ManekaBuku

ManekaBuku Berdagang buku-buku sastra & seni, religi & kiri, pemikiran & percintaan, kenangan& harapan, dst dst layaknya kekasih, buku juga harus dimiliki!

“Saya kenal Trimoelja D. Soerjadi sejak lama dan telah bekerja sama bahu-membahu dalam pembelaan berbagai kasus hukum. A...
14/09/2021

“Saya kenal Trimoelja D. Soerjadi sejak lama dan telah bekerja sama bahu-membahu dalam pembelaan berbagai kasus hukum. Advokat Jawa Timur ini terbukti mampu berkiprah di tingkat nasional. Karakternya yang kuat, keteguhannya memegang prinsip, dan pengalaman panjangnya di dunia hukum telah menempatkannya di dalam jajaran Hall of Fame Advokat Pejuang Indonesia.” --Adnan Buyung Nasution
“Trimoelja di mata saya adalah orang yang sangat sederhana, meskipun kiprahnya tidak sederhana. Kiprahnya dapat mengguncang kezaliman-kezaliman yang ada. Trimoelja adalah advokat yang cerdas. Ia seolah memiliki sejumlah jurus untuk membela kepentingan dari pihak yang dibelanya. Fokus dan all out itulah branding yang saya ingin berikan kepada Trimoelja.” --Prof. Hikmahanto Juwana, SH., LL.M, Ph.D., Guru Besar Fakultas Hukum UI
“Buku ini ditulis dengan jujur dan apa adanya, serta dengan kesederhanaannya. Menceritakan malang-melintang sepak terjang beliau dalam melaksanakan pekerjaan sebagai pengacara, yang saya sendiri pernah menjadi tim pengacara dengan beliau. Di sini dapat diambil pelajaran bahwa dengan keberanian dan kegigihan, pekerjaan ini dapat diselesaikan dengan berbagai pengalaman. Keuletan beliau dalam melakukan penegakan hukum dan keadilan akhirnya bisa terpuaskan.” --Amir Syamsudin, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
“Trimoelja D. Soerjadi adalah pengacara ‘putih’ yang menembus batas nalar keberanian. Di tengah iklim represif di era Orde Baru sekalipun, Pak Tri tetap kukuh pada integritasnya tanpa kompromi. Juga di tengah carut-marut budaya hukum di era reformasi saat ini, Trimoelja bergeming menegakkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan, terutama bagi kaum tertindas, serta etika profesi di kalangan advokat. Buku ini mengisahkan ketegaran dan keberanian seorang Trimoelja menembus tembok kekuasaan yang paling mustahil sekalipun demi menegakkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan, meski sering kali ia harus menelan kepahitan dan kegetiran, bahkan didera secara fisik di luar batas keadaban, tetapi Pak Tri pantang surut, dan ia terus melangkah.” --Dr. Sukarwo, Gubernur Jawa Timur.
Manusia Merdeka
Sebuah Memoar
Trimoelja D. Soerjadi

Diakui atau tidak, gaya kepemimpinan Ganjar Pranowo di Jawa Tengah adalah sebuah dekonstruksi. Bukan berarti ia menjungk...
14/09/2021

Diakui atau tidak, gaya kepemimpinan Ganjar Pranowo di Jawa Tengah adalah sebuah dekonstruksi. Bukan berarti ia menjungkirbalikkan sebuah kelaziman dan mitos konstruksi kepemimpinan di provinsi ini. Ia memang menampilkan sesuatu yang berbeda, setidak-tidaknya lewat performa yang terasa lebih “muda” ketimbang gubernur-gubernur pendahulunya.
Ganjar membangun hubungan setara dan egaliter antara pemerintah dan rakyat. Birokrasi direformasi menjadi berkultur responsif dan melayani, misalnya mengoptimalkan pemanfaatan semua kanal yang mungkin pada teknologi informasi sehingga terbuka luas ruang komunikasi publik.
Lintasan sejarah mencatat, para pemimpin provinsi ini punya karakter personal dan gaya kepemimpinan yang berbeda-beda. Beberapa meninggalkan jejak menonjol yang terus dikenang sebagai tahap demi tahap capaian Jawa Tengah.
Kontroversi Ganjar
Budiono Isman, Isdiyanto, Solikun
Penerbit Buku Kompas, 2016
Tebal: 344 halaman, 400 gram
Harga Normal: Rp99.000,-
Harga Maneka: Rp50.000,-

