Zaalysa

Zaalysa ���
(1)

Persoalan mengenai syarat bagi Ruben Onsu untuk bertemu kedua anaknya kembali menjadi sorotan. Keinginan Sarwendah sebel...
08/09/2026

Persoalan mengenai syarat bagi Ruben Onsu untuk bertemu kedua anaknya kembali menjadi sorotan. Keinginan Sarwendah sebelum mantan suaminya menemui buah hati mereka turut terungkap dalam proses mediasi.

Ruben diketahui hingga kini belum dapat bertemu secara bebas dengan kedua putrinya. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan dirinya mengajukan gugatan terkait hak asuh anak.

Dikutip dari Grid.ID pada Senin (7/9/2026), kuasa hukum Ruben Onsu mengungkap bahwa proses mediasi yang berlangsung pada Rabu (19/8/2026) tidak menghasilkan kesepakatan. Upaya perdamaian antara kedua pihak pun akhirnya dinyatakan gagal.

"Kegagalan itu karena tidak ada kesepemahaman dan kesepakatan dari masing-masing prinsipal," ujar kuasa hukum Ruben.

Dalam mediasi tersebut, pihak Ruben tetap berpegang pada Akta 39 yang mengatur hak Ruben untuk menghabiskan waktu bersama anak-anaknya sebanyak dua hingga tiga kali dalam satu minggu tanpa persyaratan tertentu.

Namun, pihak Sarwendah disebut memiliki ketentuan berbeda terkait pertemuan tersebut. Adanya sejumlah syarat yang diajukan membuat kedua pihak tidak menemukan titik temu.

Pihak Ruben menilai ketentuan tersebut tidak tercantum dalam Akta 39. Bahkan, saat dokumen tersebut ditunjukkan dalam persidangan, hakim disebut menilai bahwa hak Ruben untuk bertemu anak memang tidak disertai persyaratan.

"Tetapi pihak sana tetap menginginkan adanya syarat dengan berbagai argumentasi," jelasnya.

Salah satu ketentuan yang diminta Sarwendah adalah Ruben harus menjalani tes kesehatan sebelum bertemu kedua putrinya. Minola Sebayang mengatakan pemeriksaan tersebut bahkan sempat dibicarakan dengan beberapa pilihan frekuensi, mulai dari enam bulan sekali, sebulan sekali, hingga setiap kali Ruben hendak menemui anak.

Meski Ruben disebut bersedia memenuhi permintaan tersebut, ketentuan itu justru membuat hakim mediator mempertanyakan alasan seorang ayah harus menjalani tes kesehatan setiap kali ingin bertemu anaknya.

Tak hanya pemeriksaan kesehatan, Sarwendah juga disebut meminta agar dirinya ikut mendampingi setiap pertemuan Ruben dengan kedua putrinya.

Sarwendah beralasan kehadirannya diperlukan karena khawatir anak-anak akan menangis ketika bertemu ayahnya. Dalam proses mediasi, hakim mediator sempat mendorong agar Ruben dan anak-anaknya dapat dipertemukan.

Namun, banyaknya persyaratan tersebut membuat Ruben merasa keberatan. Ia bahkan meminta agar proses mediasi dihentikan karena merasa dirinya masih dipersulit untuk bertemu dengan kedua anaknya.

Menurut Minola, Ruben hanya ingin bertemu dan melepas kerinduan kepada buah hatinya.

"Ruben meminta agar mediasi digagalkan saja karena sudah terlalu banyak aturan dan syarat," kata Minola.

Ia menambahkan, Ruben merasa upayanya untuk bertemu anak-anak masih terus mendapatkan hambatan.

Pihak Ruben Onsu mengungkap sejumlah hal yang terjadi selama proses mediasi dengan Sarwendah di Pengadilan Negeri Jakart...
08/09/2026

Pihak Ruben Onsu mengungkap sejumlah hal yang terjadi selama proses mediasi dengan Sarwendah di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, menyebut kliennya sebenarnya bersedia memenuhi berbagai ketentuan yang diajukan Sarwendah agar dapat bertemu dengan anak-anak mereka. Hal tersebut bahkan disampaikan di hadapan hakim mediator.

