21/10/2025
*ILUSI KEKURANGAN WAKTU*
Ada sebuah ayat yang secara sepintas kelihatannya mungkin biasa saja, padahal kalau kita _tadabbur_ lebih dalam, ayat ini teramat indah pesan yang ingin disampaikannya. Yaitu Surat Al-Furqon ayat 45 dan 46,
أَلَمْ تَرَ إِلَىٰ رَبِّكَ كَيْفَ مَدَّ ٱلظِّلَّ وَلَوْ شَآءَ لَجَعَلَهُۥ سَاكِنًا ثُمَّ جَعَلْنَا ٱلشَّمْسَ عَلَيْهِ دَلِيلًا . ثُمَّ قَبَضْنَـٰهُ إِلَيْنَا قَبْضًا يَسِيرًۢا
_"Tidakkah engkau memperhatikan bagaimana Tuhanmu memanjangkan bayangan? Sekiranya Dia menghendaki, niscaya Dia menjadikan bayangan itu tidak bergerak. Kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk atas bayangan itu. Lalu Kami menarik bayangan itu kepada Kami dengan tarikan yang perlahan-lahan."_
Ayat ini tidak sekadar cerita tentang bayangan yang silih berganti panjang dan pendek pada siang dan sore hari, namun ayat ini bercerita tentang karunia Allah kepada manusia melalui nikmat-Nya berupa "waktu."
Tafsir Al-Maraghi menyoroti kasih sayang Allah dalam ayat ini bahwa Allah tidak langsung menghilangkan bayangan, tapi menariknya perlahan. Artinya, memberi waktu bagi manusia untuk beraktivitas, beribadah, dan merenung.
Melalui tafsir tersebut kita bisa mengambil kesimpulan bahwa sebenarnya selalu ada waktu untuk menyelesaikan hal-hal baik hari ini. Karena Allah yang mengaturnya, Dia tidak menarik bayangan secara paksa yang mengakibatkan waktu berlalu begitu cepat.
Bayangkan para murid di kelas yang diberikan tugas oleh gurunya, lalu di tengah-tengah mengerjakan tugas biasanya mereka bertanya apakah waktunya masih lama? Sebab tugasnya belum kunjung selesai?
Sang guru dengan lembut berkata, "Tenang anak-anakku, waktunya masih panjang. Kalian kerjakan saja tanpa rasa cemas mengenai waktunya."
Demikianlah yang terjadi pada kita di setiap harinya. Namun anehnya mengapa kita selalu kekurangan waktu? Mengapa tugas-tugas hari ini jarang selesai?
Ternyata kita yang kurang pandai menghargai dan memanfaatkan waktu, yang telah Allah berikan dengan begitu penuh kasih sayang.
Allah tidak pernah menyempitkan waktu bagi hamba-Nya. Bahkan dalam ayat yang indah ini, Dia menunjukkan betapa lembut pengaturan-Nya..