Buku Berkah

Buku Berkah Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Buku Berkah, Book shop, Cipayung Kel. , Ciputat, Tangerang Selatan, Pamulang 2.

Dalam kitab At-tadzkiroh karya *Imam syamsuddin al-qurtuby* tertulis tentang tanda-tanda menjelang kematian bagi orang y...
28/10/2025

Dalam kitab At-tadzkiroh karya *Imam syamsuddin al-qurtuby* tertulis tentang tanda-tanda menjelang kematian bagi orang yang sudah tamyiz/baligh :

1. *100 hari* menjelang sakarotul maut : setelah waktu ashar badan seseorang akan terasa bergetar, seperti bergetarnya sapi yang disembelih, tanda ini akan dirasakan oleh setiap orang muslim, tapi masalah sadar/tidak tergantung pada orang tersebut.
2. *40 hari* menjelang sakarotul maut : orang itu akan merasakan denyutan di pusar badannya, dan malaikat izroil akan menampakkan diri pada orang itu menyerupai manusia yang tidak dikenal olehnya.
3. *7 hari* menjelang sakarotul maut : orang itu akan merasakan nafsu makan yang sangat luar biasa, seperti tidak akan lagi merasakan makanan yang ada di dunia ini.
4. *3 hari* menjelang sakarotul maut : orang itu akan merasakan denyutan di ubun-ubunnya dan sorotan matanya akan memudar, dan telinganya akan mengkerut kedepan, apabila sudah ada ciri-ciri diatas maka di sunahkan untuk berpuasa, agar ketika wafat tidak terlalu banyak membawa najis (kotoran).
5. Tanda terakhir ketika sakarotul maut, akan merasakan udara yang dingin dari ujung kaki hingga naik ke bagian atas badan, disinilah ujian terakhir setiap orang, yang menentukan apakah husnul khotimah atau su'ul khotimah.

Semoga bermanfaat

*✰السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ✰*.... *✰بسم الله الرحمن الرحيم✰**✰ﷺ اَللَّٰہُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ ...
28/10/2025

*✰السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ✰*....
*✰بسم الله الرحمن الرحيم✰*
*✰ﷺ اَللَّٰہُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَیٰ سَیِّدِنَا مُحَمَّدِِ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍﷺ✰*

*🥝 Selamat menunaikan ibadah sholat Sunnah Dhuha*

*🥝 Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu ia berkata :*
*"Ada seorang laki-laki meminta wasiat kepada Nabi shalallahu alaihi wasallam,*
*"Berilah saya wasiat"*
*Beliau bersabda :*
*"Jangan lah kamu marah"*
*Lelaki itu mengulangi nya lagi,*
*Tetapi beliau tetap menjawab :*
*"Jangan lah kamu marah".*
*(HR. Bukhari)*

*🥝"Siapa saja yang menunjukkan pada kebaikan,*
*Maka ia mendapat pahala seperti pahala orang yang mengerjakan nya"*
*(HR muslim dan Abu Daud)*

*🥝"Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabar lah yang di cukupkan pahala mereka tanpa batas".*
*(Qs. Az-Zumar (39): 10).*

*🥝"Jadikan lah sabar dan sholat sebagai penolong mu,*
*Sesungguhnya ALLAH beserta orang-orang yang sabar".*
*(Qs. Al-Baqarah (2): 153).*
*بارك الله فيكم*
*۞اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ۞*

PERJALANAN RUH : 585 RIWAYAT PILIHAN DARI MATI, ALAM KUBUR, DAN AKHIRATMengapa orang takut mati? Sayyidina Ali menjawab,...
02/09/2022

PERJALANAN RUH : 585 RIWAYAT PILIHAN DARI MATI, ALAM KUBUR, DAN AKHIRAT

Mengapa orang takut mati? Sayyidina Ali menjawab, ''Karena engkau memakmurkan duniamu dan menghancurkan akhiratmu, bagaimana mungkin engkau tidak takut berpindah dari kemakmuran menuju kehancuran?''

Kematian memang kepastian yang menyiratkan imajinasi kengerian, mitos kegelapan, dan duka perpisahan bagi sebagian kita.

Alam kubur kerap dipahami sebagai tempat kesunyian, hunian senyap dan pondok belantara.

Islam melihat alam kubur hanyalah sebagai persinggahan (barzakh) dalam perjalanan manusia menuju keabadian (akhirat), yang dapat menjadi salah satu taman surga ataupun salah satu lembah neraka.

🔰 Pesan Sekarang Juga " BUKU PERJALANAN RUH '' Stok Terbatas !