Semarang, 1 Agustus 1934. Surat kabar golongan peranakan Tionghoa Mata Hari memuat foto yang menggemparkan, seorang pemu...
14/09/2021

Semarang, 1 Agustus 1934. Surat kabar golongan peranakan Tionghoa Mata Hari memuat foto yang menggemparkan, seorang pemuda keturunan Arab yang mengenakan beskap dan belangkon! Si pemuda menyerukan kepada kaumnya agar bersatu membantu perjuangan bangsa Indonesia. ”Di mana seseorang dilahirkan, di situlah tanah airnya,” tegasnya.
Siapakah dia? Anak muda itu adalah Abdul Rahman (A.R.) Baswedan, seorang wartawan, politikus, pejuang, dan orang Indonesia sejati (1908-1986).
Tak ada alasan untuk tak mengapresiasi Baswedan dan perjuangannya. Ia bahkan layak disebut sebagai salah seorang bapak bangsa (founding father) Republik Indonesia karena keikutsertaannya dalam Badan Penyelidik Usaha-usaha Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), serta pernah menjadi Menteri Muda Penerangan.
Di kalangan internal, Baswedan telah berjuang menyatukan komunitas Arab agar mereka menjadi bagian integral dari bangsa Indonesia. Melalui Partai Arab Indonesia (1934-1942), ia tegaskan Indonesia adalah ibu pertiwi keturunan Arab.
Baswedan juga ikut berjuang melalui jalur pers—bersama rekan-rekan Tionghoa, termasuk Liem Koen Hian (pendiri Partai Tionghoa Indonesia)—untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia atas dasar persatuan dan keberagaman.
Di ranah diplomasi, ia pun pernah mempertaruhkan nyawanya dalam proses pengakuan diplomatik yang pertama bagi Republik Indonesia, yakni dari Kerajaan Mesir, 1947.
Inilah biografi yang membawa pesan: mencintai Tanah Air dan bangsa dengan sepenuh hati adalah prioritas pertama bagi seorang anak bangsa sejati.
Biografi A.R. Baswedan – Membangun Bangsa, Merajut Keindonesiaan
Suratmin & Didi Kwartanada
Penerbit Buku Kompas, 2014
Tebal: 352 halaman, 500 gram

Mr. Sartono seorang ahli hukum pribumi yang pada 1930 jadi pembela B**g Karno saat diadili di pengadilan kolonial di Ban...
14/09/2021

Mr. Sartono seorang ahli hukum pribumi yang pada 1930 jadi pembela B**g Karno saat diadili di pengadilan kolonial di Bandung. Persis 30 tahun kemudian, dia berbeda pendapat dengan B**g Karno dan memilih mengundurkan diri sebagai anggota DPR ketika presiden pertama RI itu membubarkan DPR hasil Pemilu 1960 dan menggantinya dengan DPR-GR.
Saat belajar di Belanda, Sartono atau Meester (Mr) Sartono teman seperjuangan B**g Hatta di Perhimpunan Indonesia (PI). Kembali ke Tanah Air, ia bergabung dengan B**g Karno dalam Partai Nasional Indonesia (PNI).
Sartono selalu dekat dengan dunia parlemen dan legislasi. Ia pimpinan Gabungan Politik Indonesia (GAPI), Majelis Rakyat Indonesia (MRI), dan kemudian menjadi salah seorang perancang UUD 1945. Selanjutnya, ia masuk dalam jajaran Badan Pekerja Komite Nasional Pusat (BPKNP), badan legislatif sementara di zaman perang kemerdekaan. Setelah penyerahan kedaulatan, Sartono menjadi Ketua DPR RIS, DPRS, dan Ketua DPR hasil pemilu pertama, 1955. Tak berlebihan jika ada yang menyebutnya sebagai Bapak Parlemen Indonesia.
Sejarawan otodidak Daradjadi menulis biografi Mr. Sartono dengan gaya sederhana; membuka jalan bagi generasi muda menemukan kembali salah seorang tokoh nasional yang terlupakan. Juga agar dapat mengambil teladan dari kejujuran, intelektualitas, keberanian, dan kecintaannya pada Tanah Air.
Mr. Sartono Pejuang Demokrasi dan Bapak Parlemen Indonesia
Daradjadi
Penerbit Buku Kompas, 2014
Tebal: 312 halaman, 400 gram.

