18/09/2017
Seorang sahabat bercerita, tentang cara Allah memudahkannya mendaftar haji, dan in sya Allah akan berangkat dua atau tiga tahun lagi..
Saya terpesona dengan ceritanya, bahwa Allah tak pernah salah meletakkan keputusanNya..
Ternyata, beliau bertemu orang sholih dan sholihah, yg salah satu program hidupnya adalah menolong orang yg ingin berangkat haji, tapi terkendala biaya. Jadi, uang untuk porsi haji itu, mereka yang membayarkan, lalu sahabat saya membayar bulanan semampunya kepada beliau, yg sampai sekarang pun, nama dan identitasnya tak saya ketahui.
Tata cara dan kaidah syari tentu saja dipenuhi, misalnya dengan surat perjanjian, ada saksi dan itikad baik untuk memenuhinya.
Teringat sebuah hadits, tidak boleh iri, kecuali pada dua orang, orang yg dekat dengan al Quran lalu mengamalkannya sepanjang malam dan siang, dan orang yg dikayakan Allah, lalu menginfaqkannya di jalan Allah sepanjang waktu..
Masya Allah, rahmatilah orang kaya, yg program hidupnya membuat mereka makin dekat padaMu dan berlimpah keberkahan dunia akhirat dan membuat pesona bagi penduduk langit..
Ya Allah, rahmatilah orang yg belum Kau mampukan, tapi perjalanan dan kesulitan hidupnya tidak membuat mereka terhijab dengan suudzan padaMu..
Ya Allah, betapa ujian itu selalu ada di depan mata, terbantainya saudara saudara kami di Rohingya, Suriah, Palestina, Yaman..
Maka ya Allah, tambahkan untuk kami mereka yg mengikuti jejak Abdurrahman bin Auf, yg wakaf nya untuk kaum muslimin tak terhitung, atau Ustman bin Afwan yg hartanya tetap berkembang sampai sekarang, dan ya Allah jaga dan sentuh nurani kami dengan kekuatan iman menyala, mampu membuat program yg tak terpikirkan sebab kematian iman, untuk bermanfaat bagi sesama..
Aamiin ya Rabb