28/10/2017
Review tanya jawab
1. Evi obk 9⃣
Untuk anak tipikal nalar, sudah terbiasa diikuti kegiatan yg berkaitan dgn kbutuhnnya ( mndiri) dn jg mmbntu org tua, smntra brtmu dgn lingkungan bru shingga tidak stabil bgmn cara proses pndmpingnnya agr stabil dgn sikap dn kbiasaannya diawal ( sblum menemui lingkungn baru).
Jawaban:
Kasih pijakan informasi agar siap mental sblm pindah. Bikin kesepakatan dengan anak kita. Lalu beri pijakan informasi kepada lingkungan baru, orang di lingkungan baru tsb. Sehingga proses adaptasi di tempat baru lebih cepat. Tidak kaget.
2. Pertanyaan kedua dari grup obk 2 :
Mau tanya,anak saya yg no 2,pengen sekali sepatu bola,ketika itu mendekati uts,lalu saya berkata,"mas,bagaimana kalo nnt mas rajin belajar,nnt kalo nilainya bagus ibu belikan sepatu bola,g harus rangking 1,penting belajarnya yg rajin."anak saya jadi rajin belajar dan saya dampingi belajarnya,ketika hasil uts dibagikan nilainya alhamdulillah bagus,peringkat 2,selisih sedikit yg rangking 1,maka saya penuhi keinginannya beli sepatu bola.apakah saya salah mendidik dalam hal ini,mohon bimbingannya?🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Jawaban:
Ibu menanamkan motivasi diri dari luar (iming2) ke dalam. Apakah salah? Tidak salah. Tp jika lama2 begitu terus, motivasi dia bertindak bisa berubah. Dia menyembah 'berhala' iming iming. Tidak ada iming2? Tidak mau bergerak. Padahal belajar adalah kebutuhan. Perlu ditumbuhkan dari dalam diri. Kelak, ibu meninggal, ayah meninggal, anak tetap bisa survive, krn segala motivasi tindakan dia, berasal dari dalam diri, dan tidak tergantung iming2 berhala dari luar diri.
3. Ada pertanyaan ada obk 2 :
Assalamu'alaikum bunda Yanti, ini dira. Ad yg mau saya tanyakan "bagaimana ya cara kita sebagai orangtua jika ingin mengajarkan anak ttg proses (dlm hal tdk gampang membelikan sesuatu) tetapi pada kenyataanny kami selaku orangtua tidak pernah memberikan uang jajan, bahkan mgkn ank kami blm paham ttg uang karena di sekolahny jg dilarang untuk jajan. Unt suatu award pun kami tdk memberikan dalam bentuk uang. Kami ingin mengenalkan anak unt bhemat, tp tdk pernah memberikan uang jajan. Kalau menabung memang sudah kami latih, misalkan uang itu kami berikan kepadany unt dtabung. Sebatas it saja bun yg membuat kami bingung untuk mengenalkannya.
Jawaban:
Ajak mengalami langsung spt apa proses bekerjanya orgtua. Kalau saya trainer parentin, kadang saya ajak anak saya agar dia tahu bahwa konsep bekerja dulu baru dapat rezeki, itu tertanam. Segala sesuatu, jika kita ingin, perlu direncanakan. Dia mengalami sendiri, harus bantu org lain dulu, baru dapat rezeki. Dan proses itu capek lho. Jadi, dia jika mau sesuatu dia sadar perlu merencanakan dulu, bukan ujug2 minta dan lgsg hadir brgnya. Perlu berusaha dulu. Kata kuncinya, libatkan anak di kegiatan. Experiential Learning namanya. Merasakan mengalami langsung.
4. OBK 19
1. Terimakasih sebelumnya Bunda Aisya dan Pak Ading ats materinya..
Yg mau saya tanyakan,,sebagai orangtua saya jg sdh mulai menerapkan jika anak2 meminta sesuatu tdk selalu saya turuti apa yg menjadi kemauannya melihat kebutuhan dan kemaslahatan barang itu buat diri anak2..
Tapi sering sebagai anak2 mereka sering protes kenapa teman2ku yg lain bs mendapatkan apa yg mereka mau dg mudah tetapi aq (anak saya) harus belajar menahan keinginan..?
Dan batasan apakah yg bs dilakukan saat mereka Mempunyai keinginan,,?
Maksudnya enaknya pas minta ini di turuti apa enggak ya??
Minta sarannya Bunda Aisyah dan Pak Ading..
Maturnuwun..
😊😊😊
Ditunggu materi2 parenting yg membangun lainnya..
😊😊😊
Jawaban:
Kasih tahu, beda keluarga beda aturan main, beda prinsip. Prinsip di keluarga kita adalah membeli barang sesuai kebutuhan. Mama papa tidak selalu hadir mendampingi anaknya. Jadi, jika anak2 org lain begitu minta barang langsung ada, maka nanti setelah besar, dia akan kesulitan. Apalagi jika keinginan anaknya minta brg yg lebih mahal, dengan durasi yg lbh sinkat. Kasus nyata, krn terlalu dituruti keingian anaknya terlalu gampang, begitu anaknya nonton sinetron anak jalanan, dia minta dibelikan motor besar. Orgtua udah renta. Kalau gak dibelikan, dia gak mau ikut ujian nasional. Di saat itu orgtua pusing 7 keliling. Mulai masuk masa 'panen'. Tentu kita tidak mau mengalami hal tsb.
5. Fitri obk 9⃣
Itu mulai usia berapa kita mulai mengajarkan seperti itu,, kalau masih bayi gak papa kan ya.. 😅
Jawaban: Masih bayi malah bagus... ajak bicara. Pelan, singkat. Insya Allah bayinya paham.
6. Pertanyaan k-2 dr OBK 1
➡ayah Iman:
pak ading, saya mau tny jika ada 2 keluarga dlm rumah...kami tinggal bersama kakek dan nenek...yg mana memiliki pola didik anak yg berbeda, merek lebih memanjakan anak ....tau beres...bahkan makanpun disuap....sedangkan kami ortunya menginginkan anak agar mengerti proses....apa yg hrs kami lakukan?? mhn bantuan pencerahan
Jawaban: Apakah tidak ada lagi yang merawat orgtua? Memang challenging berada satu rumah dgn orgtua. Kalau bisa pisah rumah, tp tetap deketan. Itu lebih baik. Supaya anak tdk bingung dgn pola pengasuhan.
7. Ayah Ading...
Ud ad yg mengajukan pertanyaan...
OBK 1
[17/10 18.50]ayah Adly:
Izin bapak/ibu saya ingin bertanya prihal mendidik anak..
[17/10 18.50] ayah Adly: Bagaimana mendidik anak dari kejauhan.saya sudah 2thn tidak bertemu dg anak2 saya...
Jawaban: Psangannya menghadirkan sosok ayah/ istri kepada anak. Sesering mungkin. Misalnya, "Kan kalau kata ayah, kitabeli barang sesuai kebutuhan, bukan sesuai keinginan..." hadirkan sosok ayah yg dipresentasikan oleh istri kepada anak sezering mungkin. Sering2 juga skype dgn anak. Tlp. Bertanya kabar. Jgn tanya hal2 yg gak nyaman. Tanyakan hatinya, perasaannya.
Yuk yang mau investasi buku islami : Muhammad Teladanku, Rasul Teladan Utama, Balita berakhlak Mulia By Sygma Daya Insani hub saya ya..0857 4923 3232