16/06/2021
Sebelum memasuki zaman revolusi industri, fashion merupakan sebuah produk yang mahal, karena fashion dijahit dengan tangan dan sangat detail. Efeknya fashion hanya dapat dibeli oleh kalangan tertentu saja. Kemudian pada tahun 1980 muncul zaman revolusi industri, dimana muncul berbagai teknologi, salah satunya teknologi mesin jahit untuk memproduksi produk fast fashion.
Fast fashion dibuat dengan proses yang lebih cepat, menggunakan bahan baku yang berkualitas rendah, serta dijual dengan harga yang murah. Sehingga fashion dapat dibeli oleh semua orang yang berasal dari berbagai kalangan. Tetapi efek buruknya produk-produk tersebut tidak bertahan lama (mudah rusak).
Ciri-ciri yang dapat mempermudah kalian mengenali sebuah produk fast fashion adalah produk fast fashion memiliki banyak model dan selalu mengikuti trend terbaru. Model fashion selalu berganti dalam waktu yang sangat singkat. Diproduksi pada negara Asia dan negara berkembang, dimana pekerja digaji dengan sangat murah tanpa ada jaminan keselamatan kerja dan upah yang layak, salah satunya di Indonesia. Menggunakan bahan baku yang tidak berkualitas (murah) dan tidak tahan lama. Adapun dampak yang timbul seperti pencemaran air yang disebabkan pewarna tekstil murah dan berbahaya, poliester dari bahan baku fosil sehingga saat dicuci akan menimbulkan serat mikro yang meningkatkan jumlah sampah plastik, bahan katun yang digunakan biasanya dicampur dengan air dan pestisida dalam jumlah yang sangat banyak, sehingga membahayakan para pekerja dan meningkatkan resiko kekeringan, dan masih banyak lagi.
Source : https://zerowaste.id/zero-waste-lifestyle/mengenal-fast-fashion-dan-dampak-yang-ditimbulkan/