NASAmart Surabaya

NASAmart Surabaya menyediakan segala kebutuhan produk herbal, kosmetika,agro komplek dll.

MR. BIG si kecil yang bikin besar !!!👇BIKIN PASANGAN SEMAKIN CINTAAA ❤MR. BIG  KHUSUS PARA PRIAPunya keluhan seperti, al...
04/04/2020

MR. BIG si kecil yang bikin besar !!!
👇
BIKIN PASANGAN SEMAKIN CINTAAA ❤
MR. BIG KHUSUS PARA PRIA

Punya keluhan seperti, alat vital kecil, pendek, s**a kalah duluan..loyo?? malu donk 🙈

Solusinya pake MR.BIG aja yaa gan!!!

Manfaat MR. BIG:
💪Memperbesar alat vital pria
💪Memperpanjang alat vital pria
💪Meningkatkan daya tahan ereksi
💪Meningkatkan kenikmatan saat berhubungan
Minat
Wa.me/6281336685908

 MILEA : Dilan, ajarin aku jadi Agen 007 d**g!DILAN : Jangan Milea! Itu berat. Biar aku aja. Kamu lebih baik jadi agen N...
21/02/2020



MILEA : Dilan, ajarin aku jadi Agen 007 d**g!

DILAN : Jangan Milea! Itu berat. Biar aku aja. Kamu lebih baik jadi agen NASA aja.

MILEA : Gimana caranya?

DILAN : Lihat dulu info lengkapnya disini »» https://www.facebook.com/NASAmart-Surabaya-110173587159698/« ya sayang.

MILEA : Iya udah, cara daftarnya gimana?

DILAN : Daftarnya Klik aja ini »» wa.me/6281332892873«« nanti ikuti semua petunjuk-petunjuknya. . Cepetan ya karena Hari ini Terakhir Pendaftarannya.

MILEA : Oke deh.. Makasih ya Dilan-ku.. :)

DILAN : Ya sama-sama Milea-ku.

21/02/2020

Formulir pendaftaran distributor baru :

ISI DATA INI DENGAN LENGKAP :

NAMA PENDAFTAR =
NOMER KTP :
TANGGAL LAHIR :
JENIS KELAMIN :
STATUS (menikah apa belum) :

ALAMAT :
DUSUN / DUKUH : ( Kalau ada )
RT / RW :
DESA / KEL :
KEC :
KOTA / KAB :
KODEPOS :
PROVINSI :

NOMER TELP / HP :
EMAIL :

NAMA PASANGAN :
NOMOR KTP :
TANGGAL LAHIR :

NAMA PEWARIS :
TGL LAHIR :
HUBUNGAN :

NOMER REKENING BANK PENDAFTAR :
NAMA BANK :
NAMA DI REKENING : ( harus atas nama pendaftar )
CABANG :
KOTA :

NAMA UPLINE :
NOMER UPLINE :

NAMA PEREKRUT :
NOMER PEREKRUT :

12/02/2020

Copas :
Menyentuh hati 😭

Bolu Pisang dan Es Krim

"Ma, kakak ranking satu, mana janji mama mau beliin es krim," rengek Dika putra sulungku. Sejak pulang sekolah ia selalu saja menagih janjiku. Mana kutahu bila si sulung yang baru kelas dua SD akan meraih ranking satu, pikirku saat berjanji paling dia hanya akan masuk sepuluh besar saja seperti biasa.

"Sabar ya, Nak, tunggu ibu gajian tanggal satu," janjiku, padahal aku pun tahu tanggal satu nanti upah menjadi buruh cuci separuhnya akan habis menyicil hutang pengobatan ketika almarhum suami sakit dulu.

Dika cemberut. Aku tahu dia kecewa. Tak banyak pinta anak ini sebenarnya, hanya sebuah es krim ketika ia ranking satu. Tapi bagiku itu barang mahal.

Ah seandainya saja Dika ranking dua atau tak usahlah ranking sekalian, ia pasti tak sekecewa ini.

Keterpurukan hidupku bermulai ketika suami yang tiap hari bekerja sebagai buruh bangunan kecelakaan dan lumpuh. Tiap Minggu harus bolak balik kontrol ke rumah sakit, walau pakai BPJS namun kerepotan ini tetap membutuhkan biaya hingga hutang pun menumpuk.

Ketika suami akhirnya pergi selamanya, hutang-piutang pun berdatangan meminta haknya untuk dilunasi.

Aku pasrah. Memohon kepada si pemberi hutang agar memberi kelonggaran dengan mencicil.

Bukan tak mau bekerja lebih giat lagi, namun selain Dika, aku memiliki Anita putri bungsuku yang masih berusia dua tahun. Tak semua orang mau menerima pekerja rumah tangga yang membawa balita.

