Baca Buku, Yuk

Baca Buku, Yuk Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Baca Buku, Yuk, Book shop, swan regency, Sidoarjo.

Ayah Bunda, sudah familiarkah dengan stunting?Stunting ini merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asu...
04/12/2018

Ayah Bunda, sudah familiarkah dengan stunting?
Stunting ini merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.
Stunting terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia dua tahun.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa 20% kejadian stunting sudah terjadi ketika bayi masih berada di dalam kandungan, dikarenakan asupan ibu selama kehamilan kurang berkualitas, sehingga nutrisi yang diterima janin sedikit. Akhirnya, pertumbuhan di dalam kandungan mulai terhambat dan terus berlanjut setelah kelahiran.
Apa tanda-tanda anak mengalami stunting?
1 Anak berbadan lebih pendek untuk anak seusianya
2. Proporsi tubuh cenderung normal tetapi anak tampak lebih muda/kecil untuk usianya
3. Berat badan rendah untuk anak seusianya
4. Pertumbuhan tulang tertunda.
Bagaimana cara mencegahnya?
Cara terbaik dimulai sejak dalam kandungan. Janin perlu diberikan asupan gizi yang baik dan seimbang, pemeriksaan kesehatan Bunda selama masa kehamilan juga diperlukan untuk memastikan berat badan Bunda sesuai dengan usia kehamilan.
Setelah anak lahir, jangan lupa untuk memberikan ASI, vaksinasi dan berikan asupan makanan yang seimbang dan sesuai dengan usianya, terutama ketika anak masih dalam tahapan belajar makan (MPASI).
Jangan biarkan anak mengalami sakit infeksi yang berulang, jaga kesehatan anak dan sanitasi lingkungan. Sanitasi yang buruk kerap membawa penyakit-penyakit yang sifatnya infeksius (cacingan, muntaber, tipus) dan ini menjadi salah satu penyebab stunting.
Yuk cegah stunting demi generasi yang lebih sehat 💪🏻




Tahukah Kamu?Ikan pari torpedo bisa menyalakan sebuah bohlam kecil, lho!Kok bisa?Bisa donk! Ikan pari torpedo dianugerah...
26/11/2018

Tahukah Kamu?

Ikan pari torpedo bisa menyalakan sebuah bohlam kecil, lho!

Kok bisa?

Bisa donk! Ikan pari torpedo dianugerahi kelebihan untuk melindungi diri dari serangan musuh. Kelebihan itu adalah kemampuan mengeluarkan sengatan listrik. Sengatan listriknya mampu menyalakan sebuah bohlam kecil.

Wah, saya kok malah jadi kepikiran ikan pari (iwak pe) penyet. Kalau yang buat konsumsi itu jenis ikan pari tropedo bukan, ya?





Cara melatih anak makan sendiri itu sederhana kok, Bund. Secara naluriah pun sebetulnya si kecil senang melakukannya. Ba...
22/11/2018

Cara melatih anak makan sendiri itu sederhana kok, Bund. Secara naluriah pun sebetulnya si kecil senang melakukannya.
Bagaimana cara melatih anak makan sendiri? Berikut panduan lengkapnya!
1. Ajarkan si kecil untuk menggenggam erat
2. Ajarkan anak menggenggam sendok
3. Ajarkan si kecil menggunakan garpu
4. Ajarkan ia minum dari gelas terbuka
Itulah 4 tahap cara melatih anak makan sendiri. Melatih anak makan sendiri pasti bikin berantakan, pasti bikin Bunda harus lebih sering cuci pakaian si kecil. Tapi, apa yang akan diperolehnya dari proses belajar makan sendiri tersebut jauh lebih berharga dibanding apapun.
Cara melatih anak makan sendiri juga bisa dilakukan dengan memberinya gambaran tentang proses tersebut. Mereka belajar dari apapun yang dilihat, didengar, dan dirasanya. Yuk berikan perangkat edukasi seperti buku bergambar yang menunjukkan proses makan sendiri.
Dalam konteks ini, paket buku best seller Halo Balita menjadi pilihan terbaik. Ohya Bund, beli Halo Balita sekarang masih dapet voucher ILMA, lho! Yuk hubungi Book Advisor kami, dan cari tahu selengkapnya >> https://mandira.id/news/detail/panduan-lengkap-cara-melatih-anak-makan-sendiri_312




Membentuk karakter pada anak, perlu dilakukan sejak dini loh Bun. karena usia dini merupakan masa emas bagi perkembangan...
13/11/2018

Membentuk karakter pada anak, perlu dilakukan sejak dini loh Bun. karena usia dini merupakan masa emas bagi perkembangan anak kita.

