28/03/2018
Memiliki anak batita maupun balita terkadang dapat menjadi tantangan tersendiri, karena usia-usia tersebut menandai dimulainya masa di mana anak s**a merengek. Merengek sendiri dapat terjadi karena kemungkinan besar anak juga mengalami hambatan dalam mengekspresikan dirinya saat mereka merasa lelah, kesal, lapar, tidak nyaman atau saat tidak ingin melakukan sesuatu.
Menurut Michele Borba, Ed.D, penulis Parents Do Make a Difference, meski anak berusia 3 tahun ke atas kadang sudah mampu berbicara dengan lancar, namun kosakata mereka belumlah sebanyak orang dewasa, karena itulah rengekan pun terjadi.
Rengekan anak lantas dapat makin menjadi-jadi saat anak mengetahui bahwa dengan merengek, anak dapat merebut perhatian Anda. Karenanya, meski anak sudah mampu mengekspresikan dirinya dan perasaannya, anak cenderung masih akan melakukannya dengan merengek.
Jika anak Anda tahu bahwa Anda tidak tahan dengan rengekannya, maka anak Anda akan makin sering melakukannya karena dirinya mendapatkan reaksi dari Anda. Menurut Jane Nelsen, Ed.D., penulisPositive Discipline for Preschoolers,memarahi dan mencoba mendisiplinkan anak dapat membuat anak makin merengek. Meski demikian, menyerah akan keinginan anak juga tidak menjadi solusi yang tepat.
Untuk mengatasinya, Anda perlu memutus pola perilaku merengek ini dengan cara yang mendorong perkembangan anak dan bukan dengan hukuman. Dalam mempraktikkan cara-cara ini, dibutuhkan konsistensi dari orang tua untuk melakukannya 😊
Berikut tips menghadapi Anak yang s**a Merengek :