Toko Gramedia Maumere

Call Directions

Toko Gramedia Maumere Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Toko Gramedia Maumere, Comic Bookstore, Jalan Kesehatan No. 8 Kelurahan Beru/Kecamatan Alok Timur, Maumere.

Konon menurut Kitab Suci, kelahiran Yesus telah diramalkan oleh para nabi melalui kisah-kisah Perjanjian Lama. Nabi Yesa...
22/05/2016

Konon menurut Kitab Suci, kelahiran Yesus telah diramalkan oleh para nabi melalui kisah-kisah Perjanjian Lama. Nabi Yesaya dalam kitabnya berkata: “Seorang anak telah lahir untuk kita. Lambang pemerintahan ada di bahunya. Dan namanya disebutkan orang: Penasehat Ajaib, Allah yang perkasa, Bapa yang kekal, raja damai.” Kelahiran Yesus di Bethlehem adalah penggenapan terhadap kisah-kisah tersebut. Pada malam kelahirannya, para malaikat memenuhi langit, para gembala datang menyembahnya, dan ahli-ahli bintang dari timur mengikuti bintang yang bersinar terang untuk menemukan sang raja. Herodes, raja yang berkuasa di Israel pada saat itu, mendengar kisah lahirnya sang raja baru dan menganggapnya sebagai ancaman atas kekuasaannya. Maka ia memerintahkan pembunuhan semua anak laki-laki yang berumur di bawah 2 tahun. Bayi Yesus selamat dari pembantaian ini karena ayah ibunya – Yusuf dan Maria berhasil lari ke Mesir.
Cuplikan kisah dari Perjanjian Baru tersebut pasti tidak asing untuk pemeluk agama Kristen. Akan tetapi, karena Kitab Suci bukanlah buku sejarah yang menceritakan secara detil setiap peristiwa, sia-sia jika kita berharap menemukan detil kisah tersebut dalam Kitab Suci. Kisah-kisah yang tidak pernah ditulis dalam Kitab Suci itulah yang menginsiprasi Anne Rice. Ia secara menarik menulis imajinasinya tentang tahun-tahun kehidupan kanak-kanak Yesus di Mesir dan kep**angannya ke Israel.
Alkisah keluarga besar Yusuf hidup sebagai tukang kayu di Alexandria. Walaupun mereka hidup sebagai orang asing di kota itu, mereka hidup relatif makmur dan berhasil.. Kehidupan berjalan dengan tenang sampai pada suatu hari Yesus secara tidak sengaja “membunuh” seorang anak yang selalu mengganggunya, kemudian menghidupkannya lagi. Bisik-bisik dan cemooh berubah menjadi tantangan terang-terangan sehingga akhirnya Yusuf memutuskan untuk meninggalkan Mesir dan kembali ke Israel, ke sebuah desa bernama Nazareth.
Cerita pembuka tersebut menjadi awal kisah pencarian diri Yesus kecil. Yesus kecil kebingungan dengan kekuatannya yang bisa mengubah burung mainan dari tanah liat menjadi burung yang hidup, kekuatan doanya yang bisa menghentikan hujan dan mendatangkan salju, bahkan ketakutannya ketika secara tak sengaja ia “membunuh” teman sepermainannya. Ketidak terus terangan Maria dan Yusuf tentang cerita kelahiran Yesus menambah kebingungan Yesus kecil. Keinginan tahuan seorang anak kecil membuatnya berusaha mengetahui siapa dirinya dengan bertanya ke sana sini, kepada Alfeus pamannya, Yakobus, bahkan kepada beberapa pemuka agama Yahudi yang ditemuinya di Bait Allah. Dari mereka Yesus mendapatkan potongan-potongan cerita yang tak lengkap tentang kelahirannya yang sudah diramalkan sebelumnya, tentang pertunangan ibunya dengan Yusuf, tentang kelahirannya di kandang hewan, dan tentang pembantaian yang dilakukan oleh Herodes. Kebingungan-kebingungan tersebut bahkan berkembang menjadi ketakutan yang teramat dalam, karena Yesus merasa bersalah atas terbunuhnya ribuan anak laki-laki dikarenakan Herodes mencari dirinya. Baru setelah