Salah satu cara yang dapat Bunda lakukan untuk pembentukan karakter anak adalah dengan memberikan aturan kepada nya di rumah.

Lalu apa sih manfaat dalam memberikan peraturan bagi anak ? Yuk di simak Bunda. 😊😊

Memasuki "November Rain" ini memang jadi musim pancaroba yang identik dengan kondisi tubuh kita Bunda, kalau gak pandai ...
10/11/2018

Memasuki "November Rain" ini memang jadi musim pancaroba yang identik dengan kondisi tubuh kita Bunda, kalau gak pandai jaga kebugaran bisa-bisa kita dan keluarga terserang penyakit seperti flu, batuk, demam, dan sakit-sakit ringan lain nya.

Nah untuk itu Bumin mau share nih tips menghadapi musim pancaroba, agar Bunda dan keluarga tetap Fit menjalani hari -hari dengan penuh ceria di "November Rain" ini. Yuk di simak!

Matematika, Bukan Sekedar Hitung CepatBanyak orang mengira, belajar Matematika terbatas pada kemampuan berhitung. Kesala...
09/11/2018

Matematika, Bukan Sekedar Hitung Cepat

Banyak orang mengira, belajar Matematika terbatas pada kemampuan berhitung.
Kesalahpahaman orangtua tentang ini, berdampak pada pola asuh, yang mewujud pada tuntutan terhadap anak-anaknya untuk mampu mengerjakan soal-soal matematika secara sempurna.

Maka, ketika nilai matematika di sekolah jeblok, drilling pun dilakukan. Anak didaftarkan ke les x, kursus b. Itu sebabnya kelas-kelas hitung cepat semakin pop**ar.

Padahal, manfaat Matematika jauh lebih luas dari sekedar berhitung, secara umum ilmu ini berperan besar untuk memecahkan masalah yang menuntut kemampuan berpikir logis.

Contoh:

Usia saya sekarang 25 tahun, bergaji 25 juta, belum memiliki pasangan. Target saya ingin memiliki rumah di usia 30 tahun senilai 2 milyar.

Orang yang memiliki kecerdasan matematika logis, akan mampu menakar target tersebut, mungkinkah? Bagaimana caranya?

Berapa yang harus ditabung setiap bulan agar kehidupannya tetap berjalan normal, dalam artian pos-pos yang lebih penting tidak terganggu?

Keputusan yang diambil tentu saja akan berdampak pada kejadian-kejadian berikutnya.

Banyak sekali kasus kredit macet dikarenakan si kreditur tidak sanggup membayar hutangnya.

Tak jarang, kita jumpai eksekutif muda 'the social climber' yang jatuh melarat karena tidak sanggup mengukur gaya hidup dengan kemampuan.

Besar pasak daripada tiang.

Kenapa ini bisa terjadi?

Bisa jadi, salah satunya karena ilmu Matematika yang dulu mereka pelajari ketika kecil tidak terintegrasi dengan pengalaman sehari-hari.

Nilai ulangan 100, tapi grogi saat membagi adil sepotong kue.

Nilai ulangan 100, tapi gagap saat menimbang takaran tepung.

Nilai ulangan 100, tapi tidak tahu bahwa Dzuhur itu sebelum Ashar.

Nilai ulangan 100, tapi tidak mampu menyeberang jalan dengan aman.

Nilai ulangan 100, tapi tidak tahu kalau menyimpan lilin dekat minyak tanah, berisiko kebakaran.

Matematika ada di sekitar kita. Penjumlahan dan perkalian hanyalah sebagian kecil materi yang ada di dalamnya.




Membuat Tas Lucu, Yuk!Waaaaah, memangnya bisa bikin tas sendiri?Bisa banget 💃Kita simak, yuk! Peralatan apa saja yang di...
02/11/2018

Membuat Tas Lucu, Yuk!