Sejak itu aku melakukan kerja apapun, mulai dari buruh cuci, hingga upahan membuat kue. Kebetulan kata orang-orang bolu pisang buatanku enak.

(Mbak, bisa buatin bolu pisang?) Sebuah pesan masuk.

Aku bersorak. Alhamdulillah tak sia-sia mengisi pulsa data beberapa hari yang lalu dan mengaktifkan WA ku. Ada pesanan masuk.

(Bisa Mbak, mau berapa loyang?)

(2 loyang, ngambilnya habis Zuhur bisa?)

(Bisa Mbak.) Aku menyanggupi.

(Tapi bolu pisangnya jangan pakai gula ya, biar manisnya ngambil dari pisangnya saja. Anakku alergi gula.)

(Siap, Mbak. Otw dibuat.)

(Berapa harganya?)

(50.000 Mbak.)

(40.000 saja ya, kan gak pakai gula.)

Aku menelan ludah. Ya Tuhan, padahal dalam tiap loyangnya aku hanya mengambil untung 20.000.

(Ya sudah karena Mbak ngambil dua, aku kasih.)

(Oke, tapi aku gak bisa ngambil ke rumah ya, Mbak. Aku mau pergi liburan, jadi jam 1 aku tunggu di depan SMP yang ada di simpang itu.)

(Oke siap.)

Aku segera gerak cepat menyiapkan semua bahan dan mulai bekerja. Baru jam sembilan berarti masih banyak waktu luang. Kebetulan ada pisang Ambon yang belum terpakai jadi gak perlu beli ke pasar.

Alhamdulillah aku bisa mendapat untung dua puluh ribu dari penjualan dua loyang bolu pisang.

Sepuluh ribunya bisa buat beli es krim harga lima ribu untuk si sulung dan bungsu dan sisanya untuk tambahan belanja besok.

Setelah sholat Zuhur, jam 12.30 aku segera berangkat menuju tempat yang dijanjikan. Si sulung mengekor langkahku dengan riang karena terbayang es krim yang bakal didapat. Si bungsu sedang tidur siang jadi kugend**g saja.

Tempat janjian kami cukup jauh sekitar setengah kilometer dari rumah. Walau tengah hari dan terik matahari tengah garang menyerang, aku tetap semangat, demi 20.000.

Jam satu kurang lima menit kami telah tiba di tempat janjian. Mungkin sebentar lagi yang memesan akan datang.

Sepuluh menit, dua puluh menit hingga tiga puluh menit berlalu namun tak kunjung ada tanda bila si pemesan akan datang.

Beberapa pesan telah kukirim sejak tadi namun hanya terkirim dan belum dibaca.

Aku menelpon berkali-kali pun tak kunjung diangkat. Sudah hampir satu jam menanti.

Si sulung telah lelah dan merengek sementara si bungsu telah bangun dan ikut meraung karena kepanasan.

Ting! Sebuah pesan masuk. Hatiku bersorak, dari si pemesan kue.

(Ya Allah Mbak, maaf ya aku lupa. Ini suami berubah pikiran, awalnya dia bilang berangkat habis Zuhur eh tahunya jam sepuluh udah mau buru-buru. Jadi gak sempat kasih kabar. Mbak, jual bolunya sama orang lain saja ya, aku udah otw ke kampung.)

Aku langsung terduduk lemas. Ya Allah, ya Allah, ya Allah. Apalagi ini? Aku tak meminta banyak ya Allah, hanya es krim saja.

Peluhku yang sudah sejak tadi mengucur, kini bercampur dengan air mata.

Siapa yang ingin membeli bolu pisang tanpa gula dengan rasa manis yang alakadarnya?

Ya Allah, berkali aku menyeka air mata yang terus membasahi wajah.

Sulungku berhenti merengek, ia langsung diam melihat air mataku. Lama ia menatapku iba. Kedua netranya mulai berkaca. Tak tega hati ini melihatnya. Ia hanya ingin es krim seharga 5000 ya Allah.

"Dika gak akan minta es krim lagi Bu, tapi ibu jangan nangis." Dika kecilku berkata dengan suara yang bergetar. Sepertinya ia pun menahan tangis.

"Kita pulang, Nak," ucapku. Dika mengangguk, si bungsu pun tangisnya mulai mereda. Sepertinya ia mengerti akan kegundahan hati ini.

Ya Allah, beginilah rasanya. Sakit ya Allah, sakit, sakit, sepele bagi mereka namun begitu berat bagiku. Bahan-bahan bolu itu adalah modal terakhir dan kini seolah sia-sia.

