TBK Putri Kembar

TBK Putri Kembar ✅️ Info Dunia Usaha
✅️ Berbagi Tips Dagang
✅️ Aktifitas Keseharian di TBK PUTRI KEMBAR

08/09/2026

📦 GUDANG BERANTAKAN? JANGAN DIBIARKAN!

Gudang yang berantakan bukan hanya membuat pemandangan tidak nyaman, tetapi juga bisa membuat kita sulit mencari barang, salah menghitung stok, barang rusak, bahkan kehilangan waktu dan uang.

💡 Solusinya sederhana:
✅ Kelompokkan barang berdasarkan jenis
✅ Pisahkan barang lama dan baru
✅ Beri label pada setiap rak atau kotak
✅ Susun barang yang paling sering terjual di tempat yang mudah dijangkau
✅ Buat catatan stok secara rutin
✅ Rapikan gudang setiap hari, meskipun hanya 10–15 menit

Ingat, gudang yang rapi membuat pekerjaan lebih cepat, stok lebih terkontrol, dan bisnis lebih mudah berkembang.

Bagi pedagang, kerapian bukan sekadar soal penampilan—tetapi bagian dari cara menghemat waktu, mengurangi kerugian, dan meningkatkan keuntungan. 💰📈

Rapikan gudang hari ini, supaya usaha lebih mudah dikelola esok hari! 🚀

07/09/2026

Dengan Sedekah, usaha kita terhindar dari kerugian dan musibah lainnya.

“Siapa sangka, demi membangun warung 4×6 meter, dia rela meninggalkan gaji Rp7 juta setiap bulan.”Banyak orang mungkin m...
07/09/2026

“Siapa sangka, demi membangun warung 4×6 meter, dia rela meninggalkan gaji Rp7 juta setiap bulan.”

Banyak orang mungkin menganggap keputusan itu gila. Meninggalkan pekerjaan dengan penghasilan tetap demi usaha yang belum tentu berhasil.

Tapi ada satu hal yang lebih besar dari rasa takut: keinginan untuk memiliki dan membangun usaha sendiri.

Alhamdulillah, keputusan itu perlahan terbayar. Dari warung kecil, hari ini usaha kami sudah memiliki 2 cabang dan terus berkembang. ❤️

Buat kamu yang sedang ingin memulai usaha, jangan tunggu sampai punya modal besar.

Mulai dari yang kecil. Mulai dari yang kamu punya. Mulai sekarang.

Karena bisnis besar tidak selalu dimulai dari tempat yang besar.

Yang penting bukan seberapa kecil awalnya, tapi seberapa kuat kamu bertahan dan mengembangkannya.

Jangan menyerah. Siapa tahu, usaha kecil yang kamu mulai hari ini adalah awal dari sesuatu yang jauh lebih besar. 🔥

06/09/2026

BISNISMU JALAN, TAPI KAMU MAKIN CAPEK?
OMZET MASUK, TAPI KEPALA NGGAK PERNAH TENANG?

Kalau semua masalah bisnis masih harus kamu yang selesaikan…

Semua keputusan masih nunggu kamu…

Dan saat kamu berhenti bekerja, bisnis ikut melambat…

Mungkin masalahnya bukan kamu kurang kerja keras.

Tapi kamu masih menjalankan bisnis dengan cara berpikir seorang pekerja, bukan seorang business owner.

🔥 Kabar baiknya, kalau kamu mulai punya 5 ciri ini, berarti kamu sedang berubah menjadi business owner versi terbaikmu.

Bukan karena omzetmu tiba-tiba besar.

Tapi karena cara berpikirmu sudah naik level.

Ini tanda-tandanya 👇

1️⃣ Kamu berhenti menyalahkan keadaan

Dulu kamu bilang:
“Market lagi sepi.”

Sekarang kamu mulai bertanya:
“Apa strategi yang harus aku perbaiki?”

Karena kamu sadar…

Bisnis memang naik turun.
Tapi cara meresponsnya adalah tanggung jawab seorang owner.

