28/05/2021
ANGIN BARATAN / MUSON BARAT
(Arab; Mosem, Inggris; Monsoon)
Bagi pehobi mancing, nelayan, pelaut atau aktifitas lainnya yang berkaitan dengan pantai atau laut mestinya mengenal istilah 'Angin Barat'. Angin Barat, atau di Indonesia dikenal juga dengan Angin Muson merupakan angin musiman yang bersifat periodik dan biasanya terjadi terutama di Samudera Hindia dan sebelah selatan Asia. Munculnya angin muson biasanya ditandai dengan curah hujan yang tinggi. Angin muson mirip dengan angin laut, tetapi ukurannya lebih besar, lebih kuat dan lebih intense.
Di penghujung musim baratan (Maret) kemarin saya sempat melaut dan alhamdulillah bertemu dan terkena badai angin barat di laut. Sayangnya terjadi pada malam hari, sehingga sulit mendapat ilustrasinya. Tapi meski demikian efek dari badai angin barat kemarin saya sengaja merekam untuk bahan edukasi dan bisa dilihat di rekaman perahu kami yang terombang-ambing ombak saat badai. Di video ini saya sengaja tidak menambahkan musik latar agar bisa mendengar seperti apa ketika mengalami angin baratan di laut, khususnya di Selat Bangka.
Kata "muson" berasal dari sebuah kata dalam bahasa Arab (mosem), yang berarti musim. Angin muson biasanya merujuk pada perubahan musiman arah angin di sepanjang pesisir Samudera Hindia, khususnya di laut Arab, yang bertiup dari arah barat daya di India dan wilayah-wilayah di sekitarnya untuk setengah tahun dan dari timur laut untuk setengah tahun lainnya.
Angin Muson Barat adalah angin yang bertiup pada bulan Oktober-April di Indonesia. Angin ini bertiup saat matahari berada di belahan bumi selatan, yang menyebabkan benua Australia sedang mengalami musim panas, berakibat pada tekanan minimum dan benua Asia lebih dingin, berakibat memiliki tekanan maksimum dan bersifat basah sehingga membawa musim hujan/penghujan. Bertiupnya angin ini disebabkan oleh adanya perbedaan tekanan udara di belahan bumi utara dan selatan. Pada saat itu utara musim dingin sehingga menyebabkan tekanan di utara lebih tinggi daripada selatan, maka angin bertiup dari utara (Asia dan Samudera Pasifik) menuju Australia melewati Indonesia. Menurut hukum Buys Ballot, angin akan bertiup dari daerah bertekanan maksimum ke daerah bertekenan minimum, sehingga angin bertiup dari benua Asia menuju benua Australia, dan karena menuju Selatan Khatulistiwa/Equator, maka angin akan dibelokkan ke arah kiri. Pada periode ini, Indonesia akan mengalami musim hujan akibat adanya massa uap air yang dibawa oleh angin ini, saat melalui lautan luas di bagian utara (Samudra Pasifik dan Laut Cina Selatan), itulah mengapa pada periode bulan Oktober sampai April di Indonesia mengalami musim hujan.
Semoga video ini dapat menambah wawasan pengetahuan kita semua, terutama bagi yang belum pernah mancing di laut.
_
https://youtu.be/alQJ7hdG4ps
[Trip Selat Bangka] Ep. 4 : Terjebak Badai Angin Barat di Selat Bangka Sempat Bikin PanikMalam pertama kami menginap di bagan tidak bias mancing karena hujan...