23/01/2021
๐๐ฎ๐ซ๐ฆ๐ ๐๐๐ง ๐๐ข๐๐๐๐ญ๐๐ฌ, ๐๐๐ซ๐ก๐ฎ๐๐ฎ๐ง๐ ๐๐ง?
Kurma atau Phoenix dactyliferous berasal dari keluarga tumbuh-tumbuhan palem. Buah ini mudah ditemukan di Timur Tengah, dimana kurma dianggap sebagai makanan pokok selama berabad-abad lamanya.
Kurma biasa disajikan dalam bentuk kering, sehingga kandungan kalori dan gulanya lebih tinggi ketimbang buah segar yang masih mengandung air. Faktanya, 80% berat kurma terdiri dari gula sederhana (fruktosa dan glukosa), dimana jumlah ini jauh lebih tinggi ketimbang buah atau makanan lain. Inilah yang mungkin memunculkan anggapan bahwa penderita diabetes dianjurkan untuk menghindari kurma.
Namun sayangnya, hasil studi ilmiah justru menyebutkan sebaliknya. Meski kadar gulanya tinggi, konsumsi kurma tidak memberikan yang signifikan terhadap peningkatan kadar gula darah, termasuk pada penderita diabetes.
Studi lain di tahun 2011, yang dimuat dalam Nutrition Journal, memperkuat temuan tersebut. Ditemukan bahwa kelima varian kurma yang diteliti memiliki indeks glikemik rendah, yaitu di rentang 43-53. Karenanya, kurma tidak menyebabkan peningkatan kadar gula darah yang signifikan pada penderita diabetes.
Untuk diketahui, indeks glikemik adalah kemampuan suatu makanan atau minuman untuk meningkatkan kadar gula darah. Indeks glikemik dianggap rendah bila angkanya di bawah 55.
Bagi Anda yang mengalami diabetes mellitus, kini tak perlu ragu lagi untuk mengonsumsi kurma. Buah ini sudah terbukti aman dan sehat, selama dikonsumsi dalam batas yang wajar. Ingat, tak lebih dari 3 buah atau satu sendok makan kurma potong per hari, ya!
Sumber : Klikdokter.com
Mau Kurma Silahkan ke
Abu Nadhir Grosir Kurma
wa 081346305566