05/11/2018
Memperhatikan kadar kesombongan kita.
Seorang pria yang sedang bertamu di rumah seorang PRESIDEN DIREKTUR tertegun heran, ketika melihat Sang PRESIDEN DIREKTUR sedang sibuk bekerja sendiri MENYIKAT LANTAI rumahnya sampai bersih.
Pria itu bertanya:Apa yang sedang Anda lakukan Pak PRESDIR..?
PRESIDEN DIREKTUR menjawab: Tadi saya kedatangan tamu yang meminta nasihat. Saya berikan banyak nasihat yg bermanfaat. Namun, setelah tamu itu p**ang saya merasa jadi ORANG HEBAT. Kesombongan saya mulai MUNCUL. Oleh karena itu, saya lakukan PEKERJAAN INI untuk membunuh perasaan SOMBONG itu.
SOMBONG adalah PENYAKIT HATI YG sering menghinggapi KITA SEMUA. Siapa saja & apapun STATUSNYA, orang AWAM atau TOKOH AGAMA bisa juga dihinggapi penyakit SOMBONG ini.
Bahkan di kalangan para PENGKHOTBAH pun, benih-benih Kesombongan kerap muncul tanpa mereka sadari.
Ditingkat ke-1 :
SOMBONG disebabkan oleh FAKTOR MATERI, di mana kita merasa :
~ Lebih kaya,
~ Lebih sukses
~ Tanah saya dimana mana
~ Mobil saya lebih mewah
~ Handphone saya lebih bagus
~ Pacar saya lebih Ganteng / Cantik
~ Bisnis saya paling keren
Ditingkat ke-2 :
SOMBONG disebabkan oleh FAKTOR KECERDASAN, kita merasa :
~ Lebih rajin
~ Lebih pintar
~ Lebih kompeten
~ Lebih berpengalaman
~ Lebih berwawasan dibandingkan dengan orang lain.
Sombong di tingkat ke - 3.
Sombong yang disebabkan oleh FAKTOR PEMBUKTIAN DIRI TERBALIK.
~ Meskipun saya miskin, tapi saya dekat dengan Tuhan (Dengan intensi Sombong karena merasa dekat dengan Tuhan)
~ Walaupun saya kaya raya, tapi saya rendah hati, pakai handphone jelek, kemana mana naik kopaja. (Dengan intensi agar dilihat orang: eh dia kaya raya lho, tapi rendah hati)
~ Meskipun kaya raya, tapi saya (dengan intensi) bergaul dengan orang miskin (agar terlihat akhlak saya baik).
~ Meskipun saya kaya tapi saya berpihak kepada orang miskin (dengan intensi agar terlihat rendah hati).
Sombong Di tingkat ke - 4. Sombong karena FAKTOR STATUS SOSIAL
Saya ini...
~ Lebih berkuasa,
~ Lebih tinggi jabatan,
~ Lebih rupawan &
~ Lebih terhormat daripada orang lain.
~ Saya ini anak menteng
~ Saya ini pejabat
~ Saya ini laki laki
~ Saya ini Suku X, Ras Y, Agama Z, Golongan M
~ Saya ini pengikut komunitas Y
~ Saya miskin. Iya, saya miskin, jadi kamu tidak boleh mengatur saya.
~ Saya miskin, jadi saya berhak diutamakan karena saya miskin.
~ Saya miskin (jadi apapun yang kamu lakukan itu menzholimi saya)
~ Dalam hidup saya selalu gagal (dengan diperhatikan orang lain / dikasihani atas kegagalannya. status sosial: orang gagal wajib diperhatikan)
~ saya yang semenjak dulu hidupnya paling menderita (status sosial: perkump**an hidup susah. menyombongkan penderitaan)
~ sakit kamu tidak ada apa apanya jika dibandingkan apa yang saya lewati (status sosial: penyakitan)
Ditingkat ke-5:
SOMBONG disebabkan oleh FAKTOR KEBAIKAN, kita sering menganggap diri kita:
~ Lebih bermoral
~ Lebih pemurah
~ Lebih banyak amalnya
~ Lebih banyak bantu orang
~ Lebih rajin beribadah
~ Lebih bersemangat berjuang
~ Lebih banyak kontribusinya untuk umat.
~ Lebih besar dari orang lain berdasarkan apa yang sudah dicapai, seraya meremehkan orang lain dengan menganggapnya orang kecil.
~ Lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.
~ Lebih dekat dengan Tuhan
Yang menarik...., Semakin TINGGI tingkat KESOMBONGAN seseorang, semakin sulit p**a kita utk mendeteksinya.
SOMBONG karena MATERI mudah terlihat., SOMBONG karena PENGETAHUAN, mudah terlihat.
SOMBONG karena PEMBUKTIAN DIRI TERBALIK, ini sulit terdeteksi, karena seringkali tersamarkan antara memang rendah hati, atau memang kita memiliki intensi untuk pamer. Dan kecenderungan orang akan memandang seseorsng bahwa dia remdah hati.
SOMBONG karena STATUS SOSIAL semuanya mudah terlihat, kecuali orang miskin tapi sombong. Karena miskin, banyak orang menganggap mereka tidak mungkin sombong, tetapi banyak justru yang tanpa disadari mereka menyombongkan diri.
Apalagi SOMBONG karena KEBAIKAN...,SULIT DILIHAT. Karena, seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita.
Dan yang paling unik, kesombongan dari pembuktian diri terbalik. Karena di lingkungan dianggap benar, namun sesungguhnya intensinya seseorang melakukan itu lah yang membedakan antara kesombongan atau tidak.
Cobalah setiap hari kita melakukan INTROSPEKSI diri.
Kadang kita butuh orang lain utk mengintrospeksi diri kita. kita juga butuh Kritikan & Mas**an dari orang lain. Orang lain terkadang bisa melihat dari sudut pandang yang berbeda.
KESOMBONGAN hanya akan membawa kita pada KEHINAAN DIRI & KEJATUHAN YG mendalam. Tetaplah BERSABAR & RENDAH HATI.
Karena bisa jadi orang yang kita anggap BIASA saja, tapi ternyata dia lebih HEBAT daripada kita.
Semoga kita dijauhkan dari penyakit hati berupa Kesombongan ini.
Tetaplah rendah hati & teruslah bertumbuh.
Ps: Tulisan ini saya copas dari kenalan yang saya samarkan namanya, karena beberapa bagian (3 dan 4) saya tambahkan sedikit untuk memudahkan kita memahami hal hal di sekeliling kita, dan dapat segera keluar dari kondisi seandainya ada yang kita lihat sama dengan yang sedang kita alami.
Tulisan ditambahkan dengan maksud tanpa mengurangi essensi kebaikan dari tulisan ini. semoga bisa menambahkan pengetahuan kita dan membuat kita lebih baik lagi.