Gerai Buku Muslim

Gerai Buku Muslim Like untuk berbelanja Buku/Kitab Manhaj Salaf! Pemesanan SMS ke 08994192240
Nama Lengkap / Alamat Lengkap / Judul Buku.

Buku Induk Akidah Islam (Syarah Aqidah Wasithiyah)Penulis : Syaikhul Islam Ibnu TaimiyahDeskripsi : viii + 936 hal. (HC)...
23/12/2013

Buku Induk Akidah Islam (Syarah Aqidah Wasithiyah)

Penulis : Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah
Deskripsi : viii + 936 hal. (HC)
Penerbit : Darul HAq

Buku Induk Akidah Islam ini adalah terjemah Syarah Aqidah Wasithiyah, sebuah kitab yang tuntas membahas pokok-pokok fundamental Akidah Islam sebagaimana yang dibakukan oleh Ahlus Sunnah wal Jama'ah: Tauhid Uluhiyah, Rububiyah, Asma` dan Sifat, Qadha` dan Qadar, Hari Akhir, Iman kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, sikap terhadap para sahabat, Syafa'at di Hari Kiamat, sikap terhadap Karamah para wali, rincian masalah bid'ah dalam Agama, dan lain sebagainya. Aqidah Wasithiyah pernah menyebabkan Syaikhul Islam, penulisnya, dihadapkan kepada forum debat terbuka, lalu dihadap-kan ke mahkamah, bahkan beliau dipenjara kemudian. Ada apa dengan Aqidah Wasithiyah? Padahal kitab ini ditulis oleh Syaikhul Islam berdasarkan permintaan hakim (qadhi) daerah Wasith saat itu, dan karena itulah kemudian dinamakan dengan Aqidah Wasithiyah? Di dalamnya Syaikhul Islam di antaranya menuangkan pokok-pokok keyakinan dan prinsip yang dipegang oleh Ahlus Sunnah berkaitan dengan Asma` (nama-nama) dan Sifat Allah, yang setiap poin beliau tegakkan dengan dalil dan hujjah yang kokoh tak terbantahkan; dari al-Qur`an dan as-Sunnah, bahkan ijma' as-Salaf ash-Shalih. Masalahnya, jika akidah yang diusung Aqidah Wasithiyah adalah akidah Ahlus Sunnah, lalu kenapa orang-orang berusaha menzhalimi dan menjebloskan beliau ke dalam penjara, padahal sebagian di antara mereka adalah orang-orang yang mengaku Ahlus Sunnah? Inilah barangkali yang menyebabkan kitab ini menjadi sangat urgen untuk dikaji. Dan inilah buah karya hebat yang pernah menggetarkan singgasana para pengikut kesesatan dan hawa nafsu. Buku ini kemudian muncul menjadi totalitas yang menyeluruh dan detil, karena disyarah oleh salah seorang imam Ahlus Sunnah abad 20, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin. Buku Induk Akidah Islam ini, sekalipun berukuran cukup tebal, tapi disuguhkan dengan bahasa dan urutan sajian yang mudah dipahami, dan memang diperuntukkan bagi semua kalangan. Selamat membaca!!!

23/12/2013

Kisah George....

George (50 th) tinggal bersama istri, dan dua orang anaknya (Tony & Julia) di Washington. Menjelang datangnya bulan Dzul Hijjah, George dan istri serta anak-anaknya mengikuti berita-berita seputar penentuan tanggal 1 Dzul Hijjah.

George aktif menyimak berita di radio. Istrinya menyimak lewat televisi. Sedangkan Tony rajin searching di internet.

Ketika pengumuman tanggal 1 Dzul Hijjah diumumkan, George sekeluarga bersiap-siap untuk menyambut Iedul Adha yang bertepatan dengan tanggal 10 Dzul Hijjah, setelah acara wukuf di Arafah tanggal 9-nya.

Keesokannya, mereka sekeluarga pergi ke desa untuk membeli domba sesuai kriteria syari untuk dijadikan hewan kurban (udhiyyah), yaitu: tidak boleh buta sebelah, pincang, atau terlalu kurus. Mereka berniat menyembelihnya begitu hari raya tiba.