📣 Dapatkan Harga Promo " BUKU PERJALANAN RUH " Hanya >> Rp. 159rb

30/06/2022

10 Tips Sederhana Agar Anda Rajin Shalat 5 Waktu

Shalat 5 waktu merupakan salah satu kewajiban umat Islam. Sebagai seorang umat Islam, Anda tentu sudah tahu hal tersebut. Sayangnya, banyak sekali godaan dan halangan sehingga Anda malas menunaikan shalat 5 waktu. Dampaknya, Anda s**a meninggalkan shalat lima waktu.

Anda tentu ingin keluar dari masalah tersebut. Anda ingin rajin melaksanakan shalat lima waktu. Anda ingin shalat 5 waktu merupakan bagian dari aktivitas sehari-hari Anda. Berita buruknya, keinginan tersebut sekadar keinginan belaka. Anda masih saja meninggalkan shalat 5 waktu. Menjengkelkan, bukan?

Mohon jangan menyerah. Anda bisa rajin melaksanakan shalat 5 waktu. Guna membantu Anda mewujudkannya, berikut 10 tips sederhana yang layak Anda coba.

1. Ketahui mengapa Anda wajib melaksanakan shalat 5 waktu

Yang pertama adalah ketahuilah mengapa Anda wajib melaksanakan shalat 5 waktu. Jika Anda lupa, menurut sejumlah referensi yang saya baca, shalat 5 waktu wajib dilaksanakan karena antara lain ibadah yang pertama kali dihisab pada Yaumul Hisab (Hari Perhitungan), tiang agama Islam, kunci surga, menghapus dosa, dan dosa besar jika ditinggalkan.

2. Pahami manfaat shalat

Pahami juga manfaat yang akan Anda dapatkan dengan menjalankan shalat lima waktu. Manfaat ini bisa ditinjau dari sisi psikologis dan sisi kesehatan.

Dari sisi psikologis, orang yang rajin shalat 5 waktu antara lain memiliki hati yang tenteram, selalu ingat kepada Allah SWT, terhindar dari pikiran keji dan munkar, sabar, dan bersyukur. Dari sisi kesehatan, orang yang rajin shalat lima waktu antara lain mempunyai wajah yang bercahaya, bersemangat, dan tubuh yang sehat.

Sebaliknya, orang yang tidak mengerjakan shalat lima waktu akan memiliki pikiran yang runyam, stres, dengki terhadap sesama, cemas, emosional, dan sejenisnya. Kondisi psikologis seperti itu bisa merusak daya tahan tubuhnya.

3. Ingatlah bahwa dunia itu sementara

Anda mungkin malas shalat 5 waktu karena sibuk mengejar duniawi untuk biaya hidup sehari-hari. Meskipun demikian, ingatlah bahwa dunia itu sementara. Semua yang ada di dunia akan mati. Kita akan kembali ke kampung asal kita, yaitu akhirat. Yang akan kita bawa adalah amalan selama kita masih hidup, bukan materi dunia seperti mobil, rumah, dan perhiasan.

Dengan mengingat bahwa dunia itu sementara, Anda akan menyadari bahwa Anda harus mempersiapkan diri untuk kehidupan yang langgeng. Dengan demikian, Anda akan tergerak untuk menunaikan shalat 5 waktu dan shalat-shalat lainnya yang pengerjaannya tidak selama urusan dunia.

Sebagai contoh, Anda hanya butuh waktu sekitar 5 menit untuk menunaikan shalat Dzuhur. Bandingkan dengan menulis artikel atau memasarkan produk yang lamanya bisa berjam-jam.

4. Lakukan secara bertahap agar menjadi kebiasaan

Tips pertama sampai ketiga mestinya bisa membuat Anda rajin melaksanakan shalat lima waktu. Namun, bila ketiga tips tersebut belum berdampak, tidak masalah. Rajin tidaknya seseorang melakukan shalat dipengaruhi keimanan dan kebiasaan.

Terkait kebiasaan, Anda bisa melakukan shalat 5 waktu secara bertahap. Sebagai contoh, hari ini Anda melaksanakan shalat Maghrib dan Isya. Hari berikutnya, Anda melaksanakan shalat Maghrib, Isya, dan Dzuhur. Hari-hari berikutnya tambah lagi jumlah shalat yang dilakukan sehingga Anda bisa melakukan shalat lima waktu setiap hari.

Mengapa dilakukan secara bertahap? Karena itu lebih baik daripada Anda tidak menunaikan shalat 5 waktu sama sekali dalam seharinya. Selain itu, pembentukan kebiasaan butuh waktu yang lamanya bergantung pada invidu masing-masing.

