Aku Petani Indonesia

Aku Petani Indonesia Mari Bertani untuk negeri INDONESIA
Negeri Agraris

Tas Cocok buat mancing dan ke ladang
30/09/2025

Tas Cocok buat mancing dan ke ladang

Kebun jadi Indah begini
07/05/2021

Kebun jadi Indah begini

Kebun Di belakang Rumah bisa Jadi taman yang indah Tonton Videonya supaya jadi Inspirasi untuk menata Kebun andaWisata Taman Surgadalam kebun Terdapat Pohon ...

05/10/2020

MANDIRI MASS..

Banyak kasus tanah pertanian jenuh pupuk kimia. Ketika tanahnya kering disiram air, airnya tidak mudah meresap. Hanya mengalir saja tak masuk dalam ke tanah. Dampaknya yang nyata dari tanah jenuh kimia, tanaman butuh pupuk kimia semakin banyak, itupan susah tumbuh bagus, selalu kerdil dan hasil tidak maksimal tentunya. Wajar... pupuk kimia yang jenuh (berlebih) residunya akan terikat ke tanah membentuk ikatan yang kuat dg mineral tanah. Dampaknya mineral tanah tak bisa dengan mudah diserap oleh akar tanaman (mineralnya membatu).
Kalau sudah begini sangat susah mengembalikan kesuburan tanah seperti sedia kala seperti saat sebelum terjamah pupuk kimia. Sebenarnya tidak juga. Asal kita tahu caranya dan cara mensiasatinya. Dalam sekejap tanah bisa kembali subur lagi. Bisa mudah menyerap air lagi dan kesuburan kembali. Di alam ini semua berpasang-pasangan. Ada siang ada malam, ada laki laki ada perempuan, ada positif ada negatif asam ada basa... intinya semua bisa saling menetralkan. Ada penyakit pasti ada obatnya, ada racun pasti ada penawarnya...


Itu kita bahas nanti saja penyelesaiannya. Yang penting kita lanjutkan bahasan yang kemarin tentang membuat pupuk sendiri memanfaatkan alam (sekitar kita) tentunya..
Kita bahas pupuk nya dulu, yang nantinya merupakan salah satu amunisi untuk membenahi tanah yang jenuh kimia supaya pulih seketika.

cara ke satu ini meskipun kemarin sudah di tulis terpaksa saya tulis ulang supaya menjadi satu rangkaian dengan yang lainnya..

CARA I

BAHAN

1. KOTORAN SAPI/ KOTORAN KAMBING/ KOTORAN AYAM/ KOTORAN PUYUH/KUDA. 200 KG
2. UREA ATAU NPK 1 KG
3. TETES TEBU/ MOLASE 2 LITER. BISA DIGANTI GULA ½-1 KG
4. KAPUR BANGUNAN / DOLOMIT 2 KG
5. PROBIOTIK ...Tidak usah pakai probiotik, karena kotoran hewan probiotiknya sudah komplit. Tetapi bila kita mau pakai probiotik kombatan supaya lebih mantab...silahkan. sayang juga kalau sudah buat tapi tidak dipakai..

CARA MEMBUAT:

Urea/NPK, tetes tebu dicampur tambahkan air 5- 10 liter air tergantung kondisi kohenya dan aduk rata.
Siramkan ke kotoran hewan yang telah kita siapkan dan diaduk rata, kalau ada sekam boleh ditambah sekam. Usahakan hasil adonan ini tidak terlalu basah tapi lembab saja.juga jangan terlalu kering. Maka jumlah airnya bisa disesuaikan dengan kondisi kotoran hewan.
Jika fermentasi pakai drum, adonan masukkan drum sedikit padatkan tutup rapat.
Jika pakai karung langsung masukkan karung sedikit padatkan ikat.
Jika diatas tanah cukup dibuat gundukan ditutup terpal ditindih dg batu batuan atau tanah.
Bisa juga dikubur ditanah. Proses ini harus ditempat teduh dan terhindar dari hujan.
Dua minggu pupuk siap digunakan.

