08/09/2026
Persoalan mengenai syarat bagi Ruben Onsu untuk bertemu kedua anaknya kembali menjadi sorotan. Keinginan Sarwendah sebelum mantan suaminya menemui buah hati mereka turut terungkap dalam proses mediasi.
Ruben diketahui hingga kini belum dapat bertemu secara bebas dengan kedua putrinya. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan dirinya mengajukan gugatan terkait hak asuh anak.
Dikutip dari Grid.ID pada Senin (7/9/2026), kuasa hukum Ruben Onsu mengungkap bahwa proses mediasi yang berlangsung pada Rabu (19/8/2026) tidak menghasilkan kesepakatan. Upaya perdamaian antara kedua pihak pun akhirnya dinyatakan gagal.
"Kegagalan itu karena tidak ada kesepemahaman dan kesepakatan dari masing-masing prinsipal," ujar kuasa hukum Ruben.
Dalam mediasi tersebut, pihak Ruben tetap berpegang pada Akta 39 yang mengatur hak Ruben untuk menghabiskan waktu bersama anak-anaknya sebanyak dua hingga tiga kali dalam satu minggu tanpa persyaratan tertentu.
Namun, pihak Sarwendah disebut memiliki ketentuan berbeda terkait pertemuan tersebut. Adanya sejumlah syarat yang diajukan membuat kedua pihak tidak menemukan titik temu.
Pihak Ruben menilai ketentuan tersebut tidak tercantum dalam Akta 39. Bahkan, saat dokumen tersebut ditunjukkan dalam persidangan, hakim disebut menilai bahwa hak Ruben untuk bertemu anak memang tidak disertai persyaratan.
"Tetapi pihak sana tetap menginginkan adanya syarat dengan berbagai argumentasi," jelasnya.
Salah satu ketentuan yang diminta Sarwendah adalah Ruben harus menjalani tes kesehatan sebelum bertemu kedua putrinya. Minola Sebayang mengatakan pemeriksaan tersebut bahkan sempat dibicarakan dengan beberapa pilihan frekuensi, mulai dari enam bulan sekali, sebulan sekali, hingga setiap kali Ruben hendak menemui anak.
Meski Ruben disebut bersedia memenuhi permintaan tersebut, ketentuan itu justru membuat hakim mediator mempertanyakan alasan seorang ayah harus menjalani tes kesehatan setiap kali ingin bertemu anaknya.
Tak hanya pemeriksaan kesehatan, Sarwendah juga disebut meminta agar dirinya ikut mendampingi setiap pertemuan Ruben dengan kedua putrinya.
Sarwendah beralasan kehadirannya diperlukan karena khawatir anak-anak akan menangis ketika bertemu ayahnya. Dalam proses mediasi, hakim mediator sempat mendorong agar Ruben dan anak-anaknya dapat dipertemukan.
Namun, banyaknya persyaratan tersebut membuat Ruben merasa keberatan. Ia bahkan meminta agar proses mediasi dihentikan karena merasa dirinya masih dipersulit untuk bertemu dengan kedua anaknya.
Menurut Minola, Ruben hanya ingin bertemu dan melepas kerinduan kepada buah hatinya.
"Ruben meminta agar mediasi digagalkan saja karena sudah terlalu banyak aturan dan syarat," kata Minola.
Ia menambahkan, Ruben merasa upayanya untuk bertemu anak-anak masih terus mendapatkan hambatan.