18/04/2024
Di dalam suara angin malam yang meniup lembut,
Terdengarlah desir hati yang terkikis oleh waktu,
Seolah lapisan-lapisan waktu telah merobeknya,
Menjadi luka-luka yang tak terungkapkan.
Hati yang dulu teguh seperti batu karang,
Kini terkikis oleh gelombang kesedihan,
Mengikisnya perlahan-lahan,
Meninggalkan jejak-jejak kepedihan.
Di balik senyum yang terpahat di wajah,
Tersembunyi cerita-cerita lama yang terkikis,
Dari cinta yang pergi dan mimpi-mimpi yang hancur,
Menjadi debu-debu kenangan yang tak terhapus.
Namun, dalam kekikisan itu tersimpan juga kekuatan,
Hati yang terkikis telah belajar bertahan,
Dari badai kesedihan dan derasnya air mata,
Mengukir kebijaksanaan di dalamnya.
Meski terkikis oleh waktu dan peristiwa,
Hati tetaplah tempat yang penuh dengan keajaiban,
Karena di dalamnya terdapat kekuatan yang tak terhingga,
Untuk menyembuhkan luka dan melangkah maju.
Hati yang terkikis, bukanlah akhir dari segalanya,
Tetapi awal dari perjalanan menuju kekuatan yang sesungguhnya,
Dengan sabar dan ketabahan, ia akan pulih kembali
, mengilhami kembali keindahan dan kekuatan yang ada dalam dirinya.
Maka, biarkanlah hati yang terkikis itu bernyanyi,
Mengalun indah di dalam sunyi,
Karena di setiap retakannya,
Terbentang jalan menuju kesempurnaan yang sejati.
Hati yang terkikis, tetaplah bersinar,
Sebagai bukti keberanian dan keteguhan hati,
Meski terluka dan tergores oleh waktu,
Namun, ia tetap menjadi saksi kehidupan yang indah.
Di dalam suara angin malam yang meniup lembut,
Terdengarlah desir hati yang terkikis oleh waktu,
Seolah lapisan-lapisan waktu telah merobeknya,
Menjadi luka-luka yang tak terungkapkan.
Hati yang dulu teguh seperti batu karang,
Kini terkikis oleh gelombang kesedihan,
Mengikisnya perlahan-lahan,
Meninggalkan jejak-jejak kepedihan.
Di balik senyum yang terpahat di wajah,
Tersembunyi cerita-cerita lama yang terkikis,
Dari cinta yang pergi dan mimpi-mimpi yang hancur,
Menjadi debu-debu kenangan yang tak terhapus.
Namun, dalam kekikisan itu tersimpan juga kekuatan,
Hati yang terkikis telah belajar bertahan,
Dari badai kesedihan dan derasnya air mata,
Mengukir kebijaksanaan di dalamnya.
Meski terkikis oleh waktu dan peristiwa,
Hati tetaplah tempat yang penuh dengan keajaiban,
Karena di dalamnya terdapat kekuatan yang tak terhingga,
Untuk menyembuhkan luka dan melangkah maju.
Hati yang terkikis, bukanlah akhir dari segalanya,
Tetapi awal dari perjalanan menuju kekuatan yang sesungguhnya,
Dengan sabar dan ketabahan, ia akan pulih kembali
, mengilhami kembali keindahan dan kekuatan yang ada dalam dirinya.
Maka, biarkanlah hati yang terkikis itu bernyanyi,
Mengalun indah di dalam sunyi,
Karena di setiap retakannya,
Terbentang jalan menuju kesempurnaan yang sejati.
Hati yang terkikis, tetaplah bersinar,
Sebagai bukti keberanian dan keteguhan hati,
Meski terluka dan tergores oleh waktu,
Namun, ia tetap menjadi saksi kehidupan yang indah.