5. Lacak shalat yang Anda lakukan

Lacak shalat lima waktu yang Anda lakukan. Anda bisa menggunakan MS Excell atau perangkat lain. Jika Anda menggunakan MS Excell, Anda tinggal membuat tabel yang berisi kolom shalat lima waktu dan kolom keterangan. Isi kolom shalat lima waktu dengan tanda V jika Anda menunaikan shalat tersebut. Jika sebaliknya, isi dengan tanda X.

Contohnya seperti tabel
Di kolom keterangan, isi dengan penyebab Anda tidak melaksanakan suatu shalat. Sebagai contoh, jika Anda tidak melaksanakan shalat Subuh, penyebabnya Anda bangun siang. Setelah tahu penyebabnya, identifikasi langkah untuk memperbaikinya.

Dalam contoh tidak melaksanakan shalat Subuh, langkah yang mungkin Anda lakukan adalah tidur lebih cepat atau memasang alarm pukul 04:30. Apa pun langkahnya, buatlah sesederhana dan semenarik mungkin sehingga Anda mampu menghilangkan penyebab tidak melaksanakan suatu shalat 5 waktu.

Terlepas dari itu, pelacakan shalat 5 waktu merupakan cara lama yang mungkin pernah Anda lakukan ketika Anda masih di sekolah dasar. Namun, dari pengalaman saya, cara ini sangat baik terutama di awal-awal membangun kebiasaan shalat 5 waktu.

6. Jangan menunda shalat

Upayakan Anda jangan menunda-nunda shalat. Saat mendengar suara Adzan, berhentilah melakukan sesuatu dan bersiaplah untuk melaksanakan shalat. Jika ditunda-tunda, Anda mungkin lupa karena kesibukan yang tidak ada habisnya. Selain itu, tidak ada jaminan Anda masih hidup saat menunda-nunda shalat tersebut.

Akan lebih baik kalau Anda memiliki upaya mengantisipasi penundaan shalat. Sebagai contoh, Anda akan bepergian ke luar rumah. Jika sebentar lagi waktu shalat, tunda kepergian Anda. Shalatlah terlebih dahulu, setelah itu baru bepergian.

Contoh lain, jika Anda memiliki pertemuan dengan teman atau rekan bisnis, aturlah pertemuan tersebut sehingga tidak bertabrakan dengan waktu shalat. Utarakan alasan pengaturan pertemuan tersebut kepada teman dan rekan bisnis Anda. Saya optimistis mereka akan memahami alasan Anda.

7. Berniat dengan tulus

Saat akan melaksanakan shalat 5 waktu, berniatlah dengan tulus karena Allah SWT. Jangan berniat karena ingin mendapatkan perhatian lawan jenis, ingin disayang mertua, ingin disayang atasan, ingin terlihat sebagai orang yang takwa, dan sebagainya.

8. Lakukan shalat berjamaah

Tips lain adalah melakukan shalat 5 waktu secara berjamaah. Mengapa harus berjamaah? Seperti dikatakan Rasulullah SAW, shalat berjamaah lebih unggul dua puluh tujuh derajat dibandingkan dengan shalat sendirian.

Jika rumah Anda berada di dekat mesjid, pergilah ke mesjid untuk menunaikan shalat lima waktu secara berjamaah. Jika tidak memungkinkan ke mesjid, ajaklah anak, isteri, suami, atau saudara Anda untuk shalat lima waktu berjamaah di rumah Anda.

9. Bertemanlah dengan orang-orang yang rajin shalat

Keberadaan teman bisa juga membantu Anda untuk rajin shalat. Oleh karena itu, bertemanlah dengan mereka yang rajin shalat 5 waktu. Dengan teman-teman seperti itu, Anda akan diingatkan dan diajak untuk melaksanakan shalat lima waktu jika waktunya telah tiba.

10. Baca buku-buku tentang Islam

Tips terakhir adalah membaca buku-buku tentang Islam di waktu senggang Anda. Sebagai contoh, Anda melakukannya saat hendak tidur malam. Hal ini lebih baik daripada Anda melihat status teman Anda di media sosial atau menghayal. Selain itu, dengan membaca buku-buku tentang Islam, pemahaman dan wawasan Anda tentang akhirat akan bertambah sehingga Anda lebih mencintai Allah SWT dan Rasulullah Muhammad SAW.

