Tjandra Ratna Dewi

Tjandra Ratna Dewi Manajer Media Sosial | Ibu | Pecinta Buku
Virtual assistant membantu Anda fokus pada hal2 penting. Menyeimbangkan buku, bisnis, dan kehidupan keluarga

04/09/2026

Kenapa sekarang kita merasa semakin sulit fokus saat membaca?

Pernah baru membaca beberapa halaman, lalu tiba-tiba ingin mengecek HP?

Cek satu notifikasi → buka chat → lihat video sebentar → scrolling → dan ketika kembali ke buku…

“Tadi aku baca sampai mana, ya?” 😅

Kesulitan fokus tidak selalu berarti kita malas atau tidak s**a membaca. Kita hidup dalam lingkungan digital yang penuh stimulus dan terbiasa membuat perhatian kita berpindah dengan cepat.

Sementara itu, membaca membutuhkan kemampuan untuk bertahan pada satu aktivitas dan mempertahankan perhatian.

Kabar baiknya, fokus adalah kemampuan yang bisa dilatih. Begitu juga dengan kebiasaan membaca.

Karena itu, membangun pengalaman membaca yang menyenangkan dan konsisten sejak dini menjadi salah satu langkah penting untuk menumbuhkan kebiasaan membaca.

📚 Reading Oceans Plus hadir sebagai kelas literasi online yang membantu anak membangun kebiasaan membaca melalui pengalaman belajar yang menyenangkan.

Mari mulai dari satu halaman. Satu cerita. Satu kebiasaan baik.

28/08/2026

Bukan sekadar mencari jawaban. Belajar mempertanyakan asumsi.

Dengan First Principles Thinking, kita kembali ke dasar untuk menemukan kemungkinan baru—bahkan dalam cara kita belajar bahasa Inggris.

📚 English for Everyday Activities — 100 hari belajar bahasa Inggris melalui aktivitas sehari-hari.

Pesan bukunya di Lingua Shop.

27/08/2026
22/08/2026

Bagaimana jika mengetahui takdir justru menjadi beban?

Dalam Genom, Matt Ridley membawa kita pada dilema yang mengganggu: apakah kita benar-benar ingin mengetahui masa depan, jika kita tidak bisa mengubahnya?

📖 Genom — Kisah Spesies Manusia dalam 23 Bab

Informasi pertama bisa menjadi jangkar yang memengaruhi cara kita menilai sesuatu.Seberapa sering kita menyadarinya? Ken...
18/08/2026

Informasi pertama bisa menjadi jangkar yang memengaruhi cara kita menilai sesuatu.

Seberapa sering kita menyadarinya?

Kenali anchoring bias dan belajar memberi ruang bagi bukti sebelum mengambil keputusan.

Masih ingat cerita saya tentang pekerjaan remote yang saya dapatkan penawarannya di LinkedIn? Pagi ini saya mendapatkan ...
04/08/2026

Masih ingat cerita saya tentang pekerjaan remote yang saya dapatkan penawarannya di LinkedIn?

Pagi ini saya mendapatkan email pemberitahuan bahwa saya diterima.

Lalu saya diminta login, mempelajari platfom, membaca petunjuk onboarding, melengkapi informasi untuk pembayaran via Paypal, dan mulai mengerjakan 2 tugas ringan tapi berbayar.

Akhirnya saya digaji dolar 😁

18/07/2026
Di workshop ini, saya akan menjadi pengajar untuk Sesi 1: Social Media Management dan Sesi 3: VA Admin.Apakah materi wor...
29/06/2026

Di workshop ini, saya akan menjadi pengajar untuk Sesi 1: Social Media Management dan Sesi 3: VA Admin.

Apakah materi workshop di batch 2 sama dengan batch 1? Tentu tidak.

Pada batch 2, fokus pembelajaran bergeser dari sekadar memahami tugas menjadi memahami framework.

Kita akan membahas framework utama seorang Social Media Manager dan VA Admin, serta framework untuk setiap tugas yang mereka kerjakan. Dengan kata lain, workshop ini bukan berfokus pada tutorial penggunaan tools, melainkan pada cara berpikir seorang Social Media Manager dan VA Admin.

