan bukk indah menonjok niko hingga sudut bibir kananya berdarah.

" asal lo tau lo hanya cowo lembek yang gak punya nyali dan bisanya bikin orang emosi terutama gue dan gue ingetin lo jangan tunjuk tunjuk kalo ngomong gue gak s**a ngerti lo dan jangan lupa pulang sekolah ok babay" ucap indah lalu berdiri dari jongkoknya setelah memperingati niko.

indah menyusul lidya ke kantin dan terlihat lidya melambaikan tangannya memberi tau indah lalu indah menghampirinya dan tanpa basa basi lagi indah lasung melahap makanan yang sepertinya sudah di pedankan oleh lidya wajarlah lidyakan orangnya peka tanpa di suruh juga ia pasti memesannya.

" uhhiyo kumu punyumosuluhshumutuh unuhk khumphyet" kata indah dengan mulut penuh.

"ihh kamu ngomong apa sih aku gak ngerti telen dulu baru ngomong jangan ke gini aku gak ngerti" cerocos lidya tak mengerti. stelah indah menelan semua makanan yang ada dimulutnya.

" ok sorry sorry deh. gini lo punya masalah apa sih ama tu anak kutu kupret" tanya indah.

" tadi pagi kan aku lagi jalan eh pas gitu dia nabrak aku dan aku bingung dia ngong ampun buk pak saya gak telambat katanya ke gtu deh kalo gak salah terus udah gtu aku diem ajah doalnya gak ngerti dan setelah itu ia marah marah dan aku acuhin dan tinggalin dia tanpa basa basi" kata lidya menjelaskan.

" terus kenapa lo mau jadi baaunya dia?" tanya indah.

" aku gak mau banyak ngomong ya udah aku iyain ajah biar gak cari cari masalah" kata lidya tanpa nyesel.

" ihh lo mah gitu dasar idoy lo" kata indah sambil noyor jidat lidya.

lidya dan indah sudah begitu dekat dan ternyata lidya gak seburuk yang di bayangkan oleh indah malah lebih asik karena lidya sudah bisa bercanda ria dengan indah walaupum hanya diwaktu waktu tertentu dan indah menyukainya.

24/12/2025

Indah sedang bersiap siap untuk pergi ke tempat balapan yang tempo hari ia datangi namun malam ini berbeda karena ia akan berduel dengan seseorang yang rumornya tak pernah ada yang bisa ngalahin.

Tak butuh waktu lama kini indah dkk sudah sampai di tempat, dari kejauhan terlihat niko dkk yang sedang berkumpul. Suasana menjadi riuh karena balapan sudah dimulai dan kini indah bersama niko sudah berada di area start.

"lo gak bakalan bisa ngalahin gue bro " ucap niko sombong.

" cihh liat aja nanti, jangan sombong dulu kalo masih di star " jawab indah sambil tersenyum kecut.

" ok siap... Siap... " ucap wasit pada niko dan indah.

balapan sudah berlangsung kini yang memingpin palapan adalah indah namun tak lama niko menyusul terus dan terus saling menyusul dan pada akhirnya pertandingan balapan sudah selesai.

"ahhhh bangsat...." umpat niko merasa kesal dan marah karena dirinya telah di kalahkan oleh seorang gadis yang tak di kenalnya tapi ia akui memang dia memiliki kemampuan yang sangat luar biasa.

" sorry bro gue yang menang hari ini tapi gak tau kalo nanti" ucap indah dengan senyum merekah namun penuh kekecutan.

" cihh benar ternyata gue gak bisa remehin kemampuan lo." ucap niko tak kalah kecut
" ok, tapi gue kagum sama lo karena kemampuan lo juga keren banget gak nyangka gue" ucap indah memuji kemampuan niko.

" bay the way selamat yah lo menang" kata niko memberi selamat dan tersenyum manis.

" ok thanks, ya udah gue balik ke temen temen gue dulu ya bay.." pamit indah pada niko dkk.