---

2️⃣ Kamu mulai sibuk membangun sistem, bukan cuma mengejar penjualan

Kamu mulai memikirkan:

• SOP
• Alur kerja
• Pembagian tugas
• Standar pelayanan
• Cara kerja tim

Karena kamu mulai paham:

Jualan bisa bikin kamu sibuk.
Tapi sistem bisa membuat bisnis tetap berjalan.

---

3️⃣ Kamu nggak lagi gampang tergoda diskon sembarangan

Dulu sedikit sepi langsung potong harga.

Sekarang kamu mulai fokus membangun value.

Karena kamu tahu…

Bisnis sehat bukan bisnis yang selalu paling murah.

Tapi bisnis yang paling dibutuhkan, dipercaya, dan membuat pelanggan mau kembali.

---

4️⃣ Kamu mulai belajar membaca angka, bukan hanya mengikuti perasaan

Omzet, margin, cashflow, biaya, dan stok mulai kamu pantau.

Karena kamu sadar:

Feeling bisa membuatmu merasa bisnis baik-baik saja.
Tapi angka menunjukkan kondisi bisnis yang sebenarnya.

Owner yang ingin naik kelas harus berani mengambil keputusan berdasarkan data, bukan sekadar perasaan.

---

5️⃣ Kamu mulai berpikir jangka panjang

Bukan cuma:

“Bulan ini nutup nggak?”

Tapi:

“6–12 bulan ke depan, bisnis ini mau dibawa ke mana?”

Di titik ini…

Kamu berhenti hanya sibuk menjalankan bisnis setiap hari.

Dan mulai fokus membangun bisnis yang bisa bertumbuh.

🔥 Kamu bukan sekadar orang yang sibuk mencari penjualan.
Kamu sedang bertumbuh menjadi business owner yang sesungguhnya.

Kalau kamu sedang mengalami fase ini…

Tenang. Kamu nggak telat.
Kamu sedang naik kelas.

Di balik bisnis yang sukses, selalu ada proses, risiko, dan kegagalan yang tak terlihat. Jangan menyerah. 💪Hashtag:     ...
06/09/2026

Di balik bisnis yang sukses, selalu ada proses, risiko, dan kegagalan yang tak terlihat. Jangan menyerah. 💪
Hashtag:

“Bisnis bukan tentang siapa yang mulai paling cepat, tapi siapa yang mampu bertahan paling lama.”Artinya, kesuksesan dal...
05/09/2026

“Bisnis bukan tentang siapa yang mulai paling cepat, tapi siapa yang mampu bertahan paling lama.”

Artinya, kesuksesan dalam bisnis bukan ditentukan oleh siapa yang pertama memulai atau siapa yang paling cepat mendapatkan hasil, tetapi oleh siapa yang mampu konsisten, beradaptasi, dan terus bertahan menghadapi berbagai tantangan.

Ada beberapa pelajaran penting:

➡️ Mulai kecil tidak masalah. Yang penting terus berkembang.
➡️Hasil tidak selalu instan. Bisnis membutuhkan waktu untuk membangun pelanggan, kepercayaan, dan sistem.
➡️Kegagalan bukan akhir. Justru bisa menjadi bahan untuk memperbaiki strategi.
➡️Konsistensi lebih penting daripada sekadar semangat.
➡️Kemampuan beradaptasi sangat penting, karena pasar, tren, dan kebutuhan pelanggan terus berubah.

Intinya:
Banyak orang bisa memulai bisnis. Tidak semua orang mampu bertahan ketika penjualan turun, modal terbatas, persaingan meningkat, atau hasil belum sesuai harapan.

Yang bertahan, belajar, dan terus memperbaiki diri punya peluang lebih besar untuk menang dalam jangka panjang.

05/09/2026

“Jangan sampai 5 tahun lagi, bisnis yang kamu bangun hari ini sudah nggak dibutuhkan.”

Banyak orang masuk bisnis karena melihat ramainya pasar.
Tapi sedikit yang bertanya:

“Apakah orang masih membutuhkan produk ini 5 tahun dari sekarang?”