Waaaaah, memangnya bisa bikin tas sendiri?

Bisa banget 💃

Kita simak, yuk! Peralatan apa saja yang dibutuhkan dan bagaimana cara membuatnya.

A. Alat dan bahan:

Kain flanel, penggaris, pensil, gunting, 1 gulung pita, aksesoris, benang, jarum, lem tembak

B. Cara membuatnya:

1. Ukur kain flanel menggunakan penggaris. Bisa dibuat persegi dengan ukuran 30x30 cm. Atau dibuat menjadi persegi panjang 15x25cm. Buat 2 lembar dengan ukuran sama.

2. Lipat sekitar 2cm tepi atas dari lembaran flanel, kemudian jahit. Jadikan ini sisi depannya. Lakukan hal yang sama pada lembar flanel yang satunya dan jadikan sisi belakang tas.

3. Ukur pita menjadi sepanjang 80 cm atau lebih, sesuaikan dengan tinggi badan. Caranya bisa dengan mengukur dari pundak sampai pinggang, lalu ukurannya dikali dua.

4. Jahit kedua bagian sisi flanel yang sudah dijahit tepi. Masukkan pita ke dalam lipatan sebagai tali pegangan/tali selempang.

5. Buat pola huruf nama atau pola bintang, bulan dan pola lainnya di kain flanel yang lain untuk hiasan. Gunting sesuai pola, tempelkan di tas bagian depan menggunakan lem tembak. Tempelkan juga aksesoris lainnya

Jadi deh, tas lucunya 😍. Wah, seru ya!

Ingin bikin craft lainnya? Ada banyak banget ide lainnya di buku Craft untuk Anak-anak, lho!

Selamat mencoba 🤗


Mengenal Aspek Perkembangan Anak Usia DiniBy: Alia An DhivaSecara umum, yang dimaksud dengan anak usia dini adalah anak ...
14/10/2018

Mengenal Aspek Perkembangan Anak Usia Dini

By: Alia An Dhiva

Secara umum, yang dimaksud dengan anak usia dini adalah anak yang berusia 0-8 tahun. Si Kecil yang berada pada rentang usia ini sedang dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan, baik secara fisik maupun mental. Laju pertumbuhan dan perkembangan setiap anak tentu berbeda-beda ya Mam, tergantung pada lingkungan, stimulasi, dan kepribadiannya masing-masing. Namun, aspek perkembangan anak usia dini umumnya meliputi perkembangan fisik, kognitif, bahasa, emosi, dan sosial.

Masa anak usia dini sering disebut juga dengan istilah golden age atau masa emas. Mam tentu sudah sering mendengar istilah ini, bukan? Nah, pada masa emas tersebut, hampir seluruh potensi si Kecil mengalami masa peka untuk tumbuh dan berkembang secara cepat dan hebat, lho.

Dengan mengenali 5 aspek perkembangan anak usia dini secara lebih dalam, diharapkan Mam dan Pap dapat memberikan bimbingan sesuai dengan tahap perkembangan si Kecil. Maka dari itu, yuk Mam, kita kenali kelima aspek penting dalam perkembangan anak usia dini berikut ini.

1. Aspek Perkembangan Fisik Anak Usia Dini

Aspek perkembangan anak usia dini yang berfokus pada perkembangan fisik ini meliputi pertambahan berat badan, tinggi badan, perkembangan otak, serta keterampilan motorik kasar dan motorik halus. Perkembangan motorik kasar ditandai dengan aktifnya anak bergerak, melompat, dan berlarian, terutama di usia 4-5 tahun. Semakin bertambah usia anak, maka semakin kuat p**a tubuhnya. Bila perkembangan fisik berjalan dengan baik, maka ia pun semakin piawai menyelaraskan gerakan tubuh dengan minat ataupun kebutuhannya. Sementara itu, motorik halus adalah kemampuan yang berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi mata-tangan. Contoh keterampilan motorik halus yaitu memegang krayon, menyusun puzzle, menyusun balok, dan lain-lain.

