Yulia Olshop

Yulia Olshop Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Yulia Olshop, Shopping & retail, Jalan Tenggumung Baru Mulya 4/1, Surabaya.

29/03/2020

MISTERI USIA 40 TAHUN

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa Al-Qur’an membahas mengenai usia 40 tahun. Hal ini sebagai pertanda bahwa ada hal yang perlu diperhatikan dengan serius pada pembahasan usia 40 tahun ini. Allah Ta’ala berfirman, “Apabila dia telah dewasa dan usianya sampai empat puluh tahun, ia berdo’a, “Ya Rabb-ku, tunjukkanlah kepadaku jalan untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shaleh yang engkau ridhai. Berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim.” (QS. Al-Ahqaf : 15)

Usia 40 tahun disebutkan dengan jelas dalam ayat ini. Pada usia inilah manusia mencapai puncak kehidupannya baik dari segi fisik, intelektual, emosi, maupun spiritualnya. Ia benar-benar telah meninggalkan usia mudanya dan melangkah ke usia dewasa yang sebenar-benarnya. Do’a yang terdapat dalam ayat tersebut dianjurkan untuk dibaca oleh mereka yang berusia 40 tahun atau lebih.
Di dalamnya terkandung penjelasan yang jelas bahwa mereka telah menerima nikmat yang sempurna, kecenderungan untuk beramal yang positif, telah mempunyai keluarga yang harmonis, kecenderungan untuk bertaubat dan kembali kepada Allah Ta’ala.

Pada ayat yang lain Allah Ta’ala berfirman: “Apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang-orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepadamu pemberi peringatan?” (QS. Fathir : 37)

Para ulama salaf menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “umur panjang dalam masa yang cukup untuk berfikir” dalam ayat tersebut adalah ketika berusia 40 tahun.

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat tersebut memberikan petunjuk bahwa manusia apabila menjelang usia 40 tahun hendaklah memperbarui taubat dan kembali kepada Allah dengan bersungguh-sungguh. Apabila hal itu berlaku menjelang usia 40 tahun, maka Allah memberikan janji-Nya dalam ayat setelahnya, yaitu kematangan. Usia 40 tahun adalah usia matang bagi kita bersungguh-sungguh dalam hidup. Mengumpulkan pengalaman, menajamkan hikmah dan kebijaksanaan, membuang kejahilan ketika usia muda, lebih berhati-hati, melihat sesuatu dengan hikmah dan penuh penelitian. Maka tidak heran tokoh-tokoh pemimpin muncul secara matang pada usia ini. Bahkan Nabi kita tercinta, Muhammad SAW pun demikian. Sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Abbas, “Diutusnya Rasulullah (yaitu) pada usia 40 tahun.” (HR. Al-Bukhari).

Nabi Muhammad SAW diutus menjadi nabi tepat pada usia 40 tahun. Begitu juga dengan nabi-nabi yang lain, kecuali Nabi Isa AS dan Nabi Yahya AS. Mayoritas negara juga mensyaratkan bagi calon-calon yang akan menduduki jabatan-jabatan elit seperti ketua negara, harus telah berusia 40 tahun. Masyarakat pun mengakui bahwa mantabnya prestasi seseorang tatkala orang tersebut telah berusia 40 tahun.

Mengapa umur 40 tahun begitu penting?

Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah usia manusia diklasifikasikan menjadi 4 (empat) periode, yaitu:
(1) Anak-anak (aulad); sejak lahir hingga akil baligh,
(2) Pemuda (syabab); sejak akil baligh hingga 40 tahun,
(3) Dewasa (kuhul); 40 tahun hingga 60 tahun, (4) Tua (syuyukh); 60 tahun ke atas.

Usia 40 tahun adalah usia ketika manusia benar-benar meninggalkan masa mudanya dan beralih kepada masa dewasa sempurna. Kenyataan yang paling menarik pada usia 40 tahun ini adalah meningkatnya minat seseorang terhadap agamanya yang semasa mudanya jauh sekali dengan agamanya.

Baik dengan menjalankan kewajiban shalat lima waktunya dengan berjama’ah dan tepat waktu, memperbanyak sedekah, menutupi auratnya, atau dengan mengikuti kajian-kajian keagamaan.
Seolah-olah di usia ini merupakan momentum kembalinya manusia kepada fitrahnya. Namun jika ada orang yang telah mencapai usia ini, akan tetapi tidak ada minat terhadap agamanya, maka hal ini sebagai pertanda yang buruk dari kesudahan umurnya di dunia.
Wal iyaadzu billaah.

