17/04/2026
Di Balik Razia Pelajar: Gagalnya Pembinaan Tanpa Nilai Aqliyah dan Nafsiyah
Oleh Nani Sumarni
Fenomena kenakalan pelajar kembali mencuat di tengah upaya penegakan disiplin. Sebuah fakta mencengangkan muncul dari Kota Bengkulu. Sejumlah siswi nekat menyamar menjadi laki-laki demi bisa membolos sekolah tanpa kecurigaan. Mereka kedapatan nongkrong dan merokok di warung saat jam pelajaran berlangsung pada Jumat (13/3/2026), hingga akhirnya diamankan dalam razia rutin Satpol PP yang menyasar pelajar di luar sekolah (Kompas.com, 13 Maret 2026).
Sekularisme Penyebab Degradasi Moral Generasi
Modus mereka terbilang tidak biasa: berangkat dari rumah dengan pakaian perempuan, lalu mengganti penampilan menjadi laki-laki dan menyembunyikan kerudung di dalam tas. Semua itu dilakukan agar bisa berbaur dengan pelajar laki-laki dan bebas dari sorotan masyarakat. Peristiwa ini bukan sekadar pelanggaran disiplin, melainkan sinyal kuat adanya krisis pembinaan nilai dalam diri pelajar yang kian mengkhawatirkan.
Fenomena razia pelajar yang dilakukan aparat pemerintah daerah maupun pihak sekolah pada dasarnya hanya menyentuh permukaan persoalan. Penertiban semacam ini memang mampu menekan pelanggaran secara sesaat, tetapi tanpa diiringi penanaman nilai aqliyah (pola pikir) dan nafsiyah (pola sikap) Islam, kedisiplinan yang diharapkan tidak akan terbentuk secara mendalam. Akibatnya, pelanggaran serupa akan terus berulang dengan bentuk yang berbeda, sebagaimana terlihat dari kreativitas para pelajar dalam mengelabui aturan.
Tindakan siswi yang melakukan tasyabuh (menyerupai laki-laki) menunjukkan adanya ketidakpahaman terhadap syariat Islam yang mengatur dengan jelas batasan antara laki-laki dan perempuan. Ini bukan sekadar kenakalan remaja, tetapi mencerminkan lemahnya pemahaman identitas diri dalam perspektif Islam. Kondisi ini sangat mungkin dipengaruhi oleh arus pemikiran sekuler liberal yang mengaburkan batasan gender dan menganggap perbedaan peran laki-laki dan perempuan tidak lagi penting.
Lanjut
https://www.nusantaranews.net/2026/03/di-balik-razia-pelajar-gagalnya.html?m=1