2. Aspek Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini

Teori perkembangan kognitif (cognitive theory) yang banyak digunakan saat ini adalah yang dikemukakan oleh Jean Piaget, seorang profesor psikologi dari Universitas Geneva, Swiss. Ia menyatakan bahwa anak-anak memiliki cara berpikir yang berbeda dengan orang dewasa. Sebagai bagian dari aspek perkembangan anak usia dini, perkembangan kognitif anak dibagi Piaget ke dalam 4 tahap, yaitu:

¤ Tahap sensorimotor (0-24 bulan)

Pada masa ini, kemampuan bayi terbatas pada gerak refleks dan panca inderanya. Bayi tidak dapat mempertimbangkan kebutuhan, keinginan, atau kepentingan orang lain. Maka dari itu, bayi dianggap “egosentris”.

¤ Tahap praoperasional (2-7 tahun)

Pada masa ini, anak mulai dapat menerima rangsangan, tetapi sangat terbatas. Ia juga masih “egosentris” karena hanya mampu mempertimbangkan sesuatu dari sudut pandang dirinya sendiri. Kemampuan berbahasa dan kosakata anak juga sudah berkembang, meski masih jauh dari logis.

¤ Tahap operasional konkret (7-11 tahun)

Pada masa ini, kemampuan mengingat dan berpikir secara logis pada anak sudah meningkat. Anak juga sudah mengerti konsep sebab akibat secara rasional dan sistematis. Kemampuan belajar konsep meningkat, sehingga anak mulai dapat belajar matematika dan membaca.

¤ Tahap operasional formal (mulai umur 11 tahun)

Pada masa ini, anak sudah mampu berpikir secara abstrak dan menguasai penalaran. Kemampuan ini akan membantu anak melewati masa peralihan dari masa remaja menuju fase dewasa atau dunia nyata.

3. Aspek Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini

Periode kritis dalam perkembangan kemampuan bahasa terjadi sejak bayi baru lahir sampai dengan usia lima tahun. Kemampuan berbahasa anak tumbuh dan berkembang pesat selama masa prasekolah. Sebagai salah satu aspek perkembangan anak usia dini, kemampuan berbahasa dapat menjadi indikator seluruh perkembangan anak. Pasalnya, melalui kemampuan berbahasa dapat p**a dideteksi keterlambatan ataupun kelainan pada sistem lain, seperti kemampuan kognitif, sensorimotor, psikologis, emosi, dan lingkungan di sekitar anak.

4. Aspek Perkembangan Sosio-Emosional Anak Usia Dini

Aspek perkembangan anak usia dini ini sesungguhnya telah dimulai sejak bayi dilahirkan. Dari segi emosional misalnya, dapat dilihat dari berbagai contoh sikap bayi, misalnya tersenyum atau menghentak-hentakkan kaki saat ia senang. Atau, menangis untuk mengekspresikan rasa tidak senang atau tidak puasnya. Pada masa pertumbuhan, anak cenderung mengungkapkan emosinya dengan gerakan otot, seperti melempar, membanting, ataupun memukul barang. Namun, dengan bertambahnya usia, reaksi emosional umumnya akan berubah menjadi verbal alias pengucapan perasaan atau kata-kata tertentu.

Sementara itu, kedekatan bayi dengan orang dewasa adalah langkah awal menuju tahap-tahap perkembangan sosialnya. Perkembangan sosial mengacu kepada perkembangan kemampuan anak dalam berinteraksi dan bersosialisasi dengan lingkungannya. Pada awalnya, anak hanya mengenal orang-orang yang berada di dekatnya, seperti pengasuh utama, kakak atau adik, dan orang lain yang tinggal serumah dengannya. Seiring dengan pertambahan usia anak, ia akan mengenal orang di luar rumah dan perlu diajari aturan-aturan dalam bersosialisasi, seperti sopan santun, disiplin, dan lain sebagainya.

Mam juga perlu memahami bahwa anak usia dini memiliki karakteristik yang khas, antara lain:
> Rasa ingin tahu yang besar
> Pribadi yang unik
> S**a berfantasi dan berimajinasi
> Menunjukkan sikap egosentris
>Memiliki rentang daya konsentrasi yang pendek


Dengan memahami dunia dan karakteristik anak tersebut, diharapkan Mam dapat memberikan stimulasi yang tepat dan sesuai dalam mendukung tumbuh kembang si Kecil. Pengetahuan akan aspek perkembangan anak usia dini juga dapat membantu Mam dalam memahami dan membentuk kepribadian si Kecil.

