04/08/2026
Solidaritas Untuk Petani Dayunan
Hidup petani!
Hidup rakyat!
Lawan kriminalisasi!
Saudara-saudaraku...
Hari ini kita datang bukan membawa kebencian. Kita datang membawa suara yang terlalu lama diabaikan.
Kita berdiri di depan Polda Jawa Tengah bukan untuk mencari musuh. Kita berdiri di sini untuk mengingatkan bahwa hukum lahir untuk melindungi rakyat, bukan membuat rakyat takut memperjuangkan haknya.
Saat ini yang dipanggil adalah petani Dayunan. Besok bisa jadi buruh. Lusa bisa jadi nelayan. Dan suatu hari nanti, siapa pun yang bersuara bisa mengalami nasib yang sama.
Karena itu, persoalan ini bukan hanya tentang Dayunan. Ini adalah tentang masa depan demokrasi dan keadilan.
Kami ingin bertanya kepada negara:
Apakah memperjuangkan tanah, air, dan ruang hidup adalah kejahatan?
Kalau jawabannya bukan, maka hentikan kriminalisasi terhadap petani!
Kami percaya kepolisian memiliki kewenangan untuk menegakkan hukum dengan adil, objektif, dan berlandaskan hati nurani. Karena itu kami meminta: buktikan bahwa hukum tidak tunduk pada kepentingan yang lebih kuat, tetapi berdiri tegak di atas keadilan.
Jangan biarkan rakyat kecil selalu menjadi pihak yang paling mudah dijadikan tersangka, sementara mereka yang memiliki kuasa sering kali sulit disentuh.
Kami datang dengan damai. Tetapi jangan pernah menganggap kedamaian kami sebagai kelemahan.
Sebab sejarah Indonesia mengajarkan satu hal:
Setiap ketidakadilan akan melahirkan perlawanan. Setiap kriminalisasi akan melahirkan solidaritas. Dan setiap upaya membungkam rakyat hanya akan membuat suara rakyat semakin nyaring.
Hari ini kami membawa solidaritas. Besok, bila keadilan masih ditutup, solidaritas ini akan tumbuh lebih besar. Dari desa ke desa, dari kampus ke kampus, dari petani, buruh, mahasiswa, seniman, hingga seluruh rakyat yang percaya bahwa keadilan tidak boleh diperjualbelikan.
Kami tidak meminta belas kasihan.
Kami menuntut keadilan.
Kami tidak meminta keistimewaan.
Kami menuntut persamaan di hadapan hukum.
Karena negara yang kuat bukan negara yang mampu membungkam rakyatnya, melainkan negara yang berani mendengar suara rakyatnya.
Maka hari ini, dari depan Polda Jawa Tengah, kami menyerukan dengan lantang:
Hentikan kriminalisasi terhadap petani!
Hormati hak rakyat untuk memperjuangkan tanah dan kehidupan!
Tegakkan hukum dengan adil, profesional, dan bermartabat!
Ingatlah...
Kalian boleh memanggil satu orang petani.
Kalian boleh memeriksa satu orang warga.
Tetapi kalian tidak akan pernah mampu memeriksa seluruh hati nurani rakyat yang berdiri bersama keadilan.
Hidup petani!
Hidup rakyat!
Lawan kriminalisasi!
Solidaritas adalah kekuatan rakyat!