Domba pun mereka bawa dengan pick-up sambil terus mengembik di perjalanan…

Adapun Julia yang baru berusia 5 tahun, asyik berceloteh dan mengatakan, “Ayah… alangkah indahnya hari raya Iedul Adha! Aku akan pakai gaun baru, dapat THR, dan bisa membeli boneka baru… aku akan pergi bersama teman-temanku ke TOY CITY untuk bermain sepuasnya di sana… Duh, alangkah indahnya saat-saat hari raya”, katanya. “Andai aja semua hari adalah hari raya” lanjutnya.

Begitu mobil tiba di rumah, istri George berbisik, “Wahai suamiku tercinta… Kamu tahu khan, bahwa disunnahkan membagi daging korban menjadi tiga: sepertiga kita makan sendiri untuk beberapa hari ke depan, sepertiga kita sedekahkan ke fakir miskin, dan sepertiga lagi kita hadiahkan ke tetangga kita David, Elizabeth, dan Monica”.

Begitu Iedul Adha tiba, George dan istrinya bingung di manakah arah kiblat, karena mereka hendak menghadapkan domba kurban ke kiblat. Setelah menebak-nebak, mereka memutuskan menghadapkan kurban ke arah Saudi Arabia, dan ini sudah cukup.

Setelah mengasah pisau, George menghadapkan dombanya ke kiblat lalu menyembelihnya. Ia kemudian menguliti dan memotong-motong dagingnya. Adapun istrinya membaginya menjadi tiga bagian sesuai sunnah. Namun tiba-tiba George berteriak mengatakan, “Waduh, kita terlambat ke gereja… sebab ini hari Minggu dan kita akan terlambat menghadiri misa!”. George konon tidak pernah ketinggalan misa di Gereja setiap hari Minggu. Ia bahkan rajin membawa istri dan anak-anaknya ke gereja.

Sampai di sini, pengisah mengakhiri kisahnya tentang George.

Salah satu yg hadir bertanya: “Waduh, kamu membingungkan kami dengan kisah ini !!! George ini seorang muslim ataukah Kristen??”.

Pengisah menjawab: “George dan keluarganya adalah penganut Kristen. Mereka tidak meyakini kemahaesaan Allah, namun menganggapnya salah satu dari Tuhan yang tiga (trinitas). Mereka juga tidak percaya bahwa Muhammad adalah penutup para nabi dan rasul” jelasnya.

Majelis pun geger mendengar penjelasan tersebut. lalu salah satu yang di majelis berseru, “Hai Ahmad, kamu jangan membohongi kami. Siapa yang percaya kalau George dan keluarganya melakukan itu semua? Mana mungkin seorang Nasrani menerapkan syiar-syiar Islam… mana mungkin mereka membuang-buang waktu untuk menyimak radio, televisi, dan internet sekedar untuk mengetahui kapan hari raya Iedul Adha tiba?? Mana mungkin mereka rela merogoh koceknya untuk membeli hewan kurban, lalu menyembelih dan membagi-baginya… dst!!!” kata si penanya.

Ahmad pun menjawab dengan senyum dan sedikit heran, “Wahai saudara-saudaraku tercinta, tentu kalian tidak mempercayai ceritaku. Kalian tidak akan membenarkan jika ada sebuah keluarga Kristen yang melakukan hal tersebut. Akan tetapi, kita yang berada di negeri-negeri muslim: Abdullah, Muhammad, Khalid, Khadijah, Fatimah, dan nama-nama muslim lainnya dengan santai turut merayakan hari raya kaum Nasrani dan Yahudi. Kita turut merayakan tahun baru Masehi (Masehi nisbat kepada Isa Al Masih/Yesus), mengucapkan selamat Natal, merayakan Valentine’s Day, April Mop, Paskah, ulang tahun, hari raya ini… dan itu…?”.

