12/07/2022
Tanggal 11 Dzulhijjah dan Panduan Hari Tasyriq
Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi
Nabi bersabda:
إِنَّ أَعْظَمَ اْلأَيَّامِ عِنْدَ اللهِ يَوْمُ النَّحْرِ ثُمَّ يَوْمُ اْلقَرِّ
Sesungguhnya hari yang paling agung disisi Alloh adalah hari Nahr (menyembelih) kemudian hari Qorr. (HR. Abu Dawud 1765, sanadnya bagus sebagaimana dikatakan oleh Syaikh al-Albani dalam Al-Misykah 2/810)
Imam Ibnu Atsir berkata: “Hari Qorr adalah besoknya hari Nahr yaitu sebelas Dzulhijjah, dinamakan demikian karena manusia pada tanggal tersebut menetap di Mina”. (An-Nihayah fi Gharibil Hadits 4/37).
Dan hari ini termasuk perayaan Islam juga. Nabi bersabda:
إنَّ يومَ عرفةَ ويومَ النَّحرِ وأيَّامَ التَّشريقِ عيدُنا أَهْلَ الإسلامِ ، وَهيَ أيَّامُ أَكْلٍ وشربٍ
Sesungguhnya hari Arafah, hari penyembelihan dan hari tasyriq (11, 12, 13 Dzulhijjah) termasuk perayaan kita umat Islam, hari makan dan minum. (HR. Nasai 3004 dan dishahihkan al Albani)
Adapun amalan di hari ini dan hari-hari tasyriq adalah:
1. Memperbanyak Dzikir
Alloh berfirman:
وَاذْكُرُوا اللّٰهَ فِيْٓ اَيَّامٍ مَّعْدُوْدٰتٍ ۗ
Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang. (QS. Al-Baqoroh: 203).
Imam al-Qurtubi mengatakan: "Tidak ada perselisihan dikalangan ulama bahwa hari yang berbilang pada ayat ini adalah hari-hari mina yaitu hari tasyriq”. (Al Jami' li Ahkamil Quran 3/3)
Termasuk dzikir yang dianjurkan adalah takbiran muthlaq dan muqoyyad setelah shalat lima waktu hingga terbenammya matahari akhir hari tasyriq.
2. Menyembelih Qurban
Rasulullah bersabda:
كُلُّ أَيَّامِ التَّشْرِيْقِ ذَبْحٌ
Seluruh hari Tasyrik adalah waktu penyembelihan (kurban). (HR.Ahmad 4/82, Ibnu Hibban 1008, Baihaqi 9/295. Dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih al-Jami:4537).
Adapun anggapan sebagian kalangan bahwa waktu penyembelihan hanya di tanggal 10 Dzulhijjah saja maka ini termasuk kesalahan.
3. Bersenang-Senang Dengan Makan dan Minum
Rasulullah bersabda:
أَيَّامُ التَّشْرِيْقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَ ذِكْرِ اللهِ
Hari tasyriq adalah hari untuk makan, minum dan berdzikir. (HR. Muslim 1146)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan:
جمع الناس للطعام في العيدين وأيام التشريق سنة وهو من شعائر الإسلام التي سنها رسول الله صلى الله عليه وسلم للمسلمين
“Mengumpulkan manusia untuk makan-makan di dua hari raya dan hari-hari tasyrik adalah sunnah dan ia merupakan bagian dari syiar-syiar Islam yang disunnahkan Rasulullah shalallahu ‘alaihissalam bagi kaum muslimin.” (Majmu’ Fatawa, 25/298)
Karena hari-hari tasyriq adalah perayaan Islam dan waktu untuk bersenang-senang dengan perkara mubah, maka tidak boleh berpuasa di hari-hari tasyriq kecuali bagi jamaah haji tamattu' dan qiran yang tidak mendapati hadyu (sembelihan).
عائشة وابن عمر رضي الله عنهم قالا : ( لم يرخص في أيام التشريق أن يصمن إلا لمن لم يجد الهدي ) رواه البخاري (1998
Aisya dan Ibnu Umar berkata: Tidak diberi rukhshah (keringanan) untuk puasa di hari-hari tasyriq kecuali bagi jamaah haji yang tidak mampu menyembelih hadyu (sembelihan). (HR. Bukhari 1998)