15/03/2021
UNSUR HARA YANG DI BUTUHKAN OLEH TANAMAN
1. Karbon (C)
Penting sebagai pembangun bahan organik karena sebagian besar bahan kering tanaman terdiri dari bahan organik, diambil tanaman berupa C02.
2. Oksigen (O)
Terdapat dalam bahan organik sebagai atom dan termasuk pembangunan bahan organik, diambil dari tanaman berupa C02, sumbernya tidak terbatas dan diperlukan untuk bernafas.
3. Hidrogen (H)
Merupakan elemen pokok pembangunan bahan organik, sumbernya dari air dan jumlahnya tidak terbatas.
4. Nitrogen ( N )
Diambil dan diserap oleh tanaman dalam bentuk : NO3- NH4+
Fungsi Nitrogen bagi tanaman adalah:
a. Diperlukan untuk pembentukan atau pertumbuhan bagian vegetatif tanaman, seperti daun, batang dan akar.
b. Berperan penting dalam hal pembentukan hijau daun yang berguna sekali dalam proses fotosintesis.
c. Membentuk protein, lemak dan berbagai persenyawaan organik.
d. Meningkatkan mutu tanaman penghasil daun-daunan.
e. Meningkatkan perkembangbiakan mikro-organisme di dalam tanah.
Adapun sumber Nitrogen adalah :
a. Terjadi halilintar di udara ternyata dapat menghasilkan zat Nitrat, yang kemudian di bawa air hujan meresap ke bumi.
b. Sisa-sisa tanaman dan bahan-bahan organis.
c. Mikrobia atau bakteri-bakteri.
d. Pupuk buatan (Urea, ZA dan lain-lain)
5. Fosfor (P)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk : H2PO4- HPO4–
Secara umum, fungsi dari Fosfor (P) dalam tanaman dapat dinyatakan sebagai berikut :
a. Merangsang pertumbuhan akar, khususnya akar benih/tanaman muda.
b. Mempercepat serta memperkuat pertumbuhan tanaman muda menjadi tanaman dewasa dan menaikkan prosentase bunga menjadi buah/biji.
c. Membantu asimilasi dan pernafasan sekaligus mempercepat pembungaan dan pemasakan buah, biji atau gabah.
d. Sebagai bahan mentah untuk pembentukan sejumlah protein tertentu.
6. Kalium (K)
Diambil/diserap tanaman dalam bentuk : K+
Fungsi Kalium bagi tanaman adalah :
a. Membantu pembentukan protein dan karbohidrat.
b. Berperan memperkuat tubuh tanaman, mengeraskan jerami dan bagian kayu tanaman, agar daun, bunga dan buah tidak mudah gugur.
c. Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap kekeringan dan penyakit.
d. Meningkatkan mutu dari biji/buah.
Sumber-sumber Kalium adalah :
a. Beberapa jenis mineral.
b. Sisa-sisa tanaman dan lain-lain bahan organis.
c. Air irigasi serta larutan dalam tanah.
d. Pupuk Buatan (KCl, ZK dan lain-lain)
e. Abu tanaman misalnya: abu daun teh muda mengandung sekitar 50% K2O
7. Kalsium (Ca)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Ca++
Fungsi kalsium bagi tanaman adalah:
a. Merangsang pembentukan bulu-bulu akar
b. Berperan dalam pembuatan protein atau bagian yang aktif dari tanaman
c. Memperkeras batang tanaman dan sekaligus merangsang pembentukan biji
d. Menetralisir asam-asam organik yang dihasilkan pada saat metabolisme
e. Kalsium yang terdapat dalam batang dan daun dapat menetralisirkan senyawa atau suasana keasaman tanah
8. Magnesium (Mg)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Mg++
Fungsi magnesium bagi tanaman ialah:
a. Magnesium merupakan bagian tanaman dari klorofil
b. Merupakan salah satu bagian enzim yang disebut Organic pyrophosphatse dan Carboxy peptisida
c. Berperan dalam pembentukan buah
Sumber-sumber Magnesium adalah:
a. Batuan kapur (Dolomit Limestone) CaCO3MgCO3
b. Garam Epsom (Epsom salt) MgSO4.7H2O
c. Kleserit MgSO4.H2O
d. Magnesia MgO
e. Zat ini berasal dari air laut yang telah mengalami proses sedemikian:
Mg Cl2 + Ca(OH)2 ——– Mg (OH)2 + Ca Cl2
Mg (OH)2—-panas—— Mg O + H2O
f. Terpentin Mg3SiO2 (OH)4
g. Magnesit MgCO3
h. Karnalit MGCl2KCl. 6H2O
i. Basic slag
j. Kalium Magnesium Sulfat (Sulfat of Potash Magnesium)
9. Belerang (Sulfur = S)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: SO4-
Fungsi belerang bagi tanaman ialah:
a. Berperan dalam pembentukan bintil-bintil akar
b. Merupakan unsur yang penting dalam beberapa jenis protein dalam bentuk cystein, methionin serta thiamine