CARA II

BAHAN

1. KOTORAN SAPI/ KOTORAN KAMBING/ KOTORAN AYAM/ KOTORAN PUYUH/KUDA. 200 KG
2. UREA ATAU NPK 1-2 KG

CARA MEMBUAT:
Kita bisa membuat pupuk ini dengan drum, dengan karung, dengan dihampar diatas tanah atau di buatkan lubang galian di tanah. Terserah mana yang paling mudah dan mungkin kita lakukan.
Jika dengan drum atau karung, masukkan kotoran ternaknya ke dalam dengan ketebalan maksimal 10 cm boleh dengan ketebalan 5 cm. Kemudian taburi UREA/NPK sekedar rata timbun lagi dengan kotoran ternak dengan ketebalan sama dengan yang bawah. Taburi lagi dengan UREA/NPK. Timbun lagi dengan kotoran hewan. Diulang ulang sampai penuh dan ditutup rapat. 2 minggu pupuk sudah siap.
Jika buatnya diatas tanah, pilih tempat yang teduh dan terhindar dari hujan. Cukup kotoran ternaknya dihampar di tanah setebal 10 cm. Kemudian taburi UREA/NPK sekedar rata timbun lagi dengan kotoran ternak dengan ketebalan sama dengan yang bawah. Taburi lagi dengan UREA/NPK. Timbun lagi dengan kotoran hewan. Diulang ulang sampai bahan habis. Baru ditutup terpal selama 2 minggu.
Jika dengan menggunakan lubang di tanah, cara sama . Hampar kotoran hewan setebal 10 cm di dasar lubang, taburi UREA/NPK timbun lagi dengan kotoran hewan setebal 10 cm taburi UREA/NPK. Diulang sampai bahan habis. Terkir ditimbun tanah. Dua minggu bisa dibongkar dan dipakai untuk pupuk dasar.
Kelebihan cara ini, proses cepat dan tanpa membolak balik bahan baku, penyakit maupun jamur akan hilang karena amoniak dari UREA/NPK.
Di atas dijelaskan dengan cara urea/npk ditabur. Jika menghendaki dengan dicampur rata juga bisa. Malah lebih bagus. Tapi cara ini lebih beresiko bagi pekerjanya jika dilakukan di ruangan. Uap amoniak bisa menyebabkan pingsan.

CARA III

TANPA UREA/NPK

BAHAN
1. KOTORAN SAPI/ KOTORAN KAMBING/ KOTORAN AYAM/ KOTORAN PUYUH/KUDA. 200 KG
2. KAPUR GAMPING (KAPUR SIRIH) 2 KG
3. TETES TEBU/ MOLASE 1.5 LITER. ISA DIGANTI GULA ½ KG
4. PROBIOTIK 2 GELAS AQUA. .BOLEH LEBIH TOH KITA PUNYA PROBIOTIK KOMBATAN YANG GRATIS TAPI MANTAB.

CARA MEMBUAT:
tetes tebu tambahkan air 20-30 liter air, probiotik tambahkan juga dan aduk rata.
Siramkan ke kotoran hewan yang telah kita siapkan taburi kapur dan diaduk rata, kalau ada sekam boleh ditambah sekam. Usahakan hasil adonan ini tidak terlalu basah tapi lembab saja.juga jangan terlalu kering. Maka jumlah airnya bisa disesuaikan dengan kondisi kotoran hewan.
Jika fermentasi pakai drum, adonan masukkan drum sedikit padatkan tutup rapat.
Jika pakai karung langsung masukkan karung padatkan ikat.
Jika diatas tanah cukup dibuat gundukan ditutup terpal ditindih dg batu batuan atau tanah.
Bisa juga dikubur ditanah. Proses ini harus ditempat teduh dan terhindar dari hujan. Seminggu kompos dibalik diaduk lagi.
Dua minggu biasanya sudah jadi, pupuk siap digunakan. Kalau pupuk masih panas lanjut fermentasinya sampai terasa dingin.