Salah satu keistimewaan usia 40 tahun tercermin dari sabda Rasulullah SAW, “Seorang hamba muslim apabila usianya mencapai 40 tahun, Allah akan meringankan hisabnya (perhitungan amalnya).” (HR. Ahmad)
Hadits ini menyebutkan bahwa usia 40 tahun merupakan titik awal seseorang memiliki komitmen terhadap penghambaan kepada Allah Ta’ala, sekaligus konsisten terhadap Islam, sehingga Allah Ta’ala pun akan meringankan hisabnya. Inilah keistimewaan orang yang mencapai usia 40 tahun. Akan tetapi, usia 40 tahun merupakan saat di mana orang harus berhati-hati juga. Ibarat waktu, orang yang berumur 40 tahun mungkin sudah masuk waktu senja.

Abdullah bin Abbas mengatakan, “Barangsiapa mencapai usia 40 tahun dan amal kebajikannya tidak mantab dan tidak dapat mengalahkan amal keburukannya, maka hendaklah ia bersiap-siap ke neraka.”

Imam Asy-Syafi’i tatkala mencapai usia 40 tahun, beliau berjalan sambil memakai tongkat. Jika ditanya, maka beliau menjawab, “Agar aku ingat bahwa aku adalah musafir. Demi Allah, aku melihat diriku sekarang ini seperti seekor burung yang dipenjara di dalam sangkar.
Lalu burung itu lepas di udara, kecuali telapak kakinya saja yang masih tertambat dalam sangkar.
Komitmenku sekarang seperti itu juga. Aku tidak memiliki sisa-sisa syahwat untuk menetap tinggal di dunia. Aku tidak berkenan sahabat-sahabatku memberiku sedikit pun sedekah dari dunia.
Aku juga tidak berkenan mereka mengingatkanku sedikit pun tentang hiruk pikuk dunia, kecuali hal yang menurut syari’at lazim bagiku.”

Kematian Bisa Datang Kapan Saja

Satu perkara yang kita harus senantiasa kita sadari bahwa kematian bisa memanggil kita kapan saja tanpa tanda, tanpa alamat dan tanpa mengira usia.
Jika kita beranggapan harus menunggu usia 40 tahun untuk mulai memperbaiki diri, maka rugi dan sia-sia lah hidup kita jika ternyata umur kita tidak panjang.

Maka dari itu, di sisa-sisa usia kita ini, marilah kita mulai berbenah diri, meneguhkan tujuan hidup, meningkatkan daya spiritual, memperbanyak bersyukur, menjaga makan dan tidur, serta menjaga keistiqamahan dan berusaha meningkatkan kualitas dalam beribadah.

Banyak manusia yang tertipu dengan keindahan dunia dan isinya yang bersifat sementara.
Mengingati mati bukan berarti kita akan gagal di dunia ini. Akan tetapi dengan mengingati mati kita berharap menjadi insan yang berjaya di dunia dan di akhirat kelak. Janganlah menunggu hingga esok untuk membuat persediaan menghadapi kematian, karena mati boleh datang kapan saja.

Akhirnya, semoga kita bisa memaksimalkan sisa-sisa umur kita ini untuk memperbanyak amal shaleh.
Aamiin ya robbal alamiin...

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِين

☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️*DELAPAN JENIS REZEKI DI DALAM AL-QURAN*Rezeki adalah karunia Allah _Subhaanahu wa Ta'aa...
01/08/2019

☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️

*DELAPAN JENIS REZEKI DI DALAM AL-QURAN*

Rezeki adalah karunia Allah _Subhaanahu wa Ta'aala_, yang diberikan kepada hamba-Nya, diantara jenis rezeki yg diungkapkan Al Qur'an adalah;

1⃣ *Rezeki yang Telah Dijamin*

Firman Allah:

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

“Tidak ada satu mahluk melatapun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin Allah rezekinya” (QS. Hud:6)

2⃣ *Rezeki Karena Usaha*

Firman Allah:
وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَى

“Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya. (Q.S. An Najm: 39)

3⃣ *Rezeki Karena Bersyukur*

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, (tapi) jika kamu ingkar, maka azabku sangat pedih” (Q.S. Ibrahim: 7)

4⃣ *Rezeki Karena Bertakwa*

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (٢) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya” (QS. At Thalaq: 2-3)

5⃣ *Rezeki Karena Istighfar*

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا - يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا - وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا –

“Beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta” (QS. Nuh: 10-11)

6⃣ *Rezeki Karena Menikah*

وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka Allah akan memberikan kemapanan kepada mereka dengan karunia-Nya.”(QS. An-Nur: 32)

7⃣ *Rezeki Karena Anak*

وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ ۖ نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ ۚ إِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْئًا كَبِيرًا

“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang akan menanggung rezeki mereka dan juga (rezeki) bagimu.”(QS. Al-Isra: 31)

8⃣ *Rezeki Karena Sedekah*

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
“Perumpamaan orang-orang yang mendermakan (shodaqoh) harta bendanya di jalan Allah, seperti (orang yang menanam) sebutir biji yang menumbuhkan tujuh untai dan tiap-tiap untai terdapat seratus biji dan Allah melipat gandakan (balasan) kepada orang yang dikehendaki, dan Allah Maha Luas (anugrahNya) lagi Maha Mengetahui“. (QS. Al-Baqarah: 261).