c. Membantu pertumbuhan anakan produktif
d. Merupakan bagian penting pada tanaman-tanaman penghasil minyak, sayuran seperti cabai, kubis dan lain-lain
e. Membantu pembentukan butir hijau daun
Sumber-sumber belerang adalah:
a. Sisa-sisa tanaman dan lain-lain bahan organis
b. Bahan ikutan dari pupuk anorganik (buatan) seperti pupuk ZA dan pupuk Superfosfat
10. Besi (Fe)
Diambil atau diserap oleh tanaman dalam bentuk: Fe++
Fungsi unsur hara besi (Fe) bagi tanaman ialah:
a. Zat besi penting bagi pembentukan hijau daun (klorofil)
b. Berperan penting dalam pembentukan karbohidrat, lemak dan protein
c. Zat besi terdapat dalam enzim Catalase, Peroksidase, Prinodic hidroginase dan Cytohrom oxidase
Sumber-sumber besi adalah:
a. Batuan mineral Khlorite dan Biotit
b. Sisa-sisa tanaman dan lain-lain bahan organis
11. Mangan (Mn)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Mn++
Fungsi unsur hara Mangan (Mn) bagi tanaman ialah:
a. Diperlukan oleh tanaman untuk pembentukan protein dan vitamin terutama vitamin C
b. Berperan penting dalam mempertahankan kondisi hijau daun pada daun yang tua
c. Berperan sebagai enzim feroksidase dan sebagai aktifator macam-macam enzim
d. Berperan sebagai komponen penting untuk lancarnya proses asimilasi
Sumber-sumber Mangan adalah:
a. Batuan mineral Pyroluste Mn O2
b. Batuan mineral Rhodonite Mn SiO3
c. Batuan mineral Rhodochrosit Mn CO3
d. Sisa-sisa tanaman dan lain-lain bahan organis
12. Tembaga (Cu)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Cu++
Fungsi unsur hara Tembaga (Cu) bagi tanaman ialah:
a. Diperlukan dalam pembentukan enzim seperti: Ascorbic acid oxydase, Lacosa, Butirid Coenzim A. dehidrosenam
b. Berperan penting dalam pembentukan hijau daun (khlorofil)
13. Seng (Zincum = Zn)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Zn++
Fungsi unsur hara Seng (Zn) bagi tanaman ialah:
a. Dalam jumlah yang sangat sedikit dapat berperan dalam mendorong perkembangan pertumbuhan
b. Diperkirakan persenyawaan Zn berfungsi dalam pembentukan hormon tumbuh (auxin) dan penting bagi keseimbangan fisiologis
c. Berperan dalam pertumbuhan vegetatif dan pertumbuhan biji/buah
Seng dalam tanah terdapat dalam bentuk:
1. Sulfida Zn S
2. Calamine Zn CO3
14. Molibdenum (Mo)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Mo O4-
Fungsi unsur hara Molibdenum (Mo) bagi tanaman ialah:
a. Berperan dalam mengikat (fiksasi) N oleh mikroba pada leguminosa
b. Sebagai katalisator dalam mereduksi N
c. Berguna bagi tanaman jeruk dan sayuran
Molibdenum dalam tanah terdapat dalam bentuk Mo S2
15. Boron (Bo)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Bo O3-
Fungsi unsur hara Boron (Bo) bagi tanaman ialah:
a. Bertugas sebagai transportasi karbohidrat dalam tubuh tanaman
b. Meningkatkan mutu tanaman sayuran dan buah-buahan
c. Berperan dalam pembentukan/pembiakan sel terutama dalam titik tumbuh pucuk, juga dalam pembentukan tepung sari, bunga dan akar
d. Boron berhubungan erat dengan metabolisme Kalium (K) dan Kalsium (Ca)
e. Unsur hara Bo dapat memperbanyak cabang-cabang nodule untuk memberikan banyak bakteri dan mencegah bakteri parasit
Boron (Bo) dalam tanah terdapat dalam bentuk:
a. Datolix Ca (OH)2 BoSiO4
b. Borax Na2 Bo4 O2. 10H2O
16. Khlor (Cl)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Cl -
Fungsi unsur hara Khlor (Cl) bagi tanaman ialah:
a. Memperbaiki dan meninggikan hasil kering dari tanaman seperti: tembakau, kapas, kentang dan tanaman sayuran
b. Banyak ditemukan dalam air sel semua bagian tanaman
c. Banyak terdapat pada tanaman yang mengandung serat seperti kapas, sisal
Disamping ke-16 unsur hara tersebut masih ada unsur-unsur lain yang berhubungan erat dengan tanaman yang akan diuraikan secara ringkas, yaitu:
1. Natrium (Na)
Natrium dapat memperbaiki pertumbuhan tanaman apabila tanaman yang dimaksud menunjukkan gejala kekurangan Kalium (K).
