03/09/2015
H@SRI
SYNOPSIS
Ngondek by request
Sejak awal sampai sepuluh tahun berumah tangga, upayanya yang
maksimal dia lakukan saban malam itu tidak berhasil. Dia gagal membuat Murbaya bunting. Mungkinkah sumpah dan janjinya pada orang yang tinggal
kenangan itu masih memperlihatkan supremasinya.
Komar, seorang laki-laki normal – sebagai suami – yang beristerikan Murbaya dan sudah hidup berumah tangga selama sepuluh tahun tanpa anak, tiba-tiba merubah penampilan-nya dalam keseharian. Komar yang kocak orangnya dan menyenangkan dalam pergaulan itu memutuskan untuk mengenakan busana wanita. Bukan hanya sesaat saja tapi di se-panjang dia menjalani nanti hari-hari berikutnya berumah tangga bersama isterinya yang juga seorang perempuan tulen dan asli wanita. Bukan juga cuma sekadar iseng atau mau melawak, tetapi Komar berdandan abieess seperti selebriti papan atas yang lebih di atas.
Apa yang terjadi pada dirimu komrad Komar?
Dulu, sebelum menikahi Murbaya, Komar pernah beberapa kali mempunyai pacar. Ada yang berakhir manis karena masing-masing sudah bosan dan sepakat berpisah di per-simpangan. Ada juga yang menyakitkan misalnya karena si Dorothea Eduardo Ricardo de Carvajol berpindah ke lain sisi. Jika rindunya pada Dorothea datang, maka busana panggung milik mantan pacarnya itu dia peluk erat-erat sambil melumatnya. Merasa hasratnya tidak terpenuhi maka busana itu dia kenakan di tubuhnya lalu membayangkan Dorothea memeluk dirinya. Lama-kelamaan kebiasaan sentimentil gila itu dia tinggalkan juga ketika dia sudah mampu melupakan bekas penyanyi dang-dut kampung itu. Lama dia merasa hilang dari dirinya sebagai laki-laki dan kini dia temukan lagi. Terakhir se-seorang yang nyaris saja menjadi isterinya. Sayang dia juga bukan pasangan abadi yang disiapkan Tuhan untuk dirinya karena akhirnya, ada saja yang memisahkan cinta mereka. Yang tega merenggut perempuan kekasih hati terakhirnya itu bernama El Maut. Komar pun patah hati oleh karena begitu besar cintanya pada wanita yang dibawa pergi oleh sang perkasa itu. Hanya beberapa bulan saja setelah El Maut pergi membawa ke-kasihnya, Komar sudah menemukan gantinya.
Komar juga tak pernah melupakan cita-cita putihnya untuk tidak menitipkan janin calon anaknya di rahim wanita lain, kecuali wanita yang sudah abadi di pusaranya itu, tapi apakah itu menjadi harga mati untuk sebuah keinginan? Bukankah Murbaya juga punya rahim, dan Komar wajib membuahinya. Tapi bagaimana jika dia gagal? Bagaimana jika akhirnya dia impoten karena menjelma setengah laki-laki dan perlahan namun sistematis kemudian berubah menjadi waria?
Aaah, … akibat sumpah dari rayuan gombal dipercaya!