Shalat 5 waktu tidak mudah dikerjakan karena setan selalu menghalangi umat Islam untuk melaksanakan shalat tersebut. Cobalah sepuluh tips sederhana di atas untuk mengatasi halangan tersebut. Insya Allah Anda rajin shalat 5 waktu. Jika memungkinkan, bergurulah pada ulama atau ustadz di lingkungan rumah Anda agar Anda menjadi lebih rajin lagi

30/06/2022


📚Antara Shalat dan Pekerjaan

Allah ﷻ berfirman,
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.”
(Qs. Ad-Dzariyat [51]: 56)

Seharusnya kita memahami ayat ini sebagai ayat paling prinsip tentang ajaran hidup.

Pesannya jelas: Hidup untuk ibadah!

Ibadah bisa dalam bentuk “mahdhoh“, yaitu ibadah formal misalnya seperti shalat, puasa, zakat, haji, tadarus Al-Quran, dan dzikir.

Atau bisa juga dalam bentuk “ghoiru mahdhoh” yaitu meliputi perbuatan apa saja asal diniatkan sebagai bentuk taqarrub kepada Allah.

Maka, pegawai yang bekerja dengan baik, benar dan tidak menyimpang karena takut pada Allah, maka bekerjanya itu bagian dari ibadah.

Guru yang mengajar dengan ikhlas, sabar dan penuh dedikasi supaya murid-muridnya maju dan menjadi orang saleh, dan ia berharap penuh ridha Allah, itu bagian dari ibadah.

Seorang ayah yang bekerja halal untuk menafkahi keluarganya adalah ibadahnya. Dan contoh-contoh lainnya.

Jadi, orientasi hidup kita harus untuk ibadah.
Tiada sesaat pun tanpa ibadah.

Maka, dalam kamus seorang muslim, semua pekerjaan harus dilandasi niat ibadah, lilLaahi Ta’ala.

Salah satu ibadah yang paling utama dan paling sering dilakukan rutin oleh orang-orang beriman adalah shalat.

Maka, shalat adalah pekerjaan pokok.

Pagi-pagi buta kita bangun lalu shalat Subuh.
Nanti siang hari shalat lagi Dzuhur.

Lalu diantara waktu Subuh dan Dzuhur
ada yang kerjaannya mengajar di sekolah,
ada yang bekerja di kantor,
ada yang jualan di pasar,
ada yang ke sawah,
ada p**a yang mencari ikan di laut,
dan lain sebagainya.

Saat Dzuhur tiba semuanya berhenti untuk shalat.

Setelah itu melanjutkan lagi pekerjaannya semula.

Nanti ketemu lagi Shalat Asar.
Sambil menunggu Dzuhur ke Asar ada yang meneruskan pekerjaannya, dan ada p**a yang kembali ke rumah untuk istirahat sejenak.

Demikian seterusnya.

Nanti ketemu lagi dengan Shalat Maghrib, disusul dengan Shalat Isya.
Disela-sela itu beraneka ragamlah yang dikerjakan manusia.

Setelah Shalat Isya, sebetulnya kita sedang menunggu datangnya waktu shalat berikutnya: Shalat Subuh.

Ada yang digunakan untuk bersantai ria bersama keluarga atau istirahat malam.

Jika tadi menunggu Subuh ke Dzuhur kita gunakan untuk bekerja, maka Isya menunggu Subuh kita gunakan untuk tidur.

“Kami jadikan tidurmu untuk istirahat; Kami jadikan malam sebagai pakaian, dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan.” (Qs. An-Naba [78]: 9-11)

Jadi, aktivitas yang sudah pasti dan serempak dilakukan oleh orang-orang mukmin adalah shalat.

Inilah yang menyamakan dan menyatukan mereka.

Di luar shalat, aktifitas dan pekerjaan mereka berbeda-beda.

Maka, bagi orang mukmin pekerjaan utama dan yang paling penting, sudah pasti dan jelas adalah shalat

Pekerjaan lainnya -apapun profesinya- adalah selingan saja, sambil menunggu datangnya waktu shalat.

Maka, janganlah justru berpikir terbalik, yaitu shalatnya hanya sebagai selingan.

Sehingga fokusnya justru pada pekerjaan, bukan pada shalatnya.

Ketahuilah, shalat itulah yang pokok, maka shalatlah dengan sepenuh hati dan tenaga.

Untuk itu, janganlah kita shalat dengan SISA-SISA: sisa waktu, sisa tenaga, sisa pikiran, dan sisa hati.

Jangan sampai saat bekerja mencari nafkah dilakukan dengan sungguh-sungguh, istilah bahasa Jawa “pol-pol-an”

Namun giliran datang waktu shalat tenaganya sudah lemes,
mengantuk,
menguap,
ditambah lagi tidak dengan khusyu.

Itu namanya ibadah menggunakan sisa-sisa tenaga, sisa-sisa pikiran dan sisa-sisa hati.