Lantas, apa saja persyaratan yang diminta?

Menurut Minola, Sarwendah mengajukan sejumlah ketentuan, mulai dari pemeriksaan kesehatan secara berkala hingga permintaan untuk turut hadir saat Ruben bertemu dengan anak-anaknya.

"Jadi Ruben dikasih syarat harus tes kesehatan lah dari yang enam bulan sekali, sebulan sekali, sampai setiap kali ketemu anak. Ruben sebenarnya menyanggupi," ujar Minola Sebayang saat ditemui di kantornya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (7/9/2026).

Minola kemudian mengungkap bahwa berdasarkan penuturan Ruben, hakim mediator sempat meminta Sarwendah membawa anak-anak untuk bertemu langsung dengan sang ayah setelah proses mediasi.

Namun, permintaan tersebut disebut mendapat penolakan. Sarwendah justru meminta agar dirinya ikut mendampingi ketika Ruben bertemu dengan anak-anak.

"Terus respon sana gak mau. Dia minta ikut kalau anak-anak ketemu sama ayahnya, ini kan rada aneh," kata Minola.

Menurut Sarwendah, permintaan tersebut dilatarbelakangi kekhawatiran anak-anak akan menangis ketika bertemu Ruben tanpa dirinya.

"Alasannya katanya takut anaknya nangis makanya dia minta ikut. Ya sama bapaknya masa nangis," lanjut Minola.

Sikap Hakim Mediator hingga Mediasi Berakhir

Pihak Ruben menilai berbagai persyaratan tersebut bukan hanya menyulitkan proses pertemuan dengan anak, tetapi juga menimbulkan tanda tanya bagi hakim mediator.

Minola menyebut hakim mediator bahkan sempat mempertanyakan alasan Ruben harus menjalani pemeriksaan kesehatan hanya untuk bertemu anak-anaknya.

"Sampai hakim mediator kebingungan, masa seorang ayah mau ketemu anaknya harus tes kesehatan," ujar Minola.

Ia juga mengatakan bahwa hakim sempat menanyakan langsung kepada Ruben mengenai keinginan Sarwendah untuk ikut dalam setiap pertemuan dengan anak-anak.

Ruben, lanjut Minola, sebenarnya sempat menyetujui permintaan tersebut dengan harapan tetap bisa bertemu buah hatinya.

"Ya Ruben sampai mengiyakan gitu S mau ikut tujuannya supaya Ruben bisa ketemu anaknya. Tapi kemudian, sebelum mediasi ketuk palu, Ruben bilang mediasi digagalkan saja karena sudah terlalu banyak aturan dan syaratnya," jelas Minola.

Menurut Minola, keputusan Ruben menghentikan mediasi diambil karena ia merasa masih mengalami hambatan untuk bertemu dengan anak-anaknya.

"Ruben merasa masih terus dihalangi buat ketemu anak, itu alasannya," pungkasnya.

Di tengah polemik perebutan hak asuh anak dengan Ruben Onsu, Sarwendah kembali diterpa isu yang mengaitkan dirinya denga...
08/09/2026

Di tengah polemik perebutan hak asuh anak dengan Ruben Onsu, Sarwendah kembali diterpa isu yang mengaitkan dirinya dengan mantan suaminya.

Kali ini, muncul tudingan di media sosial yang menyebut Sarwendah mengambil uang dari brankas milik Ruben Onsu sebelum keduanya resmi bercerai.

Tudingan tersebut ramai diperbincangkan setelah beredar sebuah video yang disebut-sebut sebagai rekaman CCTV. Dalam narasi yang beredar, Sarwendah dituding mengambil uang dari brankas Ruben dengan nilai kerugian yang diklaim mencapai Rp3 miliar.