Mengapa saya memilih membahas framework, bukan tools?
Karena framework yang tepat akan menghasilkan proses yang tepat, dan proses yang tepat akan menghasilkan output yang tepat. Sebaliknya, tools hanyalah alat. Tools dapat dipelajari dengan relatif cepat ketika cara berpikir sudah kuat.

Selain itu, framework cenderung bertahan dalam jangka panjang, sedangkan tools terus berubah. Hampir setiap hari muncul aplikasi baru, fitur baru, atau AI baru. Jika hanya bergantung pada tools, kita akan terus mengejar perubahan. Namun, jika menguasai framework, kita akan lebih mudah beradaptasi dengan tools apa pun yang muncul di masa depan.

Tujuan workshop ini adalah membangun cara berpikir yang benar terlebih dahulu. Ketika framework sudah kuat, mempelajari tools baru akan menjadi jauh lebih mudah.

Yuk, segera mendaftar. Harga early bird berlaku sampai Selasa, 30 Juni 2026.

Jika AI Tidak Bisa Diandalkan 100%, Mengapa Ia Bisa Menjadi Agent?Saya sempat bingung.Katanya AI bisa bias, halusinasi, ...
18/06/2026

Jika AI Tidak Bisa Diandalkan 100%, Mengapa Ia Bisa Menjadi Agent?

Saya sempat bingung.

Katanya AI bisa bias, halusinasi, dan membuat kesalahan. Bahkan jawabannya perlu diperiksa dan diverifikasi kembali.

Kalau begitu, mengapa AI bisa disebut agent?

Jawabannya karena dalam banyak situasi yang dibutuhkan bukanlah kesempurnaan, melainkan produktivitas.

Manusia pun tidak pernah 100% benar. Kita tetap mempekerjakan staf, asisten, dan manajer meskipun mereka bisa salah. Yang penting kesalahannya bisa dideteksi dan diperbaiki.

AI saat ini lebih mirip intern yang sangat cepat daripada ahli yang selalu benar.

Ia bisa membantu:
✓ Mengumpulkan informasi
✓ Membuat rangkuman
✓ Menulis draft
✓ Menjawab pertanyaan rutin
✓ Membuat laporan awal

Tetapi manusia tetap memegang peran sebagai pemeriksa akhir.

Lalu bagaimana dengan autonomous agent?

Jika yang dimaksud adalah sistem yang dapat menerima tujuan dan menjalankan banyak langkah sendiri, teknologi itu sudah ada.

Namun jika yang dimaksud adalah agen yang memiliki tujuan, motivasi, dan ambisi sendiri seperti dalam film fiksi ilmiah, jawabannya: belum.

AI tidak memiliki keinginan pribadi. Tujuan tetap datang dari manusia.

Saya teringat sebuah klaim:

"Satu orang bisa memiliki 10 perusahaan tanpa karyawan berkat AI."

Sebagian adalah fakta, sebagian masih asumsi.

AI memang membuat produksi lebih mudah. Menulis konten, membuat desain, membangun website, hingga riset kini bisa dilakukan jauh lebih cepat.

Tetapi AI tidak otomatis menciptakan pelanggan, kepercayaan, reputasi, dan relasi.

AI menjadi agent bukan karena sempurna.

AI berguna karena mampu menangani banyak pekerjaan rutin dengan cepat, sementara manusia dapat fokus pada keputusan yang benar-benar penting.

Untuk saat ini, AI lebih tepat dipandang sebagai asisten yang sangat kuat daripada pengganti manusia yang sepenuhnya mandiri.

Dan ya, tulisan serta carousel ini pun saya buat dengan bantuan AI. Sementara AI membantu menyusun draft dan ilustrasi, saya bisa olahraga, sarapan, menyapu rumah, dan menyalakan mesin cuci.

AI menghemat waktu saya.

Tetapi tanggung jawab tetap ada pada saya.

Address

Tounelet
Manokwari
95655

Telephone

08114709791

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Tjandra Ratna Dewi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share