Setelah kepergian indah niko dkk pergi ke kafe langganannya di sana ia tak sengaja melihat mantan kekasihnya yang sedang makan dengan kekasih barunya, rasanya niko ingin mengurungkan niatnya untuk makan di kafe itu namun melihat teman temananya yang sudah mau memesan ia terpaksa harus makan di kafe tersebut ya walaupun mood nya tambah ancur.

" nik lo kenapa sih kok muka lo kusut gitu?" tanya dias merasa agak aneh pada niko.

" hmm gak kok gue gak papa lanjut aja makannya terus cepet kita cabut gue udah ngantuk nih." jawab niko cengang.

kawan kawan niko hanya bisa mengangkat bahunya masing masing karena tingkah niko yang tak seperti biasanya.

Di tempat lain indah sedang merayakan kemenagannya bersama kawan kawannya.
"dah lo masih hebat aja yah kaya dulu malahan lo jadi lebih hebat" ucap refi memuji.

"hahaa biasa aja gak ada hebat hebatnya" ucap indah merendahkan diri.

" yee kebiasaan lo dari dulu masih aja nempel gue kira lo bakal berubah kalo udah di amrik dan gak bakalan ngumpul ngumpul bareng kita lagi" cerocos refi.

" haha berubah? ke apa aja berubah emangnya fowerenger apa berubah, gue gak bakalan lupain lo lo pade orang cuma kalian sahabat gue malah gue udah nganggep kalin sebagai keluarga gue karena cuma kalian yang selalu ada buat gue" ucap indah pada Sahabat.

sahabatnya. Ya di balik keceriaan dan keramah tamaha indah menyimpan kesedihan yang orang lain tak tahu selain kawan kawannya ini apalagi refi.

* * *

pagi ini lidya lagi lagi tak di antar bundanya ke sekolah dan terpaksa ia harus naik taksi karena mobil yang s**a mengantarnya sekolah sedang di servis. Sesampainya di sekola ia melihat indah berjalan kearahnya.

" hai lidya selamat pagi hehe" sapa indah dengan senyumah manisnya.

"pagi" jawab lidaya singkat.

" lid jangan ngirit ngirit gitu d**g kalo ngomong" ucap indah pada lidya.

" emang kenapa?" tanya lidya Merasa bingung.

" ya kan biar asik" ucap indah riang.

" hmm ya aku coba, ya udah yuk masuk kelas bel udah mau bunyi" ajak lidya pada indah.

" hmm ok yuk" kata indah dan menggandeng lidya.

Sepulang sekolah indah memgajak lidya ke kafe favoritnya di sana mereka berdua berbincang bincang tentang diri mereka masing masing namun tak lama kemudian suara handpond indah berbunyi.

" halo bi"

"...."

" ok indah pulang tunggu ya bi sebentar lagi indah nyampe.

"....."

" iya bi iya".

indah menyimpan benda pipihnya kembali ke tas yang ia pakai lalu ia berpamitan pada lidya karena ada hal penting yang harus di selesaikan.

" lid gue pulang duluan gak papakan?" kata indah pada lidya.

" gak papako ya udah sana pulang nanti aku pulangnya naik taksi aja" jawab lidya.

" ya udah sorry ya gue gak bisa nganterin lo pulang." ucap indah merasa bersalah.

"ya udah gak papako nyantai aja" ucap lidya.

" ok gue pulang ya bay" pamit indah.

Sesampainya di rumah indah melihat mami dan papinya sedang bertengkar namun ia tak memperdulikannya karena itu sudah menjadi kebiasaan untuk indah.

" mas aku mau cerai sama kamu aku udah cape mas cape" kata rena mami indah penuh amarah.

" aku juga cape ngadepin kamu yang seperti ini" jawab rendi papi indah.

" ya sudah kita akhiri saja semua ini dan jangan pernah muncul di hadapanku lagi" kata rena dan pergi meningglakan rendi.