Video itu pun memicu berbagai komentar dari warganet. Salah seorang pengguna media sosial bahkan meragukan keaslian rekaman tersebut dan berharap video yang beredar hanyalah hasil rekayasa.

Menanggapi kabar tersebut, Sarwendah akhirnya angkat bicara melalui unggahan di Instagram. Ia menyatakan bahwa video yang beredar bukanlah rekaman CCTV sebenarnya, melainkan konten yang telah dimanipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau AI.

Sarwendah menilai penyebaran konten palsu yang kemudian disajikan seolah-olah sebagai fakta telah melewati batas.

"Ada batasnya. Ketika sebuah konten palsu hasil manipulasi AI disebarkan dan diberitakan seolah-olah nyata, itu bukan lagi soal opini atau perbedaan cerita. Itu fitnah," ujar Sarwendah, dikutip Tribunnews, Selasa (8/9/2026).

Ia juga dengan tegas membantah pernah melakukan tindakan seperti yang ditampilkan dalam video tersebut.

"Video yang diklaim sebagai rekaman CCTV saya mengambil uang dari brankas bukan video asli, itu hasil manipulasi AI. Saya tidak pernah melakukan apa yang dituduhkan dalam video itu," tegasnya.

Sarwendah mengatakan persoalan tersebut kini telah diserahkan kepada kuasa hukumnya untuk diproses lebih lanjut. Ia juga membuka kemungkinan menempuh langkah hukum terhadap pihak-pihak yang ikut menyebarkan informasi tersebut, termasuk media yang dinilai tidak melakukan verifikasi terlebih dahulu.

"Saya sudah menyerahkan ini ke kuasa hukum saya untuk ditindaklanjuti secara hukum, termasuk kepada media yang ikut menyebarkan tanpa verifikasi," jelasnya.

Meski menghadapi persoalan tersebut, Sarwendah menegaskan bahwa prioritas utamanya tetap anak-anak dan tanggung jawabnya sebagai orang tua.

Ia mengatakan tidak ingin polemik tersebut mengalihkan fokusnya, tetapi juga menegaskan tidak akan membiarkan tudingan yang dianggapnya sebagai fitnah berlalu begitu saja.

"Saya akan terus fokus pada anak-anak dan tanggung jawab saya. Tapi untuk hal seperti ini, saya tidak akan diam," pungkasnya.

Kabar bahagia tengah menyelimuti rumah tangga Brisia Jodie dan Jonathan Alden. Pasangan yang melangsungkan pernikahan pa...
08/09/2026

Kabar bahagia tengah menyelimuti rumah tangga Brisia Jodie dan Jonathan Alden. Pasangan yang melangsungkan pernikahan pada 3 Desember 2025 tersebut kini tengah menantikan kehadiran anak pertama mereka.

Kabar kehamilan itu disampaikan Brisia Jodie melalui unggahan di Instagram pribadinya. Dalam sejumlah foto yang dibagikan, penyanyi 30 tahun itu tampak memperlihatkan baby bump sekaligus mengumumkan bahwa dirinya sedang mengandung buah hati dari Jonathan Alden.

Pelantun lagu “Dengan Caraku” tersebut mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas kehamilan yang tengah dijalani. Ia menyebut calon anaknya sebagai sebuah keajaiban kecil yang sebentar lagi melengkapi kehidupan mereka sebagai pasangan suami istri.

“Praise the Lord, our little miracle is coming. Puji Tuhan, keajaiban kecil kami akan segera hadir,” tulis Brisia Jodie, dikutip Tribunnews, Selasa (8/9/2026).

Jodie juga mengatakan dirinya sudah tidak sanggup lagi menyembunyikan kabar bahagia tersebut. Karena itu, ia akhirnya memutuskan untuk mengumumkan kehamilannya kepada publik.

“Can't keep this little secret anymore. Sudah tidak bisa lagi menyimpan rahasia kecil ini,” lanjutnya.

