30/08/2026
Pagi itu, Bu Darti berdiri di barisan ketujuh sejak subuh, bukan untuk beli minyak gorengโitu sudah selesai musimnyaโmelainkan untuk mengurus KTP yang fotonya "kurang senyum" menurut petugas kelurahan. Di sebelahnya, seorang bapak sibuk merekam video untuk diunggah dengan judul "PEMERINTAH BEGINI TERUS!!" sambil tetap tersenyum manis ke kamera, karena konten kritis pun butuh estetika agar viral. Sementara itu, di gedung dewan yang ber-AC dingin, para pejabat sedang rapat maraton membahas rancangan undang-undang tentang pentingnya efisiensi anggaran, sambil menyeruput kopi seharga upah minimum sehari dan berjanji akan "turun langsung ke lapangan." Yang dalam bahasa politik berarti foto sebentar, unggah caption, lalu pulang sebelum macet.
Di media sosial, netizen dengan gagah berani membela negara dari hinaan bangsa asing sambil di kolom sebelah menghina tetangganya sendiri karena beda pilihan pemimpin daerah. Influencer dadakan menjelaskan kebijakan makroekonomi dengan modal membaca judul berita, sementara ekonom sungguhan kalah views dari video "resep cara cepat kaya tanpa kerja, terbukti ampuh." Aparat sibuk menertibkan pedagang kaki lima yang mengganggu ketertiban umum, sementara truk-truk besar dengan muatan melebihi tonase melintas mulus. Mungkin karena rodanya lebih diplomatis.
Menjelang senja, Bu Darti akhirnya dapat giliran, dan petugas berkata dengan ramah, "Maaf Bu, sistemnya sedang gangguan, coba lagi besok." Bu Darti mengangguk pasrah, seraya membatin bahwa negeri ini memang luar biasa: selalu ada harapan untuk hari esok, karena hari ini selalu penuh alasan. Ia pulang membawa map plastik kosong dan keyakinan teguh khas warga +62 โbahwa apapun yang terjadi, semua akan baik-baik saja, asal jangan tanya kapan.***
Udah lah ya, minsky PB capek ngarang cerita. Tapi meski ngarang, itu semua berdasarkan fakta!
Oiya, cek juga bukuยฒ yang paling banyak dibeli bulan ini di PB. Paling banyak dibeli lo ya. Kalau paling banyak dibaca, minsky PB kurang tau, belum riset soalnya.
๐๐ช๐ข๐ฐ!