“Mestinya, kita tidak perlu mengingkari bila George melakukan hal itu. Namun kita harus mengingkari diri dan keluarga kita sendiri”. kemudian dengan nada serius Ahmad melanjutkan, “Aku pernah tinggal di Amerika lebih dari 10 tahun, namun demi Allah, aku tak pernah sekalipun melihat seorang Kristen maupun Yahudi yang merayakan salah satu hari raya kita kaum muslimin. Aku juga tidak pernah mendapati seseorang dari mereka menanyakan tentang acara atau pesta yang kita rayakan. Sampai-sampai ketika aku berhari-raya di apartemenku, tidak ada seorang pun yang memenuhi undanganku setelah mereka tahu bahwa yang kurayakan adalah hari raya Islam. Aku menyaksikan itu semua selama aku tinggal di Barat, namun sekembaliku ke negeri muslim, ternyata kita merayakan hari raya mereka… falaa haulaa walaa quwwata illa billaahil azhiem.

Kisah ini ditulis oleh Syaikh Abdul Malik Al Qasim dengan judul (جورج والعيد).

Mengucapkan Selamat Natal dan Selamat Hari Raya kepada orang kafir hukumnya haram berdasarkan ijma’ ulama. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Mengucapkan selamat atas hari raya yang menjadi ciri khas orang kafir hukumnya haram berdasarkan kesepakatan ulama. Seperti mengucapkan selamat atas hari raya mereka, atau puasa mereka dengan mengatakan, “Selamat Natal dan Tahun Baru Masehi… (Selamat Paskah, Selamat Waisak, Selamat Nyepi, dsm”). Kalau pun yang mengatakan tidak sampai jatuh kepada kekafiran, tetap saja itu merupakan perbuatan haram yang setara dengan mengucapkan selamat kepada seseorang karena sujud kepada salib; bahkan ucapan selamat tadi lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkaiNya, daripada mengucapkan selamat kepada orang yang minum khamer atau membunuh orang lain, atau berzina, dan semisalnya. Namun banyak kalangan yang tidak menghargai agamanya, terjerumus dalam perbuatan yang sangat ‘menjijikkan’ tersebut tanpa disadari… Sebab barangsiapa mengucapkan selamat kepada seseorang yang berbuat maksiat, bid’ah, atau kekafiran; berarti menjerumuskan dirinya kepada murka dan amarah Allah” (Disadur dari kitab: Ahkaam Ahlidz Dzimmah).



Penulis: Ustadz Sufyan Basweidan, MA

Judul : Mereka Adalah Para Khalifah IslamPenulis : Abu UsamahPenerbit : Pustaka At-tibyanUkuran : 16,5 x 25 cm (HARDCOVE...
12/12/2013

Judul : Mereka Adalah Para Khalifah Islam
Penulis : Abu Usamah
Penerbit : Pustaka At-tibyan
Ukuran : 16,5 x 25 cm (HARDCOVER)
Tebal : 564 Halaman

Berisi Untaian kisah kisah yang menakjubkan dari sejarah Khulafaur Rasyidin di masa kejayaan dan keemasan Islam (Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib dan Umar bin Abdul Aziz)

Kehadiran buku ini akan membuka wawasan dan cakrawala Anda untuk menyelami kembali kisah kisah sejarah para khalifah Islam, sejarah para pemimpin islam dalam menegakkan Panji dan Dienul Islam pada masanya

Sebuah buku yang apik dan patut untuk dimiliki oleh setiap muslim untuk mengenal lebih jauh, sekaligus untuk mengenang kembali tonggak sejarah masa kegemilangan perjalanan para khalifah rasul yang agung

Kenali lebih dekat Bagaimana cara Kepemimpinan, Keteladanan, Kehebatan dan Perjuangan mereka Radhiyallahu ‘anhuma. Kenali lebih dekat sosok dan idola Anda melalui buku ini, Mereka adalah Para Khalifah islam..

