30/10/2023
IKHTISHAR IHYA` ‘ULUMIDDIN
Panduan Ilahi untuk Menjadi Manusia Ruhani
Penulis : Imam al-Ghazali
Genre : Agama Islam/Tasawuf & Akhlak
Halaman : 500 (BW)/Book paper
Ukuran : 15,5 x 24 cm
Cover : Soft cover
ISBN : 978-623-7327-86-8
Penerbit : Turos Pustaka
Cetakan : 1, November 2023
Harga : Rp. 125.000
Sinopsis
Ihyâ` Ulûmiddîn (Kebangkitan Ilmu Pengetahuan Agama) adalah sebuah kitab yang
ditulis pada abad ke-12 oleh Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali. Kitab ini
disusun berdasarkan pada pengalaman spiritual pribadi Imam al-Ghazali dalam perjalannya
melakukan penyucian hati.
Kitab ini dianggap sebagai salah satu karya monumentalnya, sebuah pengantar klasik
yang bisa menjadi pedoman seorang muslim untuk berjalan menuju Tuhan agar bisa
mendapat predikat “manusia ruhani”. Kitab ini adalah terjemah dari ringkasan kitab Ihyâ`
Ulûmiddîn yang ketebalannya mencapai 5 jilid. Hadir sebagai alternatif bagi mereka yang ingin
mengkaji keseluruhan kandungan maknanya dengan cara yang lebih praktis dan singkat.
Di dalam buku ini, prinsip serta praktik ibadah dan keseharian dibahas dengan
menunjukkan bagaimana konsep yang diusung oleh Islam dapat dijadikan dasar bagi
kehidupan religius yang menentramkan. Tidak heran, jika karya ini dikaji oleh banyak
pesantren di Indonesia, bahkan menjadi salah satu pengajian utama yang hanya diampu oleh
kiai sepuh. Tidak hanya itu, berbagai perguruan tinggi di seantero negeri juga menjadikan
karya ini sebagai kurikulum dan referensi utama.
Siapa penulis buku ini?
Imam al-Ghazali lahir di Thus pada tahun 1058 M/450 H dan meninggal di Thus pada 1111
M/ 505 H di usia 52/53 tahun. Ia adalah seorang filsuf dan teolog muslim asal Persia. Al-
Ghazali berasal dari keluarga yang miskin. Ayahnya mempunyai cita-cita yang tinggi yaitu
ingin anaknya menjadi orang alim dan soleh. Imam al-Ghazali banyak memberi sumbangan
bagi perkembangan kemajuan umat Islam.
Ia dianggap sebagai Mujaddid abad ke-5, seorang pembaru iman; yang, menurut hadis
kenabian, muncul setiap 100 tahun sekali untuk memulihkan iman umat Islam. Karya-
karyanya sangat diakui oleh orang-orang sezamannya sehingga al-Ghazali dianugerahi gelar
kehormatan "Argumentator Islam" (Hujjatul Islam).
Imam al-Ghazali percaya bahwa tradisi spiritual Islam telah hampir mati dan bahwa ilmu-
ilmu spiritual yang diajarkan oleh generasi pertama umat Islam telah dilupakan. Keyakinan ini mendorongnya untuk menulis magnum opusnya yang berjudul Ihyâ` Ulûmuddîn (Kebangkitan
Ilmu Pengetahuan Agama).
Endorsment:
“Kitab ini mengelaborasi antara fikih dan tasawuf karena Imam al-Ghazali merupakan sufi
‘âbid. Beliau percaya bahwa jalur untuk bertemu Allah ditetapkan oleh syariat, lewat ibadah
yang memang ada ketetapannya. Tasawuf tetap harus berada dalam koridor syariat, tidak
bisa dibiarkan bebas tanpa aturan yang mengikat, apalagi sampai bertabrakan dengan
syariat.”
–Dr. Fahruddin Faiz, Pengajar Filsafat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Apa Saja Isi Buku Ini?
● Menjelaskan praktik dan adab dalam beribadah agar tak hanya bernilai ritual fisik
semata
● Menguraikan tata krama & tata cara seluruh kegiatan dalam keseharian umat Islam
● Memaparkan hal-hal tercela yang dapat membuat hati menjadi hitam
● Mengungkapkan amalan-amalan terbaik yang dapat menghidupkan hati
Apa Saja Keunggulan Buku Ini?
● Rujukan utama dalam memahami ruh dari praktik-praktik Islam
● Seluruh teks Arab dilengkapi dengan harakat
● Ringkas, padat, dan memudahkan pemahaman