Sumber:
https://www.parentingclub.co.id/smart-stories/mengenal-5-aspek-perkembangan-anak-usia-dini

07/10/2018

Pahami stres pada anak. Jangan bebankan cita-cita, keinginan, target, dan harapan kita sebagai orang tua kepada anak. Biarkan lah mereka tumbuh dan berkembang sesuai kemampuannya dengan bahagia.

Kapan hari kiamat akan terjadi?Tidak ada seorang pun diantara manusia, jin bahkan malaikat yang mengetahuinya. Begitupun...
03/10/2018

Kapan hari kiamat akan terjadi?

Tidak ada seorang pun diantara manusia, jin bahkan malaikat yang mengetahuinya. Begitupun Rasulullah SAW. Akan tetapi, hal itu bukan alasan bagi manusia untuk tidak mempercayainya. Allah SWT melalui utusanNya telah mengabarkan kepastian akan datangnya peristiwa tersebut.

Hikmah dari dirahasiakannya hari kiamat adalah untuk menguji keimanan manusia. Terlebih lagi, dalam Al Qur'an surat Al Ahzab disebutkan bahwa datangnya kiamat sudah semakin dekat. "....tahukah engkau, boleh jadi hari kiamat itu sudah dekat waktunya." Demikian firman Allah SWT dalam surat Al Ahzab ayat 63


Anak dan Fitrah Belajarnya yang MenyenangkanPengalaman gak, Moms, melihat anak usia balita merengek ke orangtuanya minta...
03/10/2018

Anak dan Fitrah Belajarnya yang Menyenangkan
Pengalaman gak, Moms, melihat anak usia balita merengek ke orangtuanya minta sekolah?
Tapi setelah beberapa tahun kemudian si anak mulai merasa bosan. Sekolah jadi tidak menyenangkan dan belajar pun jadi membosankan.
Diawal fitrahnya, sebenarnya anak-anak mencintai dunia belajar. Menyenangi sesuatu hal yang baru yang ingin diketahuinya. Buktinya adalah pada usia balita anak lebih banyak mengajukan pertanyaan-pertanyaan dari hal sepele sampai ke pertanyaan yg luar biasa. Ini adalah demi memenuhi hasrat keingintahuannya, dan tentu saja ada pembelajaran di sana.
Yang jadi masalah adalah mengapa rasa cinta akan belajar itu hilang dengan cepat pada awal masa kanak-kanaknya?
Tentu kita orangtuanya memberi kontribusi besar dalam hilangnya fitrah dasar anak ini.
Coba di ceklist beberapa kesalahan berikut:
✔️Anak kurang diberi ruang untuk mengekspresikan keingintahuannya.
✔️Anak dibatasi gerak fisik menggunakan tangan atau kakinya.
✔️Orangtua kurang sabar dalam mendengarkan dan memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan anaknya.
✔️Orangtua terlalu cepat ingin anaknya belajar sesuatu, tanpa mengetahui kematangan dan kesiapan si anak untuk belajar.
Merasa semua kesalahan ini kita lakukan?
Sediiiih ...
Jadi baper, ya Moms!
Menjadi renungan kita semua untuk tidak mengulangi kesalahan-kesalahan ini di masa depan. Karena semua orangtua menginginkan yang terbaik untuk si buah hati.
Maksimal memperbaiki diri sebagai orangtua. Berikan dorongan positif kepada anak dengan memanfaatkan kelima panca inderanya sebagai perantara pembelajaran.
Yang terpenting adalah ciptakan lingkungan belajar yang santai untuk anak. Manfaatkan sarana bermain dan belajar yang menyenangkan, riang gembira dan tidak kaku.
Belajar menyenangkan ini salah satunya bisa didapatkan dengan memanfaatkan penggunaan FunThinkers, lho!
Fun Thinkers dapat mengasah semua jenis keterampilan dasar anak. Belajar menjadi asyik dan menyenagkan.
Cobain Fun Thinkers, yuk!
bit.ly/bacabukuyuK



10 Fakta tentang Al-Qur'an
01/10/2018

10 Fakta tentang Al-Qur'an


Address

Swan Regency
Sidoarjo
61253

Telephone

+6285868678867

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Baca Buku, Yuk posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category