MEMBUAT PUPUK CAIR SEMI ORGANIK (untuk pertumbuhan)

BAHAN
Urea = 1 kg
Kompos matang = 5 kg
Molase (tetes tebu) = 3 liter
Telur ayam = ½ kg
Kapur sirih = 3 ons
Air = 50 liter

Cara membuat :
Telur ayam sekalian cangkangnya diblender. Masukkan wadah campur semua bahan kecuali kapur sirih. Aduk sampai benar-benar bercampur.
Boleh dimasukkan jurigen ditutup rapet fermentasi selama minimal 2 minggu. Baru bisa dipakai.
Setelah proses fermentasi selesai (ditandai tak menghasilkan gas lagi) kapur sirih tambah air 2 liter aduk aduk dan saring. Tambahkan airnya ke pupuk sedikit demi sedikit dan aduk aduk hingga ph mencapai 7 stop. Pupuk disaring masukkan wadah lagi siap untuk dipakai.

Untuk semprot 2-3 gelas aqua untuk 1 tangki 16 liter.
Kocor 1/2 liter untuk 10 liter air.

MEMBUAT PUPUK CAIR SEMI ORGANIK (untuk perangsang bunga)

BAHAN
NPK 16-16-16 = 1/2 kg
TSP = 1 kg
Kompos matang = 5 kg
Molase (tetes tebu) = 3 liter
Telur ayam = ½ kg
Kapur sirih = 3 ons
Air = 50 liter

Cara membuat :
Telur ayam sekalian cangkangnya diblender. Masukkan wadah campur semua bahan kecuali kapur sirih. Aduk sampai benar-benar bercampur.
Boleh dimasukkan jurigen ditutup rapet fermentasi selama minimal 2 minggu. Baru bisa dipakai.
Setelah proses fermentasi selesai (ditandai tak menghasilkan gas lagi) kapur sirih tambah air 2 liter aduk aduk dan saring. Tambahkan airnya ke pupuk sedikit demi sedikit dan aduk aduk hingga ph mencapai 7 stop. Pupuk disaring masukkan wadah lagi siap untuk dipakai.

Untuk semprot 2-3 gelas aqua untuk 1 tangki 16 liter.
Kocor 1/2 liter untuk 10 liter air.

MEMBUAT PUPUK CAIR SEMI ORGANIK (untuk pengisi buah)

BAHAN
NPK 16-16-16 = 1/2 kg
KCL = 1 kg
Kompos matang = 5 kg
Molase (tetes tebu) = 3 liter
Telur ayam = ½ kg
Kapur sirih = 3 ons
Air = 50 liter

Cara membuat :
Telur ayam sekalian cangkangnya diblender. Masukkan wadah campur semua bahan kecuali kapur sirih. Aduk sampai benar-benar bercampur.
Boleh dimasukkan jurigen ditutup rapet fermentasi selama minimal 2 minggu. Baru bisa dipakai.
Setelah proses fermentasi selesai (ditandai tak menghasilkan gas lagi) kapur sirih tambah air 2 liter aduk aduk dan saring. Tambahkan airnya ke pupuk sedikit demi sedikit dan aduk aduk hingga ph mencapai 7 stop. Pupuk disaring masukkan wadah lagi siap untuk dipakai.

Untuk semprot 2-3 gelas aqua untuk 1 tangki 16 liter.
Kocor 1/2 liter untuk 10 liter air.

MEMBUAT PUPUK CAIR ORGANIK MURNI (untuk pembungaan dan pengisi buah)

BAHAN
Buah buahan matang = 5 kg (buah apa saja harus matang tua)
Kentang = 1 kg (diblender)
Kompos matang = 5 kg
Molase (tetes tebu) = 3 liter
Telur ayam = ½ kg
Kapur sirih = 3 ons
Air = 50 liter

Cara membuat :
Telur ayam sekalian cangkangnya diblender. Masukkan wadah campur semua bahan kecuali kapur sirih. Aduk sampai benar-benar bercampur.
Boleh dimasukkan jurigen ditutup rapet fermentasi selama minimal 2 minggu. Baru bisa dipakai.
Setelah proses fermentasi selesai (ditandai tak menghasilkan gas lagi) kapur sirih tambah air 2 liter aduk aduk dan saring. Tambahkan airnya ke pupuk sedikit demi sedikit dan aduk aduk hingga ph mencapai 7 stop. Pupuk disaring masukkan wadah lagi siap untuk dipakai.

Untuk semprot 2-3 gelas aqua untuk 1 tangki 16 liter.
Kocor 1/2 liter untuk 10 liter air.