Segera Lengkapi koleksi buku siroh Anda, miliki segera bukunya dapatkan dengan harga promo Rp. 99.000 (blm termasuk biaya kirim)

08/12/2013
Fatwa-fatwa Tentang Wanita Lengkap (3 In 1)Penulis : Syaikh Muhammad bin Ibrahim Asy Syaikh, Syaikh Abdullah bin Humaid,...
19/11/2013

Fatwa-fatwa Tentang Wanita Lengkap (3 In 1)

Penulis : Syaikh Muhammad bin Ibrahim Asy Syaikh, Syaikh Abdullah bin Humaid, Syaikh Abdurrahman AS-Sa'di, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, Syaikh Abdullah bin Jibrin, Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan, dan Lajnah Da'imah lil Ifta
Ukuran : 17.5 x 24.5 cm
Jumlah Hal : 980
Penerbit : Darul Haq
Harga Net : Rp. 96,000.00

Pemesanan SMS ke 08994192240
nama lengkap / alamat lengkap / judul buku atau paket / jumlah

Detail :
Wanita Muslimah memiliki hak yang sama dengan kaum laki-laki Muslim dalam hal mendapatkan pahala dan balasan surga atas amal baik. Perhatikan Surat an-Nahl: 97 dan an-Nisa`: 124. Wanita Muslimah itu memiliki tanggung jawab yang sama dalam hal kewajiban berakidah dan beriman secara benar dan beramal sesuai dengan ajaran Nabi a. Dalam kewajiban yang terakhir ini, ada masalah-masalah tertentu dalam Syariat yang memang khusus bagi kaum Muslimah misalnya; hak dan kewajiban dalam keluarga, batasan aurat, adab-adab, dan sebagainya. Memang ada banyak masalah di mana kaum perempuan berbeda dengan kaum laki-laki, dan inilah sebabnya banyak ulama yang menulis buku tema khusus kaum wanita, termasuk buku ini.
Masalah-masalah khusus ini, ditambah lagi dengan begitu banyak problem kaum Muslimah, yang berkaitan dengan Agama secara umum maupun sosial dan duniawi, yang harus dijawab secara benar hingga menjadi tuntunan, dan termasuk di dalamnya ekses negatif isu gender yang kini heboh; hendaklah disikapi secara benar sesuai dengan tuntunan Islam. Paling tidak, hujjah menjadi tegak terhadap banyak kalangan yang hanya mencari pembenaran ketimbang kebenaran.
Buku yang ada di tangan Anda ini, adalah himpunan berbagai jawaban terhadap sekian banyak permasalahan kaum wanita, yang difatwakan oleh para ulama dan lembaga yang telah diakui dunia sebagai rujukan kaum Muslimin. Faktor yang membuat edisi ini unggul adalah karena jawaban-jawaban di dalamnya dilengkapi dengan dalil-dalil al-Qur`an dan as-Sunnah. Hanya ada satu Islam; Islam al-Qur`an dan as-Sunnah. Tidak ada yang mereka sebut dengan ideologi transnasional. Umat Islam tidak boleh dikotak-kotak oleh negara, budaya maupun fanatisme jahiliyah apapun. Fatwa-fatwa ulama siapa pun dan dari mana pun yang tegak di atas dalil, maka wajib diterima. Inilah gambaran buku kita ini.

50 Prinsip Pokok Ajaran Al-Qur`an Penulis : Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil Penerbit : Darul HaqDeskripsi : xii + 424 ha...
17/11/2013

50 Prinsip Pokok Ajaran Al-Qur`an

Penulis : Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil
Penerbit : Darul Haq
Deskripsi : xii + 424 hal. (HC)
Harga Net : Rp 62.400,00

Pemesanan SMS ke 08994192240
nama lengkap / alamat lengkap / judul buku atau paket / jumlah