*والله تعالى اعلم*

Assalamu'alaikum, Selamat pagi sahabat, selamat beraktifitas di pagi hari ini.=======Untukmu Yang Sedang MelangkahJangan...
25/07/2019

Assalamu'alaikum,

Selamat pagi sahabat, selamat beraktifitas di pagi hari ini.

=======

Untukmu Yang Sedang Melangkah

Jangan lelah berjalan menuju suatu perubahan ke arah yang lebih baik.
Meskipun banyak duri yang menghadang, banyak kerikil yang bertebaran, banyak angin yang menerpa.
Jangan berhenti hanya karena itu semua
Jangan urung lalu berbelok hanya karena keyakinanmu turun.
Jangan bersedih hanya karena banyak yang berselisih paham hingga menjauh darimu

Nikmati perjalanan ini.
Perjalanan yang akan memberikan banyak pelajaran baru bagi hidupmu.
Perjalanan yang nantinya akan menjadi sebuah kisah indah yang dapat kamu kenang dan kamu ceritakan ke anak cucumu.
Perjalanan yang akan mengantarkanmu kepada hal-hal baru juga orang-orang baru yang akan mewarnai hidupmu..

Jadi tetaplah disini
Di perjalanan ini, di hati yang seperti ini.

“Jika hati senantiasa baik, Allah kan pertemukan dengan hal yang baik, orang-orang baik, tempat yang baik, dan kesempatan berbuat baik.”

– Salim A Fillah –

EUGENE - REWRITEOleh: Ellya NingsihPROLOGDear Elena,Di hadapan Tuhanmu, yang kini adalah Tuhanku juga, aku tak perlu sok...
01/06/2019

EUGENE - REWRITE
Oleh: Ellya Ningsih

PROLOG

Dear Elena,
Di hadapan Tuhanmu, yang kini adalah Tuhanku juga, aku tak perlu sok kuat.

Aku telah banyak bermaksiat mengumbar syahwat, tetapi hanya padamu kata cinta itu terucap.

Maka salahkah jika aku masih terus mengiba pada Tuhan kita, menyebut namamu dalam doa.

Mungkin aku belum paham benar arti keikhlasan.
Agar bukan kau, tetapi hanya Allah yang jadi tujuan.

Ah, Elena.
Adakah masa lalu kita belum usai?

Atau pada akhirnya aku akan menyerah, menerima sosok baru yang kedatangannya tak pernah kutunggu.
Namun ia begitu mirip denganmu.

"Javanese?" tebak Eugene.
"No, I'm Japanese." jawabnya semringah.

Di manakah jodoh akan bertepi?
Karena hidup ini terlalu sepi jika dihabiskan seorang diri.

🍁🍁🍁

EUGENE - REWRITE adalah cerita sekuel novel ELENA.
Di dalamnya tertulis tentang perjalanan seorang Eugene mulai dari pertemuan pertama hingga akhirnya harus kehilangan Elena.

Dalam ketertatihan menjalani syariat agama barunya, Eugene mencari pendamping hidup. Dengannya ia berharap bisa bersama-sama belajar taat dan surga menjadi lebih dekat.

Bagaimana kisah selanjutnya? Untuk membaca cerita ini lebih lengkap, silakan klik wa.me/6282333344515



29/04/2019

Di pagi yang hujan...

Baca ini berulang-ulang tetep s**aaaaa 😍😍 ,dapet dari temen.

Definisi tentang iklasnya itu "sensasional" banget kalau diaplikasikan.

🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿

I K H L A S

Hajar protes.
Mengapa suaminya meninggalkan dia dan anaknya yang masih kecil di padang pasir tak bertuan.

Seperti jamaknya dia hanya bisa menduga bahwa ini akibat kecemburuan Sarah, istri pertama suaminya yang belum juga bisa memberi putra.

Hajar mengejar Ibrahim, suaminya, dan berteriak: "Mengapa engkau tega meninggalkan kami di sini? Bagaimana kami bisa bertahan hidup?"

Ibrahim terus melangkah meninggalkan keduanya, tanpa menoleh, tanpa memperlihatkan air matanya yang meleleh. Remuk redam perasaannya terjepit antara pengabdian dan pembiaran.

Hajar masih terus mengejar sambil menggendong Ismail, kali ini dia setengah menjerit, dan jeritannya menembus langit, "Apakah ini perintah Tuhanmu?"

