07/03/2021
Turut berduka cita atas berpulangnya Seniman
Innalillahi wa innalillahi rojiun telah berpulang ke rahmatullah
pada hari Minggu, 7 Maret 2021 pada pukul 14.10 WIB
di RS UMM Kota Malang
Nama : SUKANDAR
Umur : 72 Tahun
Alamat : Jl. Danau Belayan C5B/4 RT08/RW08,
Semoga amal dan ibadah almarhum/almarhumah diterima di sisi Allah SWT dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan".
Rencana Pemakaman di TPU Satrio Lesanpuro Wignyo
Story Of Nashir Ngeblues
EOS (Exebithion On The Street) adalah konsepsi Cak Kandar dalam proses berkeseniannya, menurutnya proses yang sedang dia lakukan, orang bokeh menamai apa saja, di bilang ngamen atau apapun itu.
"Menyanyi di beri kotak di depannya itu juga ngamen, hanya saja dia punya tempat khusus untuk lakukan itu, tapi aku berusaha menjemput bola dengan mendatangi kerumunan, karyaku adalah menyanyikan lagu dengan godong atau daun sebagai media.
"Daun bisa menjadi apa saja, jadi media untuk tata boga atau konsumsi makanan, pengobatan juga bisa menjadi alat musik, dan saya memanfaatkan daun sebagai media untuk bermusik dan menghibur orang" jelas Cak Kandar.
"Sebuah kreatifitas sejatinya adalah tanpa ada batasan, semua tergantung kejelian kita dalam membaca dan memanfaatkan apa yang ada di sekitar kita" lanjut Cak Kandar.
https://www.youtube.com/watch?v=H0hbrwudQ74
Turut berduka cita atas berpulangnya Seniman
Innalillahi wa innalillahi rojiun telah berpulang ke rahmatullah
pada hari Minggu, 7 Maret 2021 pada pukul 14.10 WIB
di RS UMM Kota Malang
Nama : SUKANDAR
Umur : 72 Tahun
Alamat : Jl. Danau Belayan C5B/4 RT08/RW08,
Semoga amal dan ibadah almarhum/almarhumah diterima di sisi Allah SWT dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan".
Rencana Pemakaman di TPU Satrio Lesanpuro Wignyo
Story Of Nashir Ngeblues
EOS (Exebithion On The Street) adalah konsepsi Cak Kandar dalam proses berkeseniannya, menurutnya proses yang sedang dia lakukan, orang bokeh menamai apa saja, di bilang ngamen atau apapun itu.
"Menyanyi di beri kotak di depannya itu juga ngamen, hanya saja dia punya tempat khusus untuk lakukan itu, tapi aku berusaha menjemput bola dengan mendatangi kerumunan, karyaku adalah menyanyikan lagu dengan godong atau daun sebagai media.
"Daun bisa menjadi apa saja, jadi media untuk tata boga atau konsumsi makanan, pengobatan juga bisa menjadi alat musik, dan saya memanfaatkan daun sebagai media untuk bermusik dan menghibur orang" jelas Cak Kandar.
"Sebuah kreatifitas sejatinya adalah tanpa ada batasan, semua tergantung kejelian kita dalam membaca dan memanfaatkan apa yang ada di sekitar kita" lanjut Cak Kandar.
https://www.youtube.com/watch?v=H0hbrwudQ74