26/08/2025
Sejarah Berdirinya Pasar Payakumbuh
1. Asal Usul Pasar sebagai Pusat Perdagangan Tradisional
Pasar Payakumbuh lahir dari tradisi pakan (pasar), seperti halnya di berbagai wilayah pemukiman Minangkabau. Pada abad ke-19, sudah terbentuk pasar di bawah pohon besar—biasanya beringin yang menjadi pusat berkumpul dan berdagang . Catatan Eropa dari era kolonial mencatat keberadaan pasar ini sejak sebelum pertengahan abad ke-19
2. Pengembangan di Era Kolonial Belanda
1900-an: Pasar masih berupa struktur sederhana dengan los beratap rumbia di antara pohon-pohon besar
1909: Asisten Residen L.C. Westenenck memprakarsai pembangunan pasar yang lebih permanen dengan enam los berbahan kerangka besi dan atap seng. Ini adalah tonggak modernisasi struktur pasar
12 Desember 1912: Peresmian enam los baru dan bangunan bergonjong lima—dikenal sebagai Gonjong Limo—dimeriahkan dengan pasar malam selama tujuh hari. Pengelolaannya di bawah badan khusus (Pasar Fonds) yang berada di bawah asisten residen
rajalebahberbagi.blogspot.com
Setelah pembangunan ini, kawasan pasar berkembang pesat—bertaut toko-toko permanen yang dibuka antara lain oleh pedagang Tionghoa di sekitarnya
Sayangnya, bangunan Gonjong Limo ini kemudian dibumihanguskan pada tanggal 23 Desember 1948, sehari sebelum pasukan Belanda menduduki Payakumbuh
3. Peran Sebagai Pusat Ekonomi Regional
Payakumbuh dikenal sebagai "pasa rang Limapuluh"—mengacu pada kedudukannya sebagai pusat pasar bagi Luhak Limapuluh Kota. Budaya dan ekonomi setempat sangat mengandalkan pasar ini. Masyarakat setempat bahkan menyebut Payakumbuh hanya dengan kata “pasa” sebagai identitas pasar utama, sedangkan untuk pasar di nagari lain digunakan istilah “pokan” atau “pekan”
4. Peneguhan Status Administratif
Selain sebagai pusat pasar, Payakumbuh juga diakui sebagai pusat administrasi. Ia sempat menjadi ibukota Kabupaten Limapuluh Kota sebelum akhirnya diterbitkan sebagai kotamadya sendiri pada 17 Desember 1970
Ringkasan Kronologis
Sebelum abad ke-19 Kehadiran pasar tradisional di bawah pohon besar
Awal 1900-an Struktur pasar sederhana, los rumbia
1909 Pengembangan struktur pasar permanen pertama (los kerangka besi, Gonjong Limo)
1912 Peresmian los dan Gonjong Limo; pasar berkembang pesat
1948 Bangunan Gonjong Limo dibumihangus saat konflik dengan Belanda Era kolonial akhir Payakumbuh menjadi pusat pasar dan administrasi Limapuluh Kota
1970 Penetapan Payakumbuh sebagai kotamadya mandiri