Kali ini Ibrahim, sang khalilullah, berhenti melangkah. Dunia seolah berhenti berputar. Malaikat yang menyaksikan peristiwa itu pun turut terdiam menanti jawaban Ibrahim. Butir pasir seolah terpaku kaku. Angin seolah berhenti mendesah. Pertanyaan, atau lebih tepatnya gugatan Hajar membuat semua terkesiap.

Ibrahim membalik tubuhnya, dan berkata tegas, "Iya!".

Hajar berhenti mengejar. dia terdiam. Lantas meluncurlah kata-kata dari bibirnya, yang memgagetkan semuanya: malaikat, butir pasir dan angin. "Jikalau ini perintah dari Tuhanmu, pergilah, tinggalkan kami di sini. Jangan khawatir. Tuhan akan menjaga kami."

Ibrahim pun beranjak pergi. Dilema itu punah sudah. Ini sebuah pengabdian, atas nama perintah, bukan sebuah pembiaran.

Peristiwa Hajar dan Ibrahim ini adalah romantisme keberkahan.

Itulah ikhlas.

Ikhlas adalah wujud sebuah keyakinan mutlak pada Sang Maha Mutlak.

Ikhlas adalah kepasrahan bukan mengalah apalagi menyerah kalah.

Ikhlas itu adalah engkau sanggup berlari melawan dan mengejar, namun engkau memilih patuh dan tunduk.

Ikhlas adalah sebuah kekuatan menundukkan diri sendiri dan semua yang engkau cintai.

Ikhlas adalah memilih jalanNya, bukan karena engkau terpojok tak punya jalan lain. Ikhlas bukan lari dari kenyataan.

Ikhlas bukan karena terpaksa. Ikhlas bukan merasionalisasi tindakan, bukan mengalkulasi hasil akhir. Ikhlas tak pernah berhitung. Ikhlas tak pernah p**a menepuk dada. Ikhlas itu tangga menujuNya. Ikhlas itu mendengar perintahNya dan menaatiNya.

Ikhlas adalah ikhlas.
Titik.

"Belum cukupkah engkau memahami apa itu ikhlas dari diamnya Hajar dan perginya Ibrahim?"

Dan aku, kamu, serta kita.... semuanya tertunduk pasrah bersama Malaikat, butir pasir dan angin.

Tabik,

Nadirsyah Hosen
meng-Hajar-kan pertanyaan, meng-Ibrahim-kan jawaban
8 Zulhijah 1437H

*_Assalamu'alaykum warohmatullahi wabarokatuh_*PESAN CINTA SEDERHANA“Gratis Mbok ? “, heran bertanya si Barjo.“ Ya , ken...
20/04/2019

*_Assalamu'alaykum warohmatullahi wabarokatuh_*

PESAN CINTA SEDERHANA

“Gratis Mbok ? “, heran bertanya si Barjo.
“ Ya , kenapa ? Makan aja apa yang kamu s**a.“
“ wah ... terimakasih mbok. Terimakasih…”

Si Mbok tersenyun riang ketika memperhatikan Barjo , langganannya yang biasa berhutang di warungnya, sekarang menyantap makanan dengan lahapnya. Mungkin kali ini pria itu dapat menikmati makanannya dengan tanpa beban. Keringat meleleh di keningnya.

“ Jo... “
“ Ya, Mbok. Ada apa..? apa ini hanya guyonan saja Mbok “ Barjo melongo ke arah si Mbok dengan bingung dan mulut yang masih terisi nasi. Tapi si mbok tetap tersenyum.
“ Ini Catatan Bon kamu ya. ? Tanya si Mbok dengan tersenyum
“ ya Mbok. Aku ndak ada duit sekarang. “
“ ya, aku tahu. Kamu memang selalu ndak ada uang akhir-akhir ini. Ya sudah, bon kamu aku hapus. “ jawab simbok dengan senyum.
“ Hapus? “ teriak Barjo dengan bengong. “ wah , lelucon apa lagi ini Mbok. Jangan bikin aku jantungan Mbok. Gratis saja aku sudah bingung…lah sekarang bonku dihapus, lagi. “
“ Ya ..kamu ndak perlu jantungan. Terima aja. Aku senang kok” Jawab simbok.

Hari itu ada hampir 40 orang yang datang makan di warung mbok Mijah. Mereka semua adalah supir angkot, pemulung, pdagang asongan, pengamen jalanan dan tukang minta-minta yang biasa nongkrong di sudut jalan. Semua menikmati makanan dengan gratis. Bahkan sebagian dari mereka yang punya catatan hutang dinyatakan dihapus oleh simbok.
Keceriaan jelas sekali
terpancar diwajah si Mbok.

Pemandangan tsb di atas aku saksikan sendiri sambil asyik menikmati kopi hangat. Mereka yang datang seakan tidak memperdulikan ku. Tapi tidak ada satupun ekspresi wajah dari mereka yang luput dari perhatianku.