Penyusunan buku ini merupakan upaya memotret secara lengkap tentang buah karya dan pemikiran ayah secara obyektif yang m...
14/09/2021

Penyusunan buku ini merupakan upaya memotret secara lengkap tentang buah karya dan pemikiran ayah secara obyektif yang memberikan arti bagi kemajuan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebagaimana harapan almarhumah Ibu Siti Sudarsih, yang ketika Ibu masih bersama kami meminta kepada saya, kelak di kemudian hari akan melakukan “pembelaan” atas buah karya dan pemikiran ayah untuk bangsanya.
Sebagai putri Prof. Widjojo Nitisastro, penulis mengisahkan kenangan sebagaimana adanya tentang ayahnya melalui buku ini. Termasuk kenangan dari kerabat, sahabat, dan media massa tentang sosok Widjojo Nitisastro yang tidak pernah menonjolkan diri, tetapi terus bekerja, sepi ing pamrih rame ing gawe.
Widjojo telah menjadi penasihat ekonomi sejak era Presiden Soeharto hingga Presiden SBY, kiasannya panditaning para raja, penasihat para presiden sejak tahun 1983 sampai 2010.
Berbagai sebutan pun muncul terhadap Widjojo, mafia Berkeley, Pak Lurah, Ayatullah, begawan, arsitek ekonomi, primus inter pares, bulldog, kapten kesebelasan, sufi, panditaning para raja, arloji Swiss, Widjojonomics. Bahkan, sebutan “Lima Sekawan” pun muncul terhadap Widjojo, Emil Salim, Subroto, Ali Wardhana, dan Moh. Sadli yang berjuang bersama dan saling menangani krisis ekonomi pada era 1960-an.
Widjojo Nitisastro – Panditaning Para Raja
Widjajalaksmi Kusumaningsih
Penerbit Buku Kompas, 2016
Tebal: 352 halaman
Harga Normal: Rp99.000,-
Harga Maneka: Rp50.000,-
Original. Baru. Segel lepas. Bergaransj.

Penguasaan Bahasa Belanda yang sebelumnya menjadi kebanggaan orang Ambon di zaman penjajahan Belanda, menjadi tak berart...
14/09/2021