Di sisi lain indah hanya bisa menyaksikan pertengkaran mami dan papi nya, ia hanya bisa menagis dan tak memperdulikan orang tuanya karena rasa benci sudah menyelimti kepada kedua orang tunya dan mungkin ini yang dikatakan ibunya tempo hari mereka akan benar benar berpisah tanpa memperdulikan kebahagian indah.

setelah suasana sudah mereda kini ia pergi untuk menenangkan hatinya karena keadaanya hatinya begitu bekecamuk dan kalau di ibaratkan seperti kertas yang disobek sobek entah apa yang harus dilakukan karena ia tak bisa berbuat apa apa lagi dan hanya bisa menerima dan pura pura bahagia di hadapan orang orang.

suasana senja yang bigitu indah menyiratkan sebuah kebahagian pada lidya yang kini ia bahagia melihat ibundanya dan ayahnya datang dari jerman setelah beberapa minggu lalu dan lidya langsung memeluk mereka saking rindunya.

" bunda.... ayah... lidya rindu kok kalian lama banget sih disana emang kalian gak rindu apa sama aku?" cerocos lidya pada orang tuanya sambil memeluk mereka. lidya selalu cerewet jika di rumah lain lagi kalau di sekolah ia selalu menjadi anak yang super pendian.

" iya sayang maafin kami bukannya kami lupa tapi pekerjaan kami begitu banyak hingga menyita waktu sangat lama" ucap sang bunda.

" iya sayang maafin ya, oh ya ayah punya sesuatau buat kamu loh?" kata sang ayah dengan memperlihatkan apa yang dibawanya.

" apa itu aku penasaran" kata lidya sambil mengambil kantung yang ditengteng ayahnya.

" gimana kamu s**a gak sama hadiahnya" tanya bunda memastikan.

" aku s**a banget bun makasih makin sayang deh sama bunda" kata lidya sambil memeluk sang bunda tercintanya.

" ama ayah enggak nih" kata ayahnya memelas.

" sayang ayah juga makasih ya kalan selalu bikin lidya seneng dan maaf lidya belum bisa bales ini semua" kata lidya sedih.

" ihh apaan sih kan ini udah kewajiban ayah sama bunda jangan ngomong gitu ya gak baik" saran sera bundanya lidya.

" ia bener itu kata bunda gak boleh ya? kata dhani ayahnya lidya membenarkan.

"iya iya maafin lidya ya bun yah" ucap lidya.

mereka mengangguk dan pamit untuk beristirahat karena mereka baru saja pulang dengan keadaan yang bigitu melelahkan senghingga membutuhkam istirahat ekstra banyak. oh ya bunda dan ayahnya lidya adalah seorang pengusaha terbesar kedua di asia setelah papanya indah namun kehidupan mereka lebih di penuhi dengan canda dan tawa karena notabenya keluarga lidya humoris jika sedang di rumah sehingga membuat lidya nyaman untuk tinggal di rumah berbeda dengan indah walaupun ia kaya raya namun kehidupannya begitu gelap jauh dari kata bahagia bersama keluarga tak seperti lidya yang memiliki keluarga yang begitu humoris. namun walaupun indah tak bahagia di rumahnya ia punya teman teman yang selalu membuat ia bahagia seakan akan ia tak memiliki sebuah masalah karena ia sangat pintar menyembunyikan rasa sakit dan keterpurukan sehingga tak ada yang tau tentang kehidupan indah yang sebenarnya karena ia selalu menampilkan keceriaan jika di luar rumah.

sepeninggalan ayah bundanya lidya pergi ke taman belakan rumah karena itu adalah tempat favoritnya apalagi setiap sore karena ia bisa melihat sunset dan juga menikmati indahmya sore hari. setelah puas menyaksikan sunset dan menikmati pemandangan sore hari lidya segera masuk kekamarnya dan merebahkan diri di atas kasur yang berukuran agak besar lalu ia berkata.

"andai aku bisa menampilkan diriku semdiri di sekolah mungkin aku gak di hina dan direndahkan"pikir lidya merasa lelah dengan kehidupannya.

"astagfir apaan sih lid kamu itu gak bersyukur banget inget jangan pernah menyesal dengan keputusanmu apalagi selarang kan kamu udah penya sahabat yang menemani" gerutu lidya pada diri sendiri.

Address

Majalengka
45465

Telephone

+6285861901739

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Berbagai buku novel posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category