Hari itu memang aku sengaja datang ke warung si Mbok. Si Mbok hampir tidak percaya ketika aku datang pagi pagi. Sebelum pelanggannya datang.
‘ Maksud mas ? “ Tanya siMbok dengan sedikit terkejut.
“ Ya Mbok. Aku ingin tahu berapa jumlah penjualan Si mbok bila seluruh makanannya habis terjual.” Tanyaku tanpa memperdulikan keterkejutannya
“ Rp. 400 ribu rupiah, Den. Tapi tidak semua simbok terima karena sebagian dihutangin”
“ Ok. Berapa jumlah catatan hutang dari semua pelanggan siMbok “ tanyaku lagi.
“ Ada Rp. 700 ribu “ jawabnya lagi tapi masih bingung.
“ Ok. Nah ini saya beri uang Rp. 1.500.000. “ kataku sambil memberikan uang itu kepadanya.
“ Oh.. Untuk apa ini Mas…” Sekarang benar-benar bingung dia.
“ Aku hanya ingin memberikan uang ini kepada SiMbok. Karena dalam keadaan sulit siMbok masih bisa berbuat baik sama orang. Simbok bisa ngutangin orang yang butuh makan walau simbok sendiri tidak tahu kapan orang itu akan membayar.”
Sambil memperhatikan wajahnya yang berseri dalam kebingungan. Kupegang tangannya dan menyerahkan uang itu.
“ Nah, apa yang akan siMbok lakukan dengan uang ini “ sambung ku.
“ SiMbok hanya ingin memberi kesempatan semua langganan makan gratis hari ini. Menghapus semua hutang mereka.” Jawabnya
“Mengapa“. Sekarang aku yang bingung.
“Simbok orang miskin. Simbok pengen bersedekah tapi ndak pernah bisa. Wong hidup juga sulit begini. “ Katanya.

Ketika senja mulai berangkat malam. Aku melangkah menjauhi sudut jalan itu. Aku termenung. Selama ini kita begitu hebatnya menggunakan retorika bahwa kita peduli dengan si miskin. Kita marah kepada ketidak-adilan. Tapi kita tidak berbuat banyak. Tapi sebetulnya kehadiran Allah tetap ada di lingkungan simiskin. Dengan kesahajaan di antara mereka dan cara mereka, mereka berbagi untuk saling peduli. Itu. ..

Negeri ini kuat karena rahmat Allah yang meniupkan pesan cinta ke hati siapapun untuk saling berbagi. Masalahnya ada yang bisa membaca pesan itu dan ada yang tidak membacanya. Si Mbok adalah contoh bhw pesan cinta Allah dibacanya dengan baik, walau sedikit yang dia punya itulah yang dia bagi...dan dia bahagia karena itu..
Memang cinta selalu menyehatkan dan menentramkan walau harus dengan memberi sesuatu dimana pada waktu yang bersamaan diri sendiri juga sangat membutuhkannya.

01/03/2019

Bismillahirohmanirrohim,

Semoga di Jum'at barokah ini Allah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua.

Jika ingin tahu ilmunya bagaimana menjadi magnet rezeki, Ustadz Nasrullah telah memberikan jawabannya di dalam buku

Jika berniat ingin berangkat umroh dengan Kun-Nya Allah, buku adalah rujukan yang pas buat dibaca.

Atau belajar menjadi pejuang dalam rumah tangga, membangun cinta, bisnis dan lain sebagainya mungkin novel sangat menarik untuk dibaca.








dan masih banyak lagi dan akan terus bertambah. Begitulah cara berkontribusi dalam membangun bangsa ini.

Bukan hanya menebar manfaat secara ilmu namun juga secara finansial. Karena selain membelinya, kamu juga punya kesempatan untuk memasarkannya.

Jadi gimana?

Mmm.. Yakinkan hati.
Bisa jadi peluang tak datang dua kali.

Curhat aja dulu disini ya...
WA 082333344515

28/02/2019

Rencana Allah selalu tepat waktu.

Tidak pernah datang lebih awal dan juga tidak pernah terlambat. Hanya dibutuhkan keikhlasan dan sedikit kesabaranku serta banyak iman dalam menjalani.

Happy Jum'uah Mubarrok.

11/08/2018

Assalamualaikum sahabat....

Alhamdulillah sudah Jum'at lagi...

Yuk, dibca sebentar renungan hat di bawah ini. Sebagai pengingat untuk saya pribadi :

**RIZQI-KU ADA DI LANGIT, BUKAN DI TEMPAT KERJA..!!!!**

Belajar Tawakkal Kepada Putri 10 Tahun ...

Hatim Al Ashom rahimahullah, Ulama besar muslimin, teladan kesederhanaan dan tawakkal.

Hatim rahimahullah, suatu hari berkata kepada istri dan 9 putrinya bahwa ia akan pergi untuk menuntut ilmu.