Salah satu sisi kemukjizatan al-Qur`an adalah kandungan ilmiah dan hikmah yang luas di dalamnya, yang hingga saat ini, masih saja ada hal-hal baru yang berhasil dimunculkan oleh para ulama, sehingga tak pernah habis. Salah satu sisi kemukjizatan dalam al-Qur`an adalah terdapatnya prinsip-prinsip dasar dari nilai diri dan kehidupan manusia di dalamnya, yang tersusun dari kata-kata yang singkat, tetapi mengandung bangunan makna yang besar, luas, dan universal. Inilah yang coba dimunculkan oleh penulis buku ini, yang secara tematik merupakan kaidah-kaidah Qur`aniah, di mana segala aspek kehidupan bisa dibangun di atasnya. Sebagai contoh: Prinsip pokok ke-(1): Dan ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia. Yakni, manusia dalam interaksinya dengan sekian banyak jenis orang, diarahkan oleh al-Qur`an, agar mengucapkan kata-kata yang baik. Kemudian prinsip pokok ke-(6): Dan perdamaian itu lebih baik. Yakni, bagaimanapun manusia harus saling berusaha mendapatkan hak masing-masing, bahkan dalam perselisihan yang berakhir di depan pengadilan, tetap berlaku prinsip dasar: perdamaian adalah lebih baik, dan seterusnya.... Nah, mensosialisasikan prinsip-prinsip pokok ini mengandung banyak faidah: pertama, mengikat manusia dengan Kitab Suci milik Rabb mereka dalam segala urusan dan kondisi mereka; karena Allah Sang Pencipta, pastilah lebih mengetahui kemaslahatan hambaNya. Kedua, menanamkan dalam hati manusia bahwa al-Qur`an adalah solusi bagi segala problem mereka; yang akan membuktikan bahwa al-Qur`an ini benar-benar diturunkan dari sisi Allah Yang Mahaagung. Dan ketiga, bahwa merealisasikan prinsip-prinsip pokok ini dengan mengulang-ulangnya di lidah maupun dalam tulisan, haruslah menjadi pengganti slogan dan motto yang digembar-gemborkan oleh banyak pihak yang seringkali bermakna negatif dan tidak sejalan dengan nilai-nilai yang dibawa oleh Islam. Buku ini mengusung 50 prinsip pokok ajaran al-Qur`an, yang merupakan kandungan-kandungan inti dan kaidah-kaidah dasar yang dapat menjadi pijakan dalam menjalani kehidupan duniawi dan menjalankan Agama, sehingga keduanya sejalan dan serasi. Patut dikaji semua kalangan.

40 Karakteristik Mereka yg Dicintai AllahPenulis : Abdul Azhim bin Badawi al-KhalafiPenerbit : Darul HaqDeskripsi : xxvi...
17/11/2013

40 Karakteristik Mereka yg Dicintai Allah

Penulis : Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi
Penerbit : Darul Haq
Deskripsi : xxvi + 738 hal(HC)
Harga Net : Rp 88.000,00
Pemesanan : 08994192240
nama lengkap / alamat lengkap / judul buku atau paket / jumlah

Cinta Allah kepada hamba adalah suatu karunia yang tidak bisa diukur nilainya kecuali oleh orang yang mengetahui Allah (ma'rifatullah) secara baik. Dan cinta Allah kepada hamba merupakan salah satu sifat dari sifat-sifatNya yang wajib ditetapkan dan diimani. Sebaliknya, cinta hamba kepada Rabbnya adalah suatu kenikmatan bagi hamba itu sendiri. Tidak bisa dirasakan kecuali oleh orang yang telah mengecap nikmatnya Iman. Dan hukumnya fardhu ain bagi semua makhluk, karena ia merupakan manifestasi dari tauhid itu sendiri. Oleh karena itu, seorang Mukmin yang mencintai Allah tidak boleh mencintai sesuatu yang dibenci oleh Allah, siapa pun dia dan apapun ia. Buku Syaikh Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi ini memaparkan kepada Anda tentang 40 karakteristik kekasih Allah. Semua pembahasan ini merupakan hasil jerih payah penulis dalam mengumpulkan ayat al-Qur`an dan hadits Nabawi yang berkaitan dengan kecintaan Allah terhadap hambaNya, sebab-sebab untuk mendapatkannya, dan pengaruh positifnya dalam kehidupan sehari-hari yang semuanya dikemas dalam bahasa yang mudah dan menakjubkan. Di antara keistimewaan buku ini adalah pencantuman referensi pada catatan kaki dan derajat hadits yang dikutip, sehingga pembaca terhindar dari pengamalan hadits dha'if dan maudhu'. Dan pada akhir pembahasan, beliau memberikan tips bagaimana meraih surga dengan mudah, ialah sebuah tempat yang di dalamnya terdapat kenikmatan yang belum pernah dilihat oleh mata, didengar oleh telinga, dan terbetik dalam hati. Mari berlomba meraih cinta Allah!!!