Sebelum ikut masuk ke bisnis yang sedang viral, coba cek 5 hal ini:

1️⃣ Masalah apa yang benar-benar kamu selesaikan?
2️⃣ Seberapa besar pasar yang bisa kamu layani?
3️⃣ Apakah margin keuntungannya cukup sehat?
4️⃣ Apa yang membuat bisnismu sulit ditiru?
5️⃣ Kalau hype-nya hilang, apakah bisnis ini masih bisa hidup?

Karena viral bukan berarti sustainable.
Ramai bukan berarti profitable.
Dan tren bukan berarti kebutuhan.

Jangan membangun bisnis hanya karena semua orang sedang membicarakannya.

Bangun bisnis yang tetap dicari bahkan ketika tidak lagi viral.

Mari “NGOBROL” kalau kamu sedang mempertimbangkan bisnis baru dan ingin membedahnya dari sisi yang lebih strategis.

💾 SAVE postingan ini sebelum kamu menginvestasikan uang di bisnis yang sedang hype.

30/08/2026

Inilah perbedaan karyawan dan bisnis owner ketika liburan

22/08/2026

Profit Leverage Hiring adalah cara berpikir dalam merekrut karyawan dengan prinsip:

> “Jangan merekrut hanya untuk mengurangi pekerjaan. Rekrut untuk meningkatkan kapasitas profit bisnis.”

Artinya, setiap karyawan baru harus punya leverage—mampu menghasilkan nilai atau profit yang lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan untuk mempekerjakannya.

Contoh sederhananya

Misalnya kamu merekrut seorang karyawan dengan gaji Rp4 juta per bulan.

Jangan hanya berpikir:

> “Dia bisa membantu menjaga toko, jadi saya bisa lebih santai.”

Tapi hitung:

Karyawan Rp4 juta → mengambil alih pekerjaan operasional → membebaskan waktu owner → owner menggunakan waktu tersebut untuk aktivitas yang menghasilkan profit tambahan.

Misalnya:

Gaji karyawan: Rp4 juta

Tambahan profit dari pekerjaan karyawan: Rp7 juta

Leverage profit: Rp3 juta

Berarti karyawan tersebut tidak sekadar menjadi biaya, tetapi membantu menciptakan tambahan profit Rp3 juta.

Ada 2 bentuk leverage

1. Direct Profit Leverage

Karyawan secara langsung menghasilkan profit.

Contohnya:

Sales mendapatkan pelanggan baru.

Pramuniaga meningkatkan upselling.

Marketing menghasilkan transaksi.

Karyawan produksi meningkatkan kapasitas penjualan.

2. Time Leverage

Karyawan mengambil alih pekerjaan yang sebelumnya dikerjakan owner.

Waktu owner yang terbebas kemudian digunakan untuk aktivitas yang lebih bernilai, seperti:

mencari supplier lebih murah,

melakukan negosiasi,

mencari pelanggan baru,

membangun sistem,

membuka channel penjualan,

mengembangkan produk.

Jadi, karyawan bukan hanya membeli tenaga kerja, tetapi membeli kembali waktu owner.

Rumus sederhananya

Leverage Hiring = Tambahan Profit yang Dihasilkan − Total Biaya Karyawan

Misalnya:

Rp10 juta tambahan profit − Rp4 juta biaya karyawan = Rp6 juta leverage profit.

Semakin besar hasil positifnya, semakin kuat alasan untuk melakukan hiring.

Tapi ada satu catatan penting: jangan hanya membandingkan omzet dengan gaji. Yang sebaiknya dibandingkan adalah tambahan gross profit/contribution profit setelah memperhitungkan biaya terkait, karena omzet Rp10 juta belum tentu berarti profit Rp10 juta.

Inti Profit Leverage Hiring

> Jangan bertanya: “Apakah saya butuh karyawan?”

Tapi tanyakan:

“Kalau saya merekrut orang ini, profit bisnis saya akan bertambah berapa?”

“Dan waktu saya yang terbebas akan saya gunakan untuk menghasilkan berapa?”

Kalau jawabannya belum jelas, mungkin masalahnya bukan kekurangan karyawan, tetapi belum adanya sistem dan perhitungan leverage yang jelas.

Address

72, Jalan Gunung Agung
Negara
82216

Telephone

+6281337353666

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when TBK Putri Kembar posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to TBK Putri Kembar:

Shortcuts

Share