Istri dan putri-putrinya keberatan. Karena siapa yang akan memberi mereka makan.

Salah satu dari putri-putri itu berusia 10 tahun dan hapal Al Quran.

Dia menenangkan semua : "Biarkan beliau (Ayah) pergi. Beliau (Ayah) menyerahkan kita kepada Dzat Yang Maha Hidup, Maha Memberi rizki dan Tidak Pernah mati !"

Hatim pun pergi
Hari itu berlalu, malam datang menjelang ...

Mereka mulai lapar. Tapi tidak ada makanan. Semua mulai memandang protes kepada putri 10 tahun yang telah mendorong kepergian Ayah mereka.

Putri hapal Al Quran itu kembali meyakinkan mereka : "Beliau menyerahkan kita kepada Dzat Yang Maha Hidup, Maha Memberi rizki dan Tidak Pernah mati !"

Dalam suasana seperti itu, pintu rumah mereka diketuk. Pintu dibuka. Terlihat para penunggang kuda.
Mereka bertanya :
"Adakah air di rumah kalian ini ?"

Penghuni rumah menjawab :
"Ya, kami memang tidak punya apa-apa kecuali air".

Air dihidangkan utk menghilangkan dahaga mereka.

Pemimpin penunggang kuda itu pun bertanya :
*"Rumah siapa ini?"*

Penghuni rumah menjawab : *"Hatim al Ashom".*

Penunggang kuda terkejut : *"Hatim,* ulama besar muslimin ..."

Penunggang kuda itu mengeluarkan sebuah kantong berisi uang dan dilemparkan ke dalam rumah dan berkata kepada para pengikutnya :
"Siapa yang mencintai saya, lakukan seperti yang saya lakukan ..."

Para penunggang kuda lainnya pun melemparkan kantong-kantong mereka yang berisi uang. Sampai pintu rumah sulit ditutup, karena banyaknya kantong-kantong uang.
Mereka kemudian pergi.

Tahukah antum, siapa pemimpin penunggang kuda itu ...?

Ternyata Abu Ja'far Al Manshur, Amirul Mukminin.

Kini giliran putri 10 tahun yang telah hapal Al Quran itu memandangi ibu dan saudari-saudarinya. Dia memberikan *PELAJARAN AQIDAH* yang sangat mahal sambil menangis, dia berkata :

" JIKA SATU PANDANGAN MAKHLUK BISA MENCUKUPI KITA, MAKA BAGAIMANA JIKA YANG MEMANDANG KITA ADALAH AL KHOLIQ ..!! "

Terima kasih Nak, kau telah mengingatkan kami dari kegelisahan urusan dunia yang kerap menyelimuti..

Hingga lupa ada Al Hayyu Ar Rozzaq ...

Hingga lupa jaminan- Nya :
"dan di *_LANGIT_* lah *_RIZKI_* kalian ..."

Bukan di pekerjaan ...
bukan di bank ...
bukan di kebun ...
bukan di toko ...
tapi ...
*DI LANGIT !!*

Hingga kami lupa tugas besar akhirat,

اللهم لا تجعل الدنيا أكبر همنا

"Ya Allah, jangan Kau jadikan dunia sebagai kegundahan terbesar kami ..."

Barakallāhu fiykum


01/08/2018

*BAGAIMANA MENATA NIAT...?*

Seorang Mursyid dan beberapa murid sedang serius mengkaji sebuah kitab didalam sebuah ruangan, tiba2 terdengar suara pintu di ketuk, dan seorang murid dengan sigap bangkit berniat utk membuka pintu. Namun sang Mursyid berkata : "Jangan biar aku saja yg membukakan pintu...! Ialu ia bangkit utk membuka pintu, dan ber bincang2 sejenak dgn si tamu td...

Tak seberapa lama sang Mursyid duduk kembali bersama murid2nya...

Lalu si murid bertanya
" Wahai Guru, kenapa tadi aku.
Guru melarang sy akan membukakan pintunya...,agar takmerepotkan Guruu...?!"

Sang Mursyid tersenyum :
" Wahai muridku yang baik, aku tau bhwa kamu tadi ingin membantuku utk membukakan pintu itu, namun ketahuilah bahwa niatmu td hanya satu, yakni membukakan pintu untuk aku..

Dan aku telah memasang beberapa niat saat pintu itu di ketuk org, jika ia haus aku akan memberinya minum, jika ia lapar aku akan memberinya makan, jika ia butuh pertolongan aku akan menolongnya, jika ia butuh istirahat aku akan mengizinkan ia duduk dan tinggal bersama kita di sini, jika ia butuh ini dan itu, selagi aku bisa membantu dan meringankan bebanya, maka aku akan berupaya keras utk membantunya. semaksimal mungkin.."
Demikianlah wahai muridku, cara Rosulullah mengajari kita dalam Bermuamalah dengan sesama manusia...
Ahirnya...
Si
Muridpun tertegun, ia tak mengira bahwa hanya untuk membuka sebuah pintu yang diketuk saja, sang Mursyid telah mempersiapkan niat yg begitu banyak untuk berbuat baik kepada sesama, iapun menjadi malu dan mengambil hikmah serta pelajaran berharga dalam hal ini.