Maria memutuskan untuk memberitahu putranya tentang siapa dia sesungguhnya, potongan-potongan cerita tersebut akhirnya menjadi lengkap.
Rice banyak bercerita melalui interaksi Yesus dengan keluarga terdekatnya: Maria – Ibu yang sangat dicintainya, Yusuf – suami Maria, paman-paman dan bibi-bibi Yesus. Di samping tokoh-tokoh Kitab Suci, terdapat p**a beberapa tokoh yang tidak pernah ada dalam “versi” Kitab Suci, seperti Yakobus (kakak tiri Yesus) dan Salome kecil (sepupu perempuan Yesus). Tokoh-tokoh tersebut bisa jadi merupakan karakter rekaan ciptaan sang pengarang, atau berasal dari injil-injil apokrip (kitab-kitab yang menceritakan tentang kehidupan Yesus, tapi tidak diakui resmi oleh institusi gereja).
Bagi pembaca yang familiar dengan kisah kehidupan Yesus, gaya bertutur Rice membantu imajinasi tentang karakter-karakter tiap tokoh. Maria digambarkan sebagai wanita yang polos, yang sepenuhnya berserah pada kehendak Tuhan, walaupun ita tak luput dari keragu-raguan. Maria digambarkan sebagai wanita yang kuat untuk Yesus, tapi sekaligus rapuh dan taat kepada adat, keluarga, dan masyarakat. Yusuf, yang oleh Gereja Katolik selalu digambarkan sebagai ayah yang baik dan melindungi Yesus, digambarkan sebagai pria taat Tuhan yang tidak banyak bicara, dan lebih memilih untuk menyimpan kebingungannya dengan diam dari pada berkata-kata seolah-olah ia tahu segalanya.
Mengapa Rice menulis ini? Semata-mata sebagai sarana untuk mengekspresikan kreativitas kah? Catatan penulis yang diletakkan pada akhir buku ini menjadi catatan pelengkap yang menarik, lengkap dengan riwayat singkat sang pengarang yang lahir dan tumbuh di lingkungan Katolik – Irlandia di Amerika yang kaku, bertahun-tahun meninggalkan gereja, menikah dengan seorang ateis yang ia gambarkan sebagai orang paling bernurani yang pernah ia kenal. Ia ingin mengetahui mengapa banyak orang baik memilih untuk tidak terikat dengan institusi keagamaan tertentu. Pada akhirnya memang Rice memutuskan kembali kepada “lingkungan lama”-nya, gereja katolik. Tapi saya memiliki pendapat personal bahwa ini bukan buku “kesaksian iman”, atau buku yang mencoba menarik pembaca ke institusi agama tertentu – dalam hal ini gereja katolik atau kristianitas. Buku ini lebih merupakan hasil refleksi pribadi Anne Rice, yang ia temukan melalui studi literatur, membaca, dan menulis. Sama seperti sebagian pribadi berefleksi melalui bentuk-bentuk yang berbeda seperti musik, lukisan, ilmu pengetahuan, doa, atau pun bentuk-bentuk yang lain.
Dan akhirnya, seperti Rice menemukan “legenda pribadi’ – nya melalui tulisan-tulisannya, buku ini seperti mengajak kita menemukan hal yang sama dalam keseharian kita, dengan cara kita sendiri.