Jangan sampai terjadi ibadah kita kalah dengan pekerjaan, kalah dengan tontonan, atau kalah dengan hiburan.

Sementara Rasulullah ﷺ malah menjadikan shalat sebagai penghibur

“Shalat dijadikan sebagai penghibur hatiku.”
(HR. An-Nasai)

Bagi Rasul dan para sahabat serta orang-orang shaleh dahulu, shalat adalah hiburan.

Apakah kita sudah sampai pada level demikian?
Menjadikan shalat sebagai hiburan?

Atau shalat malah menjadi beban?

Jika datang waktu shalat tinggalkanlah pekerjaan, apalagi jika hanya sekedar permainan atau tontonan

Allah ﷻ berfirman,

“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (Qs. Al-Jumuah [62]: 9)

Bahkan, Rasulullah ﷺ pernah membangunkan Bilal bin Rabah Radhiallahu 'anhu, sang muadzin yang bersuara sangat merdu itu, untuk mengumandangkan adzan Subuh.

“Bangunlah wahai Bilal, tentramkanlah hati kami dengan shalat” begitu kata Rasul.

Bagi Rasul dan para sahabat serta orang-orang shaleh zaman dulu, shalat bisa membuat tenteram hati.

Apakah level kita sudah sampai demikian?

Masih banyak yang shalat, tapi tetap saja gundah gulana.

Jika demikian, berarti ada yang keliru dalam shalat kita.

Jelaslah, bahwa bagi Rasulullah ﷺ shalat adalah hiburan yang menentramkan.

Bukan sekedar rutinitas fardu yang tidak memiliki makna.

Rasulullah ﷺ senang dengan datangnya waktu shalat dan selalu menantikannya.

Sementara kita seringkali menggerutu jika adzan berkumandang sementara sedang asyik-asyiknya bekerja dan bermain.

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, yaitu orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.”
(Qs.al baqarah [2]: 45)

“Peliharalah semua shalatmu, dan peliharalah shalat wustha (Asar). Berdirilah untuk Allah dalam shalatmu dengan khusyu’”
(Qs.al baqarah [2]: 23)

Semoga kita bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

✍ Sumber :
🌐www.tazakka.or.id


📃Bekal Manusia Menghadap Allah ﷻ Adalah Sholat.

Jika orang sibuk bekerja sampai melupakan shalat lima waktu, maka perlu diingatkan

Sebab, jika seseorang meninggal dunia yang dibawa adalah amalan shalat.

Sementara bekerja itu supaya bisa makan dan tidak meminta-minta.

Tujuan orang bekerja adalah supaya bisa makan.

Dan dengan makan, seseorang bisa menegakkan tulang belakang.
Kemudian dengan tegaknya tulang belakang, maka seseorang bisa menunaikan shalat

Sebab, syarat sahnya shalat adalah dengan tegaknya tulang belakang.

Jadi kalau ada orang sibuk bekerja sampai lupa sholat, maka sesungguhnya ia telah lupa substansi(tujuan) hidupnya adalah ibadah

Seseorang yang tepat waktu saat menghadiri rapat dari atasannya, tapi tak menyegerakan shalat ketika adzan berkumandang.

Bahkan, banyak umat islam yang sengaja mengakhirkan waktu shalat hingga wudlu menyambung waktu sholat berikutnya.

Bukan karena dia menjaga wudlu, tapi dia baru sholat Dzuhur pukul 15 :15 WIB sedangkan Ashar pukul 15:30

Maka pola hidup seperti itu, bahkan sampai meninggalkan shalat karena sibuk bekerja adalah cara yang salah.

Sebab, bekal manusia menghadap Allah ﷻ adalah shalatnya.

Sementara amalan lain, seperti zakat, dzikir, dan lainnya adalah “embel-embel.”

Shalat adalah penentu amalan lain.

Dalam suatu hadits disebutkan,

“Amal yang pertama kali akan dihisab seseorang hamba pada hari kiamat ialah shalat. Jika shalatnya baik, maka dinilai baiklah seluruh amalnya yang lain dan jika shalatnya rusak maka rusak p**a seluruh amalnya yang lain”
(HR. Thabrani)

Shalat juga tiangnya agama, ibarat tiang layar sudah tidak bisa tegak, maka kapal tidak akan bisa berlayar lagi.

Jangan sampai gara-gara sibuk bekerja sampai lupa membaca Quran, menunda-nunda shalat, mengakhirkan waktu shalat bahkan lebih fatal meninggalkan shalat.

30/06/2022

*Dahsyatnya Sholat Tepat Waktu*

Kita semua tahu bahwa shalat adalah ibadah yang wajib. Pentingnya shalat membuat ibadah ini harus dilakukan bagaimanapun keadaannya. Bahkan orang sakit selama masih mampu shalat, harus tetap shalat dengan cara yang telah ditentukan.