Makanan sisa Manfaat kan untuk Boster Bunga" vegetasi lebah
02/06/2020

Makanan sisa
Manfaat kan untuk Boster Bunga" vegetasi lebah

Makanan sisa waktu lebaran bisa dibilang sangat banyak Setiap rumah tangga mengkonsumsi makanan bergizi Dan tentu saja sisanya juga bisa dimanfaatkan untuk p...

Tehnik pemberian pakan MaggotSecara ManualBagi anda yg belom mempunyai mesin otomatis, blender penghancur harus nonton v...
19/06/2019

Tehnik pemberian pakan Maggot
Secara Manual
Bagi anda yg belom mempunyai mesin otomatis, blender penghancur harus nonton video ini..
Subscribe ya biar kami Maju terus...

Memberikan pakan Maggot supaya sehat
Supaya tidak bau
Supaya bersih


BSF




gemuk




Tehnik pemberian pakan Maggot Secara Manual Bagi anda yg belom mempunyai mesin otomatis, blender penghancur harus nonton video ini.. Subscribe ya biar kami M...

01/02/2019

Ternak & Al-Qur'an
سبحان الله

27/12/2018

Pengertian dan fungsi PGPR.

Dalam dunia pertanian yang dikenal berbagai macam bakteri, bakteri baik atau bakteri yang merugikan. Bakteri racun bakteri Pseudomonas solanacearum yang menyebabkan layu bakteri dan bakteri Xanthomonas oryzae yang menyebabkan penyakit hawar bakteri. Sedangkan bakteri yang menguntungkan seperti Lactobacillus sp , Bacillus subtilis , Pseudomonas sp. , Salmonella liquefaciens dan Rhizobium leguminosarum.

Lalu apa yang berhubungan dengan PGPR?
PGPR ( Pertumbuhan Tanaman Mempromosikan Rhizobakter ) adalah sejenis bakteri yang tumbuh dan berkembang biak lokasi perakaran tanaman. Bakteri tersebut secara langsung berkoloni disekeliling daerah perakaran yang mengingatkannya sangat menguntungkan bagi tanaman.
Bakteri ini memberi keuntungan dalam proses fisiologi tanaman dan pertumbuhan tanaman. Kelompok Bakteri tersebut disebut DENGAN PGPR ( Plant Growth Mempromosikan Rhizobakteri ) ATAU RPTT ( Rhizobakteri pemacu Tumbuh Tanaman ), Yang merupakan Kelompok Bakteri agresif Yang berada disekitar rizosfir (perakaran).

PGPR atau RPTT tidak berlaku secara langsung maupun tidak langsung. Pengaruhnya secara langsung adalah kemampuannya menyediakan dan memobilisasi berbagai jenis dan produksi konsentrasi pemacu tumbuh. Sementara keuntungan tidak langsungnya adalah kemampuannya bersama-sama dengan berbagai komponen atau metabolit seperti antibiotik.

Berikut adalah beberapa fungsi dan peran dari PGPR atau RPTT :
1. Merangsang pembentukan hormon (ZPT) IAA, auksin, giberelin, sitokinin, etilen dll,
2. Menekankan penyakit tanaman dengan perak yang dihasilkannya (glukanase dan kitinase),
3. Melarutkan meningkatkan unsur P dalam tanah,
4. meningkatkan Mn (Mangan),
5. Melarutkan unsur sulfur (S) dan meningkatkan daya serap tanaman untuk hal-hal tersebut,
6. meningkatkan daya serap tanaman terhadap unsur- unsur Fe,
7. meningkatkan nitrogen (N),
8. Menghambat pertumbuhan dan perkembang biakan penyakit perakaran,
9. Menjadi sumber patogen dalam daftar makanan, pop**asi patogen berkurang,
10. Menghambat proses analitik tanaman dengan cara menghambat produksi etilen (zat yang menyebabkan tanaman cepat tua dan mati),
11. meningkatkan pop**asi bakteri dan cendawan menguntungkan.

