12/06/2016
Depan Pasar Banjarsari Kota Pekalongan Macet
Memasuki bulan Ramadan, lalu lintas di depan Pasar Banjarsari makin padat. Itu disebabkan banyaknya motor yang parkir di tempat itu sehingga petugas nekat mengatur motor parkir dua baris berjajar hingga menggunakan badan jalan. Jika kondisi tersebut tidak ditertibkan sejak sekarang, maka menjelang Lebaran, dikhawatirkan Jalan Sultan Agung, depan Pasar Banjarsari akan macet total.
Beberapa pemilik mobil yang akan parkir di depan Pasar Banjarsari menjelaskan untuk parkir di Pasar Induk Kota Pekalongan itu sangat sulit khususnya pada sore hari. Kalaupun mendapat tempat, parkirnya jauh dari pasar.
Itu terjadi karena petugas parkir kini lebih memilih manangani motor yang hanya memanfaatkan tempat sempit. “Petugas parkir pilih menata parkir motor dibanding mobil karen total pendatapatan motor akan lebih besar,” kata sopir yang ditemui, Jumat (10/6)0.
Selain itu, petugas parkir juga nekat meminta jasa parkir lebih tinggi, yakni Rp 3.000 untuk mobil. Padahal, sesuai Perda yang masih berlaku sekarang ini, parkir mobil hanya Rp 1.000 dan motor Rp 500. Namun kenyataannya, motor Rp 1.000 dan mobil Rp 3.000. Dimungkinkan menjelang lebaran jasa parkir dinaikkan oleh petugas menjadi Rp 2.000 untuk motor dan mobil Rp 3000 sampai Rp 4.000.
Kepala Dishubparbud, Doyo Budi Wibowo yang dikonformasi menjelaskan, sudah berkali-kali petugas parkir diingatkan, namun tidak diindakkan. Lokasi depan pasar Banjarsari, semestinya untuk mobil, namun kenyataannya parkir mobil tidak diberi tempat. Pemkot sudah menyediakan lahan parkir di Jalan Pati Unus, namun pemilik mobil tidak mau karena terlalu jauh dengan pasar. Karena itu, Pemkot perlu memikirkan membeli lahan di sekitar pasar untuk parkir.
SUARA MERDEKA CYBERNEWS