09/03/2025
Rom 10:16-21
Ada sebuah pepatah yang sangat populer di kalangan masyarakat tentang mendengar: “Mendengar lebih baik daripada berbicara”. Tentu ini menjadi sebuah pengingat dan ajakan betapa pentingnya 'mendengar' dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi terkadang 'mendengar' menjadi sangat sulit untuk dilakukan. Orang-orang lebih s**a berbicara daripada mendengarkan. Hal ini terjadi karena dalam 'mendengar' kita memerlukan konsentrasi yang lebih tinggi, harus mampu mengolah informasi melalui apa yang didengar, dan harus memahami konteks dari informasi yang didengar.
Akan tetapi, 'mendengar' jauh lebih mudah dilakukan jika yang berbicara adalah orang yang kita kasihi. Melalui ini, 'mendengar' adalah salah satu bentuk dari cinta. Ketika orang yang kita s**a berbicara, kita akan dengan senang hati memberikan perhatian dan mendengarkan dengan serius. Contoh kecil: Ketika dua orang remaja sedang dimabuk oleh asmara, keduanya akan dengan senang hati melakukan kegiatan sleepcall (bertelepon sampai tertidur).Apabila ditanya alasan mengapa mereka mau melakukan sleepcall itu, maka mereka akan menjawab: ' hanya mendengar deru nafasnya saja, aku sudah bahagia' . Maka benarlah bahwa: Mendengarkan adalah salah satu bentuk cinta.
Selanjutnya, mendengar adalah salah satu bukti bahwa kita memberikan perhatian. Contohnya: ketika seorang anak kecil yang meminta orangtuanya agar mau mendengarkan ocehannya, itu tandanya bahwa anak kecil itu sedang meminta untuk diperhatikan. Melalui kedua hal ini, kita dapat memahami Firman Tuhan minggu ini yang memuat tema “Iman Timbul dari Pendengaran”.
ISI
Paulus dalam perikop ini menjelaskan tentang bangsa Israel yang gagal. Bangsa Israel dan bangsa-bangsa lain diselamatkan melalui imannya kepada Kristus. Tetapi bangsa Israel gagal diselamatkan karena mereka tidak memiliki iman (Rm. 9:32). Keselamatan yang disampaikan Paulus adalah keselamatan yang universal , yang tidak membeda-bedakan antara orang bukan Yahudi atau orang Yahudi, tetapi diterima melalui iman kepada pribadi Yesus Kristus (Rm. 10:12). Ini merupakan peristiwa berulang yang sering terjadi dalam kehidupan bangsa Israel. Kebebalan bangsa Israel kembali terlihat dalam sejarah kekristenan di Roma. Dua hal yang ditekankan oleh Paulus dalam perikop ini bahwa: tidak semua orang menerima kabar baik (ay.16); bangsa Israel mendengarkan kabar baik itu tetapi tidak menanggapinya (ay.19a). Padahal Paulus mengatakan iman itu akan timbul dari ketika kita mendengarkan firman Allah.
Iman berarti keyakinan, keyakinan atau keyakinan terhadap sesuatu/seseorang. Ibrani 11:1 mengatakan bahwa iman adalah dasar dari segala sesuatu yang diharapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tak terlihat. Dalam Ay. 17 “Iman timbul dari …..” Artinya: Iman tidak datang dari diri kita sendiri, melainkan dari luar diri kita. Iman itu harus datang dari suatu sumber di luar dirinya, ada sesuatu yang menggerakkan iman itu agar bertumbuh dalam diri manusia. Iman itu merupakan pemberian dari Allah, dan ditanamkannya dalam diri kita (Ef. 2:8).
Dikatakan “Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Kristus”. yang menggerakkan kita supaya beriman adalah adanya keinginan untuk mendengarkan. Mendengarkan dalam konteks ini bukan sekedar menerima suara secara fisik. Dapat kita lihat dalam terjemahan bahasa Batak: Manangihon . Manangihon tentu berbeda dengan mambege. Mambege diartikan hanya sekedar mendengar, tetapi manangihon berarti mendengar dengan penuh perhatian. Banyak orang yang hanya bisa mendengarkan, tetapi sedikit orang yang bisa memberikan perhatian.
REFLEKSI
Mendengarkan akan lebih mudah dilakukan jika kita memiliki kasih. Sama halnya dengan manusia, kita dengan mudah mendengarkan seseorang kalau itu adalah orang yang kita cintai. Sekalipun yang dikatakan merupakan omongkosong, tetapi karena kita begitu mencintainya, kita akan mendengarkan dengan penuh perhatian. Sebaliknya, jika kita tidak membunuh orang yang sedang berbicara, meskipun yang diucapkan adalah informasi penting, kita akan menganggap itu omong kosong. Maka seperti itu juga terhadap Kristus. Kalau kita tidak mengasihi Kristus, maka kita akan berat hati untuk mendengarkan FirmanNya. Tetapi apabila kita mengasihi Kristus, kita akan dengan senang hati mendengarkan FirmanNya. Maka sebelum mencintai ataupun mencintai, tentu kita harus memiliki pengenalan yang lebih dalam kepada Kristus. Bagaimana cara kita untuk semakin mengenal Kristus? Tentu kita harus menjalin hubungan yang intens dengan Kristus. Oleh karena itu, kenalilah Kristus lebih dalam lagi, dan kasihilah Kristus karena demikian, iman kita akan bertumbuh, dicabut, dan berbuah
Selamat hari minggu