Penguasaan Bahasa Belanda yang sebelumnya menjadi kebanggaan orang Ambon di zaman penjajahan Belanda, menjadi tak berarti dan malah harus disembunyikan di zaman penjajahan Jepang. Bahasa Indonesia menjadi bahasa yang bukan hanya digunakan karena mereka merupakan orang Indonesia, tetapi saat itu pemakaian bahasa itu menyelamatkan mereka dari Jepang.
Inilah cerita tentang permukiman orang Ambon bentukan Jepang di Surabaya. Orang Ambon di Krembangan Barat diusir dari rumahnya yang besar-besar untuk dipakai orang Jepang dengan iming-iming akan dipulangkan ke Ambon. Mereka berbondong-bondong diangkut dengan prahoto ke Surabaya, yaitu pasar Kapas Krampung yang masih berupa rawa-rawa. Mereka harus membuat sendiri rumah mereka dari papan, diberi jatah makan oleh orang Jepang, sampai lupa bahwa mereka ditampung di sana dengan harapan akan dipulangkan ke Ambon.
Beberapa orang Ambon berinisiatif untuk ikut berjuang di Surabaya saja, ikut mengalahkan orang Jepang. Bagi mereka, Surabaya adalah tumpah darahnya. Saat Jepang dikalahkan Sekutu, orang-orang Ambon di penampungan tersebut mencari penghidupannya sendiri-sendiri. Banyak dari antara mereka ikut mempertahankan kemerdekaan di Indonesia, bahkan terlibat dalam peristiwa penyobekan bendera Belanda di hotel Oranye.
Diceritakan dari sudut pandang keluarga Johanes Pastora, cerita di penampungan orang Ambon di Kapas Krampung melibatkan konflik golongan tua yang sangat menjaga relasi dengan Jepang dengan golongan muda yang bersemangat untuk ikut berjuang mengusir Jepang. Dalam situasi yang serba tegang dan penuh konflik setiap hari, muncul juga kegembiraan anak-anak, Jootje, yang sering sembunyi-sembunyi keluar dari kamp penampungan, bermain dan mencari informasi dari warga sekitar Kampung Sawah.
Suparto menulis sejak tahun 1952. Karangannya dimuat di berbagai koran dan majalah, termasuk Siasat, Mimbar Indonesia, Kisah, Tanahair, Surabaya Post, Jawa Pos, Kompas, dan Indonesia Raya. Sejak 1958 juga menulis dalam bahasa Jawa, yang hasilnya diter­bitkan di koran-koran dan majalah seperti Panjebar Semangat, Jaya Baya, Djaka Lodang, Mekar Sari, dan Damar Jati.
Di antara puluhan karya sastra Suparto Brata yang sudah di­bukukan antara lain yng berjudul Surabaya Tumpah Darahku, Saksi Mata, Gadis Tangsi, Saputangan Gambar Naga, Mencari Sarang Angin, Kremil, Republik Jungkir Balik, Donyané Wong Culika, Lelakoné Si lan Man, Ser! Randha Cocak, Suparto Brataès Omnibus, dan Pawèstri Tanpa Idhèntiti.
Nama Suparto Brata tercatat dalam buku Five Thousand Perso­nalities of the World (edisi VI, 1988), terbitan The American Biograp­hical Institute.
Surabaya Tumpah Darahku
Suparto Brata
Penerbit Buku Kompas, 2016
344 halaman, 400 gram

12/09/2021
Lagi-lagi Rosid berantem sama Abah. Kali ini masalahnya cinta. Abah tidak mengizinkan Rosid memacari Delia karena beda a...
12/09/2021

Lagi-lagi Rosid berantem sama Abah. Kali ini masalahnya cinta. Abah tidak mengizinkan Rosid memacari Delia karena beda agama. Padahal, setengah mati mereka saling mencintai. Duh, harus bagaimana menjelaskan perasaan mereka ke Abah?

Sementara itu, Abah tetap tak mau tahu. Diam-diam Abah menyiapkan calon yang lebih yahud. Dia cantik, solihah, dan yang pasti seagama. Tapi, bagaimana caranya agar Rosid yang keras kepala itu mau nurut? Seperti biasa, Abah punya seribu cara untuk menundukkan kekeraskepalaan Rosid. Namun, tanpa Abah ketahui, diam-diam Rosid pun mengagumi pilihan Abah. Apakah itu berarti Rosid akan meninggalkan Delia? Bagaimana dengan Delia? Apakah dia siap berpisah dengan Rosid?
Ben Sohib mulai dikenal di publik sastra Indonesia sejak meluncurkan dwilogi novelnya The Da Peci Code (2006) dan Rosid & Delia (2008). Kedua novel satire tentang kehidupan multi etnis dan agama di Jakarta itu kemudian diadaptasi ke layar lebar dengan judul 3 Hati 2 Dunia 1 Cinta. Film itu memperoleh banyak penghargaan pada Festival Film Indonesia (FFI) 2010, termasuk film terbaik.
Sejak saat itu Ben Sohib menulis cerita pendek untuk beberapa koran. Kebanyakan cerita-cerita pendeknya juga tentang kehidupan di Jakarta. Pada 2011 Ben diundang mengikuti Salihara – Utan kayu Internatioanl Literary Festival untuk pembacaan karya dan diskusi.
Pada 2015, dua karya Ben Sohib, yaitu novel The Da Peci Code dan kumpulan cerita pendek Haji Syiah, terpilih untuk diikutsertakan dalam Frankfurt Book Fair di mana Indonesia menjadi tamu kohormatan. Kedua buku tersebut telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris, Jerman, Belanda, dan Perancis. Karya terbarunya adalah kumpulan cerpen Kisah-Kisah Perdagangan Paling Gemilang (2020).
Selain menulis novel dan cerita pendek, Ben menulis esai dan kolom di berbagai media. Ia juga menulis skenario film layar lebar. Film berdasarkan skenario garapannya berjudul Bidah Cinta telah tayang di bisokop di seluruh Indonesia pada Maret 2017.
Balada Rosid dan Delia
Ben Sohib
Penerbit: Bentang
Tebal: 244 halaman
Berat: 300 gram
Tokopedia: Buku Maneka / Baramaja
Instagram: /
Facebook: Galeri Buku Sastro

