28/03/2019
....
Bukan berarti tidak tegas ya, dan bukan berarti tidak pernah marah juga agar tidak melukai anak. Tapi cobalah untuk meletakkan segalanya sesuai tempatnya.
Apa maksud “tidak boleh melukai jiwa anak?”
Kadang orangtua melakukan kesalahan yang akan dikenang anak seumur hidupnya, dan akan menjadi luka batin yg susah disembuhkan. Contoh, ketika anak telat mandi atau malas mandi. Karena orangtua merasa perbuatan itu tidak pantas akhirnya ortu berbicara tak terkendali. Misal, “eh sudah jelek ga mandi, ya nanti akan tambah jelek. Sana tuh mandi, biar ga bau badannya. Lihat tuh teman2mu pagi2 udah pada mandi, udah cantik2, kamu kok masih rembes jam segini.”
Anak pasti merasa sangat sedih dibandingkan dg teman2nya, trus ga cuman itu, dia jg merasa tidak berharga karena telat mandi. Dia merasa buruk, merasa jelek, dan merasa tidak pantas dicintai. Padahal nilai atau harga seorang anak tidak diukur dari situ kan.
Coba ganti kata2nya dg kalimat positif, “Ibu cuma punya waktu 10 menit lagi, kalo kamu ga mandi sekarang ibu tidak bisa mengantarkan kamu ke sekolah karena ada kerjaan pagi.” Lalu mulailah berhitung “1, 2, 3 ....”
Biasanya anak2 akan lari jika mendengar angka dihitung. Dan di dalam kamar mandi pun ingatkan anak ttg waktu yang tersisa dan harus seger berangkat
Jadi jangan sakiti hati anak, jangan berkata kasar kepadanya, hargailah perasaan anak. Kalopun ingin mengingatkan kesalahannya, aturlah bahasanya agar tidak melukai perasaannya. Jangan marah tak terkendali. Kemarahan tak terkendali hanya akan memutuskan bonding antara anak dan orangtua.
Sumber : fanpage pusat abaca flashcard
Foto : mainan edukasi abaca