Selain mengabarkan kehamilan, Brisia Jodie turut mengajak penggemar menebak wajah calon buah hatinya kelak. Ia penasaran apakah sang anak akan lebih memiliki kemiripan dengan dirinya atau Jonathan Alden.

“Kira-kira bakal lebih mirip siapa ya?” ujarnya.

Jodie pun meminta doa dari masyarakat agar dirinya dan Jonathan Alden dapat melewati setiap proses menuju peran baru sebagai orang tua dengan lancar.

“Happy bgtttt. Doain kita yaaa. Doa kita buat kalian semua juga semoga apa pun yg kalian impikan bisa tercapai. Amin,” pungkasnya.

Upaya mediasi dalam perkara perebutan hak asuh anak antara Ruben Onsu dan Sarwendah di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan...
08/09/2026

Upaya mediasi dalam perkara perebutan hak asuh anak antara Ruben Onsu dan Sarwendah di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan akhirnya tidak menemukan titik temu.

Pihak Ruben Onsu memilih menghentikan proses mediasi setelah merasa berbagai persyaratan yang diajukan Sarwendah justru menjadi hambatan bagi dirinya untuk bertemu anak-anak.

Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, mengatakan sejumlah ketentuan yang diberikan Sarwendah bahkan membuat hakim mediator merasa heran. Salah satunya adalah kewajiban Ruben menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala setiap kali hendak bertemu buah hatinya.

"Ruben diminta syarat tes kesehatan, mulai dari enam bulan sekali, sebulan sekali, sampai setiap kali mau ketemu anak. Ruben sebenarnya menyanggupi, tetapi hakim mediator sendiri sampai bingung, masa seorang ayah mau ketemu anaknya harus tes kesehatan dulu," ujar Minola di kantornya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (7/9/2026).

Persyaratan tersebut bukan satu-satunya kendala. Sarwendah juga disebut tetap ingin berada di sisi anak-anak setiap kali mereka bertemu Ruben. Alasannya, ia khawatir anak-anak akan menangis ketika harus bertemu sang ayah.

Padahal, dalam proses mediasi, hakim mediator sebelumnya telah mengarahkan agar Ruben dapat bertemu anak-anaknya secara langsung setelah mediasi berlangsung.

Ruben sendiri sempat bersedia jika Sarwendah tetap mendampingi pertemuan tersebut. Namun, menurut Minola, semakin banyak aturan yang muncul membuat Ruben merasa ruang untuk bertemu anak-anaknya justru semakin dibatasi.

Hingga akhirnya, sebelum hakim mediator menetapkan hasil akhir mediasi, Ruben meminta agar proses tersebut dinyatakan gagal. Ia menilai terlalu banyak persyaratan yang membuat dirinya kesulitan bertemu dengan buah hati.

"Sebelum mediasi ketuk palu, Ruben bilang mediasi digagalkan saja karena sudah terlalu banyak aturan dan syaratnya. Ruben merasa masih terus dihalangi untuk ketemu anak," tegas Minola.

Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, angkat bicara mengenai tudingan bahwa dirinya meremehkan perjuangan seorang ibu...
08/09/2026

Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, angkat bicara mengenai tudingan bahwa dirinya meremehkan perjuangan seorang ibu dalam memenuhi kebutuhan anak.

Polemik tersebut mencuat setelah pernyataan Minola soal kontribusi seorang ibu dalam membiayai anak selama delapan bulan menjadi perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Ucapan itu disampaikan sebagai respons terhadap pernyataan Sarwendah yang mengaku selama ini menanggung seluruh kebutuhan anak lantaran Ruben disebut tidak memberikan nafkah.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Minola kemudian memberikan penjelasan mengenai maksud dari pernyataannya tersebut.

Ia menanggapi sikap kuasa hukum Sarwendah yang mengaku kecewa dengan pernyataan yang dilontarkannya.