Kado PernikahanPenulis : Abdullah bin Muhammad Al-DawudPenerbit : Darus SunnahHarga Buku: Rp. 64.000 (Diskon)ResensiMemb...
15/11/2013

Kado Pernikahan

Penulis : Abdullah bin Muhammad Al-Dawud
Penerbit : Darus Sunnah
Harga Buku: Rp. 64.000 (Diskon)

Resensi

Membangun rumah tangga dalam sebuah ikatan pernikahan ibarat membangun sebuah kontruksi bangunan. Kita bisa merencanakan kemegahan bangunan dan arsiteknya. Namun, hal yang paling penting adalah fondasi yang menopang bangunan tersebut. Jika fondasinya kuat dan aman, maka bangunan tersebut akan tahan dari terpaan badai, angin, hujan, atau gempa yang pasti datang entah cepat atau lambat.

Kebahagiaan dalam sebuah pernikahan tidak tercipta begitu saja. Permasalahan rumah tangga akan menjadi problem yang serius jika kita tidak mengetahui cara menghadapinya. Sebab, tidak ada satupun pasangan dalam rumah tangga yang bebas dari ujian, godaan, percekcokan, bahkan pertikaian yang berujung dengan perceraian.
Karya yang sarat dengan nasehat, ibrah, dan hikmah ini akan berbagi dengan Anda dalam mengarungi bahtera kehidupan rumah tangga. Semoga pesan-pesan terindah yang disampaikan dapat membantu dalam mewujudkan mahligai kebahagiaan Anda di bawah atap keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah.

Penulis : Al-Allamah Abdurrahman Alu Asy-SyaikhHarga : Rp.151.200,-Deskripsi : 1360 hal. (SHC)Penerbit: PUSTAKA SAHIFABu...
12/11/2013

Penulis : Al-Allamah Abdurrahman Alu Asy-Syaikh
Harga : Rp.151.200,-
Deskripsi : 1360 hal. (SHC)
Penerbit: PUSTAKA SAHIFA

Buku Fathul Majid di tangan Anda ini adalah induk rujukan tauhid, yang memuat:
1.Matan lengkap Kitab at-Tauhid Alladzi Huwa Haqqullah Ala al-Abid, karya Imam al-Mujaddid, Muhammad bin Abdul Wahhab at-Tamimi, Syaikhul Islam di zamannya, yang dilengkapi dengan harakat.
2.Fathul Majid Syarh Kitab at-Tauhid, karya asy-Syaikh al-Allamah Abdurrahman bin Hasan Alu asy-Syaikh.
3.Diberikan ta'liq dan hasyiyah (komentar dan tambahan penjelasan) oleh Syaikh Muhammad Hamid al-Faqi, di mana sebagian besar dari ta'liq beliau tersebut, beliau ambil dari Qurrah al-Uyun al-Muwahhidin, karya penulis Fathul Majid sendiri.
4.Ta'liq ini kemudian dimuraja'ah (dikaji ulang) oleh Imam al-Allamah Ibnu Baz, dan beliau memberikan koreksi dan komentar yang sangat urgen terhadap sejumlah masalah penting.
5.Hadits-hadits dalam Kitab Tauhid kami takhrij dengan berpegang pada banyak sumber.
6.Kami (Editor) melengkapi buku ini dengan risalah Takhrij Ahadits Muntaqadah Fi Kitab at-Tauhid, karya Syaikh Furaih bin Shalih al-Bahlal, yang merupakan takhrij pembelaan atas sejumlah hadits-hadits dalam Kitab Tauhid yang dipermasalahkan oleh sebagian kalangan.
7.Buku ini kami lengkapi p**a dengan daftar istilah ilmiah, lengkap dengan makna dan definisinya.
8.Biografi Imam Muhammad bin Abdul Wahhab.
Besar harapan kami agar buku ini menjadi rujukan primer bagi semua kalangan yang ingin mendalami akidah dan tauhid.