( Dikutip dari Kitab Manzilah Maqom Shiddiqun wa Robbaniyun : Syech Said Hawa dalam Ikhtisar Al Hikam Ibnu Athaillah Assakandari)

Sementara kita2 saat ini.. justru
Berusaha menghindari setiap perjumpaan dengan banyak orang karna khawatir akan timbul kerepotan2 ditimbulkan oleh mereka/kawan2 kita....

Dan anehnya
Kita selalu berjanji bahwa hidup, mati, sholat dan ibadah kita semata2 utk Allah SWT...

Akan tapi dibalik semua hal yang kita sebut Lillah, selalu lebih awal utk kepentingan diri kita sendiri....

Barokallah
Semoga manfaat, dankita semua.bisa mengambil hikmah dari tulisan ini.

Amiin.

01/08/2018

MENIKAH ITU SEPERTI MENYEDUH KOPI

Tulisan Cahyadi Takariawan

Menikah itu seperti menyeduh kopi. Engkau harus memilih kopi murni, bukan kopi campuran. Bahkan engkau harus mengerti nikmatnya kopi justru ketika tidak dicampur gula dan yang lainnya.

Memilih calon suami atau istri, carilah yang ori. Yang murni. Yang hati dan cintanya diberikan untukmu, dan tidak mengkhianatimu. Bukan memilih petualang yang sudah bergelimang dalam dunia kebebasan pergaulan. Mereka ini sudah tidak murni lagi.

Menikah itu seperti menyeduh kopi. Engkau harus mengerti ilmu dan seni. Engkau harus memiliki ketelitian dan kesabaran tingkat tinggi.

Jika menikah tanpa ilmu dan tanpa seni, akan mudah hambar dan kehilangan gairah.

Jika menikah tanpa ketelitian dan kesabaran tingkat tinggi, akan mudah marah-marah.

Menikah itu seperti menyeduh kopi. Engkau harus mengerti takaran masing-masing. Berapa takaran kopi, berapa takaran air. Perpaduan yang pas akan menghasilkan cita rasa berselera tinggi.

Menikah itu adalah bab menakar secara tepat, seberapa besar percaya, dan seberapa besar cemburu. Seberapa banyak mengikat, dan seberapa banyak memberi kebebasan.

Jika percaya berlebihan, engkau kehilangan penjagaan terhadap pasangan. Jika cemburu berlebihan, engkau mudah depresi.

Jika terlalu kuat mengikat, pasanganmu pasti tidak nyaman. Jika terlalu bebas, engkau kehilangan kendali.

Menikah itu serupa menyeduh kopi. Engkau perlu filter yang tepat, suhu yang tepat, alat yang tepat untuk menghasilkan cita rasa kopi berkualitas.

Menikah itu memerlukan filter untuk menyaring mana benar mana salah, mana baik mana buruk, mana patut mana tidak patut.

Menikah itu memerlukan suhu yang tepat untuk hadirnya cinta yang indah. Jika terlalu panas, suasana rumah tangga akan selalu berada dalam ketegangan. Jika terlalu dingin, suasana keluarga tidak akan ditemukan keindahannya.

Menikah itu serupa menyeduh kopi. Engkau harus pelan-pelan dan berhati-hati saat menuangkan airnya. Pun engkau harus pelan-pelan saat menyeruputnya. Jangan habiskan secangkir kopi dalam sekali reguk.

Nikmati kemesraan bersama pasangan, pelan-pelan. Seteguk demi seteguk. Nikmati tiap seruputan cintanya. Jangan tergesa-gesa.

Lihatlah, dalam tingkat kepahitan dan level keasaman tertentu, secangkir kopi menjadi sangat menantang untuk dinikmati.

Demikianlah kepahitan dan keasaman hidup berumah tangga, selalu indah untuk dirayakan bersama pasangan tercinta.

