31/01/2022
SHALAT BERJAMAAH
Salah seorang sahabat yang buta mendatangi Rasulullah saw. Dia adalah 'Abdullah bin Amr bin Qais. Namun, dia lebih dikenal dengan sebutan Ibnu Ummi Maktum atau 'Abdullah bin Ummi Maktum.
'Abdullah bin Ummi Maktum menanyakan tentang shalat berjamaah di masjid. Dia khawatir dengan keadaan Kota Madinah. Pada waktu itu, banyak binatang berbisa dan buas di sana. 'Abdullah bin Ummi Maktumn takut terjadi hal yang tidak diinginkan saat ia berjalan menuju masjid, sedangkan ia dalam keadaan buta.
Lalu Rasulullah Saw. menjawab pertanyaan tersebut, "Jika engkau mendengar seruan azan, 'Hayya 'ala shalah, hayya alal falah,' datang dan penuhi seruan itu".
Kisah tersebut menunjukkan keutamaan shalat berjamaah di masjid. Bagi laki-laki, shalat dikerjakan di masjid adalah hal yang diwajibkan. Bahkan, sahabat yang buta pun tetap wajib melaksanakannya. Banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh dengan shalat berjamaah. Salah satunya adalah pahalanya 27 derajat lebih utama dibandingkan shalat sendirian.
Karena keutamaannya, Rasulullah Saw, selalu melaksanakan shalat secara berjamaah. Bilal ditunjuk sebagai muazin. Sesekali, Bilal digantikan oleh 'Abdullah bin Ummi Maktum. Muazin ialah orang yang mengumandangkan azan. Bilal dipilih karena memiliki suara yang lantang dan merdu.