Beberapa bakteri PGPR seperti Bacillus subtilis mampu memproduksi racun yang mampu melawan cendawan patogen. PGPR juga mampu meningkatkan kualitas tanaman dengan produksi hormon (ZPT), kemampuan fiksasi N untuk meningkatkan unsur N dalam tanah, dan penghasil osmolit sebagai osmoprotektan pada kondisi kekurangan udara (kekeringan).

Selain itu salah satu bakteri PGPR yaitu Pseudomonas sp . mampu menghasilkan hormon pemacu dari pertumbuhan tanaman yang dapat meningkatkan berat kering hasil panen jagung mencapai 9%. Sementara bakteri PGPR lainnya, yaitu Salmonella liquefaciens yang mampu meningkatkan berat kering jagung mencapai 10% dan bakteri Bacillus sp . meningkatkan berat kering mencapai 7%.

Selamat belajar kawan2 semua.

Pak Tani terus Belajar
24/12/2018

Pak Tani terus Belajar

18/12/2018

TRICHODERMA.

1. Morfologi

Koloni dari kapang Trichoderma berwarna putih, kuning, hijau muda, dan hijau tua. Dijelaskan lebih lanjut bahwa kultur kapang Trichoderma viride pada skala laboratorium berwarna hijau, hal ini disebabkan oleh adanya kump**an konidia pada ujung hifa kapang tersebut. Susunan sel kapang Trichoderma bersel banyak berderet membentuk benang halus yang disebut dengan hifa. Hifa pada jamur ini berbentuk pipih, bersekat, dan bercabang-cabang membentuk anyaman yang disebut miselium. Miseliumnya dapat tumbuh dengan cepat dan dapat memproduksi berjuta-juta spora, karena sifatnya inilah Trichoderma dikatakan memiliki daya kompetitif yang tinggi. Dalam pertumbuhannya, bagian permukaan akan terlihat putih bersih, dan bermiselium kusam. Setelah dewasa, miselium memiliki warna hijau kekuningan.

Kapang ini memiliki bagian yang khas antara lain miselium berseptat, bercabang banyak, konidia spora berseptat dan cabang yang paling ujung berfungsi sebagai sterigma. Konidiofornya bercabang berbentuk verticillate. Pada bagian ujung konidiofornya tumbuh sel yang bentuknya menyerupai botol (fialida), sel ini dapat berbentuk tunggal maupun berkelompok. Konidianya berwarna hijau cerah bergerombol membentuk menjadi seperti bola dan berkas-berkas hifa terlihat menonjol jelas diantara konidia spora. Trichoderma berkembangbiak secara aseksual dengan membentuk spora di ujung fialida atau cabang dari hifa.

2. Fisiologi

Trichoderma adalah salah satu jamur tanah yang tersebar luas (kosmopolitan), yang hampir dapat ditemui di lahan-lahan pertanian dan perkebunan. Trichoderma bersifat saprofit pada tanah, kayu, dan beberapa jenis bersifat parasit pada jamur lain. Trichoderma viride merupakan jenis yang paling banyak dijumpai diantara genusnya dan mempunyai kelimpahan yang tinggi pada tanah dan bahan yang mengalami dekomposisi.

Pada spesies saprofit, kapang tumbuh pada kisaran suhu optimal 22-30°C. Sedangkan menurut Enari (1983), suhu optimal untuk pertumbuhan kapang ini adalah 32-35°C dan pH optimal sekitar 4.0.

Trichoderma viride adalah salah satu jenis jamur yang bersifat selulolitik karena dapat menghasilkan selulase. Banyak kapang yang bersifat selulolitik tetapi tidak banyak yang menghasilkan enzim selulase yang cukup banyak untuk dapat dipakai secara langsung tanpa sel bagi usaha dalam skala besar. Kapang selulolitik yang cukup baik memproduksi enzim selulolitik adalah Trichoderma viride. Trichoderma viride bisa juga dikatakan sebagai mikroorganisme yang mampu menghancurkan selulosa tingkat tinggi dan memiliki kemampuan mensintesis beberapa faktor esensial untuk melarutkan bagian selulosa yang terikat kuat dengan ikatan hidrogen. Ada juga yang mengatakan bahwa Trichoderma viride merupakan jamur yang potensial memproduksi selulase dalam jumlah yang relatif banyak untuk mendegradasi selulosa. Trichoderma viride merupakan kelompok jamur selulolitik yang dapat menguraikan glukosa dengan menghasilkan enzim kompleks selulase. Enzim ini berfungsi sebagai agen pengurai yang spesifik untuk menghidrolisis ikatan kimia dari selulosa dan turunannya. Trichoderma viride dan Trichoderma reesei merupakan kelompok jamur tanah sebagai penghasil selulase yang paling efisien. Enzim selulase yang dihasilkan Trichoderma viride mempunyai kemampuan dapat memecah selulosa menjadi glukosa sehingga mudah dicerna oleh ternak. Selain itu Trichoderma viride mempunyai kemampuan meningkatkan protein bahan pakan dan pada bahan berselulosa dapat merangsang dikeluarkannya enzim selulase.

