Perjamuan Buku

Perjamuan Buku Perjamuan Buku (PB) adalah toko-buku lokal yang mengedarkan buku-buku pilihan di bidang ekonomi politik, sejarah, sastra, dan filsafat.

ABC Books Recommendations - Part 1: tujuh buku rekomendasi yang ngajak kita mikir ulang soal sistem yang selama ini dian...
05/09/2026

ABC Books Recommendations - Part 1: tujuh buku rekomendasi yang ngajak kita mikir ulang soal sistem yang selama ini dianggap wajar โ€”dari cara kerja yang katanya fleksibel tapi menindas, sampai sejarah panjang yang sengaja dikaburkan.

Jangan lupa save dan share ke teman diskusimu.

Ciao!

โ€”๐‘ฒ๐’๐’Ž๐’–๐’๐’Š๐’”๐’Ž๐’† โ€œ๐‘บ๐’‚๐’š๐’‚๐’‘ ๐‘ฒ๐’Š๐’“๐’Šโ€ โ€“ ๐‘ท๐’†๐’๐’š๐’‚๐’Œ๐’Š๐’• ๐‘ฒ๐’†๐’Œ๐’‚๐’๐’‚๐’Œ-๐’Œ๐’‚๐’๐’‚๐’Œ๐’‚๐’ oleh Lenin (1920)***Akhir-akhir ini trennya gampang banget: baca satu...
04/09/2026

โ€”๐‘ฒ๐’๐’Ž๐’–๐’๐’Š๐’”๐’Ž๐’† โ€œ๐‘บ๐’‚๐’š๐’‚๐’‘ ๐‘ฒ๐’Š๐’“๐’Šโ€ โ€“ ๐‘ท๐’†๐’๐’š๐’‚๐’Œ๐’Š๐’• ๐‘ฒ๐’†๐’Œ๐’‚๐’๐’‚๐’Œ-๐’Œ๐’‚๐’๐’‚๐’Œ๐’‚๐’ oleh Lenin (1920)***

Akhir-akhir ini trennya gampang banget: baca satu paragraf dari buku, langsung bikin konten, video youtube, hingga ajakan aksi. Viral, heroik dadakan, solusi instan buat persoalan struktural dalam durasi 3 menit. Tapi minggu depan, topiknya ganti, seolah persoalannya ikut ganti. Atau malah terlalu banyak masalah yang diurusi (dengan konten) padahal kita belum benar-benar cakap.

Aksi sporadis memang seru dilihat, gampang diikuti, karena saat itu semua orang sudah ramai-ramai mendukung, dan ia sudah jadi tren, bahkan tak sedikit (influencer) yang sekadar cari panggung. Namun setelah itu, seringnya hanya sebatas ramai di kolom komentar dan usai di ๐˜ด๐˜ค๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ญ berikutnya. Ujian sesungguhnya adalah ketika situasi sedang biasa-biasa saja, tidak ada gemuruh massa, dan pilihanmu malah terlihat asing di mata banyak orang.

Kerja-kerja yang sesungguhnya justru jauh dari kamera dan gimmick, bahkan kadang membosankan: bedah buku yang bikin migrain, diskusi panjang yang nggak ada tombol ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ฆ-nya, praktik yang berantakan di lapangan, lalu balik lagi ke rak buat nyari jawaban dari kesalahan tadi. Ulang, dan ulang lagi. Nggak instagramable, nggak cepat selesai. Tapi di situlah perlahan-lahan kita belajar membangun pemahaman, bukan sekadar ikut-ikutan ramai. Mari bersama membaca, belajar, praktik, dan berproses untuk mencari solusi alternatif yang lebih baik. Jangan berhenti membaca setelah dapat quote dan foto bagus ya. ๐˜‘๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช, ๐˜บ๐˜ข!