10/11/2013

# Apa Makna Istidraj? #

Makna istidraj Adalah:

Dari Ubah bin Amir radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا رَأَيْتَ اللَّهَ تَعَالى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنْهُ اسْتِدْرَاجٌ
“Apabila Anda melihat Allah memberikan kenikmatan dunia kepada seorang hamba, sementara dia masih bergelimang dengan maksiat, maka itu hakikatnya adalah istidraj dari Allah.”

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca firman Allah,

فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ
“Tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al-An’am: 44)

(HR. Ahmad, no.17349, Thabrani dalam Al-Kabir, no.913, dan disahihkan Al-Albani dalam As-Shahihah, no. 414)

10/11/2013

.::AKU INGIN JADI SAHABAT NABI

Di salah satu sekolah dasar, seorang guru bertanya kepada para muridnya yang masih belia tentang cita-cita mereka kelak ketika sudah dewasa.

Semua murid menjawab pertanyaan sang guru:

"Dokter"

"Pilot"

"Polisi"

Jawaban para murid semuanya seputar profesi tersebut.

Hanya ada satu anak yang jawabannya begitu berbeda. Lain dari yang lain. Para murid yang lain menertawakan jawabannya yang terdengar aneh.

Apakah anda mengetahui cita-cita anak tersebut?

Marilah mendengar jawaban dari lisannya yang begitu sederhana:

"Aku pribadi begitu ingin menjadi sahabat (sahabat nabi -ed)"

Begitu kaget sang guru mendengar jawaban ini sambil menuturkan:

"Sahabat? (Bukan itu yang kumaksud)"

Murid itu pun menjawab dengan begitu polosnya:

"Mama setiap hari, sebelum aku bobo, mengisahkan aku kisah-kisah gemilang para sahabat. Mereka itu mencintai Allah (dan Allah pun mencintai mereka). Demikian p**a yang diajarkan papa."

Sang guru pun terdiam.

_____
Catatan penterjemah:

Di balik cita-cita anak tersebut terdapat sosok ayah dan bunda yang hati dan jiwanya berlapis dahsyatnya iman maka jadilah cita-cita yang mereka damba adalah cita-cita yang melesat jauh meninggalkan hinanya dunia.

Sang ibu adalah wanita yang jiwanya jelita dengan ilmu syar'i hingga jadilah ia pelopor perkembangan sang anak. Ia ajarkan anaknya untuk mencintai para sahabat nabi yang merupakan salah satu pondasi aqidah ahlussunnah wal jama'ah.

Inilah warisan para salaf.

Mereka saling mewariskan cinta yang menyurga, mencintai sosok yang dijamin surga oleh Allah. Para salaf mengajarkan anak-anak mereka mencintai Abu Bakr, Umar, 'Ali, Usman dan lainnya sebagaimana mereka mengajarkan anak-anak mereka al-Qur-an.

Imam malik bertutur:

كان السلف يعلمون أولادهم حب أبي بكر و عمر كما يعلمون السورة من القرآن

“Dahulu para salaf mengajarkan anak-anak mereka mencintai Abu Bakr dan Umar sebagaimana mengajarkan surat dalam Al-Qur-an.” (Syarah Ushul I’tiqad Ahlussunnah, Juz 7 hal. 1240)

____
Fahrian Almer Akiera
Jakarta Timur, 29 Syawwal 1434 H

Address

Purworejo
54181

Opening Hours

Monday 09:00 - 15:00
Tuesday 09:00 - 15:00
Wednesday 09:00 - 15:00
Thursday 09:00 - 15:00
Friday 09:00 - 15:00
Saturday 09:00 - 15:00

Telephone

08994192240

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Gerai Buku Muslim posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category