Buku CHRIST THE LORD
Rp. 84.000
Bisa Anda dapatkan di Gramedia Maumere dan Gramedia Ursula Ende

Lord Voldemort, tokoh terjahat ciptaan J.K. Rowling dalam serial novel suksesnya, Harry Potter, tidak ada apa-apanya dib...
22/05/2016

Lord Voldemort, tokoh terjahat ciptaan J.K. Rowling dalam serial novel suksesnya, Harry Potter, tidak ada apa-apanya dibanding karakter antagonis dalam cerita terbaru sang penulis.
Rowling, kali ini dalam wujud Robert Galbraith, menciptakan kejahatan yang lebih dari si-tak-bisa-disebut-namanya seperti Voldemort. Yakni, seorang psikopat sadis.
Kalau dalam novel Galbraith sebelumnya, The Silkworm, sang penjahat berani mengeluarkan organ dalam penulis Owen Quine dengan cairan pembersih, kali ini pembunuhan lebih kejam.
Mengutip Sidney Morning Herald, psikopat tak bernama dalam novel terbaru berjudul Career of Evil berani memotong-motong tubuh korbannya sampai berkeping-keping dan mengirimkannya melalui kotak surat selayak dokumen penting.
Career of Evil bercerita tentang seorang paedofil yang juga pembunuh berantai, sekaligus pengidap Body Integrity Identity Disorder. Kondisi mental itu membuat penderitanya ingin mengamputasi tubuh mereka.
Sepotong kaki perempuan misterius pun terkirim ke kotak pos detektif swasta yang menjadi pemeran utama sejak buku pertama, Cormoran Strike. Bersama asisten cantiknya, Robin Ellacott ia pun memecahkan misteri itu.
Strike, yang sebelumnya berhasil memecahkan kasus pembunuhan Lula Landry dan Bombyx Mori, berpendapat setidaknya empat orang di masa lalunya yang mungkin bertanggung jawab.
Seperti biasa, polisi mencurigai orang yang menurut Strike salah. Sementara itu, Strike dan Robin bertindak dengan cara sendiri, mengikuti insting detektif yang dimiliki.
Menurut Sphere, publisis novel, Career of Evil bagai cerita mencekam tentang lelaki dan wanita yang berada di persimpangan jalan.
Bukan hanya pembaca yang sepertinya bakal menganggap novel kali itu seram. Sang penulis sendiri pun mengaku mendapat mimpi buruk saat melakukan riset untuk novel terbarunya itu.
Galbraith menganggap novel itu bagai buku horor. Pertama kali dalam sejarah kariernya, buku yang ditulis membuatnya sulit tidur.
Career of Evil merupakan novel ke-tiga Rowling di bawah nama Galbraith. Sejak buku pertama, The Cuckoo's Calling, tokoh utamanya adalah Strike dan Robin dan temanya kriminalitas.
Yang berbeda, Career of Evil akan memberikan perspektif pembunuh di beberapa bagian buku.
Novel itu rencanya dirilis pada hari ini, Kamis (22/10). Namun 24 hari terakhir, ia sudah menempati peringkat pertama dalam penjualan awal di Amazon. Rowling sendiri memang menyebutnya sebagai buku terbaik yang pernah ditulis. (rsa/vga)
Dapatkan Segera Buku dari Robert Galbraith "CAREER OF EVIL"
Rp.213.500

Berawal dari keterlambatan mengikuti upacara pertama di sekolah baru, Salma Alvira bertemu dengan seorang cowok yang mem...
22/05/2016

Berawal dari keterlambatan mengikuti upacara pertama di sekolah baru, Salma Alvira bertemu dengan seorang cowok yang membantunya menelusup lewat gerbang samping. Selidik punya selidik, cowok itu ternyata bernama Nathan; murid nakal yang sering jadi bahan gosip anak satu sekolah. Beberapa rangkaian kejadian pun terjadi, yang justru menghantarkan Salma untuk menjadi kian lebih dekat dengan Nathan. Dua kepribadian yang saling bertolak belakang, seperti langit dan bumi; yang tidak bisa bersatu tapi saling melengkapi. Novel ini mengisahkan tentang masa indah putih abu-abu, persahabatan, pelajaran kehidupan, dan pentingnya untuk selalu menghargai perasaan.

***

“Saya dibuat tersenyum sepanjang cerita dengan kekonyolan khas anak SMA. Ditambah gaya penuturan luwes seakan mengilas balik memori saya sewaktu duduk di bangku SMA. Good job, Ris!”
—LM CENDANA, Novelis

“Dear Nathan itu keren. Benar-benar khusus buat anak-anak muda di masa sekarang. Pokoknya rekomendasi banget! Semua anak muda harus baca cerita ini.”
—Poppi Pertiwi, Novelis

“Novel ini pecah! Bukan hanya membuat pembaca s**a dengan Nathan, tapi di cerita ini mengajarkan kita tentang arti persahabatan, kekompakan, pentingnya keluarga dan belajar dari masa lalu.”
—Wulan D, Reader

“Cerita yang powerfull dan sukses buat pembaca penasaran dengan kelanjutannya. Love story antara Nathan dan Salma pun selalu bikin baper! Alur yang pas serta penulisan yang sempurna, menambah nilai tinggi pada cerita ini. Intinya, love it so much, and have fun for the novel.”
—Holanggg , Reader (less)

Address

Jalan Kesehatan No. 8 Kelurahan Beru/Kecamatan Alok Timur
Maumere
86121

Telephone

(0382) 23222

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Toko Gramedia Maumere posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share