Keuntungan jamur tersebut sebagai sumber selulase adalah menghasilkan selulase lengkap dengan semua komponen-komponen yang dibutuhkan untuk hidrolisis total selulosa kristal dan protein selulosa yang dihasilkan cukup tinggi. Jenis Trichoderma viride yang diketahui dapat menghasilkan enzim selulase yang sangat baik adalah jenis QM 9414 dan QM 9124 yang telah dikembangkan di Laboratorium Natick Masaschucetts USA.

Miselium Trichoderma dapat menghasilkan suatu enzim yang bermacam-macam, termasuk enzim selulase (pendegradasi selulosa) dan kitinase (pendegradsi kitin). Oleh karena adanya enzim selulase, Trichoderma dapat tumbuh secara langsung di atas kayu yang terdiri atas selulosa sebagai polimer dari glukosa. Oleh karena adanya kitinase, Trichoderma dapat bersifat sebagai parasit bagi jamur yang lainnya. Secara alami seseorang dapat sering menemukan Trichoderma yang menjadi parasit pada badan buah dan miselia dari jamur yang lain, seperti badan buah dari Hydnochaete.

Trichoderma viride adalah penghasil enzim selulolitik yang sangat efisien, terutama enzim yang mampu menghidrolisis kristal selulosa. Trichoderma viride banyak digunakan dalam penelitian karena memiliki beberapa keuntungan, dinataranya adalah :

1. Selulase yang diperoleh mengandung semua komponen-komponen yang diperlukan untuk proses hidrolisis seluruh kristal selulosa.

2. Protein selulase dihasilkan dalam kualitas sangat tinggi.

Selain mempunyai keuntungan, Trichoderma viride juga memiliki kerugian, yaitu:

1. Tidak dapat mendegradasi lignin.

2. Selulase yang dihasilkan mempunyai aktivitas spesifik yang rendah.

3. β–glukosidase yang dihasilkan mempunyai level yang rendah.

Selulase yang dihasilkan oleh Trichoderma viride mengandung komponen terbesar berupa selobiase dan β-1,4-glukan-selobiohidrolase (C1), sementara β-1,4-glukan-selobiohidrolase (Cx) terdapat dalam jumlah kecil. Selulase yang diproduksi mengandung asam-asam amino tertentu, yaitu :

1. Golongan asam amino yang bersifat asam : aspartat dan glutamat.

2. Golongan asam amino polar : serin, treonin, dan glisin.

3. Sebagian kecil asam amino dasar.

4. Sebagian kecil golongan asam amino sulfur.

Semua enzim ini bersifat hidrolitik dan bekerja baik secara berturut-turut atau bersamaan. Selobiohidrolase adalah enzim yang mempunyai afinitas terhadap selulosa tingkat tinggi yang mampu memecah selulosa kristal. Sedangkan endoglukanase bekerja pada selulosa amorf. Selanjutnya dijelaskan selobiohidrolase memecah selulosa melalui pemotongan ikatan hidrogen yang menyebabkan rantai-rantai glokosa mudah untuk dihidrolisis lebih lanjut. Hidrolisa selanjutnya berlangsung sehingga diperoleh selobiosa dan akhirnya glukosa dilakukan oleh enzim β–glukonase dan β–glukosidase.