Ya Allah, berkali aku menyebut nama-Nya. Berat, sungguh berat, belum lama suamiku pergi dan kini rasanya aku lemah.

Tak banyak ya Allah hanya ingin es krim saja, itu saja, untuk menyenangkan buah hatiku dan kini bukan untung yang kudapat malah kerugian yang telah nyata di depan mata.

Aku baru saja memasuki halaman rumah kontrakan ketika Bu Tia tetanggaku kulihat telah menunggu.

"Eh, ibunya Dika, dicariin, untung cepat pulang."

"Ada apa Bu?" tanyaku. Semoga saja wanita baik ini akan memberikanku perkerjaan. Apa saja boleh, bahkan yang terkasar sekalipun akan kuterima. Tapi gak mungkin, di rumah besarnya sudah ada dua pembantu yang siap sedia. Aku kembali membuang anganku.

"Gini, ibu jangan tersinggung ya." Bu Tia menatapku.

Aku mengangguk, ingin kukatakan bila rasa tersinggung itu sudah lama lenyap dalam kamus hidupku.

"Papanya anak-anak kan baru pulang jemput kakek neneknya dari bandara. Ya dasar laki-laki tahunya kan cuma nyenengin anak tapi gak tahu yang baik. "

Aku mengangguk walau belum paham kemana arah pembicaraan.

"Masa dia ngebeliian anak-anak es krim sampai lima buah. Padahal anakku kan masih batuk pilek parah. Jadi, daripada buat rusuh, mau ya Bu nerima es krim ini, untuk Dika dan adiknya." Bu Tia menyerahkan plastik putih berisi es krim padaku.

Aku terdiam tak sanggup berkata-kata.

"Asikkk." Dika bersorak, aku masih bergeming.

"Lo, yang ibu bawa itu apa?" tanya Bu Tia melirik kantong hitam berisi dua kotak bolu pisangku.

"Bolu pisang Bu, tapi gak manis, kebetulan yang mesan batal. "

"Wah kebetulan, neneknya di rumah itu diabetes jadi gak bisa makan manis. Saya beli ya untuk cemilan."

"Benar Bu?" Aku bertanya tak percaya.

"Iya, berapa harganya?"

"Berapa saja, Bu. Terserah, asal jadi uang."

"Ya sudah." Bu Tia menyerahkan dua lembar uang merah ke dalam genggamanku.

"Ya Allah Bu ini kebanyakan ," ucapku.

"Sudah, gak apa. Ambil saja, kalau mesan yang kayak gini emang mahal kok Bu." Bu Tia langsung mengambil kantong berisi bolu pisang dan bergegas pergi.

Aku masih diam dengan air mata yang mulai menetes lagi. Baru saja mengeluh akan pahitnya hidup dan kini semua telah terbayar lunas.

***

Bu Tia meletakkan bolu pisang yang baru ia beli di atas meja makan.

Ia duduk dan memandang dua kotak bolu pisang itu dengan tatapan berkaca.

Sungguh zolim sebagai tetangga, bahkan ada seorang janda yang kesusahan pun ia tak tahu. Sementara baru saja ia membeli tas branded seharga jutaan dan tak jauh dari rumahnya ada seorang anak yatim merengek pada ibunya hanya demi sebuah es krim.

Untung saja Fahri putranya bercerita, bila tidak pastilah kezoliman ini akan terus berlangsung.

"Ma, tadi yang juara 1 Dika, tetangga kita yang di ujung itu." lapor putra sulungnya.

"Bagus d**g, les dimana dia?"

"Gak les kok, Ma. Orang dia miskin kok."

"Hey, gak boleh menghina orang lain." Bu Tia melotot pada putranya.

"Gak menghina kok. Kenyataan emang dia miskin. Kasihan deh Ma, masa kan ibunya janji mau beliin dia es krim kalau ranking satu eh pas dia ranking malah ibunya bilang tunggu ada uang. Kasihan banget Dika ya , Ma. Mana kalau di sekolah dia s**a mandang jajanan temannya kayak ngeiler gitu tapi pas dikasih dia nolak. Malu mungkin ya, Ma." Fahri bercerita panjang lebar.

Bu Tia terdiam.

Ya Allah mengapa ia tak tahu? Selama ini, ia aktiv ikut kegiatan sosial, mengunjungi panti asuhan ini dan itu. Namun ia abai akan keadaan di sekitar.

"Ma, bolunya gak ada rasa, kurang enak," ucap Fachri membuyarkan lamunannya.

"Sengaja, makannya bukan gitu. Tapi kamu oles mentega dan taburi meses atau kamu oles selai buah."

"Ohhh, gitu ya. Tumben mama pesan bolu tawar."