More About NothingWimar Witoelar.Melalui Seri Nothing, Wimar mengajak kita menemukan gambaran besar melalui peristiwa-pe...
12/09/2021

More About Nothing
Wimar Witoelar.
Melalui Seri Nothing, Wimar mengajak kita menemukan gambaran besar melalui peristiwa-peristiwa sederhana yang biasa dialami setiap manusia.
Ya, kalau kita tak bisa memahami hal-hal kecil, bagaimana kita mampu menangani permasalahan-permasalahan besar? Mulailah dari talk about nothing. Sebab dalam nothingness, kita tak perlu menaruh ekspektasi. Dalam nothingness, kita justru bisa menemukan esensi.
Buku Maneka merekomendasikan karya-karya Wimar Witoelar, kolumnis koran dan majalah, pendiri www.perspektif.net, pelopor tvTWO Wimar’s Channel (www.tvtwo.info), pendiri dan pewawancara acara radio talkshow “Perspektif Baru”, moderator dan pembicara seminar/diskusi/talkshow. Ia juga pembawa acara di TVRI dan acara TV Laporan dari Amerika Serikat.
Wimar juga pernah menjadi Adjunct Professor di Deakin University, Australia; dosen Pascasarjana Program Transportasi Institut Teknologi Bandung; dan Direktur Eksekutif Summa Excellence Institute.
Dalam sejarah kariernya, mantan juru bicara kepresidenan masa pemerintahan Abdurrahman Wahid ini pernah menjadi pimpinan PT Intermatrix Indonesia, Pimpinan PT Inter Properti, Pimpinan PT Caksuraga Nusantara Media, Pimpinan PT Inter Sinclair Knight, dan Pimpinan PT Nusantara International Development Corporation.












Seri Novel Agatha ChristieHarga Normal: Rp50.000,- s/d Rp71.000,-Harga Maneka: Rp25.000,-Agatha Christie penulis terkena...
11/09/2021

Seri Novel Agatha Christie
Harga Normal: Rp50.000,- s/d Rp71.000,-
Harga Maneka: Rp25.000,-
Agatha Christie penulis terkenal dari Inggris, maestro cerita detektif dan kriminalitas kelas dunia. Kekuatan novel-novelnya adalah penggarapan yang selalu berbeda, yang membuat jalan cerita masing-masing kasus sulit untuk ditebak.
Novel-novel karya Agatha Christie selalu menjadi best seller, dicetak ulang dan terjual hingga kurang lebih 2 miliar eksemplar, tersebar dalam lebih dari 100 bahasa.
Agatha Christie pun mendapat julukan “The Queen of Crime”. Bukan hanya dirinya sebagai pengarang, tokoh-tokoh rekaannya juga melegenda dan dikenal di seluruh penjuru dunia, seperti Hercule Poirot dan Miss Marple.
Sebagian novelnya telah difilmkan dan tidak kalah sukses memikat penonton. Salah satu film paling terkenal dari novel Agatha Christie adalah Murder on the Orient Express, 2017. Film tesebut dibintangi oleh para aktor dan aktris Hollywood seperti Johnny Depp, Michelle Pfeiffer, dan Penelope Cruz.

Address

Jalan Madura
Pontianak
78121

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when ManekaBuku posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category