Natrium dalam proses fisiologi dengan K, yaitu menghalangi atau mencegah pengambilan/penyerapan K yang berlebihan.
2. Silikum (Si)
Tanaman rumput-rumputan, seperti alang-alang dan padi ternyata banyak yang menyerap Si.
Dibandingkan dengan unsur hara N dan P, ternyata Si dalam tanaman lebih besar jumlahnya.
3. Nikel (Ni)
Unsur ini merupakan aktifator daripada enzim, dalam bentuknya yang kecil dapat mempercepat pertumbuhan tanaman.
4. Titan (Ti)
Unsur Titan selalu terdapat dalam tanaman, dan banyak terdapat pada nodula dan legum. Dengan pemberian Ti SO4 nodula akan bertambah sedangkan fiksasi menjadi lebih meningkat
5. Selenium
Jumlah yang berlebihan tidak menimbulkan kerusakan bagi tanaman, akan tetapi menimbulkan keracunan bagi binatang yang memakan tumbuhan tersebut.
6. Vanadium
Berfungsi mempercepat reproduksi azotobacter yang mengakibatkan meningkatnya fiksasi N dari udara.
7. Argon
Unsur Argon dibutuhkan tanaman untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya. Kelebihan unsur ini dapat menyebabkan keracunan pada tanaman. Keracunan akar oleh Argon banyak terdapat pada tanah persawahan.
8. Yodium
Unsur yodium walaupun keadaannya sedikit ternyata diperlukan bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang sehat.
Pupuk NPK
Unsur hara yang banyak dibutuhkan oleh tanaman disebut dengan istilah "unsur hara makro", yaitu: karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O), nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), kalsium (Ca), Magnesium (Mg), dan belerang (S).
Dalam budidaya pertanian yang menggunakan lahan tanah, 3 unsur hara makro mutlak ditambahkan ke tanah jika ingin hasil budidayanya baik, unsur makro tersebut adalah N, P, dan K. Tananaman dapat langsung menyerap unsur C,H, dan O dari udara dan air. Bagaimana dengan unsur Ca, Mg, dan S? Unsur Ca, Mg, dan S walaupun tergolong hara makro jumlah yang dibutuhkan oleh tanaman jauh lebih sedikit dibandingkan dengan unsur N, P, dan K dan kemungkinan besar unsur-unsur tersebut sudah cukup tersedia di tanah yang akan ditanam. Unsur Ca, Mg, dan S sering disebut dengan "hara makro sekunder".
Pupuk NPK adalah pupuk majemuk yang mengandung unsur hara N, P, dan K sekaligus. Pupuk NPK sering di tambahkan unsur hara lain misalnya S dan beberapa unsur hara mikro seperti: seng (Zn), boron (B), molibdenum (Mo), dan hara mikro lainnya.
Komposisi kandungan hara di dalam pupuk NPK bermacam-macam, ada 15-15-15, 16-16-16, 20-10-10, dan masih banyak lagi. Arti dari angka 15-15-15 adalah pupuk NPK tersebut mengandung 15% N, 15% P205, dan 15% K2O. Jadi di dalam 1 kg pupuk NPK 15-15-15 terdapat 150 gram N, 150 gram P2O5, dan 150 gram K20. Sisanya yang 550 gram adalah bahan pembawa/penambah yang lebih dikenal dengan istilah (filler).
