09/05/2018
Namanya sering dihubungkan dengan jaringan Al-Qaeda dan kelompok-kelompok islamis radikal lainnya. Sikap Khafagy yang secara terbuka enggan mengutuk HAMAS sebagai teroris, sebagaimana tuntutan beberapa pihak di Amerika, menjadi persoalan yang membuahkan ancaman serius padanya. Saat menjabat direktur urusan masyarakat CAIR, ia ditangkap aparat. Meskipun tuduhan sebagai penyalur dana jaringan teroris tidak terbukti, ia harus tetap berhadapan dengan penegak hukum dalam kasus tindak pidana perbankan dan pemalsuan visa. Khafagy akhirnya divonis bersalah oleh Pengadilan Federal Detroit pada bulan September 2003. Setelah 10 bulan ditahan di penjara, ia dideportasi ke Mesir.
Kembali ke tanah kelahirannya, alumnus University of Idaho dan Washington State University ini kembali melanjutkan kegiatan intelektual sekaligus dakwah Islam. Ia berinteraksi akrab dengan pergerakan Islam terbesar di Mesir, al-Ikhwan al-Muslimun. Elsharq News TV, saluran televisi yang dikenal pro-Ikhwan, adalah bentukan Khafagy. Televisi inilah yang kelak banyak berseteru dengan kelompok pendukung kudeta Jenderal Abdel Fattah al-Sisi terhadap pemerintahan Mohammed Morsi. Di kemudian hari, penjualan stasiun televisi ini kepada Ayman Nour, seorang politisi Mesir yang memilih tinggal di Turki, dan menimbulkan serangan keras dari pendukung al-Sisi.
Minatnya dalam pergerakan Islam dan politik praktis, tidak menjadikan Khafagy berlepas dari aktivitas keilmuan. Ia duduk dalam National Political Academy di negaranya, bahkan pernah menjabat sebagai ketua. Ia juga pernah menjadi direktur International Center for America and Western Studies. Ketika kondisi perpolitikan di Mesir tidak lagi kon- dusif bagi aktivitasnya, ia hijrah ke Turki. Di Istanbul, namanya juga tercatat dalam National Political Academy. Di institusi ini p**a beberapa karya tulisnya dipublikasikan luas.
Karya ini semoga membuka minda pembaca budiman tentang Khafagy, terutama gagasannya dalam mengimbangi propaganda kebencian pada Islam.
Yusuf Maulana, Editor