Kapitalisme memisahkan iman dari kerja, menjadikan manusia objek akumulasi dan mustadhโ€˜afฤซn sekadar angka. Esai ini meng...
02/09/2026

Kapitalisme memisahkan iman dari kerja, menjadikan manusia objek akumulasi dan mustadhโ€˜afฤซn sekadar angka. Esai ini menganalisis dan mengembalikan keduanya pada poros tauhid: bahwa membebaskan kaum tertindas adalah inti keadilan ilahi, dan perlawanan terhadap eksploitasi adalah amanah, bukan pilihan.

๐Ÿ”— Baca esai lengkapnya lewat tautan di bio ๐Ÿ‘†๐Ÿป

Anarki ekonomi dari masyarakat kapitalis sebagaimana yang ada saat ini, menurut pendapat saya, adalah ๐˜€๐˜‚๐—บ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ ๐—ธ๐—ฒ๐—ท๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป y...
01/09/2026

Anarki ekonomi dari masyarakat kapitalis sebagaimana yang ada saat ini, menurut pendapat saya, adalah ๐˜€๐˜‚๐—บ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ ๐—ธ๐—ฒ๐—ท๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป yang sesungguhnya. โ€”Albert Einstein

Pagi itu, Bu Darti berdiri di barisan ketujuh sejak subuh, bukan untuk beli minyak gorengโ€”itu sudah selesai musimnyaโ€”mel...
30/08/2026

Pagi itu, Bu Darti berdiri di barisan ketujuh sejak subuh, bukan untuk beli minyak gorengโ€”itu sudah selesai musimnyaโ€”melainkan untuk mengurus KTP yang fotonya "kurang senyum" menurut petugas kelurahan. Di sebelahnya, seorang bapak sibuk merekam video untuk diunggah dengan judul "PEMERINTAH BEGINI TERUS!!" sambil tetap tersenyum manis ke kamera, karena konten kritis pun butuh estetika agar viral. Sementara itu, di gedung dewan yang ber-AC dingin, para pejabat sedang rapat maraton membahas rancangan undang-undang tentang pentingnya efisiensi anggaran, sambil menyeruput kopi seharga upah minimum sehari dan berjanji akan "turun langsung ke lapangan." Yang dalam bahasa politik berarti foto sebentar, unggah caption, lalu pulang sebelum macet.

Di media sosial, netizen dengan gagah berani membela negara dari hinaan bangsa asing sambil di kolom sebelah menghina tetangganya sendiri karena beda pilihan pemimpin daerah. Influencer dadakan menjelaskan kebijakan makroekonomi dengan modal membaca judul berita, sementara ekonom sungguhan kalah views dari video "resep cara cepat kaya tanpa kerja, terbukti ampuh." Aparat sibuk menertibkan pedagang kaki lima yang mengganggu ketertiban umum, sementara truk-truk besar dengan muatan melebihi tonase melintas mulus. Mungkin karena rodanya lebih diplomatis.

Menjelang senja, Bu Darti akhirnya dapat giliran, dan petugas berkata dengan ramah, "Maaf Bu, sistemnya sedang gangguan, coba lagi besok." Bu Darti mengangguk pasrah, seraya membatin bahwa negeri ini memang luar biasa: selalu ada harapan untuk hari esok, karena hari ini selalu penuh alasan. Ia pulang membawa map plastik kosong dan keyakinan teguh khas warga +62 โ€”bahwa apapun yang terjadi, semua akan baik-baik saja, asal jangan tanya kapan.***

Udah lah ya, minsky PB capek ngarang cerita. Tapi meski ngarang, itu semua berdasarkan fakta!

Oiya, cek juga bukuยฒ yang paling banyak dibeli bulan ini di PB. Paling banyak dibeli lo ya. Kalau paling banyak dibaca, minsky PB kurang tau, belum riset soalnya.

๐˜Š๐˜ช๐˜ข๐˜ฐ!