"Berkenaan dengan pernyataan kuasa hukum S yang mengatakan kecewa terhadap pernyataan saya dalam wawancara, ketika saya mengatakan kalau memang dia membiayai anaknya selama delapan bulan, lalu apa istimewanya," ujar Minola dalam unggahannya, dikutip Senin (7/9/2026).

Minola menegaskan bahwa ucapannya telah dipahami di luar konteks hingga muncul kesan bahwa dirinya tidak menghormati perjuangan seorang ibu dalam membesarkan dan memenuhi kebutuhan anak.

Menurutnya, pemahaman tersebut tidak tepat. Ia bahkan menduga pernyataannya sengaja diarahkan untuk membentuk persepsi tertentu di tengah masyarakat.

"Jadi saya ingin menjelaskan bahwa ini merupakan sesuatu yang sangat keliru dan patut diduga ada penggiringan opini seolah-olah saya tidak menghargai perjuangan seorang ibu," tuturnya.

Minola pun mengajak masyarakat agar melihat persoalan yang terjadi dari kedua sisi, bukan hanya berdasarkan sudut pandang salah satu pihak.

"Sebagai orang yang bijak, sebagai orang yang adil, kita jangan selalu hanya melihat luka kita, jangan hanya melihat sakitnya kita tanpa melihat sakit dan luka orang lain yang timbul akibat perbuatan kita," katanya.

Lebih lanjut, Minola menyampaikan bahwa pernyataan yang ia lontarkan tidak berdiri tanpa alasan. Ia meminta agar ucapannya tidak ditarik menjadi kesimpulan umum seolah dirinya merendahkan perjuangan seluruh ibu.

"Karena apa pun yang saya sampaikan tentu memiliki dasar. Tidak mungkin ada asap tanpa ada api," ungkap Minola.

"Jangan menggiring seolah apa yang saya sampaikan itu merupakan pernyataan yang menggeneralisasi seluruh kaum ibu yang ada di Indonesia," sambungnya.

Minola kemudian memperjelas konteks pernyataannya. Menurutnya, ucapan tersebut secara khusus berkaitan dengan persoalan yang tengah terjadi antara Ruben Onsu dan Sarwendah.

Ia menyinggung pihak yang disebut menerima nafkah sekitar Rp200 juta setiap bulan, namun menurut Minola masih dianggap merendahkan sosok ayah dari anak-anak serta menetapkan sejumlah ketentuan ketika sang ayah hendak bertemu dan menghabiskan waktu bersama anak.

"Ini hanya untuk ibu-ibu yang menerima Rp200 juta per bulan, tetapi tetap merendahkan ayah anak-anaknya, tidak menghargai perjuangannya, bahkan untuk berkumpul dan bertemu dengan anak-anaknya pun diberikan bermacam-macam syarat," jelasnya.

Pesulap sekaligus selebritas Demian Aditya akhirnya buka suara mengenai putra yang lahir dari pernikahan terdahulunya de...
08/09/2026

Pesulap sekaligus selebritas Demian Aditya akhirnya buka suara mengenai putra yang lahir dari pernikahan terdahulunya dengan Yulia Rachman. Pengakuan tersebut disampaikan Demian melalui media sosial setelah pernyataannya saat tampil di ajang America's Got Talent pada 2017 kembali menjadi perbincangan publik.

Dalam unggahannya, Demian mengungkapkan kebahagiaannya setelah kembali menjalin hubungan dengan putranya, Kiandra Aldya Arka. Ia mengatakan bahwa dirinya sempat menjalani kehidupan terpisah dari sang anak selama 14 tahun.

Pernyataan Demian di America's Got Talent pada 2017 sebelumnya kembali mendapat perhatian warganet. Ketika itu, salah satu juri, Howie Mandel, sempat menanyakan kehidupan keluarga Demian, termasuk soal anak.

Saat itu Demian menyebut istrinya, Sara Wijayanto, berada di sisi panggung dan kemudian mengatakan bahwa dirinya berharap dapat melanjutkan kehidupan berkeluarga bersama sang istri.

