30/12/2019
Presbiopi
Presbiopi adalah kondisi mata yang kehilangan kemampuan fokus secara bertahap, untuk melihat objek pada jarak dekat. Presbiopi juga merupakan salah satu hal yang akan dirasakan manusia sebagai bagian dari proses penuaan tubuh secara alami. Biasanya seseorang baru menyadari bahwa dirinya menderita presbiopi, saat harus menjauhkan lengan agar bisa membaca buku atau koran.
Gejala Presbiopi
Presbiopi berkembang secara bertahap, karena itu seseorang kadang baru menyadari gejalanya setelah melewati usia 40 tahun. Beberapa gejala yang umumnya dialami oleh penderita presbiopi adalah:
Kebiasaan menyipitkan mata
Butuh lampu lebih terang saat membaca.
Kesulitan membaca huruf yang berukuran kecil.
Penglihatan kabur ketika membaca pada jarak normal.
Sakit kepala atau mata menegang setelah membaca dalam jarak dekat.
Kecenderungan untuk memegang objek lebih jauh, agar huruf lebih jelas terbaca.
Penyebab Presbiopi
Proses melihat dimulai saat mata menangkap cahaya yang memantul dari suatu objek. Cahaya tadi akan menembus selaput bening mata (kornea), dan diteruskan ke lensa yang terletak di belakang selaput pelangi (iris). Kemudian, lensa akan membengkokkan cahaya agar fokus ke retina, yang akan mengubah cahaya menjadi sinyal listrik. Sinyal listrik ini akan dikirim ke otak, yang akan memproses sinyal menjadi sebuah gambar.
Lensa mata dikelilingi otot yang bersifat elastis, sehingga bisa mengubah bentuk lensa untuk memfokuskan cahaya. Namun seiring bertambahnya usia, otot di sekitar lensa mata akan kehilangan elastisitasnya dan mengeras. Kondisi mengerasnya otot-otot lensa itu lah yang menyebabkan presbiopi. Lensa menjadi kaku dan tidak bisa berubah bentuk, membuat cahaya yang masuk ke retina tidak fokus.
Faktor Risiko Presbiopi
Ada beberapa faktor yang memperbesar risiko seseorang menderita presbiopi, yaitu:
Usia. Hampir semua orang akan mengalami gejala presbiopi setelah usia 40 tahun.
Obat-obatan. Beberapa obat seperti antihistamin, antidepresan, dan diuretik dihubungkan dengan gejala presbiopi prematur, yaitu presbiopi pada individu di bawah usia 40 tahun.
Penyakit. Diabetes, multiple sclerosis, atau penyakit jantung dan pembuluh darah dapat meningkatkan risiko presbiopi prematur.
Diagnosis Presbiopi
Untuk mendiagnosis presbiopi, refraksi Optisen akan menjalankan pemeriksaan mata uji refraksi. Uji refraksi akan menentukan apakah pasien menderita presbiopi atau gangguan mata lain, seperti rabun jauh, rabun dekat, dan astigmatisme.
Refraksi Optisen akan melakukan pemeriksaan mata lengkap secara berkala, pada usia berikut:
Di bawah 40 tahun: tiap 5-10 tahun
40-54 tahun: tiap 2-4 tahun
55-64 tahun: tiap 1-3 tahun
65 tahun ke atas: tiap 1-2 tahun.
Pengobatan Presbiopi
Penanganan presbiopi ditujukan untuk membantu mata fokus pada objek dalam jarak dekat. Penggunaan Kacamata berkwalitas
Penggunaan kacamata adalah cara sederhana dan aman untuk menangani presbiopi. Pasien dengan kondisi mata yang baik sebelum mengalami presbiopi, dapat memakai kacamata tanpa resep dokter. Namun pada pasien yang sudah memiliki gangguan mata sebelum presbiopi, dokter akan meresepkan kacamata dengan lensa khusus.
Komplikasi Presbiopi
Jika dibiarkan tidak tertangani, presbiopi bisa menimbulkan komplikasi berupa astigmatisme, yaitu kondisi penglihatan yang kabur akibat kelengkungan kornea yang tidak sempurna. Komplikasi lainnya yang dapat terjadi adalah miopi (rabun jauh) dan hiperopia (rabun dekat).
Jika anda membutuhkan kacamata berkwalitas Citta Jaya Optik adalah solusinya.
Melayani:
- Pemeriksaan Mata
- Frame dan lensa berkwalitas
- Pemeriksaan Mata ditempat (rumah)
- Melayani cas dan kredit
WA 085395614422