☕☕☕

"Melatih akhlak anak sejak dini"Dari Kitab minhajul qashidinOleh : Ustadz Budi Ashari -  Anak dijaga, diajari adab jgn b...
23/06/2018

"Melatih akhlak anak sejak dini"

Dari Kitab minhajul qashidin
Oleh : Ustadz Budi Ashari

- Anak dijaga, diajari adab jgn biasa hidup mewah walaupun orangtuanya mampu

- Jangan ajarkan cinta kesejahteraan, ajarkan hidup prihatin, karena kalau cinta kesejahteraan kelak ketika dewasa hidupnya habis memikirkan kesejahteraan yang selama ini dia rasakan

- Mengawasi betul diawal usianya jangan sampai memakai jasa susuan kecuali oleh wanita sholehah taat agama dan makan makanan halal, sebab air susu yang berasal dari makanan haram tidak mendatangkan berkah

- Jika anak sudah mulai memasuki masa puber dan sifat yang menonjol adalah malu, maka itu tanda kecerdasan, kabar gembira akan sempurnanya akal, karena menunjukan kedewasaan akalnya setelah baligh nanti. Dan malu harus terus dilatih

- Ajari malu dengan adabnya, malu dengan lawan jenis, malu sehingga mau menutup auratnya.

- Ajari adab makan, jangan sampai anak rakus makan, karena syahwat terbesar adalah syahwat perut, dari syahwat perut turun ke syahwat kemaluan, dan karena hal ini p**a menyebabkan Adam terusir dari surga ( Syahwat makan), banyak timbul penyakit lain semua karena kenyang. Puasa mematahkan syahwat perut

- Jika mulai muncul rakus makan pada anak segera ajari adab makan, karena yang rakus dengan makan mirip binatang.

- Ajari sekali kali anak makan tanpa lauk

- Melarang anak bergaul dengan anak yang terbiasa hidup mewah

- Sibukkan dengan quran, hadist dan sejarah agar tertanam kecintaan pada orang sholeh, jika anak s**a dengan syeikh Masjidil haram misalnya itu baik pertanda pendidikan yang diberi bagus, terbalio jika diajari quran tp idolanya artis sinetron itu pasti ada yang salah.

- Jika anak mempunyai akhlak baik puji, harus dimuliakan, anak jangan ditekan

- Puji anak dihadapan orang lain

- Tapi kalau sekali waktu dia melanggar jangan disampaikan pada orang lain, lupakan kesalahannya, tidak ada orang sempurna.. Ibu bapanya juga tidak sempurna, tidak ada manusia sempurna

- Jika kesalahan diulangi maka tegur tp rahasia

- Jangan sering sering menegur anak (kuping jika sering ditegur akan kebal)

- Jika teguran sering diucapkan maka hilang wibawa orangtua

- Takut takuti dengan bapaknya

- Latih jalan, lari gerak olahraga

- Ajari sholat, perintah sholat jika sudah usia 7 tahun termasuk ajari thoharoh

- Tidak buang ingus atau meludah sembarangan

- Melarang anak tidur siang karena menyebabkan malas, dan mengharuskan tidur malam

- Anak diajari sederhana dalam masalah tempat tidur, contoh rosulullah tidur diatas tikar, supaya tubuh tegap kokoh

- Anak diajari tidak membanggakan harta orangtuanya

- Tidak menumpankan kaki ke kaki satunya

- Anak dibiasakan berbicara hanya jika ditanya

- Diperbolehkan main jika p**ang sekolah, agar dia istirahat dari kelelahan belajar

- Biasakan anak taat pada guru dan orangtua

- Ajari makan itu sama dengan obat, tujuan makan untuk menguatkan badan untuk ibadah.

- Ajari anak untuk selalu mengingat Allah dimanapun berada
Seperti kisahnya Muhammad bin Siwar. Suatu hari pamannya berkata : " Tidakkah engkau mengingat Allah yang telah menciptakan dirimu?

" Bagaimana aku mengingatNya? " aku balik bertanya

" Katakan didalam hatimu tiga kali tanpa menggerakkan lidah, "Allah besertaku. Allah melihatku. Allah menyaksikanku"

Jila malam hari aku mengucapkan didalam hati seperti itu, hingga dapat mengenalNya.
Lalu paman berkata lagi kepadaku, " Ucapkan yang seperti itu setiap malam sebelas kali"

Maka kulakukan itu, sehingga dalam hatikuada sesuatu yang tersa nikmat.
Setahun kemudian paman berkata lagi, " Jaga apa yang sudah aku ajarkan dan terus laksanakan hingga engkau masuk ke liang kubur.

Maka saran itu terus aku lakukan hingga benar-benar merasakan kenikmatan didalam batinku. Kemudian Paman berkata," Wahai Sahl, siapa yang Allah besertanya melihat dan menyaksikan dirinya maka mana mungkin dia akan mendurhakaiNya.

Setelah itu aku melanjutkan perjalanan kesekolah untuk menghapal quran. Saat itu usiaku baru enam atau tujuh tahun. Setelah itu aku banyak puasa, makan hanya dengan roti dan setiap malam mendirikan sholat.

Noviani, Senin 19 Juni 2017

Bukit Hambalang

dari grup Walisantri Kuttab Cimahi

Address

Jalan Tenggumung Baru Mulya 4/1
Surabaya
60153

Telephone

085695226996

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Yulia Olshop posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share