Howie Mandel kemudian bertanya secara langsung apakah Demian telah memiliki anak.

"Apakah kamu sudah memiliki anak?" tanya Howie Mandel.

Demian kala itu menjawab bahwa dirinya belum memiliki anak dan berharap dapat membangun keluarga bersama Sara Wijayanto.

Namun, bertahun-tahun kemudian, fakta mengenai kehidupan keluarga Demian akhirnya terungkap. Ia mengakui memiliki seorang putra bernama Kiandra Aldya Arka, buah pernikahannya dengan Yulia Rachman pada 2008. Pernikahan tersebut berakhir dengan perceraian pada 2013.

Demian juga membagikan momen haru ketika kembali bertemu dengan putranya. Ia mengingat terakhir kali menggendong Kiandra saat sang anak masih kecil dan tingginya belum mencapai pinggang.

Kini, kondisi tersebut telah berubah. Setelah 14 tahun berlalu, Kiandra telah tumbuh besar hingga tingginya hampir menyamai sang ayah.

"Terakhir kali aku menggendongnya, tingginya bahkan hampir tidak sampai sepinggangku. Sekarang, tingginya hampir menyamai tinggiku," ungkap Demian dalam bahasa Inggris, Senin (7/9/2026).

Demian menyadari bahwa banyak waktu yang telah hilang selama dirinya dan Kiandra tidak bersama. Meski demikian, dalam dua bulan terakhir keduanya mulai kembali membangun kedekatan dan berusaha mengenal satu sama lain dari awal.

Selama 14 tahun mereka menjalani kehidupan masing-masing. Kini, Demian memilih memanfaatkan kesempatan yang ada untuk kembali mendekat dan mengenal putranya lebih jauh.

"14 tahun lamanya kami terpisah, dua bulan ini kami belajar saling mengenal dari awal, enggak ada yang bisa menggantikan waktu yang sudah terlewat," tuturnya.

Meski menyadari tidak mungkin mengembalikan waktu yang telah berlalu, Demian merasa bersyukur karena kini dapat kembali bertemu dan menghabiskan waktu bersama Kiandra.

Baginya, perpisahan panjang tersebut ternyata tidak menghapus rasa kasih sayang antara ayah dan anak. Demian menilai hubungan emosional mereka masih tetap ada meski sempat terpisah selama bertahun-tahun.

"Namun, dua bulan ini cukup buat memulai dan saling mengetahui kalau ternyata cinta kita satu sama lain tidak pernah hilang sama sekali," pungkas Demian.

Upaya presenter Ruben Onsu untuk mendapatkan hak asuh anak masih terus berproses.Meski sebelumnya Ruben menyatakan tidak...
08/09/2026

Upaya presenter Ruben Onsu untuk mendapatkan hak asuh anak masih terus berproses.

Meski sebelumnya Ruben menyatakan tidak mempermasalahkan apabila anak-anaknya tetap tinggal bersama Sarwendah, gugatan hak asuh yang diajukannya tetap dilanjutkan.

Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, menjelaskan hal tersebut ketika memaparkan hasil mediasi antara Ruben dan Sarwendah yang sebelumnya berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Minola mengatakan, Ruben sejatinya tidak keberatan apabila anak-anak tetap berada dalam pengasuhan Sarwendah, sebagaimana kesepakatan yang telah tercantum dalam Akta 39.

"Dalam hal mediasi kemarin itu ya yang menjadi salah satu bagian yang dibicarakan, Ruben sudah bilang ke mediatornya saya tidak keberatan kok andaikan sampai hari ini anak-anak masih ada bersama dengan S, seperti apa yang diatur dalam Akta 39, enggak apa-apa," ungkap Minola kepada awak media, Senin (7/9/2026).

Menurut Minola, Ruben juga membuka peluang untuk berdamai tanpa mempersoalkan anak-anak tetap bersama Sarwendah.