3. Ekologi

Trichoderma spp. dapat ditemui di hampir semua jenis tanah dan pada berbagai habitat. Jamur ini dapat berkembang biak dengan cepat pada daerah perakaran. Di samping itu Trichoderma spp. merupakan jamur parasit yang dapat menyerang dan mengambil nutrisi dari jamur lain. Peranan Trichoderma spp. yang mampu menyerang jamur lain namun sekaligus berkembang baik pada daerah perakaran menjadikan keberadaan jamur ini dapat berperan sebagai biocontrol dan memperbaiki pertumbuhan tanaman. Beberapa species Trichoderma seperti T. harzianum, T. viride dan T. album, telah diteliti peranannya sebagai bio-control. A. nidulans termasuk dalam jenis Aspergillus dan mampu berkembang biak dengan cepat dalam membentuk filamen-filamen jamur baik dalam media cair maupun media padat dan pada berbagai kandungan nutrisi (Setyowati, dkk, 2003). Aspergillus dapat ditemukan pada tanah, sampah dan di udara. Aspergillus dapat menyebabkan infeksi, alergi atau keracunan baik pada tumbuhan, hewan maupun manusia (Setyowati, dkk, 2003).

4. Taksonomi

Klasifikasi kapang Trichoderma viride adalah sebagai berikut ini :

Kingdom Fungi

Divisio Amastigomycota

Subdiviso Deuteromycotina

Classis Deuteromycetes

Ordo Moniliales

Family Moniliaceae

Genus Trichoderma

Species Trichoderma viride

5. Peranan dalam Lingkungan

Trichoderma adalah jamur penghuni tanah yang dapat diisolasi dari perakaran tanaman lapangan. Spesies Trichoderma disamping sebagai organisme pengurai, dapat p**a berfungsi sebagai agen hayati dan stimulator pertumbuhan tanaman. Beberapa spesies Trichoderma telah dilaporkan sebagai agensia hayati adalah T. Harzianum, T. Viridae, dan T. Konigii yang berspektrum luas pada berbagai tanaman pertanian. Biakan jamur Trichoderma dalam media aplikatif seperti dedak dapat diberikan ke areal pertanaman dan berlaku sebagai biodekomposer, yaitu dapat mendekomposisi limbah organik (rontokan dedaunan dan ranting tua) menjadi kompos yang bermutu. Selain itu, Trichoderma dapat juga digunakan sebagai biofungisida, dimana Trichoderma mempunyai kemampuan untuk dapat menghambat pertumbuhan beberapa jamur penyebab penyakit pada tanaman antara lain Rigidiforus lignosus, Fusarium oxysporum, Rizoctonia solani, Sclerotium rolfsii, dll.

Saat ini, Trichoderma merupakan salah satu mikroorganisme fungsional yang dikenal luas sebagai pupuk biologis tanah. Pupuk biologis Trichoderma dapat dibuat dengan inokulasi biakan murni pada media aplikatif, misalnya dedak. Sedangkan biakan murni dapat dibuat melalui isolasi dari perakaran tanaman, serta dapat diperbanyak dan diremajakan kembali pada media PDA (Potato Dextrose Agar).

Trichoderma sering kali menjadi masalah tertentu di dalam industri penanaman jamur, di mana Trichoderma dapat menjadi parasit pada miselium dan badan buah dari jamur lain. Ketika jamur lain menjadi inang parasit Trichoderma, kemudian berkembang sangat cepat di permukaan membentuk koloni yang berwarna hijau, sehingga membuat jamur menjadi buruk dan mengubah bentuk jamur lain.

Kapang Trichoderma viride juga digunakan untuk meningkatkan nilai manfaat jerami padi melalui fermentasi, karena jamur ini mempunyai sifat selulolitik dan mengeluarkan enzim selulase yang dapat merombak selulosa menjadi selubiosa hingga akhirnya menjadi glukosa.

Proses yang terjadi ketika jerami padi difermentasi menggunakan Trichoderma viride adalah terjadinya degradasi terhadap dinding sel yang diselaputi oleh lignin, selulosa dan hemiselulosa. Akibat degradasi ini maka sebagian lignin akan terdegradasi. Selulosa dan hemiselulosa juga akan terurai menjadi glukosa.

Selamat Belajar kawan2 semua

Address

Pringsewu
35372

Telephone

081296317350

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Aku Petani Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category