Namun masih banyak di antara kita yang sering menunda-nunda shalat walau adzan sudah berkumandang. Shalat tepat waktu memang bukan hal yang mudah di tengah kesibukan kegiatan sehari-hari.

Ada yang lelah karena p**ang sekolah saat dzuhur, p**ang kuliah dan kemudian tertidur saat ashar, lelah p**ang kerja saat magrib, kesiangan saat subuh, masih banyak pekerjaan saat isya, atau mungkin hanya karena malas saja.

Hal-hal seperti itulah yang membuat kita sulit untuk memenuhi panggilan Allah SWT tepat waktu.

Padahal shalat tepat waktu memiliki keutamaan yang sangat besar dan merupakan amalan yang paling afdal, seperti dalam sebuah hadist yang artinya :
Abdullah Ibnu Mas’ud RA berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, amal perbuatan apa yang paling afdhal?” Beliau menjawab, “Shalat tepat pada waktunya.” Aku bertanya lagi, “Lalu apa lagi?” Beliau menjawab, “Berbakti kepada kedua orang tua.” Aku bertanya lagi, “Kemudian apa lagi, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Berjihad di jalan Allah.”(HR. Bukhari)

Dari hadist tersebut kita dapat menyimpulkan betapa pentingnya shalat tepat waktu dan lebih utama daripada berbakti kepada orangtua ataupun jihad di jalan Alloh, dan tentu saja hal tersebut sangat dis**ai Allah SWT.

Adapun keutamaan shalat tepat waktu diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Dicintai Allah SWT
2. Badan selalu sehat
3. Dijaga oleh malaikat
4. Diturunkan berkah untuk rumahnya
5. Wajahnya akan menunjukkan tanda-tanda orang yang shaleh
6. Akan berhati lembut
7. Melalui jembatan Shiratal Mustaqim seperti kilat
8. Diselamatkan dari siksa api neraka
9. Ditempatkan ke dalam golongan orang-orang tidak takut dan bersedih
Insya Allah..

Semoga Bermanfaat..

—----------------------

𝙱𝚄𝙰𝚃 𝙺𝙰𝙼𝚄 𝚈𝙰𝙽𝙶 𝙼𝙰𝚂𝙸𝙷 𝙿𝚄𝙽𝚈𝙰 𝙷𝚄𝚃𝙰𝙽𝙶 𝙿𝙰𝙳𝙰 𝙾𝚁𝙰𝙽𝙶 𝙻𝙰𝙸𝙽 :Jika hutangmu sudah jatuh tempo, maka perpanjanglah akad hutangnya.Ka...
10/06/2022

𝙱𝚄𝙰𝚃 𝙺𝙰𝙼𝚄 𝚈𝙰𝙽𝙶 𝙼𝙰𝚂𝙸𝙷 𝙿𝚄𝙽𝚈𝙰 𝙷𝚄𝚃𝙰𝙽𝙶 𝙿𝙰𝙳𝙰 𝙾𝚁𝙰𝙽𝙶 𝙻𝙰𝙸𝙽 :

Jika hutangmu sudah jatuh tempo, maka perpanjanglah akad hutangnya.
Kabari sang pemilik uang jika kamu belum bisa melunasi. Itu ADAB.

Karena menghutangi itu lebih berat dari sedekah.

Jika ia sudah bisa melawan keberatan itu demi membantu dirimu, jangan kecewakan dengan kelalaian dan sikap yang tidak baik.

Ingat dulu saat berhutang, saat kamu kesana kemari cari hutangan, tapi saat tidak ada orang yang membantu bahkan saudara kandung.

Dan dia hanya modal percaya dan kamu khianati.
Sakitnya tuh sampai ke ulu hati.

Berhutang itu rasanya malu disiang hari gelisah dimalam hari.
Dan hutang adalah pemutus silahturahmi yang paling tajam.

Jika belum bisa bayar setidaknya beri hak dia untuk dikabari dan merasa tenang.

BismillahRifa'ah bin Rafi' berkata "Kami pernah shalat bersama Rasulullah Salallahu Alaihi Wa Sallam,saat bangun dari ru...
09/06/2022

Bismillah

Rifa'ah bin Rafi' berkata "Kami pernah shalat bersama Rasulullah Salallahu Alaihi Wa Sallam,saat bangun dari ruku'
Ia membaca,"Sami'allahu liman hamidah."

