18/10/2021
5 tips untukmu yang memulai bisnis dari nol
Cara memulai bisnis dari nol memang tidak akan mudah. Bisa jadi, kamu akan mengalami beberapa kali kegagalan hingga akhirnya usaha yang kamu jalani disukai banyak orang.
Biar gak salah langkah, yuk simak tips buat kamu yang ingin mencoba peruntungan agar menciptakan kisah pengusaha UKM yang sukses versi kamu sendiri sebagai berikut.
Tentukan model bisnis dan produk atau jasa yang akan ditawarkan
Tentukan produk atau jasa apa yang akan kamu tawarkan pada publik. Salah satu caranya kamu bisa memperhatikan lingkungan tempat kamu akan membuka bisnis. Apa yang benar-benar dibutuhkan masyarakat di sekitar itulah peluang bisnis.
Apabila problem atau kebutuhan masyarakat udah kamu ketahui, berusahalah berpikir out of the box. Bisnis seperti apa yang sekiranya akan menghasilkan untung, disukai banyak orang, dan gak perlu mengeluarkan modal yang terlalu banyak.
Perlu diingat bahwa sebagai pemula, jangan dulu mengambil risiko terlalu tinggi. Fokus dulu pada satu bisnis lalu tekuni. Gak ada salahnya memulai bisnis pada bidang yang kamu sukai dan kuasai.
Bisnis atau produk atau jasa udah ditetapkan. Setelah itu kamu coba pejamkan mata dan pikirkan kembali, adakah target pasar dari bisnis atau produk atau jasa yang kamu tawarkan?
Bila kamu gak bisa menyebutkan minimal 5 pembeli produk atau jasamu, ada baiknya ganti ide bisnis, deh, bisnismu gak menarik.
Ide bisnis udah ada, target pasar udah jelas, kini kamu harus memperhatikan siapa kompetitormu. Mempelajari kompetitor menjadi suatu keharusan sebelum membuka bisnis. Seperti apa kompetitormu dan seperti apa kamu nanti menjalankan bisnismu.
Lakukan riset apakah bisnis yang kamu pilih membawa keuntungan
Studi yang dilakukan University of Virginia menemukan bahwa 78 persen kegagalan bisnis terjadi lantaran si pemilik bisnis gak punya perencanaan bisnis yang baik. Untuk itu, kamu perlu melakukan riset terlebih dahulu tentang model bisnis dan produk atau jasa yang akan kamu tawarkan pada masyarakat nanti.
Kumpulkan seluruh informasi yang berkaitan dengan bisnis yang akan kamu jalankan nanti. Misalnya kamu akan buka gerai kopi. Kunjungi sebanyak-banyaknya toko kopi. Cermati dan cari tahu berapa karyawan yang dibutuhkan untuk satu gerai kafe, berapa lama mereka akan menyiapkan pesanan, berapa lama pelanggan duduk di dalam kafe atau hal apa yang bikin pelanggan betah berlama-lama duduk.
Cermati dan cari tahu informasi sebanyak-banyaknya untuk meminimalisir kerugian. Namun, perlu diingat bahwa gak semua ide bisa kamu copy paste, ya.
Selain itu, buat juga estimasi modal, keuntungan kotor, dan keuntungan bersih. Berapa banyak modal yang kamu perlukan di tahun pertama bisnis beroperasi. Buat juga estimasi berapa pemasukan yang mungkin kamu hasilkan di tahun pertama tersebut.
Ingat, yang mungkin akan kamu hasilkan bukan yang kamu impikan apalagi inginkan, ya.
Bandingkan kedua estimasi tersebut dan cermati apakah kamu udah bisa mengambil keuntungan bersih di tahun pertama? Sebisa mungkin semua data yang kamu kumpulkan, buat, dan cermati jujur dan gak ada yang angan-angan atau impian, ya.
Sudah yakin? Saatnya persiapkan banyak hal
Pertama, tentukan nama dari bisnismu. Tipsnya, cari nama yang gak panjang, singkat tapi unik dan mudah diingat banyak orang. Pikirkan nama yang unik yang hanya memiliki dua suku kata.
Lalu, tentukan visi dan misi bisnis. Hal ini penting biar bisnis yang berjalan gak buta alias memiliki tujuan yang jelas dan detail.