Meski demikian, Ruben menginginkan haknya sebagai seorang ayah tetap dihormati, terutama terkait kesempatan untuk bertemu dan menghabiskan waktu bersama anak-anak.

"Kita damai di sini enggak apa-apa, tetap anak-anak sama kamu. Tapi yang saya minta adalah hormati hak saya untuk bertemu dan berkumpul bersama dengan anak-anak sesuai Akta 39 juga," kata Minola saat menyampaikan sikap Ruben.

Tak hanya soal hak bertemu, Ruben juga meminta agar dirinya tetap dilibatkan dalam berbagai urusan yang menyangkut anak-anak.

Ia berharap setiap keputusan mengenai anak dapat dibicarakan bersama dan tidak sepenuhnya ditentukan oleh salah satu pihak.

"Libatkan saya dalam hal yang berkaitan dengan anak-anak. Jangan libatkan anak-anak untuk melakukan hal-hal yang tidak seharusnya dia terlibat di dalamnya, seperti jualan live TikTok dan sebagainya," lanjut Minola.

Minola menuturkan bahwa Ruben bahkan bersedia menghentikan proses persidangan apabila seluruh permintaannya tersebut dapat diterima dan dijalankan oleh Sarwendah.

"Jadi saya kalau misalnya itu diterima oleh pihak S, dia menyanggupinya, Ruben mengatakan, enggak perlu sidang ini diteruskan," papar Minola.

Namun, upaya perdamaian tersebut hingga kini belum menemukan kesepakatan. Pasalnya, masih ada sejumlah hal yang menjadi keberatan pihak Sarwendah, salah satunya mengenai mekanisme pemeriksaan kesehatan.

"Tapi yang sana tetap enggak mau. Karena harus tetap ada mekanisme cek kesehatan," jelas Minola.

Dengan belum tercapainya kesepakatan dalam mediasi, gugatan hak asuh anak yang diajukan Ruben Onsu pun masih berlanjut.

Perjuangan presenter Ruben Onsu untuk mendapatkan hak asuh anak masih berlanjut melalui gugatan yang diajukan di Pengadi...
08/09/2026

Perjuangan presenter Ruben Onsu untuk mendapatkan hak asuh anak masih berlanjut melalui gugatan yang diajukan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Perselisihan terkait anak dengan mantan istrinya, Sarwendah, hingga kini belum menemukan titik terang. Upaya mediasi yang sebelumnya ditempuh kedua pihak juga berakhir tanpa kesepakatan.

Salah satu persoalan yang dibahas dalam mediasi adalah mengenai syarat Ruben untuk dapat bertemu anak-anaknya. Pihak Ruben mempertanyakan adanya persyaratan tersebut karena menurut mereka, ketentuan itu tidak tercantum dalam Akta 39.

Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, menjelaskan bahwa mediator sempat menyarankan agar ketentuan mengenai persyaratan pertemuan dituangkan melalui adendum apabila memang ingin diberlakukan.

"Mediator bilang akta 39 tidak ada syaratnya. Kalau memang mau ada syarat, ayo kita adendum, kita bikinkan syaratnya," ujar Minola Sebayang kepada awak media, Senin (7/9/2026).

Menurut Minola, Ruben sebenarnya sempat bersedia bernegosiasi mengenai pengaturan waktu bertemu anak. Namun, Ruben kemudian merasa keberatan ketika muncul berbagai persyaratan tambahan dari pihak Sarwendah.

"Ruben nggak keberatan pada awalnya, kemudian dia (Sarwendah) nggak mau lagi. Ini yang buat Ruben baru kesal. Saya sudah oke, tapi kok dipersulit," jelas Minola.

Karena tidak menemukan kesepakatan dalam mediasi, Ruben akhirnya memilih untuk melanjutkan proses gugatan hak asuh anak di PN Jakarta Selatan.

Pihak Ruben menegaskan bahwa keinginan utama kliennya adalah memperoleh hak sebagai seorang ayah untuk bertemu dan menghabiskan waktu bersama anak-anaknya tanpa dibebani persyaratan tertentu.