๐Ÿ“– Membeli buku akan jadi hal baik andai kita juga bisa membeli waktu untuk membacanya; tapi biasanya membeli buku malah ...
29/08/2026

๐Ÿ“– Membeli buku akan jadi hal baik andai kita juga bisa membeli waktu untuk membacanya; tapi biasanya membeli buku malah disalahartikan sebagai sudah menguasai isinya. โ€”Arthur Schopenhauer, dalam Counsels and Maxims. โ˜˜๏ธ

Silakan dipilih lah ya, slide pertama yang ada teori-teorinya, slide kedua yang ada fiksi-fiksijya. Keduanya bisa bikin pusing juga refreshing.

Kalau kurang jelas atau ada pertanyaan, DM saja. Kami manusia sungguhan!

๐Ÿงพ Kami bertanya kepada Kaisar Deem, sebagai penerjemah [buku ๐—ฆ๐—ฒ๐—บ๐—ฒ๐˜€๐˜๐—ฎ ๐—ž๐—ฎ๐—ฟ๐˜†๐—ฎ ๐—ฆ. ๐—ฅ๐˜‚๐—ธ๐—ถ๐—ฎ๐—ต] sekaligus penulis fiksi (๐˜‘๐˜ฐ๐˜ด๐˜ฆ ๐˜’๐˜ฆ๐˜ค๐˜ช...
28/08/2026

๐Ÿงพ Kami bertanya kepada Kaisar Deem, sebagai penerjemah [buku ๐—ฆ๐—ฒ๐—บ๐—ฒ๐˜€๐˜๐—ฎ ๐—ž๐—ฎ๐—ฟ๐˜†๐—ฎ ๐—ฆ. ๐—ฅ๐˜‚๐—ธ๐—ถ๐—ฎ๐—ต] sekaligus penulis fiksi (๐˜‘๐˜ฐ๐˜ด๐˜ฆ ๐˜’๐˜ฆ๐˜ค๐˜ช๐˜ญ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜‹๐˜ช๐˜ณ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ถ dan cerita-cerita lainnya), apa salah satu pelajaran yang bisa kita ambil dari cara Annabel Teh Gallop membaca penggambaran revolusi dalam karya-karya Rukiah?

Dan berikut jawaban Kaisar Deem, yang dapat kita baca sebagai "dilema mora revolusi dalam karya Rukiah".***

๐Ÿ”— Baca juga esai, cerpen, dan riset terjemahan Kaisar Deem lainnya, di antaranya "Warisan Lekra: Mengorganisir Kebudayaan Revolusioner di Indonesiaโ€”Sastra yang Menangkap Detak Jantung Orang-Orang Bawah" lewat tautan di bio ๐Ÿ‘†๐Ÿป

"Aman, udah aku digitalin kok!"***Julian Assange pernah memperingatkan bahwa memindahkan sejarah, tulisan atau apa pun d...
27/08/2026

"Aman, udah aku digitalin kok!"***

Julian Assange pernah memperingatkan bahwa memindahkan sejarah, tulisan atau apa pun dari arsip kertas ke internet (digital) bisa membuat informasi jauh lebih mudah lenyap.

Surat kabar cetak bisa tersimpan di perpustakaan selama puluhan tahun. Artikel digital bisa hilang dan hanya meninggalkan satu pesan: "Page not found."

Assange menunjukkan bahwa begitu sebuah catatan daring dihapus, diubah, atau dihilangkan, pembaca di masa depan mungkin tak punya cara mudah untuk tahu apa yang sebenarnya pernah ada di sana.

Dan jika cukup banyak salinannya lenyap, sebuah peristiwa bisa jadi makin sulit dibuktikan, dipelajari, bahkan diingat secara akurat.

Peringatan Assange ini bukan berarti bahwa setiap halaman web yang hilang adalah bagian dari konspirasi. Ini soal betapa rapuhnya sejarah digital dibanding catatan fisik.

Buku, surat kabar, dan dokumen bisa bertahan di ribuan tempat yang berdiri sendiri-sendiri. Informasi daring kadang hanya bergantung pada segelintir server, situs, dan perusahaan yang menjaganya tetap ada.