"Lagi pengen aja."

Bu Tia menghela napas panjang. Tak akan terulang lagi, jangan sampai ada tangis anak yatim yang kelaparan di sekitarnya.

Anak yatim itu bukan tanggung jawab ibunya saja tapi keluarga dan orang sekitar.

***

Sepele bagi kita namun berarti bagi mereka.

Ada kala sisa nasi kemarin sore yang tak tersentuh di atas meja makan kita adalah mimpi dari anak-anak yang telah berhari-hari terpaksa hanya berteman dengan ubi rebus saja.

Jangan heran menatap binar seseorang yang begitu terharu ketika gaun pesta yang menurut kita sudah ketinggalan jaman itu kita berikan pada mereka.

Uang lima puluh ribu yang sangat mudah lenyap ketika dibawa ke mini market bertukar dengan kinderj*y dan beraneka jajanan yang habis dalam sekejap itu adalah setara dengan hasil kerja keras seorang buruh dari subuh hingga menjelang Magrib.

Bersedekah itu gak perlu banyak, sedikit saja dari yang kita punya. Memberi itu jangan menunggu kaya, saat kekurangan lah justru diri harus lebih bermurah hati.

Beruntunglah bila di sekitar begitu banyak ladang sedekah dimana kita dapat menukar rupiah menjadi pahala. Kaya itu bukan pada jumlah harta tapi bagaimana kita membelanjakannya. Akherat itu ada dan sudah kah kita menyiapkan hunian di sana?

Sekadar *Pengingat diri agar lebih peka.*
😢😭

SUKSES BERBISNIS NASA SAMBIL SEKOLAH Calon enterpreneur mudaDia adalah TINA TRISNAWATI Pelajar SMK yang keseharian nya b...
30/01/2020

SUKSES BERBISNIS NASA SAMBIL SEKOLAH
Calon enterpreneur muda
Dia adalah TINA TRISNAWATI
Pelajar SMK yang keseharian nya berada di lingkup sekolahan ...

Namun di tengah - tengah kesibukannya belajar, dia sempatkan untuk membangun bisnis NASA, baik secara offline maupun online ..

Alhamdulillah ketekunannya membuahkan hasil dan karier nya di NASA semakin meningkat di usia muda nya ... 👍👍👍😄

Tidak mudah untuk mengisi waktu luang nya dg berbisnis, tapi semua kembali kepada niat dan keyakinan nya yg kuat untuk sukses di bisnis NASA.

"Siapa yg siap jalani proses, maka dialah yg akan menerima kesuksesan"
"Siapa yg bersungguh", maka dia lah yg akan mendapatkan keberhasilan"

Kalau anak sekolah bisa
Maka anda pun lebih bisa

Informasi lebih lanjut tentang bisnis NASA, silahkan inbox atau hubungi
☎/wa 0813 3289 2873

29/01/2020

Kerja bisa paruh waktu/full time.
Keuntungan jualan 20%-100%.
Tersedia 178 item produk siap jual.
Mudah, BPOM,halal,bersertifikat,dan legalitas terjamin.
Info lanjut wa.me/6281332892873

29/01/2020
OX-PW Herbal dari Nasa khusus Mata💐khasiat dan manfaat oxpw nasa 👇🏻😊:👉🏻Mengatasi lemah syaraf pada organ mata👉🏻Memprbaik...
05/01/2020

OX-PW Herbal dari Nasa khusus Mata

💐khasiat dan manfaat oxpw nasa 👇🏻😊:

👉🏻Mengatasi lemah syaraf pada organ mata
👉🏻Memprbaiki mata kabur
👉🏻Mengoptimalkan proses peningkatan oksigen
👉🏻Menjaga kesehatan otak
👉🏻Membantu menjaga metabolisme pada organ tubuh
👉🏻Mencukupi nutrisi pada indra penglihatan
👉🏻Memenuhi kebutuhan oksigen dalam darah.

💐dosis pemakaian oxpw nasa :👇🏻

👉🏻Agar mendapatkan hasil yang maksimal untuk cara pengonsumsiannya yaitu 2 X 2 kapsul sehari atau dalam 1 hari minum 4 kapsul,diminum pagi dan sore hari,sebelum makan.

👉🏻Obat herbal ini juga bisa digunakan sebagai upaya pencegahan,jadi apabila anda merasakan gejala gejala mata plus atau katarak,kapsul herbal ini bisa mulai dikonsumsi secara teratur untuk mencegah gejala sakit mata.

Address

Jln. Bulak Setro IV No 1A
Surabaya
60124

Telephone

+6281332892873

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when NASAmart Surabaya posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to NASAmart Surabaya:

Share