02/09/2026
ORANG BATAK TAK MEMERLUKAN NEGARA MODERN DATANG UNTUK BELAJAR MENGATUR DIRINYA. Jauh sebelum batas administratif dan birokrasi kolonial bekerja, sudah ada marga, Dalihan Na Tolu, huta, horja, bius, onan, serta mekanisme kepemimpinan yang mengatur relasi sosial sekaligus distribusi kekuasaan. Prof Bungaran membedah bangunan itu dengan pendekatan antropologi budaya dan politik, melihat bagaimana masyarakat Batak Toba berhadapan dengan Islam, Kristen, kolonialisme dan perubahan pemerintahan hingga 1945. Penelitiannya bermula dari lapangan 1975–1976 dan kemudian diperkaya arsip serta penelitian di Leiden, Amsterdam dan Den Haag. Menariknya, ia tidak menempatkan adat sebagai benda museum, melainkan sistem sosial-politik yang pernah benar-benar bekerja. Membaca buku ini, kita seperti diajak mundur sejenak untuk melihat bahwa sebelum negara mendefinisikan apa itu pemerintahan, Batak Toba sudah lebih dulu punya cara mendefinisikan wilayah, hubungan, kewajiban dan kekuasaannya sendiri.
📖 BATAK TOBA,
STRUKTUR SOSIAL
DAN SISTEM POLITIKNYA HINGGA 1945
✍️ Bungaran A. Simanjuntak
🏷️ YOI (2006) | 220 hlm
💰 65-rb