17/06/2020
JADI, KENAPA HARUS MEMBACAKAN BUKU SEJAK DiNI??
Menurut sumber, pada saat seorang bayi berusia 8 bulan, otaknya memiliki 1000 triliun sambungan syaraf. Dan pada saat seorang anak berusia 10thn, jumlah sambungan syaraf yang 1000 triliun tersebut akan berkurang menjadi 500 triliun, bahkan jumlahnya bisa kurang dari itu.
Lantas apakah kegiatan membacakan buku /mendidik anak hanya menjadi tanggung jawab seorang ibu?oooowwh ya tidak dong😄😄
Kedua orang tua harus bersinergi bersama, bukan hanya hanya saat bikin nya doang😅🤫tapi mendidiknya juga harus bersama💕💕 ya kan yah Dharis Agung Mandegani 💕💕
Hal kecil yang bisa dilakukan oleh ayah yaitu mulailah dari hal sederhana...
Seperti membacakan cerita misalnya 📚😀💕
Kenapa? Karena membacakan cerita oleh seorang Ibu itu sudah biasa, tapi kalo Ayah bisa jadi luar biasaaaa !!!
Ada lho sebuah riset yang menekankan pentingnya peran Ayah membacakan cerita untuk anaknya...
Riset yang dilakukan oleh Elizabeth Duursma ini menunjukkan bahwa anak-anak yang dibacakan cerita oleh ayahnya sejak bayi ternyata memiliki kecerdasan bahasa yang lebih bagus daripada rekan-rekan sebayanya. Kecerdasan bahasa ini tampak sejak sang anak berusia 2 tahun dan semakin kuat ketika berusia 3 tahun.
Nah, lebih menariknya lagi, penelitian yang menggunakan subyek sejumlah 3000 keluarga ini melihat bahwa kemampuan bahasa yang anak peroleh lebih dipengaruhi oleh peran Ayah yang membacakan buku daripada peran Ibu!
Emejing banget yakaann?! ❤
Ada beberapa penjelasan yang ditawarkan oleh penelitian ini...
Pertama, melihat ayah membaca menjadi teladan bagi anak-anak sehingga mereka lebih bersemangat membaca.
Kedua, saat membaca, para ayah biasanya berbicara dan bercakap dengan anak-anak melebar dari tema buku. Obrolan asyik dengan ayah inilah yang membuat anak-anak terpicu dan mengembangkan kemampuan bahasanya.
Jika Ayah membaca dengan ekspresif, maka anak pun akan terhibur. Suara Ayah yang lantang tentu lebih mantap saat membacakan kisah raja yang bijaksana atau pahlawan pemberani.
Kedekatan yang terbangun antara seorang ayah dengan anak-anaknya sangatlah penting untuk selalu dijaga. Ketika Ayah membacakan cerita, ada ikatan yang terbangun dengan anak. Ada p**a proses mengembangkan kemampuan bahasanya. Ada juga proses mengajarkan nilai-nilai, ajaran agama dan tata krama pada anak.
Jadi, Ayah, mumpung hari Minggu niihh, yuk mulai bacakan cerita buat anakmu ! 😄
Sesibuk apapun hari mu, secapek apapun rasanya, always luangkan waktu mu untuk anakmu yeess!!!
Seperti kata pepatah...
"Seorang ayah hendaknya menjadi cinta pertama putrinya dan pahlawan terhebat bagi putranya! 💕
Duursma, Elizabeth. (2014). “The effects of fathers’ and mothers’ reading to their children on language outcomes of children participating in Early Head Start in the United States.” Fathering: a journal of theory and research about men as parents. 12 (3), pp. 283-302.