Tiba-tiba ada seorang sahabat yang membaca,"Rabbana walakal hamd hamdan katsiran tayyiban mubarakan fihi"(wahai Rabb kami,bagi-Mu segala puji,aku memuji-Mu dengan pujian yang banyak,yang baik dan penuh dengan berkah).

Setelah selsai shalat Rasulullah bertanya,"Siapa yang mengucapkan kalimat itu?"

Sahabat itu berkata,"Saya Rasulullah."

Kemudian Rasulullah Salallahu Alaihi Wa Sallam berkata,"Saya melihat sekitar tiga puluhan malaikat berlomba-lomba untuk siapa yang pertama kali yang mencatat(pahalanya).
(HR.Bukhari)

•• KISAH KHALID BIN WALID (PEDANG ALLAH YANG TERHUNUS) Panglima perang yang dipecat karena tidak pernah berbuat kesalaha...
30/04/2022

•• KISAH KHALID BIN WALID (PEDANG ALLAH YANG TERHUNUS) Panglima perang yang dipecat karena tidak pernah berbuat kesalahan 🗡️☄️🌼••

Pada zaman pemerintahan Khalifah Syaidina Umar bin Khatab, ada seorang panglima perang yang disegani lawan dan dicintai kawan. Panglima perang yang tak pernah kalah sepanjang karirnya memimpin tentara di medan perang. Baik pada saat beliau masih menjadi panglima Quraisy, maupun setelah beliau masuk Islam dan menjadi panglima perang umat muslim. Beliau adalah Jenderal Khalid bin Walid.

Namanya harum dimana-mana. Semua orang memujinya dan mengelu-elukannya. Kemana beliau pergi selalu disambut dengan teriakan, “Hidup Khalid, hidup Jenderal, hidup Panglima Perang, hidup Pedang Allah yang Terhunus” Ya! .. beliau mendapat gelar langsung dari Rasulullah SAW yang menyebutnya sebagai °PEDANG ALLAH YANG TERHUNUS°

Dalam suatu peperangan beliau pernah mengalahkan pas**an tentara Byzantium dengan jumlah pas**an 240.000. Padahal pas**an muslim yang dipimpinnya saat itu hanya berjumlah 46.000 orang. Dengan kejeliannya mengatur strategi, pertempuran itu bisa dimenangkannya dengan mudah. Pas**an musuh lari terbirit-birit.

Itulah Khalid bin Walid, beliau bahkan tak gentar sedikitpun menghadapi lawan yang jauh lebih banyak.
Ada satu kisah menarik dari Khalid bin Walid. Dia memang sangat sempurna di bidangnya ; ahli siasat perang, mahir segala senjata, piawai dalam berkuda, dan karismatik di tengah prajuritnya. Dia juga tidak sombong dan lapang dada walaupun dia berada dalam puncak pop**aritas.

Pada suatu ketika, di saat beliau sedang berada di garis depan, memimpin peperangan, tiba-tiba datang seorang utusan dari Amirul mukminin, Syaidina Umar bin Khatab, yang mengantarkan sebuah surat. Di dalam surat tersebut tertulis pesan singkat,

“Dengan ini saya nyatakan Jenderal Khalid bin Walid di pecat sebagai panglima perang. Segera menghadap!”
Menerima khabar tersebut tentu saja sang jenderal sangat gusar hingga tak bisa tidur. Beliau terus-menerus memikirkan alasan pemecatannya. Kesalahan apa yang telah saya lakukan? Kira-kira begitulah yang berkecamuk di dalam pikiran beliau kala itu.

Sebagai prajurit yang baik, taat pada atasan, beliaupun segera bersiap menghadap Khalifah Umar Bin Khatab. Sebelum berangkat beliau menyerahkan komando perang kepada penggantinya.
Sesampai di depan Umar beliau memberikan salam, “Assalamualaikum ya Amirul mukminin! Langsung saja! Saya menerima surat pemecatan. Apa betul saya di pecat”

“Walaikumsalam warahmatullah! Betul Khalid!” Jawab Khalifah.

“Kalau masalah dipecat itu hak Anda sebagai pemimpin. Tapi, kalau boleh tahu, kesalahan saya apa?”

“Kamu tidak punya kesalahan”

“Kalau tidak punya kesalahan kenapa saya dipecat? Apa saya tak mampu menjadi panglima?”