Internet memberi umat manusia akses pada informasi lebih banyak dari sebelumnya. Tapi ia juga menciptakan kemungkinan aneh yang baru:

Sejarah bisa lenyap di balik tiga kata sederhana.
"Page not found."

81 tahun katanya merdeka. Tapi tanah, sampai hari ini, masih milik siapa?Reforma agraria bukan wacana baru. Sejak 1960, ...
18/08/2026

81 tahun katanya merdeka. Tapi tanah, sampai hari ini, masih milik siapa?

Reforma agraria bukan wacana baru. Sejak 1960, lewat UUPA, negara ini pernah berjanji: tanah untuk yang menggarap, bukan untuk yang menguasai. Warisan domeinverklaring kolonialโ€”asas yang menjadikan tanah rakyat sebagai "tanah tak bertuan" milik negaraโ€”resmi dicabut. Di atas kertas, kita "membebaskan" tanah dari logika kolonial.

Tapi di lapangan, ceritanya tidak pernah selesai. Konflik agraria masih terjadi tiap tahun, hutan adat berubah jadi konsesi, sawah berubah jadi kawasan industri, dan petani yang menggarap tanahnya sendiri malah berhadapan dengan aparat. Reforma agraria yang dijanjikan lahir sebagai undang-undang, tapi mati sebelum sampai ke tanah yang sebenarnya.
Maka pertanyaannya bukan lagi "sudah berapa lama kita merdeka", tapi "merdeka itu milik siapa". Kalau tanah masih bisa dirampas atas nama pembangunan, atas nama investasi, atas nama negara, kemerdekaan macam apa yang sedang kita rayakan?

Di usia ke-81 ini, mungkin yang paling jujur bukan sekadar mengibarkan bendera, tapi juga mempertanyakan: siapa yang benar-benar sudah merdeka, dan siapa yang masih menunggu janji lama itu ditepati.

Kalau tulisan ini kena di hati kamu, jangan simpan sendiri. Bagikan ke orang-orang yang juga perlu mempertanyakan hal yang sama. Simpan juga postingan ini biar gampang dibuka lagi nanti!

Agustus ini dunia perbukuan merayakan Women in Translation Month ( ), bulan untuk menengok kembali siapa saja yang selam...
13/08/2026

Agustus ini dunia perbukuan merayakan Women in Translation Month ( ), bulan untuk menengok kembali siapa saja yang selama ini luput dari rak buku berbahasa asing: penulis-penulis perempuan yang karyanya baru bisa kita baca lewat kerja panjang para penerjemah, sering tanpa nama besar dan tanpa pengakuan yang setara.

Di ๐˜—๐˜‰, kami ikut merayakannya dengan cara sederhana: diskon 10% (up to 12K) untuk buku-buku karya penulis perempuan dalam terjemahan, selama bulan ini. Niatnya sih bukan sekadar promo, tapi ajakan untuk membaca lebih jauh dari kanon (laki-laki) yang itu-itu saja. Melampaui nama-nama besar yang sudah terlalu sering disebut, menuju suara-suara perempuan dari berbagai belahan dunia yang jarang mendapat tempat dalam percakapan sastra arus utama.

Sebab representasi bukan cuma soal siapa yang menulis, tapi juga siapa yang diberi ruang untuk didengar dan dibaca bersama.

Selamat membaca buku yang ditulis oleh perempuan, dalam terjemahan! ๐Ÿ“š๐ŸŒฟโœจ๏ธ

๐Ÿ”— Selengkapnya, cek lewat tautan di bio ๐Ÿ‘†๐Ÿป

Address

Jalan Flamboyang No. 01
Pare
64212

Opening Hours

Monday 08:00 - 20:00
Tuesday 08:00 - 20:00
Wednesday 08:00 - 20:00
Thursday 08:00 - 20:00
Friday 14:00 - 20:00
Saturday 08:00 - 20:00
Sunday 10:00 - 20:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Perjamuan Buku posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category