Minola mengatakan, Ruben merasa selama ini terlalu sering mengalah. Karena itu, dalam persoalan kali ini, Ruben memilih untuk tidak kembali mengambil posisi yang sama.

"Mediasi, berunding itu kan harusnya ada yang mengalah. Ini kan tidak. Ruben terus mau mengalah. Menurut Ruben, ini sama seperti waktu kehidupan rumah tangga. Masa saya terus yang iya-iya, sekarang waktunya saya enggak mau lagi yang seperti itu," tutur Minola.

Perjuangan presenter Ruben Onsu untuk memperoleh hak asuh anak dari mantan istrinya, Sarwendah, hingga kini masih bergul...
08/09/2026

Perjuangan presenter Ruben Onsu untuk memperoleh hak asuh anak dari mantan istrinya, Sarwendah, hingga kini masih bergulir dan menjadi perhatian publik.

Di tengah proses hukum tersebut, kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya bersikap adil dalam melihat konflik yang terjadi. Ia meminta agar persoalan tidak dinilai hanya berdasarkan cerita atau sudut pandang salah satu pihak.

Pesan tersebut disampaikan Minola melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.

Minola mengingatkan bahwa setiap orang yang terlibat dalam konflik sebaiknya mampu melihat permasalahan secara objektif. Menurutnya, seseorang tidak seharusnya hanya menyampaikan rasa sakit yang dialaminya tanpa mempertimbangkan kemungkinan bahwa sikap maupun perkataannya juga dapat melukai pihak lain.

"Orang bijak itu harus selalu berpikir secara fair dan adil, jangan kita selalu menyuarakan luka kita dan hanya berkoar koar akan sakit kita saja tanpa pernah berpikir orang lain juga terluka dan sakit atas sikap dan ucapan kita," tulis Minola dalam unggahannya, dikutip Senin (7/9/2026).

Ia juga mengajak pihak yang tengah berseteru untuk melakukan introspeksi. Minola meminta agar masing-masing pihak mencoba memahami dan merasakan dampak dari tindakan yang mungkin telah menimbulkan luka bagi orang lain.

"Sekali kali coba merenung utk berpikir dan merasakan sakit dan luka orang lain karena kita," lanjutnya.

Dalam unggahan tersebut, Minola turut menyinggung persoalan nafkah anak yang selama ini diberikan Ruben. Ia menyebut nominal nafkah yang mencapai sekitar Rp200 juta per bulan sebagai salah satu hal yang perlu dipertimbangkan.

Minola kemudian membandingkannya dengan kondisi ibu-ibu lain yang belum tentu memperoleh dukungan finansial dengan jumlah serupa dari mantan pasangan mereka.

Selain persoalan nafkah, pihak Ruben juga menyoroti perjuangan seorang ayah yang dinilai kurang dihargai. Minola menyebut Ruben selama ini tetap menjalankan tanggung jawabnya terhadap anak-anak, tetapi justru menghadapi berbagai persyaratan ketika ingin bertemu dan menghabiskan waktu bersama mereka.

"Padahal ibu-ibu yang lain itu mungkin tidak menerima Rp200 jutaan tiap bulan dan tidak pernah merendahkan ayah anak-anaknya serta mengabaikan perjuangannya bahkan untuk berkumpul dan bertemu anak pun diberikan bermacam persyaratan," tegas Minola.

Sebelumnya, Ruben memang sempat menyampaikan keberatannya karena kesulitan bertemu dan berkumpul dengan kedua putrinya yang saat ini berada dalam pengasuhan Sarwendah.

Persoalan tersebut kemudian berkembang menjadi konflik yang lebih panjang hingga Ruben mengajukan gugatan hak asuh anak ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Sampai saat ini, proses perjuangan Ruben untuk mendapatkan hak asuh anak masih berlangsung dan belum menemukan penyelesaian.

Address

Semarang

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Zaalysa posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share