12/08/2025
Reposted from .official π’ APVI-BREAKING NEWS π’
Riset BRIN: V**e Punya Kadar Zat Toksik Jauh Lebih Rendah dari Rokok Konvensional
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menguji 60 produk rokok elektronik (REL) dan 3 merek rokok konvensional berdasarkan parameter WHOβs Nine Toxicants. Penelitian BRIN membuktikan kadar zat toksik pada v**e jauh lebih rendah dibanding rokok konvensional, memberi harapan pada pendekatan pengurangan bahaya (harm reduction).
π Hasil Utama:
β’ Mayoritas zat toksik pada REL berada di bawah ambang batas deteksi WHO.
β’ Secara keseluruhan, kadar zat toksik REL signifikan lebih rendah dibanding rokok konvensional.
β’ Tetap ada risiko, namun potensi harm reduction terhadap rokok konvensional jelas terlihat.
Secara keseluruhan, kadar zat toksik pada produk e-cigarettes signifikan lebih rendah dibanding rokok konvensional menunjukkan adanya potensi harm reduction relatif terhadap produk pembakaran. Namun, penelitian juga menegaskan bahwa REL bukan tanpa risiko dan perlu pengawasan mutu serta standar pengujian dan pelabelan yang konsisten.
βData ini menjadi bukti ilmiah bahwa produk v**e memiliki profil risiko yang lebih rendah dibandingkan rokok konvensional, namun tetap memerlukan pengawasan mutu dan regulasi yang jelas.β - Prof. Bambang Prasetya, BRIN
π― Pandangan APVI
APVI menyambut baik Kajian BRIN ini, dan mendorong perumusan kebijakan untuk menerapkan diferensiasi regulasi berbasis tingkat Faktor risiko. Regulasi yang adil dan berbasis bukti diperlukan untuk melindungi konsumen, memastikan standar mutu, dan memungkinkan inovasi yang bertanggung jawab.
βKebijakan berbasis faktor risiko adalah langkah maju untuk melindungi masyarakat sekaligus mendukung inovasi teknologi produk alternatif.β - Budiyanto, Ketua Umum APVI
π Saatnya regulasi yang Adil, Proporsional, dan Berbasis Sains untuk melindungi konsumen dan mendorong industri bertanggung jawab.
**eIndonesia