Alangkah lebih bagusnya kalau nama bisnis tersebut memiliki makna yang dalam atau makna yang unik juga. Bisa jadi salah satu langkah promosi saat launching, deh.
Lalu, tentukan akan seperti apa konsep bisnismu. Seperti apa desain logonya atau adakah tagline khusus yang mudah diingat. Jangan lupa buat juga website atau akun di beberapa media sosial sebagai salah satu strategi marketing.
Untuk modal awal lebih baik dari dana pribadi atau pinjam bank?
Small Business Administration menemukan fakta bahwa 57% bisnis berasal dari dana pribadi sebagai modal awal bisnis. Apabila kamu memiliki tabungan yang cukup banyak, gak ada salahnya untuk memulai bisnis dari dana pribadimu. Dengan modal bisnis yang berasal dari dana pribadi, kamu bisa menjadi pemegang kekuasaan penuh terhadap perusahaanmu sendiri.
Tapi, perlu diingat adakah sisa dari tabunganmu setelah digunakan sebagai modal bisnis? Jangan seluruh tabungan dijadikan modal bisnis, sisihkan beberapa untukmu bertahan hidup selama kurang lebih 6 hingga 12 bulan.
Namun, kalau memang tabunganmu gak memungkinkan untuk menutupi modal awal, kamu bisa mengajukan pinjaman kepada bank. Menurut data Bank Indonesia, bank-bank persero selalu menempati posisi pertama dalam menyalurkan kredit.
Baik memulai bisnis dengan modal pribadi atau meminjam dari bank, keduanya sah-sah saja selama kamu tetap bisa mengatur kas keluar-masuk uang. Kelola dan catat setiap pemasukan dan pengeluaran sekecil apapun. Gimana kalo masih gak cukup modalnya?
Yang terpenting adalah jangan sampai kamu menggesek kartu kredit saat semua tabungan dan penghasilanmu untuk modal bisnis. Atau, bahkan jangan sampai kamu mengajukan kredit hanya untuk modal bisnismu.
Solusi lainnya adalah kamu bisa mengajak orang lain sebagai partner bisnismu. Kamu hanya perlu memastikan dan saling terbuka tentang modal yang dibutuhkan. Catat semuanya agar jelas hitam di atas putih.
Jangan lupa manfaatkan teknologi dan media sosial
Teknologi semakin canggih, kamu akan merugi bila gak memanfaatkannya dengan benar. Strategi pemasaran gak melulu sebar brosur atau dari mulut ke mulut saja. Kamu bisa memasarkan bisnismu di media sosial.
Mau suatu produk ataupun jasa, kamu bisa mempromosikannya di media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, bahkan TikTok. Jadi, jangan lupa untuk membuat akun official di setiap media sosial sebagai salah satu strategi pemasaran.
Jangan cuma buat aja, rutin mem-posting juga penting dilakukan setiap harinya. Untuk itu rekrut satu sampai dua orang yang memiliki keahlian khusus di bidang digital marketing.
Sepele, tapi nyatanya penting untuk kamu ketahui
Kisah pengusaha UKM yang sukses tersebut memang sangatlah menginspirasi. Tetap i selain tips, kamu juga perlu mengetahui beberapa hal yang sebenarnya sangat receh dan sepele tapi bila kamu lakukan berkali-kali bisa jadi ini menjadi salah satu alasan mengapa bisnismu gak berjalan sesuai rencana.
Jangan kerjakan semua hal sendirian. Bagi tugas itu penting sekalipun kepada bawahan, percayakan saja bahwa mereka mampu melakukan pekerjaan tersebut karena mereka adalah orang-orang yang tepat di bidangnya.
Untuk itu, penting untuk cermat dalam merekrut dan memilih karyawan. Jangan sampai kamu menempatkan seorang waitres sebagai digital marketing. Sekalipun mereka mengaku mampu belajar hal baru, demi bisnis yang berjalan lancar kamu gak salah untuk merekrut orang yang tepat untuk posisinya.
Namun, bila bisnismu masih belum berjalan lancar, katakan pada drimu, “gak apa-apa ini baru permulaan saja. gak ada bisnis yang langsung berjalan mulus. yuk kita cari solusinya” atau “yuk kita cari ide bisnis yang lain”. Intinya tetap rendah diri dan jangan menyerah.