“Pada zaman ini kamu adalah panglima terbaik”

“Lalu kenapa saya dipecat?” tanya Jenderal Khalid yang tak bisa menahan rasa penasarannya.
Dengan tenang Khalifah Umar bin Khatab menjawab, “Khalid, engkau jenderal terbaik, panglima perang terhebat. Ratusan peperangan telah kau pimpin, dan tak pernah satu kalipun kalah. Setiap hari Masyarakat dan prajurit selalu menyanjungmu. Tak pernah saya mendengar orang menjelek-jelekkan. Tapi, ingat Khalid, kau juga adalah manusia biasa. Terlalu banyak orang yang memuji bukan tidak mungkin akan timbul rasa sombong dalam hatimu. Sedangkan Allah sangat membenci orang yang memiliki rasa sombong”

“Seberat debu rasa sombong di dalam hati maka neraka jahanamlah tempatmu. Karena itu, maafkan aku wahai saudaraku, untuk menjagamu terpaksa saat ini kau saya pecat. Supaya engkau tahu, jangankan di hadapan Allah, di depan Umar saja kau tak bisa berbuat apa-apa!”

Mendengar jawaban itu, Jenderal Khalid tertegun, bergetar, dan goyah. Dan dengan segenap kekuatan yang ada beliau langsung mendekap Khalifah Umar.

Sambil menangis beliau berbisik, “Terima kasih ya Khalifah. Engkau saudaraku!”
Bayangkan …. mengucapkan terima kasih setelah dipecat, padahal beliau tak berbuat kesalahan apapun. Adakah pejabat penting saat ini yang mampu berlaku mulia seperti itu? Yang banyak terjadi justru melakukan perlawanan, mempertahankan jabatan mati-matian, mencari dukungan, mencari teman, mencari pembenaran, atau mencari kesalahan orang lain supaya kesalahannya tertutupi.

Jangankan dipecat dari jabatan yang sangat bergengsi, 'kegagalan' atau keterhambatan dalam perjalanan karir pun seringkali tidak bisa diterima dengan lapang dada. Akhirnya semua disalahkan, sistem disalahkan, orang lain disalahkan, semua digugat.....bahkan hingga yang paling ekstrim.... Tuhan pun digugat.
Kembali ke Khalid bin Walid, hebatnya lagi, setelah dipecat beliau balik lagi ke medan perang. Tapi, tidak lagi sebagai panglima perang. Beliau bertempur sebagai prajurit biasa, sebagai bawahan, dipimpin oleh mantan bawahannya kemarin.

Beberapa orang prajurit terheran-heran melihat mantan panglima yang gagah berani tersebut masih mau ikut ambil bagian dalam peperangan. Padahal sudah dipecat. Lalu, ada diantara mereka yang bertanya,

“Ya Jenderal, mengapa Anda masih mau berperang? Padahal Anda sudah dipecat”

Dengan tenang Khalid bin Walid menjawab, "Saya berperang bukan karena jabatan, pop**aritas, bukan juga karena Khalifah Umar. Saya berperang semata-mata karena mencari keridhaan Allah”

•• SELESAI 🗡️☄️🌼••
ミSebuah cuplikan kisah yang sangat indah dari seorang Jenderal, panglima perang, ''Pedang Allah yg Terhunus''
Menarik sekali Pelajaran Makna Ikhlas & Ketaatan dari sosok pemuda Panglima Khalid bin Walid Patut direnungkan dan di hayati. Semoga bermafaat.☄️🌼••

*Tak terasa sebentar lagi memasuki bulan ramadhan*📝📝Siapa disini yang biasa mendapat kesempatan untuk kultum?🎙️🎙️Tapi ma...
09/03/2022

*Tak terasa sebentar lagi memasuki bulan ramadhan*📝📝

Siapa disini yang biasa mendapat kesempatan untuk kultum?🎙️🎙️

Tapi masih bingung, materi apa yang mau disampaikan?

Anda tak perlu khawatir, kini telah hadir buku Kultum Kisah Inspiratif berisi materi kultum dengan kisah-kisah pilihan yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadis, sangat cocok untuk para dai, mubalig, santri, remaja masjid, dan siapa saja yang ingin menyampaikan ajaran-ajaran Islam melalui kultum🌠🌠

wa.me/628976239799

Anda ingin menjadikan Ramadhan sebagai momen untuk berdakwah?Anda mencari materi Kultum yang singkat, padat, dan dirindu...
08/03/2022

Anda ingin menjadikan Ramadhan sebagai momen untuk berdakwah?

Anda mencari materi Kultum yang singkat, padat, dan dirindukan jamaah?

Buku *KULTUM KISAH INSPIRATIF* ini berisi kump**an materi dakwah yang variatif dan mudah disampaikan siapa saja.
wa.me/628976239799

Address

Cipayung Kel. , Ciputat, Tangerang Selatan
Pamulang 2
15413

Telephone

+628976239799

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Buku Berkah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Buku Berkah:

Shortcuts

Share

Category