26/03/2025
Martir Dari Suku Osing
Don Paschoal (1585)
Adalah seorang pangeran Jawa dari keluarga raja Blambangan. Tak lama sesudah dibaptis, ia digodai putri kerajaan yang masih sepupu sendiri untuk berbuat mesum. Don Paschola menolak wanita itu. Putri itu kemudian mengadukan dan memfitnahnya pada raja. Raja memerintahkan supaya Don Paschoal dibunuh. Mayatnya dikebumikan dalam gereja Blambangan, tetapi kemudian dibawa oleh para pastor Fransiskan ke gereja di Malaka.
Inilah kisahnya
Setelah kerajaan Demak muncul dan meruntuhkan Majapahit, kerajaan Blambangan menjadi satu-satunya kerajaan Hindu yang masih bertahan di tanah Jawa. Untuk membendung serangan kerajaan pesisir itu, raja Blambangan mencoba menjalin kerjasama dengan Portugis yang sudah menguasai Malaka pada 1511. Maka sejak tahun 1528 para pedagang Portugis sudah bermukim di Panarukan, kota pelabuhan kerajaan Blambangan. Namun saat itu belum ada misionaris yang berkarya di Blambangan. Baru pada 1579 undangan untuk para misionaris di Malaka dititipkan adipati Panarukan kepada Pater Bernardino Ferrari SJ, yang kapalnya menuju Maluku terpaksa berlabuh karena angin badai. Namun saat itu misi di Malaka sedang keterbatasan tenaga, para Yesuit sudah melayani Halmahera Utara dan Maluku, sementara para Dominikan melayani kep**auan Solor dan Timor.
Pada 1585 pembesar misi di Malaka mengutus empat misionaris fransiskan (OFM) berkarya di Kerajaan Blambangan. Pedro Aronca dan Jorge de Viseu menetap di kota Panarukan, sementara Manuel de Elvas dan bruder Jeronimo Valente berkarya di pusat kerajaan. Kedatangan mereka disambut baik oleh raja, bahkan diberi izin untuk membangun gereja. Selama empat tahun berkarya di Blambangan, Pater Manuel de Elvas sudah berhasil membaptis 600 orang Blambangan, di antaranya juga ibu suri raja, anak raja yang sayangnya kemudian meninggal karena wabah cacar, dan dua orang pangeran kerabat raja, bapak dan anak yang kemudian memilih nama Don Antonio dan Don Paschoal. Demikian p**a karya misi di Panarukan, membuahkan hasil. Bahkan seorang pedande yang masih kerabat raja juga menjadi Katolik
Pater Manuel de Elvas memakamkan Don Paschoal di gereja yang didirikannya. Ketika kemudian dia kembali ke Malaka, dia membawaserta tulang-belulang Don Paschoal dan memakamkannya di gereja fransiskan di Malaka. Bagi Pater Manuel de Elvas, anak muda Blambangan ini adalah martir kemurnian!