Kualitas pupuk NPK berbeda-beda. Hal yang paling menentukan kualitas pupuk NPK adalah: (1) Jumlah kandungan unsur hara; dan (2) tingkat kelarutannya. Untuk merk yang sama pupuk NPK 15-15-15 lebih baik dari pupuk NPK 10-10-10, karena total jumlah unsur haranya lebih tinggi yang 15-15-15, artinya 10 kg pupuk NPK 15-15-15 akan setara dengan 15 kg NPK 10-10-10. Begitu juga pupuk NPK yang mudah larut lebih baik dengan yang sulit larut, karena pupuk NPK yang mudah larut unsur haranya lebih cepat tersedia bagi tanaman.
Unsur hara yang sulit larut di dalam pupuk NPK terutama adalah unsur P, sedangkan unsur N dan K relatif mudah larut. Faktor utama yang mempengaruhi tingkat kelarutan P adalah bahan baku sumber unsur tersebut. Bahan baku P cair akan lebih cepat larut dari bahan baku P padat. Bahan baku P cair misalnya adalah asam fosfat (H3PO4), sedangkan bahan baku P padat misalnya batuan fosfat (rock fosfat), Tri Super Fosfat (TSP), Di Amonium fosfat (DAP), dan Mono Amonium fosfat (MAP).
Dari cara pembuatannya, pupuk NPK dibagi menjadi 3 jenis, yaitu: (1) NPK Blending; (2) NPK Fusion; dan (3) NPK Proses Kimia.
NPK Blending adalah pupuk NPK yang dibuat dengan mencampur dan mengaduk 2 atau lebih pupuk yang sudah ada. Misalnya mencampur pupuk urea, TSP, dan KCl. Ini adalah cara termudah dan tidak memerlukan unvestasi yang terlalu mahal. Kualitas pupuk NPK Blending tergantung dari bahan baku terutama bahan baku pembawa unsur P. Pupuk NPK blending yang kualitasnya paling rendah jika sumber P-nya berasal dari rock fosfat, sedangkan yang sumber P-nya berasal dari DAP, MAP, dan TSP kyalitasnya lebih baik. Butiran pupuk NPK Blending terdiri dari berbagai bentuk dan warna. Contoh pupuk NPK Blending yang ada di pasaran misalnya Pupuk NPK Pelangi dan NPK Bianglala.
Pupuk NPK Fusion dibuat dengan proses fisik, yaitu mencampur 3 jenis bahan pupuk pembawa unsur N, P, dan K dalam bentuk padat yang dihancurkan kemudian dibuat menjadi satu bentuk butiran pupuk. Jadi berbeda dengan pupuk NPK Blending, pupuk ini butirannya hanya satu warna dan satu bentuk, tidak berwarna-warni. Kualitas pupuk NPK Fusion juga ditentukan terutama oleh bahan baku sumber P sama halnya dengan pupuk NPK Blending. Contoh pupuk NPK Fusion adah Phonska bersubsidi produksi anak perusahaan PT. Pupuk Indonesia. Kualitas Phonska cukup baik, karena megggunakan DAP yang cepat larut sebagai sumber P.
Pupuk NPK Proses Kimia dibuat di dalam reaktor dari bahan cairan. Sumber N berasal dari amoniak (NH3), P dari asam fosfat (H3P04), dan K dari larutan KCl, KNO3, atau larutan yang mengandung K lainnya. Pupuk NPK jenis ini adalah yang terbaik kualitasnya karena dibuat dari bahan-bahan yang cepat larut. Di Indonesia, hanya PT. Petrokimia Gresik yang memiliki pabrik NPK seperti ini dengan produknya Phonska Plus. Phonska bersubsidi yang diproduksi oleh PT Petrokimia Gresik kemungkinan besar juga hasil proses kimia. Banyak merk pupuk NPK Proses Kimia impor yang dilakukan oleh swasta, misalnya NPK Mutiara, NPK Tawon, dan NPK Pak Tani.
Bagai mana kita memilih pupuk NPK? Sangat tergantung tanaman apa yang akan dibudidayakan. Untuk tanaman semusim seperti padi, jagung, dan sayuran lebih baik menggunakan pupuk NPK yang cepat larut. Dalam hal ini pupuk Phonska bersubsidi sudah cukup baik. Untuk tanaman perkebunan yang berumur panjang cukup menggunakan pupuk NPK yang unsur P-nya lambat larut untuk menghemat biaya, sebab pupuk seperti ini harganya lebih murah.
Semoga bermanfaat.
Silahkan coment untuk memberikan kritik atau saran.
Salam Jaya Petani Indonesia.